Blackmores Peduli ‘Tukar Botol’ Kumpulkan 3.783 Botol Plastik

Indonesia darurat sampah plastik 

Tahukan teman-teman jika Indonesia sudah memasuki ‘masa’ darurat sampah plastik, saking banyaknya sampah plastik yang dibuang dan terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan dari data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Statistik Nasional (BPS) sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/pertahun dan sebagian terbuang ke laut. Peningkatan sampah plastik ini belum dibarengi upaya pengelolaan yang maksimal, sehingga sampah plastik banyak terbuang ke laut atau mencemari tanah. 

Sumber gambar ; pojokjabar 


Seperti kita ketahui, plastik adalah sampah yang membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama, bisa mencapai ratusan tahun, jadi dengan banyaknya sampah plastik tanpa dibarengi pengelolaan yang baik dan maksimal akan mencemari sungai, laut dan tanah, terlebih sebagian  masyarakat Indonesia masih suka buang sampah sembarangan, tak heran di sepanjang jalan kerap kita temui sampah plastik, termasuk di tempat wisata termasuk area pantai. Sedih ya,  salah satunya kurang masifnya edukasi mengenai sampah pada masyarakat. Tidak semua tempat wisata atau area publik dipasangi spanduk ‘jangan buang sampah sembarangan’. Yang buang sampah sembarangan kalau ditegur malah galak heuheu. Padahal masalah sampah ini membawa ancaman serius.

Dampak luas sampah plastik adalah merusak ekosistem laut dan kesehatan manusia. Dari 10 juta metric ton sampah yang terhanyut di laut, 10 persennya berasal dari daratan. Padahal jika diolah dengan baik sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp 16.379.472 perbulan dari 40 ton sampah plastik. Tapi untuk bisa mencapai itu dibutuhkan kolaborasi serta komitmen dari semua pihak agar bisa dikelola atau didaur ulang.

Sampah botol plastik lebih mudah dikelola

Beberapa waktu saya mengikuti webinar tentang pengelolaan sampah, salah satu point yang saya tangkap yang dikemukakan narasumbernya adalah sampah botol plastik lebih mudah diolah daripada sampah plastik kemasan. Narasumber memberi contoh, jika misalnya dia lebih memilih membeli kecap dalam botol daripada isi ulang jadi saat memilah sampah sebelum dibuang, sampah botol dikumpulkan dan diberikan pada pengepul yang rutin mengambil ke perumahannya.

Bagaimana dengan sampah botol plastik yang tidak dikelola dan dibuang begitu saja? Sampah botol plastik penyumbang bencana banjir karena jika terbuang ke sungai dapat menyumbat aliran sungai.  Jika mencemari tanah, sampah botol plastik akan membutuhkan waktu urai 450 hingga 1000 tahun.

Blackmores luncurkan program ‘Tukar Botol’

Sumber gambar lifepack


Teman-teman tentu pernah mendengar atau tahu atau malah mengkonsumsi Blackmores. Blackmores adalah merek suplemen multivitamin dari Australia. Kehadiran Blackmores di Indonesia melalui Kalbe Blackmores Nutrition (KBN) merupakan perusahaan joint venture antara PT Kalbe Farma Tbk dan Blackmores Ltd Australia yang berkomitmen menyediakan solusi kesehatan alami kepada masyarakat Indonesia, dengan supplement berbahan dasar alami, berkualitas tinggi, teruji klinis.

Secara global sudah lebih dari 90 tahun Blackmores terus berkomitmen untuk memberikan nutrisi terbaik dari alam dan juga pada kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Blackmores juga berkomitmen untuk mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya ekosistem laut melalui program Blackmores Peduli ‘Tukar Botol’ , seperti diungkapkan Country Head Kalbe Blackmores Nutrition, Dickson Susanto mengatakan,’Blackmores percaya bahwa menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan laut merupakan hal penting untuk dilakukan bersama demi terciptanya ekosistem laut yang bersih sebagai awal dari kesehatan. Untuk itu, sejalan dengan target pemerintah daam menurunkan sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2053, Blackmores Indonesia telag menjalankan program Blackmores Peduli ‘Tukar Botol’ yang merupakan langah bersama untuk mempermudah masyarakat mengelola sampah botol plastik untuk kualitas lingkungan dan kehidupan Indonesia yang lebih baik.



Sebagai produk suplemen manfaat untuk membantu menjaga kesehatan harian tubuh, Blackmores Odourless Fish Oil terus berkomitmen menjaga kualitas produk dan lingkungan secara beriringan mulai dari memastikan kualitas sumber minyak ikan terpilih, pengemasan yang modern hingga permasalahan sampah produk yang juga harus diperhatikan. Maka dari itu, Blackmores terus mendukung berbagai upaya yang dapat mendorong penurunan atau pencemaran sampah plastik di laut.

Melalui program Blackmores Peduli ‘Tukar Botol’ yang berlangsung sejak 1 September hingga akhir tahun 2022, Blackmores Indonesia telah berhasil mengumpulkan 3.783 botol plastik bekas vitamin. Selanjutnya botol plastik yang telah terkumpul dikelola dan didaur ulang oleh eRecyle (organisasi pengelolaan daur ulang sampah plastik), guna mencegah sampah botol plastik mencermari laut. Blackmores mengucapkan terima kasih kepada semua konsumen yang telah ikut berpartisipasi serta para mitra yang sudah mendukung program ini, sebagai upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

 

  

Sajian Istimewa di Akhir Tahun dengan Masakan Minahasa

Sajian  Istimewa di Akhir Tahun dengan Masakan  Minahasa

Indonesia Food Blogger. Lahir dan besar di Bandung, Bapak saya orang sunda tulen, ibu saya orang Madiun yang besar di tanah Sunda (Purwakarta), membuat lidah saya terbiasa dengan  menu makanan Sunda,   Jawa atau perpaduan keduanya. Ibu saya selalu menambahkan gula pada setiap masakannya termasuk sambal. Awalnya saya pikir memang resep sambal itu memakai gula, sampai akhirnya saya menikah dengan orang berdarah Sumatera Barat, yang spontan mengerutkan kening mencicipi sambal buatan saya untuk pertama kalinya.

“Kok rasanya manis?”

“Iya kan pake gula tapi tetap pedes kan?”

“Iya tapi rasanya aneh. Memangnya bikin sambal pake gula ya?”

Masakan Jawa memang terkenal dengan cita rasanya yang manis, masakan Sumatera Barat selain pedas juga kaya rempah. Sementara orang sunda, paling doyan lalapan,  sayuran mentah yang dimakan dengan sambal.

Ngobrolin cita rasa masakan nusantara yang beraneka ragam dan rasa tidak bisa dilepaskan dari budaya dan sejarah. Bagaimana budaya dan sejarah membentuk selera makan sebuah suku bangsa. Menurut pakar kuliner, William Wongso, “Tidak ada yang namanya makanan Indonesia, yang ada hanyalah masakan atau makanan daerah.” Pernyataan ini untuk menunjukkan sangat beranekaragamnya masakan daerah di Indonesia dan tidak bisa disamakan walaupun mirip.  Masakan Aceh dan Sumatra Barat, sama-sama pedas, berkuah santan dan kaya rempah, tapi cita rasa dan aromanya berbeda.

Karena lidah saya terbiasa makan masakan Sunda, Jawa dan Sumatra Barat (setelah menikah), untuk menyajikan hidangan istimewa di akhir tahun lalu,  saya menantang diri sendiri untuk mencoba masakan khas daerah lain di Indonesia yaitu masakan dari Menado Sulawesi Utara tantangan ini sekaligus diikutsertakan dalam IDFB Blog Challenge sebuah komunitas food blogger Indonesia. 

Woku, cita rasa Minahasa yang pedas dan kaya aroma





Perkenalan saya dengan kuliner Menado dimulai tahun  2012, saat itu ada acara kantor (jaman masih kerja) ke Menado. Kunjungan yang menjadi moment pertama kalinya  mencicipi pisang goreng di cocol sambal roa. Untuk orang sunda yang terbiasa mencocolkan lalapan mentah ke sambal tentu saja ini hal aneh, tapi ternyata enak. Kok bisa pisang goreng yang manis disandingkan dengan sambal yang bercita rasa pedas?

Ternyata karena lidah orang Minahasa (suku terbesar di Sulawesi Utara) terbiasa makan makanan pedas, hampir semua masakan Minahasa mengandung cabai. Selera pedas yang disukai masyarakat Sulawesi Utara ini bukan tanpa sebab, ada sejarah panjang yang berkaitan dengan kolonialisme yang terjadi di Indonesia. Sebagai Indonesia Food Blogger tentu tak sekedar menikmati makanan tapi menilik lebih jauh soal makanan khas Indonesia. 

Sebelum lanjut cerita sejarahnya, intip dulu resep khas Sulawesi Utara yang populer yaitu Woku. Woku ini merujuk pada bumbu, yang bisa dimasak dengan ikan, daging ayam atau sayuran. Saya mencoba masak woku ayam. 

Woku adalah menu favorit masakan Minahasa Sulawesi Utara. Bumbu kaya rasa dan aroma ini (aroma dari daun kemangi, daun jeruk, daun pandan) tidak hanya dipakai untuk ikan atau ayam, bisa juga untuk sayuran. Saya sendiri baru tahu lho jika bumbu Woku bisa digunakan untuk sayuran. Ehm, jadi pengen coba, kira-kira masak sayur apa yang cocok pake bumbu woku, ada saran?

Resep Ayam Woku

Bahan

1 ekor ayam, potong bersihkan

Minyak untuk menumis bumbu halus secukupnya

2 lembar daun jeruk

1 batang serai

2 ikat kemangi (atau sesuai selera)

1 batang daun bawang

2 lembar daun pandan

2 buah tomat, potong kasar

2 Cabe merah, iris kasar

Bumbu halus:

8 bawang merah

4 bawang putih

10 cabe merah

5 cabe rawit

½  ruas jari kunyit

½ ruas jari jahe  batang seraiserai

Cara membuat

Rebus ayam sebentar lalu buang airnya (untuk membersihkannya dari lemak)

Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan daun jeruk, serai, ayam tambahkan air sekitar 500ml dan garam lalu ungkep hingga bumbu meresap dan ayam empuk. Tambahkan air jika dirasa kurang.

Masukkan irisan daun bawang, cabe iris, tomat dan kemangi, masak sebentar. Angkat, hidangkan ayam woku dengan nasi hangat.

Pada masakan Sulawesi Utara ada istilah bumbu campur yaitu campuran bumbu yang terdiri dari serai, kemangi, daun kunyit dan daun jeruk. Bumbu campur ini hampir digunakan pada banyak masakan khas Sulawesi Utara. Bumbu campur ini menciptakan aroma yang khas pada masakannya. 

Perjalanan Cabai di Sulawesi Utara

Menurut buku antropologi kuliner yang saya baca, kegemaran masyarakat Minahasa (suku terbesar di Sulawesi Utara) akan makanan pedas berawal saat penjelajah Spanyol sampai ke Sulawesi (tahun 1521 M) karena cengkih, salah satu rempah yang diburu pada masa itu. Cengkih, rempah yang kemudian sering ditemui pada masakan daerah   Sumatera Barat dan Aceh tapi pada masakan khas Minahasa justru cengkih tidak ditemukan.

Orang Spanyol yang datang ke Sulawesi Utara selain untuk bertransaksi cengkih (pada akhirnya bukan transaksinya tapi perampasan hingga Spanyol rebutan dengan Belanda soal cengkih) juga memiliki misi menyebarkan agama. Para biarawan yang datang dan tinggal menanam cabai untuk dikonsumsi (campuran masakan), dari sanalah pohon cabai menyebar di Sulawesi dan dibudidayakan terlebih pada masa itu sebagian masyarakat Minahasa sudah bertani. Hingga kini Tomohon, salah satu daerah di Sulawesi Utara penghasil cabai terbesar di Sulawesi. 

Jalan-jalan ke Tomohon Sulawesi Utara 

Cabai sendiri berasal dari benua Amerika, sampai ke Eropa dibawa Columbus setelah doi nyasar ke sana (boleh baca ulasan buku Sejarah Rempah yang saya tulis di kompasiana/rinasusanti2), lalu sampai di Sulawesi Utara oleh para biarawan dari Spanyol. 

Sejarah Rempah. Citarasa yang melayarkan ribuan kapal. 

Klappertart



Klappertart, siapa tidak kenal kue asal Sulawesi Utara yang satu ini, manis, lembut dengan aroma kayu manisnya yang bikin ketagihan. Tak cukup makan satu cup, tak heran saya lebih suka membuatnya sendiri daripada membeli biar bisa makan sepuasnya hahaha. Makanan satu ini tak lepas dari sejarah penjajahan Belanda di Sulawesi Utara.

Sekitar tahun 1600 M, Belanda masuk ke Sulawesi Utara, berlahan tapi pasti mengusir keberadaan Spanyol. Pendudukan Belanda di Sulawesi Utara menyebabkan asimilasi dan akulturasi budaya termasuk dalam hal kuliner. Klappertart merupakan makanan berpaduan resep Belanda dan Indonesia . Penamaan kue ini sendiri berasal dari dua suka kata yaitu Klapper lafal yang diucapkan orang Belanda untuk kelapa, sedangkan tart dalam bahasa Belanda berarti kue. Jadi menurut referensi yang saya baca, orang Belanda yang tinggal di Sulawesi Utara dan  terbiasa membuat kue tart tertarik mencampurkan kelapa ke dalam adonan tartnya  karena melihat di Sulawesi Utara banyak kelapa. Eksperimen yang ternyata berhasil, terciptalah makan yang sangat enak, akh pokoknya enaklah si Klappertart ini.  Oh ya pilihan kacang kenari yang ditambahkan pada kue ini bukan tanpa sebab, tapi karena Sulawesi Utara sejak jaman dulu terkenal sebagai penghasil kacang kenari. Kue ini juga ditaburi kayu manis atau cinnamon, rempah yang sudah sejak dulu digunakan orang Eropa untuk aneka cake atau masakan.

Resep Klappertart

Bahan

Lapisan 1

300 gram daging kelapa muda

200 ml susu uht

300 ml air kelapa

60 gram terigu

60 gram maizena

200 gram kental manis

100 gram salted butter (atau margarine)

4 kuning telur

vanili

garam

Lapisan 2

4 putih telur

2 sdm gula pasir

2 sdm terigu

kayu manis, kismis dan kacang kenari secukupnya.

Cara membuat

Lapisan 1

Campurkan  tepung terigu, maizena, susu, air kelapa, aduk rata. Tambahkan susu kental manis dan salted butter. Panaskan dengan api kecil, aduk hingga kental. Dinginkan, lalu tambahkan kuning telur, mixer hingga tercampur rata. Tambahkan daging kelapa muda, aduk, tuang ke dalam wadah. Oven selama kurang lebih 25 menit. 

Lapisan 2

Sementara mengoven, siapkan lapisan 2. Kocok putih telur dan  gula pasir hingga kaku, tambahkan terigu, aduk dengan spatula. Tambahkan lapisan dua ke dalam wadah yang sudah berisi lapisan satu yang sudah matang, taburi kacang kenari dan kayu  manis, oven kembali selama 10 menit. Sajikan hangat atau dingin.


Tertarik mencoba kedua resep di atas? Rasanya enak-enak lho 


Referensi tulisan

Sejarah Rempah, Jack Turner , Penerbit Bambu

Antropologi kuliner Indonesia, Penerbit Gramedia. 

Goodbye 2022 Hello 2023

Goodbye 2022 Hello 2023

Harapan 2023 jika diasosiasikan dengan gambar 😊


Alhamdulillah diberi umur memasuki tahun 2023. Alhamdulillah atas nikmat iman dan sehat. Resolusi saya tahun 2023, melanjutkan resolusi tahun sebelumnya, begitu aja tiap tahun heuheu. Di post blog ini saya memang tidak akan menuliskan resolusi 2023. Berusaha agar  2023 lebih baik dari tahun sebelumya dalam segala hal, lebih baik secara kesehatan, keuangan, spiritual, untuk urusan pekerjaan  2023 harus berDUIT; doa, usaha, ikhlas dan tawakal.

Blog

Sedikit recap perbloggeran tahun 2022. Alhamdulillah di penghujung tahun mendapat kabar baik, saya mendapat lomba blog di Kompasiana dengan hadiah (lebih dari) lumayan, rasanya seperti menghapus kesedihan karena kalah di beberapa lomba blog yang saya ikuti tahun 2022. Beberapa lomba blog saya kerjakan dengan penuh totalitas. Iya saya merasa total mengerjakannya tapi apa daya kalah. Harus saya akui pemenang memang tulisannya lebih bagus. 

“Tulisan mba Rina biasa sih, ga ada dramanya,” begitu kira-kira komentar seorang teman yang juga blogger dan bernasib sama, jarang memang lomba blog hahaha. Tapi saya dan teman blogger  ini beda selera soal lomba blog yang diikuti, jadi bisa dibilang kami jarang ikut lomba yang sama.

Iya sih tulisan saya biasa banget, no drama, no pengandaian yang berlebihan. “Tulisan saya juga kalah lomba mba, yang menang tulisannya dramatis,” lanjut teman saya. Lalu kami tertawa bareng, karena ternyata kok penilaian kita sama soal drama.

Bukan ngiri sama pemenang tapi jadi pelajaran bagi kami untuk membuat strategi kalau ingin menang lomba tapi setelah dicoba ternyata saya ga bisa menulis yang dramatis apalagi soal pengalaman hidup, kalau ada hal dramatis tidak mau menuliskannya di blog, bagi saya ga semua hal pribadi terutama menyangkut keluarga/personal ditulis di blog.

Gimana rasanya kalah lomba blog padahal dikerjakan (merasa) dengan totalitas? Sedih dan baper, kadang pake uring-uringan. Untuk meminimalisir kebaperan, biasanya saya hapus  postingannya atau minimal postingan diedit jadi postingan organik, pesan sponsor lombanya dihapus, yang disisakan story tellingnya. 

Ngomongin lomba blog, menurut saya selera juri sedikit banyak berpengaruh. Sepuluh tahun jadi blogger dan selama itu pula saya suka ikut lomba, jadi (merasa) bisa meraba-rabalah, kalau jurinya ini sukanya seperti ini, kalau yang ngadain komunitas blog ini, seperti A  tulisan yang disukai, begitulah kira-kira.  Bisa meraba-raba ‘kemauan dan selera juri’ karena saya biasanya membaca karya-karya pemenang hehehe. Kalau  tahu selera juri harusnya kalau ikut lomba bisa menang donk karena bisa menyesuaikan tulisan dengan selera juri? Tidak semudah itu karena kadang tetap ada idealisme.  

Yah, begitulah curcol seputar lomba blog tahun ini. Kapok ga ikut lomba blog karena sering kalah? Ya kadang kapok, jadi tahun ini mau lebih selektif. Sebenarnya bukan hanya kalah lomba blog, saya pun beberapa kali kalah lombab foto/resep di Instagram.

Tulisan lomba di Kompasiana yang Alhamdulillah menang, menurut saya sih tanpa drama heuheu. Tulisannya bisa di baca di sini

Job dari perbloggeran atau endorse tahun 2022 lalu, Alhamdulillah lebih dari lumayan.

Keluarga

Tahun ini bisa dibilang tahun berat untuk saya dan suami, dengan cobaan yang membuat sesak nafas. Alhamdulillah bisa melaluinya seperti janji Allah swt, dalam kesulitan ada kemudahan.

Tahun 2023, tetap keep fight. Setiap orang, setiap keluarga punya masalah, ujian hidup. Karena ujian hidup yang membuat lebih bijak dan memberi perspektif yang berbeda tentang hidup. Dan kalau dipikir-pikir ujian hidup tidak seberapa dengan banyaknya nikmat yang diberi sang pencipta, nikmat yang kadang tidak kita sadari, seperti nikmat sehat, nikmat bisa makan enak- makan enak tidak harus diasosiakan makanan mahal karena dalam kondisi badan sehat (ga sariawan atau flu) makan bakso kampung seharga 10 ribu semangkuk aja nikmat. Coba kalau lagi sariawan, makan martabak keju aja sakit heheheh. Nikmat iman, nikmat dikelilingi keluarga, nikmat berkedip dsb.

Liburan

Setelah tinggal jauh dari orang tua, ternyata liburan termanis dan  terkesan ya di rumah orang tua, atau ini  karena saya anak rumahan, dari waktu gadis betah di rumah daripada keluyuran hahaha. 

Jadi bisa dibilang saya tidak punya impian liburan yang wah ke LN atau manapun, kalaupun ada impina pengen kesana-kemari,  ga ngebet, terwujud Alhamdulillah, nggak ya ga apa-apa, kecuali liburan plus umroh. Iya pengennya umroh terus lanjut jaan-jalan ke Turki, Yordania atau Al aqso. Aamiin semoga tercapai.

Jadi tahun ini saya cukup puas dengan jalan-jalan di kampung halaman, Cisitu Dago Bandung. Ke Braga, gramedia (karena di Bogor sini gramedia jauh sedangkan dari rumah mamah ke gramedia merdeka deket, jadi kalau ke Bandung anak-anak minta ke Gramedia), Forest walk Babakan Siliwangi, kuliner di Simpang Dago, naik bandros keliling Bandung, ke Alun-alun ya gitulah, Alhamdulillah nggak bosan. 

 

Bagaimana cerita teman-teman di tahun 2022? 

Stimulasi Anak dengan Masak Seru Bareng Ibu

 Stimulasi Anak  dengan Masak Seru Bareng Ibu 

Salah satu cara stimulasi  yang saya lakukan pada anak-anak saat kecil adalah mengajak mereka ke dapur. Agar ‘bermain’ di dapur aman, pastikan aktivitas tidak menggunakan benda tajam seperti pisau jadi biasanya mengajak membuat kue.

Banyak stimulasi yang bisa didapat saat anak-anak ‘bermain’ di dapur,  kosakata bahan makanan mereka akan bertambah, kinestetik terstimulasi karena anak akan terus bergerak dan bereksplorasi dengan alat dan bahan makanan yang ada di dapur, secara tidak langsung motorik halus akan terstimulasi,  saat mengajak anak membuat kue, anak akan berkenalan dengan timbangan dan angka. Dapur juga tempat yang  tepat dan aman untuk anak mengeksplorasi indra peraba, perasa dan penciumannya. Selain kecerdasan anak terstimulasi, mengajak anak beraktivitas di dapur juga meningkatkan bonding antara anak dan ibu.


Masak seru bareng ibu


Saya pernah menceritakan mengajak anak-anak di dapur saat mereka usia balita di sini. 

membekali life skill
Seiring usia,  ketika anak-anak  memasuki usia sekolah intensitas bermain di dapur jadi berkurang tapi kenangan saat mereka main di dapur sepertinya cukup melekat, jadi saat kembali diajak ke dapur untuk membuat makanan kesukaan seperti membuat dimsum, cake, aneka olahan ayam, pasta, mereka semangat. Tidak kaku jika diminta bantuan mamanya masak. Si Kaka yang duduk di kelas 3 SMP sudah punya inisiatif masak, dengan catatan yang dimasak makanan kesukaannya, olahan ayam dan telur. Si sulung senang waktu saya rekomendasikan beberapa akun masak dengan video masak estetik dalam negeri maupun luar negeri dan pernah  mencoba mempraktikkan resepnya.  

Untuk anak yang memasuki usia remaja mengajak mereka memasak di dapur sama dengan membekalinya life skill. Bukan mereka harus jago masak tapi minimal tidak kaku jika keadaan mengharuskan mereka memasak, misalnya saat jadi anak kost tinggal di luar kota bahkan luar negeri. 


Dimulai dari Rinnai

Rinnai awet
  Bicara soal masak – memasak di dapur  tidak lepas dari kompor.       Masak atau baking pasti perlu kompor. Kompor yang saya gunakan di rumah adalah kompor Rinnai. Kompor sebagai salah satu teman wajib anda di dapur.  Kompor Rinnai menemani perjalanan memasak saya selama berumah tangga, kurang lebih 17 tahun!


Saya pernah menuliskannya di sini Perjalanan Memasak Bersama Rinnai

Berawal dari seorang sepupu yang menghadiahi kompor Rinnai saat kami menikah. Setelah 10 tahun,  kompor hadiah pernikahan itu kami lungsurkan  dan menggantinya dengan Rinnai yang baru. Pilihan jatuh kepada Rinnai karena awet, masalah yang terjadi biasanya hanya pada tungku api dan itu bisa dibeli dengan mudah di toko peralatan rumah tangga online ataupun offline



Rice Cooker Miyako

Selan Rinnai, peralatan dapur yang menemani perjalanan  adalah Rice Cooker Miyako. Pilihan jatuh pada Miyako karena kualitasnya terjamin, nasi matang sempurna dan pulen. 











Kolaborasi Miyako x Rinnai

Dalam rangka merayakan hari ibu, natal dan tahun baru 2023. Rinnai berkolaborasi dengan Miyako. Miyako x Rinnai, mengadakan kompetisi foto dengan tema “Masak Seru Bareng Ibu” yang berlangsung dari tanggal 1-30 desember 2022. Foto yang mengabadikan momen bahagia ibu melakukan aktivitas di dapur bersama buah hati tercinta dan mempostingnya di laman instagram.

Kompetisi foto ini bertujuan agar para ibu dapat berbaur dengan anak-anak mereka serta memberikan edukasi positif kepada anak-anak akan banyaknya kegiatan positif yang dilakukan di rumah bersama keluarga. dari kegiatan tersebut dapat tercipta moment seru di hari ibu dan dapat berlanjut ke kegiatan sehari-hari. Kegiatan memasak di dapur juga menjadi pilihan kegiatan positif agar anak-anak tidak terus menerus terpapar oleh gadget dan bisa menyerap hal-hal poitif yang dapat dilakukan di dapur bersama ibu.

Kegiatan ini juga sejalan dengan fokus  Miyako dan Rinnai yang ingin mengajak para ibu untuk terus semangat dalam menjalani perannya sebagai “Super Mom” yang selalu memberikan yang terbaik.

kompetisi foto ini menantang kreativitas para ibu yang aktif di media sosial untuk ikut serta mengabadikan momen seru di dapur bersama buah hati.

Selain kompetisi foto Miyako x Rinnai juga mengadakan Live Cooking demo di instagram pada 23 desember 2022 dengan menggunakan beberapa produk Miyako dan Rinnai dengan beragam hadiah menarik. Untuk para ibu yang ikut kompetisi ini dapat ikut Live Cooking demo tanpa registrasi. live cooking demo akan berlangsung pukul 9.00 – 10.00 wib di instagram Rinnai (@rinnai_Indonesia) dan pukul 14.00-15.00 wib di instagram Miyako (@miyako_indonesia)

Puncak kompetisi ‘Masak Seru Bareng Ibu’, pemenang kompetisi akan mendapat kesempatan untuk masak bersama chef Norman Ismail secara langsung di studio Miyako dan Rinnai. Pemenang utama yang sudah terpilih dan diumumkan secara langsung di media sosial Miyako dan Rinnai. Info untuk memenangkan hadiah produk-produk Miyako dan Rinnai dengan total hadiah puluhan juta rupiah dan ratusan merchendice menarik lainnya. 

 

 

 

 



 

 

 











Impian Liburan ke Alam Bebas

Impian Liburan ke 'Alam Liar'

Ujian sekolah anak-anak baru selesai, minggu depan pembagian raport, setelah itu liburr….

Tapi sejujurnya saya belum merencanakan liburan kemana  selain ke Bandung. Iya ke Bandung lagi dan lagi. Sebenarnya kalau ke Bandung bukan sekedar liburan tapi jenguk orang tua hehehe, jadi biar hemat ya sekalian saja mencari tempat wisata di sana. Liburan keluarga kami  memang belum pernah jauh-jauh, masih seputaran Jawa Barat dan Banten. Kalau mencari suasana pantai, kami memilih Banten, pantai Anyer, Carita, dst. Kalau liburan dengan suasana alam pegunungan, pilihan kami ke Lembang Bandung, Subang, Puncak, Sukabumi dan Cianjur. Entah sudah berapa kali mengunjungi kota-kota tersebut tapi menjajaki tempat wisata yang berbeda. Beberapa pernah saya tuliskan di blog ini. Kebanyakan tempat liburan yang kami kunjungi adalah wisata alam seperti pantai, pegunungan, sungai, hutan pinus dan danau. Entah kenapa kami belum bosan mengunjungi tempat-tempat seperti itu, salah satunya mungkin karena  wisata alam membawa kedamaian dan keheningan yang membuat rileks.

Manfaat wisata alam

Berlibur ke alam tidak hanya memanjakan mata, ada banyak manfaat yang tanpa disadari kita peroleh, selain pengalaman baru, berikut manfaat yang saya rasakan ketika wisata alam;

Meningkatkan mindfulness

Kata mindfulness akhir-akhir ini kerap terdengar dan diasosikan untuk banyak hal. Ada mindfulness parenting, mindfulness meditation, mindfulness therapy dsb. Sebenarnya apa sih arti mindfulness? Mindfulness artinya kesadaran penuh akan diri sendiri saat ini, tidak menoleh pada masa lalu atau menerawang masa depan.

Wisata alam dapat melatih mindfulness karena di tengah keheningan alam dengan pemandangan alam yang membuat kita kagum, kita akan fokus pada moment itu dan menumbuhkan kesadaran keberadaan diri di kehidupan ini.

Meningkatkan rasa syukur

Kesibukan kota yang hiruk pikuk, dengan tuntutan kebutuhan hidup yang setiap hari bertambah, kadang membuat lupa bersyukur. Sibuk menjemput rejeki, mengeluh karena lelah, tapi lupa jika kenikmatan terbesar sebenarnya sudah kita miliki seperti kesehatan, mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar dst.

Wisata alam akan menyuguhkan keindahan alam yang membuat berdecak kagum lalu menumbuhkan kesadaran betapa kecil keberadaan kita, betapa bersyukurnya memiliki mata untuk melihatnya. Betapa

Mengurangi pola hidup konsumtif dan hedonis

Mata dan perhatian akan tertuju pada alam bukan deretan toko atau jajajan yang membuat kalap. Jika pun membeli oleh-oleh harganya tidak seberapa.

Recharge semangat dan energi

Wisata alam umumnya jauh dari hiruk pikuk kota, dengan suasana tenang dan damai. Kondisi ini mencharge rasa excited, kreativitas dan keaktifan.

Sarana edukasi untuk anak-anak mencintai dan menjaga alam

Kerusakan bumi yang terjadi secara berlahan tapi pasti, salah satunya karena pemanasan global, adalah hal serius dan berdampak besar untuk masa depan anak-anak. Dengan mengajak anak-anak wisata alam, mereka akan mudah paham dengan isu lingkungan dan menumbuhkan rasa kepedulian pada alam.

 

Liburan Impian #

Liburan wisata alam yang kami sekeluarga lakukan memang tidak jauh, bukan tidak ingin liburan jauh melintasi pulau tapi budgetnya belum cukup heuheu. Masih tahap menabung. Jadi kalau diminta menuliskan, liburan impian bareng keluarga kemana, saya punya beberapa wish list, baik di dalam maupun di luar negeri, tapi yang akan saya tulis di sini liburan impian di dalam negeri, menyesuaikan dengan budget. Salah satu liburan impian keluarga adalah ke Nusa Tenggara Timur, pilihan ini jatuh karena kami ingin mengunjungi Pulau Komodo (melihat komodo dari dekat) dan ke Padang Savana.

Keinginan mengajak anak-anak ke tempat itu karena mereka memiliki impian untuk berkunjung ke alam ‘liar’. Impian yang berawal dari kegemaran mereka membaca seri komik science terjamahan korea yang temanya kehidupan di alam liar. Satu seri yang terdiri dari beberapa buku bisa dibaca anak-anak hingga berkali-kali. Anak-anak juga antusias kalau menonton film dokumentar tentang alam liar. Sampai si sulung punya impian ingin bekerja Taman Nasional di Afrika. Ya bukan berkunjung tapi bekerja. Menginjak remaja (duduk di bangku smp) si sulung sempat mengungkapkan keinginan itu lagi tapi dengan satu kegalauan katanya kalau kerja di hutan Afrika, takut ga ada waktu buat menggambar hahahah.

Jadi sebelum jauh-jauh ke Taman Nasional Afrika, mereka harus kenal dulu Taman-taman nasional di Indonesia. Agar mereka juga punya gambaran lebih real, seperti apa sih bekerja di ‘alam liar’.

 

Pulau Komodo

Kalau ngobrolin binatang purba seperti Dinosaurus, anak bujang di rumah yang kini duduk di kelas 5 SD, sudah hatam. Buku bertema Dinosaurus di rumah ada lebih dari 3, hampir setiap ke Bandung mampir ke museum Geologi. Dari buku yang dibacanya dia tahu kalau Komodo adalah salah satu keturunan binatang purba yang tersisa hingga saat ini di bumi. Jadi melihat Komodo dari dekat adalah impiannya.

Komodo hanya ada pulau Komodo yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di namai pulau komodo karena di sinilah hidup Komodo, binatang yang menurut penelitian adalah salah satu binatang jaman purba yang tersisa di muka bumi.  Pulau Komodo adalah habitat Komodo yang tersisa saat ini.

Hal menarik lain di pulau Komodo adalah adanya padang Savana. Ya daya tarik pulau Komodo tidak hanya Komodonya juga pemandangan alamnya yang luar biasa seperti pada Savananya. Savana ini berbatasan dengan Nusa Tenggara barat.

Agar kunjungan ke pulau Komodo muatan edukasinya lebih besar dari sekedar melihat kehidupan Komodo, kami akan mendorong anak-aak  berbincang para pawang Komodo dan masyarakat sekitar mengenai kehidupan Komodo sehari-hari. Sehingga mereka punya gambaran, seperti apa sih ‘bekerja’ di alam liar? Apa benar sebagus yang terekam di film-film dokumentar di NatGeo.

Labuan Bajo

Karena Pulau Komodo ini terletak tak jauh dari Labuan Bajo tentu kami tidak akan melewatkan tempat wisata lain yang ada di Labuan Bajo seperti;

 Pulau Rinca

Pulau ini terletak tidak jauh dari pulau Komodo, dengan kontur yang masih alami, menjelajahnya akan lebih terasa seperti berpetualang.

Pulau Padar

Dari pulau Rinca dipisahkan oleh selat Lintah. Pulau ini terkenal dengan kontur perbukitannya. Dari atas bukit akan terlhat pemandangan pantai 3 warna.

Pink Beach

Dinamai Pink Beach karena pasir pantainya yang berwarna pink.

 

Rencana berlibur ke Pulau Komodo

Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan pesawat ke Labuan Bajo NTT

Sampai di Labuan Bajo langsung menuju hotel untuk check ini. Istirahat di hotel sambil menikmati pemadangan sekitar hotel sambil mencari sewa kendaraan untuk esok hari.

Mencari tempat kuliner yang tidak jauh dari hotel.

 

Setelah sarapan langsung bersiap menuju Pulau Komodo dengan kendaraan sewaan.

Menghabiskan satu hari di pulau Komodo. Explore pulau Komodo tidak hanya mengamati kehidupan Komodo juga menikmati pemandangan di pulau ini yang menurut banyak referensi para traveller sangat cantik dan eksotik.

Hari kedua

Sea time. Mengunjungi pantai pink .

 

 

Untuk kemudahan rencana ini, kami akan memesan

 

 

 

 

 

 

 

 

pesawat

 

Penginapan/hotel

Pemesanan tiket tempat wisata

 

 

 

Menciptakan Kebersamaan dengan #SuamiIstriMasak di Dapur

Menciptakan kebersamaan  dengan #SuamiIstriMasak di Dapur



Berproses saling  melengkapi kekurangan

Tahun ini tepat 16 tahun usia pernikahan saya dan pak suami, rentang waktu di mana kami berproses untuk  saling memahami, memaklumi dan menerima untuk kemudian saling melengkapi kekurangan masing-masing. Beberapa kebiasaan Pak suami yang saat awal nikah membuat saya kesal dan uring-uringan, sekarang bisa saya hadapi dengan selow, seperti misalnya, kebiasaan meletakkan baju kotor atau handuk bekas pakai di kamar. Begitu juga dengan Pak suami yang sudah santai menghadapi sifat istrinya yang baperan,  mudah panik, kalau pms uring-uringan, over thinking dsb. Pak suami malah pernah bilang kalau dia sudah tahu kapan istrinya pms dari ekspresi wajah  saya 😀.

Bicara  soal hubungan suami istri rasanya tidak lepas dari urusan pekerjaan rumah tangga. Ada suami yang punya inisiatif tinggi membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga, ada suami yang kadang-kadang suka membantu, kadang harus dimintai tolong baru mau membantu.

Suami saya termasuk tipe yang kadang-kadang suka bantu, kadang-kadang harus diminta. Ada pekerjaan rumah tangga yang suka dia kerjakan tanpa saya minta misalnya beres-beres karena dia tidak suka barang bergeletakan di mana saja. Pak suami suka bersihin kamar mandi karena tidak suka kamar mandi yang kotor.   Pak suami ringan tangan kalau diminta bantuan yang berhubungan dengan pertukangan, seperti mau bikinin  vertikel garden, bikin alas foto, rakit lampu buat moto, eh tapi itukan bukan pekerjaan rumah tangga ya 😀.

Tapi untuk  urusan mencuci, menyetrika dan masak, pak suami angkat tangan (kecuali masak mie instan) karena menurutnya pekerjaan itu ribet dan lebih cocok dilakukan perempuan/istri. Terus bagaimana kalau bu Istri tidak bisa mengerjakannya karena capek, sakit atau sibuk? Pak suami menyuruh saya mendelegasikannya.  Cucian di laundry, tidak  sempat masak ya beli.

Pak suami  tidak pernah mencela atau protes dengan hasil masakan saya. Paling sekedar masukan seperti,  dagingnya masih alot,  masakan kurang pedes, kurang garam, kurang merica. Kalau dia tidak menyukai masakan tertentu biasanya Pak Suami mengutarakannya secara langsung.   Tidak protes dengan hasil cucian dan setrikaan. Pakaian tidak  harus licin tersetrika, kalau ada bagian pakaian yang masih kotor walaupun sudah saya mencuci, dia menyarankan mencuci di laundry.  Iya sesimple itu.

Persepsi pekerjaan rumah tangga dalam budaya patriarki

Salah satu faktor yang membuat (sebagian) para suami, memilah dan mengkotakkan mana pekerjaan rumah tangga yang  cocok dilakukan istri,  dan  yang cocok dilakukan oleh suami, karena  konsep budaya patriarki yang sadar atau tidak sadar sudah tertanam dalam benak. Dalam budaya patriarki ada persepsi bahwa pekerjaan domestik seperti memasak adalah pekerjaan perempuan. Sementara lelaki melakukan pekerjaan di ruang publik. Selain itu,  dalam budaya patriarki ada  peran otoritas yang dipegang lelaki sehingga saat di rumah para suami merasa harus dilayani dengan cara disajikan makanan siap santap, pakaian siap pakai, rumah bersih, anak-anak aman terkendali.

Tapi ini tidak terjadi saat seorang istri bekerja di luar rumah, ada semacam tuntutan pekerjaan rumah pun harus tetap dilakukan oleh istri.

Budaya patriarki ini secara tidak sadar diturunkan dari generasi ke generasi. Anak lelaki tidak atau sedikit sekali dilibatkan dalam membantu pekerjaan rumah  sedari mereka kecil. Anak lelaki dilarang melakukan pekerjaan rumah. Padahal melibatkan anak lelaki dalam pekerjaan rumah  sama dengan membekali mereka life skill karena sebelum berumah tangga mereka akan memasuki masa harus mandiri, seperti jadi anak kost saat kuliah atau bekerja.

Karena tidak dilibatkan sejak kecil dalam pekerjaan rumah, para suami jadi kurang sensesitif terhadap istrinya. Tidak paham betapa lelah dan menjenuhkannya  pekerjaan rumah tangga bagi seorang istri terutama istri yang menyandang status ibu rumah tangga. Menganggap enteng pekerjaan rumah tangga.

Tapi, seiring berkembangnya informasi yang mudah diakses, semakin  banyak para suami paham, pekerjaan rumah tangga dalam relasi hubungan suami istri  tidak mengkotak-kotakkan mana yang cocok untuk istri/suami tapi kesetaraan, kesepakatan, musyawarah dan kerja sama.

Manfaat  #SuamiIstriMasak di dapur  

Salah satu pekerjaan rumah yang bisa dilakukan berdua bareng suami adalah memasak karena memasak  pekerjaan rumah yang bisa dibuat fun, rileks,  santai dan diakhiri makan enak bersama. Saat suami membantu  memasak, yang dirasa istri bukan sekedar capeknya berkurang lho, tapi rasa bahagia, merasa suami memahami kalau pekerjaan rumah itu bukan hal sepele.

#SuamiIstriMemasak   bisa menjadi quality time, membangun kembali kebersamaan, kekompakan dan kemesraan yang kadang memudar  seiring usia pernikahan.

Manfaat lain #SuamiIstriMemasak,  pengetahuan suami tentang nutrisi makanan untuk keluarga akan bertambah. Menurut sebuah survey yang pernah saya baca, dalam rumah tangga, istri lebih aware soal makanan bernutrisi untuk keluarga dibanding suami.

Saat  #SuamiIstriMemasak, bu istri bisa sekalian curhat soal harga bahan makanan yang naik, ya siapa tahu besok transferan bertambah. Iya ga? Hahaha.

Jika suami pekerja kantor dan istri ibu rumah tangga seperti saya, bisa dipahami ya kalau suami tidak bisa setiap saat bisa diajak kolaborasi di dapur, kembali pada konsep komunikasi. Kapan waktu yang tepat bisa melakukan #SuamiIstriMasak di dapur?  Kalau saya memilih akhir pekan saat suami santai, tidak diburu pekerjaan. Bisa juga dilakukan pada hari kerja saat membuat sarapan praktis seperti memasak omelet, sementara istri memasak nasi goreng, jadi berbagi tugas sekaligus mempersingkat waktu memasak.

Ikut tantangan kampanye #SuamiIstriMasak

Seperti yang saya tulis di atas, Pak suami merasa memasak itu pekerjaan yang cocok untuk istri, ribet karena tidak hafal bumbu dan takaran yang pas saat digunakan. Ya untuk para suami yang tidak punya hobi memasak melihat deretan bumbu dapur saja sudah pening.

Nantang suami masak bareng 


Seperti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Pak  suami saat saya ajak ke dapur,”Kenapa pake kecap asin? Bukannya tadi pake kecap manis?” “Bedanya pake merica hitam sama putih apa?”

Tapi karena menciptakan momen #SuamiIstriMasak itu sama dengan menciptakan waktu berkualitas dengan Pak Suami,  saya jadi tertantang ikutan kampanye yang di gagas kecap ABC.  Ikut tantangan #SuamiIstriMasak dan menuliskannya di blog juga terinspirasi dari video  #SuamiIstriMasak Kecap ABC di sini https://www.youtube.com/watch?v=NWaFeHSab0o. Yuk tonton videonya. 



#SuamiIstriMemasak  bisa jadi quality time untuk saya dan suami, terlebih di usia pernikahan kami yang tidak lagi muda, sisi romantisnya tidak segreget dulu, jadi harus sering di 'charge', caranya dengan cara membuat kegiatan yang dilakukan berdua seperti memasak. Yap kencan bareng suami tidak  harus selalu pergi nonton ke bioskop berdua atau stay cation, bisa banget dilakukan di rumah dengan memasak bersama.

Kampanye  #SuamiIstriMemasak  yang digagas kecap ABC ini sudah berlangsung sejak tahun 2018.




Tahun 2018, kampanye inisiasi, yaitu ajakan untuk istri mendukung suami memasak. 

Tahun 2019, inisiasi kampanye hari kesetaraan perempuan. 

Tahun 2020 kampanye berlanjut ke ajakan untuk anak-anak melakukan hal serupa melalui platform edukasi. Kampanye ini mengajak para suami agar membantu istri melakukan hal-hal sederhana yang dapat dilakukan di dapur. 

Tahun 2021, kolaborasi dengan Titi Kamal dan Christian Sugiono untuk menekankan pentingnya kolaborasi suami dan istri di dapur. Couple goals banget pasangan ini, beberapa kali potongan video masak mereka lewat di timeline, yang terbaru yang saya tonton resep chicken rosemary

#SuamiIstriMasak


Tahun 2022 ini kampanye #SuamiIstriMasak  mengajak pada suami dan istri untuk menciptakan waktu berkualitas dalam menjalin ikatan dengan keluarga dan bisa dilakukan kapan dan di mana saja, termasuk di dapur.

Kampanye #SuamiIstriMasak merupakan bagian dari Together at the Table (bersama di meja) yang menekankan arti pentingnya suami dan istri menyajikan hidangan lezat dan bergizi bagi keluarga dan menikmatinya bersama anggota keluarga. Gagasan kampanye #SuamiIstriMasak sejalan dengan komitmen PT Heinz Indonesia selaku produsen Kecap ABC untuk terus membawa dampak positif bagi konsumennya.

Menciptakan moment manis  #SuamiIstriMasak

Masak mie goreng

Untuk para suami yang sebelumnya hanya ke dapur untuk masak mie instan saja, pasti gagap diajak masak bareng atau bahkan menolak. Jadi saya memberi pengertian kenapa sesekali perlu masak bareng, selain untuk quality time juga role model untuk anak-anak. Tips lain agar #SuamiIstriMasak di dapur jadi momen manis:

Pertama, saat mengajak suami memasak pastikan waktunya santai, bisa pilih akhir pekan. Kedua, siapkan semua bahan masakan dalam keadaan sudah dibersihkan dan di cuci. Peralatan masak juga disiapkan semua dalam jangkauan dan siap pakai. Jangan sampai ada drama cari suntil kelamaan masakan jadi gosong 😀. Ketiga, masak masakan kesukaan suami. Keempat, makan makanan hasil masakan bersama dengan plating ala restoran. Kalau punya piring atau wadah cantik yang biasanya dipakai saat tertentu (lebaran, ada tamu,  acara syukuran atau buat proferti foto) pakai saat itu, biar terasa instimewanya.

Tak perlu khawatir soal hasil rasa masakan karena kecap ABC terbuat dari perasan pertama kedelai pilihan yang memberikan ekstrak rasa dan aroma maksimal menjadikan masakan lebih kaya rasa sehingga disukai keluarga. 

Yuk ajak suami masak di dapur, seru lho! 



Rekomendasi resep masak praktis dengan kecap ABC

Memilih kecap ABC karena dibuat dari bahan berkualitas dan diolah dengan standar keamanan pangan. Kecap ABC terbuat dari perasan pertama kedelai pilihan yang memberikan ekstrak rasa dan aroma maksimal menjadikan masakan lebih kaya rasa dan disukai keluarga. 

Berikut rekomendasi resep masakan praktis, lezat dan bergizi dengan kecap ABC. Kenapa 

Mie Goreng

Mie goreng

Resep yang saya buat bareng suami adalah mie goreng. Memilih mie goreng karena mudah dan Pak suami paling suka olahan mie, dimasak apapun suka. Mie goreng bisa disajikan sebagai sarapan.

Berikut resepnya

Bahan

3 sdm kecap ABC (bisa ditambahkan atau dikurangi sesuai selera)

satu papan mie

5 buah baso, iris

1 butir telur

kol secukupnya, iris.

1 ruas daun bawang, iris.

Bumbu halus

3 bawang putih

4 bawang merah

½ sdt merica butir

1 kemiri

½ sdt garam

Mie goreng


Cara memasak

Haluskan bumbu. Rebus mie dalam air yang sudah diberi sedikit minyak hingga lunak, sisihkan.

Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan kol, baso dan telur (telur di orek-orek dalam wajan), lalu masukkan mie, tambahkan kecap, aduk hingga tercampur rata, koreksi rasa, masukkan daun bawang, angkat. Sajikan.

Semur kentang ayam lada hitam

Semur ayam kentang lada hitam


Ide resep masak lain yang bisa dilakukan #SuamiIstriMemasak  adalah semur kentang ayam lada hitam, menu ini bisa disajikan untuk makan siang dan malam, jadi bisa sekalian dimasak dalam jumlah agak banyak untuk dua kali makan sekeluarga.

Bahan

4 sdm kecap ABC

½ kg ayam

½ kg kentang, potong memanjang

7 bawang merah

4 bawang putih

2 butir kemiri

1 sdt lada hitam

1 ruas jahe, geprek

¼ butir pala

½ sdt garam

½ sdt kaldu bubuk (optional)

1 sdt gula merah/ gula aren

300 ml air

1 serai

Minyak untuk menumis

 


Cara membuat

Bersihkan ayam, kucuri jeruk nipis, diamkan, bilas. Goreng ayam setengah matang dalam minyak panas.

Haluskan bawang merah, putih, kemiri, lada hitam dan pala.

Tumis bumbu halus, jahe dan serai hingga harum, masukkan air, ayam, kentang, garam, kaldu bubuk, gula merah dan kecap, ungkep hingga empuk dan bumbu meresap. Jika kentang masih belum lunak, bisa ditambahkan air lagi dan kembali ungkep hingga ayam dan kentang empuk. Koreksi rasa. 

Tumis baby buncis, cabe ijo dan tahu



Bahan

Bunci baby segenggam

2 kotak tahu kuning

5 buah cabe ijo

2 bawang merah

1 bawang putih

2 sdm kecap ABC

1/2 sdt merica 

100 ml air 

Garam secukupnya 

Minyak untuk menumis 

Cara membuat

Iris memanjang baby buncis

Potong kotak tahu, goreng

Iris bawang merah, bawang putih, cabe ijo. 

Tumis irisan bawang dan cabe ijo hingga layu, masukkan babyi bunci dan cabe ijo, beri air, kecap, merica, garam dan penyedap rasa. Tumis hingga matang. 


Bagaimana, tertantang mengajak suami masak di dapur? 

Referensi tulisan

https://www.kraftheinzfoodservice.co.id/product/160037200020/ABC-Kecap-Manis-700ml?categoryid=1000001

https://www.google.com/amp/s/www.viva.co.id/amp/gaya-hidup/kesehatan-intim/1545819-masak-bersama-suami-istri-bisa-bikin-hubungan-makin-harmonis-ini-tipsnya