Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selasa, 12 November 2019

Konektivitas Moda Transportasi Indonesia


Nonton potongan acara Ini Talk Show Net  di timeline Instagram, pas yang jadi  bintang tamu pak Wishutamana. Teman – teman pastilah tahu siapa beliau, Yap (mantan) CEO Netmediatama yang kini jadi menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam wawancaranya beliau menyebutkan target Pariwisata menjadi devisa negara nomor satu. Itu bukan hal mustahil lho bahkan saya optimis target ini bisa terwujud. Pertama, karena kekayaan alam dan budaya Indonesia melimpah dari Sabang sampai Merauke, dan komplit dari wisata laut, pantai, pegunungan, geopark, sawah, ladang dan budaya.  Kedua, perkembangan dan kemajuan  moda transportasi  saat ini memudahkan wisatawan lokal maupun asing mengakses tempat wisata, dan ini sudah saya buktikan.

Transportasi dulu dan sekarang

Mungkin teman – teman ada yang mengalami jamannya naik KRL Jabodetabek itu horor, sekitar tahun 2013 ke bawahlah ya. Hampir semua  stasiun pemberhentian tidak ada papan nama stasiun, buat pendatang seperti saya ya bingung  kalau kelewat ngitung berapa stasiun yang sudah dilewati hahaha. Ga kebayang bawa anak balita naik KRL kalau ga ditemani suami, takuttt….

Tapi itu dulu, sekarang naik KRL sudah nyaman, aman dan bersih. Istilahnya kalau di stasiun mau selonjoran selagi nunggu kereta datang tetap nyaman.  Bahkan sekarang naik kereta ke luar kota seperti  Bandung atau Sukabumi, saya berani bawa anak – anak walaupun tanpa ditemani suami.

Rabu, 06 November 2019

Mengenali Keterlambatan Bicara pada Anak

Mengenali  Keterlambatan Bicara pada Anak

Beberapa bulan lalu Ibu  saya dibuat khawatir karena cucu ke - 4 nya sampai 1.5  tahun belum mampu mengucapkan satu kata pun,  hanya mengoceh tak jelas. 

"Kenapa ya, Mama punya anak 5 belum setahun udah bisa ngomong satu dua kata.  Cucu mama yang lain juga begitu."
"Ada masalah sama pendengaran kali," ujar saya. Saya dan Ibu tinggal di beda kota. 
"Nggak," jawab Ib  tegas."Kalau dipanggil nengok, diajak becanda ngerti. diajak ngobrol juga ngerti.  misal di suruh duduk ya duduk. Ngerti kata makan, lari, cium."

Kekhawatiran Ibu menular pada saya. Kalau ke Bandung dan ketemu ponakan saya suka memperhatikan mata dan kefokusannya karena khawati ada gangguan perilaku. Tapi ternyata si anak fokus dan matanya balik menatap apalagi kalau diajak becanda.

Jumat, 01 November 2019

Oleh – oleh kekinian dari Kota Bogor

Oleh – oleh  dari Kota Bogor

Post blog ini masih ada hubungannya sama acara Jelajah Gizi Bogor yang saya ikuti pertengahan bulan Oktober lalu yang  liputan pernah saya tulis di Jelajah Gizi Bogor; Aksi Kita Menentukan Masa Depan.


Sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia yang jatuh tanggal 16 Oktober, yaitu Aksi Kita Menentukan Masa Depan, Jelajah Gizi Nutricia – Sarihusada eksplorasi potensi pangan Kota Bogor dan mendorong implementasi healty diets untuk Bumi dan Masyarakat yang lebih sehat.

Jelajah Gizi Bogor 

Selain menjelajah makanan khas daerah, dari mulai icip –icip kuliner di sepanjang jalan Suryakencana kita juga mengunjungi perkebunan Boja Farm, melihat bagaimana proses penanaman, mengunjungi perkebunan Talas, umbi – umbi an khas Bogor dan pengolahan beragam camilan dari buah Pala. Yap, Jelajah Gizi ga sekedar icip – icip, peserta diajak langsung melihat bagaimana proses makanan sampai ke tangan konsumen, dari mulai penanaman, pengolahan dan penyajian. Dan yang tak kalah penting mengetahui kandungan gizinya, dengan narasumber yang menemani sepanjang acara Jelajah Gizi berlangsung Prof. Ahmad Sulaeman, pakar gizi dan ketahanan pangan IPB.

Boleh baca Jelajah Gizi Bogor; Aneka olahan buah pala, oleh - oleh khas kota Bogor
Di 2 blog post sebelumnya saya menuliskan kuliner khas daerah, kali ini kuliner kekinian yang menjadi oleh – oleh kota Bogor.  Istilah kekinian saya ambil karena makanan ini bisa dibilang bercitarasa western yaitu roti, cake dan pasta.

Sejalan dengan yang  diungkapkan Prof Ahmad; Pola konsumsi masyarakat memang berubah – rubah sesuai dengan perkembangan jaman. Yang penting adalah menyadarkan masyarakat bahwa pola makan yang sehat merupakan hal yang dapat diakses dan didapatkan secara mudah.

Minggu, 27 Oktober 2019

Dengan GoLife #PastiAdaJalan

Dengan GoLife #PastiAdaJalan

Tidak punya art tapi pekerjaan rumah selesai, bisa ngeblog, sesekali ikut event blog, rutin kumpul arisan sebulan sekali, ngurus taneman, menjahit dan belajar motret?  Bisa donk! Kan ada GoLife.





Kamis, 24 Oktober 2019

Jelajah Gizi Bogor 2019, Aksi Kita Menentukan Masa Depan

Jelajah Gizi Bogor 2019,  Aksi Kita Menentukan Masa Depan


Foto dokumentasi Dadang Triippo

Sejujurnya sempat maju mundur ikut seleksi Jelajah Gizi 2019 ini  karena destinasinya kota Bogor, yang secara geografis tidak jauh dari tepat saya tinggal di kab. Bogor. Ehm seru ga ya? Lagipula kuliner Bogor rasanya udah nyoba semua dech secara pernah beberapa kali main ke kota Bogor .

Ehm tapi kan ini beda, selain kuliner pasti ada misi lain, dengan teman – teman berbeda pula (yang kebanyakan belum saya kenal), pastinya jadi pengalaman baru. Jadilah mulai post foto di tanggal 10 pas deadline, eh ternyata diperpanjang sampai tanggal 12. Alhamdulillah sempat posting 3 foto untuk seleksi ini.

Daannnn…ternyata walaupun di Bogor, keseruan, petualangan dan inspirasinya diluar ekspektasi. Penasaran seperti apa? Yuk lanjut baca blog post ini.

Tentang Jelajah Gizi

Sebelum ngebahas keseruan dan beragam kisah inspiratif Jelajah Gizi Bogor 2019, saya mau menjelaskan tentang apa itu Jelajah Gizi dan tujuan dari Jelajah Gizi yang diadakan sejak tahun 2012.  Jelajah Gizi adalah kegiatan  tahunan yang digagas dan diselenggarakan Nutricia – Sarihusada (grup Danone) yang mengajak Blogger, jurnalis dan pegiat media sosial untuk mengulik makanan lokal beserta sejarahnya, mengulas gizi dan pangan lokal sehingga mereka dapat menyebarkan informasi terkait potensi pangan lokal ke masyarakat luas.

Tahun ini Jelajah Gizi  yang ke – 7, setelah sebelumnya menjelajah berbagai daerah di Indonesia seperti Gunung Kidul (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Denpasar (Bali), Menado (Sulawesi Utara), Malang (Jawa Timur) dan Semarang (Jawa Tengah).

Rabu, 23 Oktober 2019

Aneka Olahan Buah Pala, Oleh - Oleh Khas Kota Bogor

Aneka Olahan Buah Pala, oleh - oleh khas kota Bogor   buatan Kelompok Wanita Tani kampung Buntar Muarasari Bogor.

Jelajah Gizi hari kedua kami mengunjungi Kelompok Wanita Tani kampung Buntar Muarasari Bogor. Sesuai tema Jelajah Gizi hari ke-2 yaitu melihat langsung proses pengolahan pangan. Kelompok Wanita Tani di sini  mengolah buah pala menjadi beragam makanan dan minuman sebagai oleh – oleh khas kota Bogor dengan merk Mysari.

Keseruan Jelajah Gizi Bogor 2019 secara lengkap bisa baca di Jelajah Gizi Bogor 2019, Aksi Kita Menentukan Masa Depan 

Foto dokumentasi Dadang Trippo

Beberapa produk olahan pala KWT kampung Buntar Muarasari adalah permen pala, sirup pala, minuman pala dan manisan pala basah.


Peserta Jelajah Gizi diajak melihat langsung proses pembuatan permen pala.

Membuat permen pala
Foto dokumentasi pribadi/rinasusanti


Pada kunjungan ini Prof Ahmad Sulaeman, pakar gizi dan keamanan pangan IPB, yang menjadi narasumber selama Jelajah Gizi berlangsung,  memaparkan Indonesia adalah menyumbang 60% kebutuhan pala dunia, dua kota di Jawa Barat pengekspor biji pala adalah Bogor dan Sukabumi. Minyak dari biji pala digunakan untuk berbagai macam campuran dari parfum hingga minuman. Itu sebabnya biji pala dihargai cukup tinggi dan diekspor. Daging buah pala mengandung banyak serat dan dapat mengobati Insomnia, lanjut Prof. Ahmad.

Senin, 21 Oktober 2019

Empat Kuliner Legendaris kota Bogor

Jelajah Gizi Bogor 2019; Empat  Kuliner Legendaris kota Bogor

Empat kuliner legendaris kota Bogor ini harus teman - teman coba jika berkunjung ke Bogor

Foto dokumentasi Dadang Tri Ippo

Jalan – jalan ke suatu daerah rasanya belum afdol kalau tidak mencicipi kuliner khasnya. Walaupun mungkin makanan sejenis ada di kampung halaman tapi pasti ada satu hal yang membedakannya, yaitu citarasa. Citarasa ini menjadi unik karena makanan dengan nama sama di daerah berbeda, menggunakan racikan bumbu yang berbeda atau ada beberapa dari campuran makanan itu yang berbeda.


Tentang keseruan Jelajah Gizi Bogor secara lengkap teman – teman bisa baca di Jelajah Gizi Bogor 2019, Aksi Kita Menentukan Masa Depan


Contohnya Soto. Banyak daerah di Indonesia memiliki masakan bernama soto, tapi soto bandung jelas berbeda dengan soto betawi, berbeda jauh dengan soto mie bogor, beda banget dengan soto (coto) makasar, beda juga dengan soto lamongan. Di Bogor ada dua jenis soto yang terkenal yaitu soto mie dan soto kuning.

Jadi gak berlebihan  kalau dibilang Indonesia ini sangat kaya dengan keanekaragaman, bukan hanya budaya juga citarasa dalam masakan.

find me