Rabu, 13 Juni 2018

Sop Komplit Premium Sausage Original So Good

Ramadan pertama untuk si kecil KAE. Jika tahun sebelumnya belajar puasa tapi sahurnya saat sarapan, tahun ini ikut sahur bareng. Bukan tanpa drama,”Ma, aku buka puasa ya, lapar,” pintanya padahal jam di dinding baru menunjukkan pukul 9 pagi.

“Belum juga adzan dzuhur, kalau buka sekarang Mamanya juga belum masak nasi.”
“Aku kan punya Oreo kemarin,” katanya. Nah, jadi sebenarnya tidak lapar kan?
Karena saya tidak mengijinkan buka puasa  rengekannya berubah tangisan hingga akhirnya dia tertidur kelelahan.

Sebenarnya drama dimulai sejak mulai dibangunkan sahur. 


Sekedar dibangunkan tidak mempan harus dengan cara langsung di bopong ke kamar mandi untuk pipis dan cuci muka. Tapi itu belum cukup membuatnya terjaga,  sampai duduk menyender di sofa KAE akan melanjutkan tidur mencari sisa mimpi. Saya nyalakan tv, pindah – pindah chanel tv tidak ada film kartun. Acara – acara sahur hahahihi yang ga jelas kami tidak suka akhirnya tv dimatikan. KAE makan sahur dengan mata setengah terpejam dan saya saya suapi . Greget tapi mungin seperti ini prosesnya.

Barulah sekitar  seminggu puasa ada film anak - anak jam 4 di RTV, film Maruko, ini cukup membantu KAE terjaga saat makan sahur tapi sayangnya hanya berlangsung beberapa hari, karena dia tidak terlalu suka film Maroko dan tv minta dimatikan.

Tapi dibalik semua drama selalu ada selalu ada yang membuat bahagia dan terutama  belajar sabar menghadapi anak-anak berproses.  Pelajaran lain Mama dituntut lebih kreatif. Bagaimana membuat anak – anak  puasa tanpa malas – malasan, tanpa menghabiskan waktu sepanjang hari menunggu buka puasa  dengan nonton atau main games karena sekolah sudah libur.

Alhamdulillah seiring bertambahnya hari drama puasa yang dibuat KAE berkurang yang tetap makan sahur harus disuapi. Oh ya KAE belum puasa full, hanya sesekali dia puasa full, sisanya setengah hari. 

Hal lain yang menuntut kreativitas dari proses anak – anak belajar puasa adalah memasak. Lho kok memasak? Iyalah bagaimana Mamanya ini bisa masak dengan selera yang disukai anak – anak tapi praktis dan tetap bernutrisi.

Dan saya sangat terbantu dengan kehadiran produk – produk So Good siap saji terutama untuk menu sahur. Karena tantangan sahur itu kan nafsu makan kurang tapi harus makan lahap untuk bekal energi beraktivitas seharian.


Aneka produk So Good siap saji

Empat alasan memilih produk So Good
Saya memilih produk So Good selain alasan kepraktisan memasaknya, ada empat alasan lain yang membuat saya mantap memilih So Good.

Enak dan kaya protein
Rasanya enak disukai semua anggota keluarga, kandungan protein dari ayamnya yang membuat citarasa produk So Good gurih dan lezat. Produk So Good diolah dengan teknologi tinggi sehingga pengolahan tidak mengurangi citarasa dan kandungan gizi proteinnya.

Higienis
Produk So Good dikemas dengan teknologi tinggi sehingga meminimalisir kontaminasi.

Produk inovasi
Produk – produk So Good merupakan produk inovasi daging olahan dengan rasa enak dan berprotein tinggi sehingga mencukupi kebutuhan gizi seimbang keluarga.

Kualitas terjaga
Proses pemasakan hingga suhu 170C selama tidak kurang dari 3 menit langsung dibekukan cepat menggunakan teknologi IQF untuk menjamin kesegaran dan kelezatan.

Salah satu olahan dari So Good siap saji kesukaan anak – anak adalah Sop komplit Premium Sausage Original So Good.


Sop komplit premium sausage original So Good

Bahan
Premium Sausage Original So Good, iris
10 butir telur puyuh, rebus – kupas
2 buah tahu bandung, potong kotak
2 buah wortel
10 batang buncis, potong
1 buah tomat
Daun bawang seledri
3 siung bawang putih, cacah, goreng sebentar hingga harum, sisihkan.  
½ sdt merica bubuk


Bahan yang dibutuhkan

Premium sausage original So Good 

Cara memasak
Rebus wortel hingga lunak, masukkan telur puyuh, irisan Premium Sausage Original So Good, buncis, tahu, biarkan hingga buncis matang. 


Campur semua bahan 

Masukkan irisan bawang daun seledri dan bawang putih goreng, garam dan merica. Koreksi rasa.  

Nutrisi dalam semangkuk terbilang cukup komplit karena ada sayurannya. Asupan sayuran dan buah sangat penting saat puasa untuk mengurangi dehidrasi dan kulit kering, terlebih anak – anak yang dalam masa pertumbuhan.

Tips memasak untuk menu anak – anak;
Pastikan nutrisi lengkap, ini penting banget jangan sekedar asal anak – anak suka, asal mereka makan. Pastikan selain ada sumber protein ada sayur. Anak-anak saya termasuk yang pilih soal makan sayuran sampai sekarang, jadi jika memasak sayuran prioritas yang mereka suka tapi sesekali menyelipkan sayuran yang mereka tidak suka karena tidak mau mencoba – istilah mereka keliatan tidak enak atau takut tidak enak. Meminta mereka mencicipi sayuran yang mereka tidak mau coba tanpa putus asa dan mencoba memasaknya dengan cara berbeda – beda. Dari pengalaman, anak – anak tidak suka brokoli jika dibuat sup tapi jika dimasak capcay mereka suka. Pengalaman lain, sayur asem. Dulu mereka tidak mau mencoba mungkin karena terlihat tidak berwana – warni seperti sayur sup atau capcay, dan tidak sesegar hijaunya sayur bayam.  Karena saya rutin memasaknya, minimal seminggu – dua minggu sekali, mereka jadi suka.

Rasanya enak, ini penting banget, jangankan anak – anak kita pun lebih berselera jika rasa masakan enak. Salah satu yang membuat masakan enak adalah takaran bumbu yang pas. Karena saya bukan Mama yang jago masak, untuk memasak masih memakai takaran resep di buku atau cookpad kecuali untuk menambahan garam, gula dan merica, bisa diicip-icip.

Tampilan menarik, masakan yang biasa bisa menjadi istimewa di mata anak – anak karena tampilannya sehingga mereka mau mencoba. Istilahnya ga under estimated. Contoh masakan dengan tampilan menarik bisa baca Kreasi Premium Sausage Original So Good

Menu bervariasi minimal dalam satu minggu. Ada yang suka bingung, masak apa hari ini? Saya sering, kalau sudah begini biasanya saya buka IG nya para foodinstagramer, mencari ide masakan dan resep di sana, pilih yang paling mudah dan bahan tersedia. Yang pasti harus selalu ada sayur mayar dalam menu harian.

Teman – teman punya tips lain? Boleh share di kolom komentar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...