Peluang Ngeblog Bersama Komunitas Penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis

Peluang Ngeblog Bersama Komunitas Penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis  

IIDN komunitas penulis perempuan 

Sekitar tahun 2008 saya mulai menulis blog (lagi), bertepatan dengan kelahiran anak pertama. Menyandang gelar baru sebagai seorang ibu ternyata membuat semangat menulis saya kembali muncul. Ya jadi penulis sempat menjadi cita-cta saya waktu sekolah dasar, seiring waktu cita-cita berubah terlebih saat masuk kuliah jurusan kimia, nulis di blog saat itu hanya iseng mencurahkan kegalauan heuheu.

Peran jadi ibu membuat semangat menulis karena ingin mengabadikan moment dengan anak yang nano-nano rasanya, ada senang, haru, sedih, khawatir hingga stress. Ya ternyata mengasuh si kecil ada saatnya membuat stress saat sakit misalnya atau tidak mau makan.  

Saat itu saya menulis blog di platform multiply dengan naman blog selalu berubah,  belum kepikiran punya blog dengan alamat nama sendiri. Tahun 2011 saya pindah ke platform blogger. Dari blog punya teman baru sesama blogger yang saling bertegur sapa  di komentar blog.

Mulai kepikiran, andai saja ada komunitas ibu-ibu yang sama-sama suka nulis atau ngeblog, bisa sharing, saling memberi masukan, pasti asik. Sampai suatu hari, seorang teman  memention saya di FB kalau ada komunitas baru dimana dia baru bergabung. Wah dari namanya aja udah langsung merasa cocok, Ibu-ibu Doyan Nulis. Bergabung dengan komunitas IIDN pada tahun pertama komunitas ini dibentuk oleh  Indari Mastuti, tahun 2010. Dalam waktu singkat komunitas ini sudah dikenal banyak orang terbukti selain meningkatnya jumlah member, profil komunitas  IIDN beberapa kali diliput media cetak (tahun 2010 media cetak, majalah dan tabloid masih banyak beredar). 

Kini usia komunitas IIDN sudah  12 tahun dan jadi komunitas penulis perempuan terbesar dengan jumlah member 21 ribu dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Komunitas IIDN bisa dibilang komunitas menulis pioneer perempuan khususnya ibu-ibu. Kehadiran IIDN  menjadi wadah para penulis perempuan  khususnya ibu-ibu di Indonesia untuk berbagi pikiran, ide dan inspirasi  dan kalau memungkinkan mengkomersilkan tulisannya (dengan istilah writerpreneur).

Logo IIDN


          peluang ngeblog

Saya termasuk member yang lebih banyak memantau dan menyimak alias silent reader. Tidak terlalu aktif berkomentar, hanya sesekali mengikuti kegiatannya. Dari memantau dan menyimak jadi banyak belajar, yang  paling utama sih jadi semangat menulis. Terpacu menulis lebih baik dan menjadikannya komersil, dengan cara mengirim tulisan ke media cetak (tahun 2011  masih masih banyak media cetak yang menerima tulisan dari pembaca), menulis buku solo atau antologi. Uang memang bukan segalanya, tapi ada kesenangan tersendiri jika dapat uang dari menulis ๐Ÿ˜ƒ.

Mulai deh memoles tulisan di blog dan dikirimkan ke media, coba-coba disusun jadi buku, rajin mengikuti seleksi antologi yang tidak hanya diadakan di IIDN tapi komunitas lain. Alhamdulillah beberapa tulisan parenting di blog setelah dipoles tayang di media cetak seperti Ummi, Parenting, AyahBunda, Femina dsb.

Boleh baca Pengalaman Menjadi Kontributor Majalah

Manfaat bergabung di komunitas

Yang saya rasakan setelah bergabung di komunitas yang memiliki kesamaan dengan hal yang kita sukai seperti komunitas IIDN ini,  selain menambah pertemanan, juga mendapat banyak insight, bisa mengikuti workshop dengan harga bersahabat bahkan kadang gratis, sharing menulis, info projek dan dorongan untuk tetap semangat menjalani hal yang kita sukai yaitu menulis. Memang kadang sampai di titik jenuh tapi dengan bergabung dan aktif di komunitas, titik jenuh akan terlampaui. Itu yang saya rasakan hingga bisa lebih dari 10 tahun ngeblog dan mendapat penghasilan sampingan dari blog. 

IIDN Reborn

Saya tidak ingat kapan tepatnya IIDN seperti vakum di FB. Jarang ada kegiatan atau update an status. Yang saya ingat Indari Mastuti membuat sekolah perempuan di Bandung dan tetap aktif dikegiatan literasi secara offline.

Sampai sekitar tahun 2020 (mohon koreksi jika saya salah), IIDN kembali aktif dengan diketuai mba Widyanti Yuliandri, sempat ada istilah IIDN reborn.

Saya ‘kenal’ mba Widyanti Yuliandari karena sama-sama gabung di komunitas Emak-emak Blogger. Yang paling saya ingat dari mba Wid ini buku Food Combining yang pernah ditulisnya. 


Mba Widyanti ketua IIDN dan buku solonya

Kata kenalnya saya gunakan tanda petik karena hanya kenal secara online, belum pernah bertemu langsung hehehe.

Program IIDN

 
Program IIDN
Sebagai komunitas penulis, IIDN memiliki banyak program menarik,  berupa diskusi dan aktivitas kepenulisan yang diposting di grup IIDN di FB. Setiap harinya mengangkat tema yang berbeda, teman-teman bisa mencarinya dengan hastag #SeninSemangat #SelasaBlog. #RabuBuku, #KamisKuis #JumatFIKSI dan #SabtuPUEBI.  Lengkapnya bisa teman-teman langsung mengunjungi grupnya di FB dan bergabung dengan komunitas IIDN.

Ada juga program yang memfasilitasi penulisan, penerbitan dan pemasaran buku anggota IIDN baik buku solo atau antologi, bekerja sama dengan penerbit Indie.

Selama pandemi IIDN sudah menerbitkan beberapa buku antologi dan solo yang ditulis anggotanya lho. 

IIDN bekerja sama dengan pihak luar (brand, instansi atau komunitas lain) untuk kegiatan yang berkaitan dengan kepenulisan. Lebih detail mengenai program di IIDN bisa langsung kunjungi website Ibu-ibu Doyan Nulis. 

Peluang Ngeblog di IIDN

Sebagai anggota lama IIDN saya tetap tim menyimak dan memantau ๐Ÿ˜€. Pernah juga ikut kegiatan workshop mengenai blog yang diadakan IIDN dan Indosat

Boleh baca Ngeblog bareng IM3 dan IIDN 

Dari sekian banyak lomba blog yang diadakan IIDN saya ikut sekitar  6 lomba. Hasilnya hanya dua kali menang, satu kali pemenang hiburan, sisanya kalah. Tidak semua lomba blog yang diadakan IIDN saya ikuti kalau temanya tidak saya kuasai atau tidak sempat, saya tidak ikut.

Ga kapok Rin sering ikut lomba dan masih sering kalah?  Kapok sih nggak tapi baper ๐Ÿ˜„. Btw, saya percaya mantra, setiap tulisan akan menemukan jodohnya, mungkin tidak melalui lomba tapi mendapat tawaran review produk, liputan blogger atau kerjasama lain.

Selain itu ada beberapa keuntungan mengikuti lomba blog walapun akhirnya kalah, yaitu;

  1. Mengasah kemampuan menulis

Sudah jadi rumus umum, banyak baca dan banyak menulis adalah salah satu cara bisa membuat tulisan yang baik,  enak dibaca dan dapat ‘feel’nya. Dengan ikut lomba blog kita ‘dipaksa’ mengerahkan semua kemampuan, termasuk mencari ide yang sekiranya beda dengan peserta lain. Mengasah kemampuan menulis termasuk jadi mampu menulis dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Misal, jadi hapal mana kata baku dan tidak baku.

  1. Belajar kreatif

Mengikuti lomba blog menuntut kreatifitas, bukan hanya tulisan yang enak dibaca juga  alur tulisan yang mudah dipahami dan runut, kadang perlu didukung infografis atau desain pendukung tulisan lain. Intip-intip tulisan blogger yang rajin menang lomba memang biasanya idenya unik, out of the box, didukung gambar atau infografis baik. Saya belum bisa seperti itu, masih harus banyak belajar. 

Boleh baca Belajar Memotret dan Memasak 

  1. Menambah skill

Blogger jaman now dituntut tidak hanya bisa menulis jika ingin mendapat peluang dari lomba juga bisa memotret dengan baik (minimal enak dilihat), bisa mendesain canva untuk mendukung tulisan atau aplikasi lain. Jadi saat ikut lomba blog, kita ‘dipaksa’  menambah kemampuan lain selain nulis yang bisa mendukung tulisan di blog.

Beberapa waktu lalu ikut lomba blog yang diadakan IIDN yang salah satu syaratnya membuat video (masak) reel, dari ikut lomba ini kemampuan saya membuat video masak bertambah. 

Jadi belajar bikin video masak
Yang rapih


Boleh baca Kraft Crolette, Kreasi Keju Asli Kaya Nutrisi 

  1. Jadi bahan tulisan untuk update blog

Udah lama ga update blog, selain sok sibuk kadang merasa tidak ada ide? Ada yang sama? Dengan mengikuti lomba blog jadi ada bahan tulisan untuk update blog. Biasalah ya kalau dipaksa ide bisa datang atau sebaliknya ide dipaksa datang ๐Ÿ˜ƒ.

  1. Belajar legowo

Kalah lomba blog itu, bikin baper, apalagi kalau sudah merasa mengerjakan dengan maksimal. Bapernya bisa berhari-hari, itu yang saya rasakan. Dari kekalahan saya belajar legowo, ikhlas walaupun tidak semudah yang diucapkan/ditulis, tetep ya suka greget, tetap suka ada penyesalan, coba nulis ini, coba tambahin ini itu sampai  akhirnya ya sudahlah kalah -  ikhlas.

  1. Belajar dari tulisan pemenang

Setelah move on  dari kekalahan, intip tulisan pemenang. Dari sana jadi tahu apa yang membuat tulisan tersebut menang dan saya kalah. Idenya unik, tulisan runut dan enak dibaca, didukung infografis yang menarik, layout blog post yang membuat pembaca betah  dsb. Saya mungkin tidak bisa mempelajari  semua tapi setidaknya ada gambaran tulisan yang menarik seperti apa yang disukai juri lomba blog.

Peluang lain dari Blog

Setiap tulisan akan menemukan jodohnya

Peluang blog tidak hanya dari lomba, dengan rajin update blog, aktif di media sosial, gabung di komunitas, peluang lain akan datang, seperti; Review produk, blogger dikirim produk untuk direview di blog dan media sosial, mendapat fee dan produk. Liputan acara online/offline, blogger diundang ke acara yang diadakan brand (selama pandemi secara online) dan diminta menuliskannya diblog dan mendapat fee. Placement post, blogger dikirim tulisan untuk post di blog dan mendapat fee.

Sama halnya dengan lomba blog yang ditulis dengan sepenuh hati agar menang, menulis blog liputan atau review produkpun sebaiknya dilakukan dengan totalitas, tulisan baik, foto pendukung oke dsb agar pemberi pekerjaan (komunitas atau agensi) puas dengan hasil kerja kita. Dan harus sesuai deadline, setor molor dari deadline, auto ditandain dan ga diajak lagi hehehe. 

Butuh proses dibarengi dengan keaktifan di media sosial untuk bisa mendapat peluang dari blog

Program IIDN untuk Blogger Pemula

Buat teman-teman yang ingin memulai ngeblog, tapi bingung mulai dari mana, harus ngapain agar  blognya mendatangkan cuan? Skill apa aja yang dibutuhkan saat ini untuk jadi blogger selain menulis? Teman-teman bisa gabung di komunitas IIDN karena  IIDN punya program keren-keren nih buat blogger pemula, seperti;

  • Tips ngeblog yang di share setiap hari selasa dan workshop mengenai kepenulisan dan blog. 
  • Workshop yang berhubungan dengan blog. Yang terbaru IIDN mengadakan workshop  bulan Mei lalu mengenai Google Analytics yang tujuannya meningkatkan performa blog.
  • IIDN juga sudah meluncurkan buku khusus tentang blog yang ditujukan untuk blogger pemula.

Sumber foto fb komunitas IIDN


So, buat teman-teman yang mau mendapat peluang dari blog, bisa bergabung dengan komunitas IIDN dan mengikuti program-programnya, cus intip grupnya di Facebook atau instagram.

 

 

Tidak ada komentar