Sabtu, 17 Oktober 2015

Empat hal penting dalam membeli rumah

sumber foto dari pinterest.com
Setelah menikah saya menjalani hubungan LDR alias long distance relationship karena kami bekerja di kota berbeda, saya di Bandung, suami di Jakarta. Dengan harapan suami dapat kerjaan di Bandung jadi punya rumah dekat orangtua *enaknya*.  Kalau suami ke Bandung suka  iseng-iseng mencari rumah di jual di Bandung. Tapi yang terjadi sebaliknya saya keterima kerja di Bogor. Jadilah kami membeli rumah (nyicil KPR maksudnya hehehe) di Bogor, dengan pertimbangan dekat dengan tempat kerja saya, suami ngalah, pulang pergi Jakarta – Bogor naik krl. Siapa sangka, lima tahun berikutnya kami memutuskan pindah ke Tangsel dan hunting rumah di sini.

Cari rumah itu gampang-gampang susah, tergantung rejeki, begitu kata orang. Tapi memang benar, ada cerita teman beli rumah seken harganya murah padahal pasaran di perumahan itu sudah mahal. Ada juga yang sebaliknya, kecele alias beli rumah kemahalan.

Keliling Tangsel, masuk dari perumahan satu ke perumahan lain, ketemu broker, ngobrol sama sales rumah, dan saya mendapat point-point penting ini, tips membeli rumah.

Pertama, jika akan membeli rumah bekas, pastikan ada sertifikatnya dan bukan rumah sengketa. Dan bagaimana bentuk sertifikatnya, hak guna bangunan atau hak milik. Membeli rumah tanpa sertifikat sangat beresiko karena bisa di klaim orang lain yang memiliki sertifikat.

Jika membeli rumah baru, pastikan kita tahu, setelah lunas apa bentuk sertifikatnya hak milik atau HGB. Dan jika sertifikat hak milik apa bisa langsung di ganti nama kita saat cicilan berjalan.


Jika membeli rumah, sebaiknya hunting dulu via internet, untuk menghemat waktu, terlebih saat ini banyak situs online jual beli rumah. Tinggal buka, masukan kata kunci kota/daerah di mana kita akan membeli rumah.

Kedua, beli rumah sesuai kemampuan. Ya, kalau cicilannya hanya mampu 3 juta belum, pilihlah yang itu. Kalau memaksakan bisa tersendak di tengah jalan, terlebih jika kita tidak memilih cicilan flat. Bunga kpr bisa naik kapan saja, tergantung kondisi ekonomi negara.

Ketiga, jika setelah hunting kesana kemari dan menemukan rumah yang cocok, cek kembali harganya. Apa sesuai pasaran atau kemahalan. Jangan sampai menyesal karena membeli rumah kemahalan. Rumah dengan luas tanah besar harganya lebih mahal di bandingkan dengan rumah berluas tanah kecil tapi bangunan besar.

Rumah yang dekat pusat kota dan strategis lebih mahal dari rumah di pinggiran kota. Rumah yang dekat dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, mall, atau kantor layanan publik seperti kantor pos, pln, telkom dsb, juga harganya lebih mahal. 

Ini juga bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih, murah tapi jauh pada akses publik atau sebaliknya.

Keempat, jika ketiga point di atas sudah ok, jangan langsung bayar. Sebaiknya double cek, apa saat musim hujan daerah itu banjir atau tergenang air, atau daerah sekitarnya banjir sehingga akses masuk ke perumahan kita jadi sulit.

Lalu soal parkir kendaraan, bagaimana kondisi jalan depan rumah, apa hanya muat satu kendaraan roda empat atau dua arah. Jika hanya memuat satu kendaraan apa cukup untuk parkir memutar?

Cek juga keamaan sekitar rumah, bisa bertanya pada orang yang sudah lebih dahulu tinggal di sana. Apa ada sekuriti yang menjaga atau keamanan dengan sistem kerjasama semua warga.

Pertimbangan ini tentunya tergantung kita yang akan membeli rumah. Tapi keamanan itu penting, terlebih jika misalnya suami suka tugas ke luar kota.


12 komentar:

  1. Seeep, bisa menjadi bahan untuk mencari rumah nantinya, kalau saya kadang cerewt di...deket fasilitas umum apa? misalanya Transportasi, rumah sakit, sekolah? itu yang penting untuk saya..juga jangan pinggir sungai...banjir ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak..kalau dekat sungai walaupun ga banjir lama-lama bisa banjir

      Hapus
  2. Lengkap infonya...semoga manfaat buat yg lagi hunting rumah :)

    BalasHapus
  3. Kalo aku mikir aksesnya juga ke stasiun, terminal, tol Dan traffic.
    Kadang ada perumahan yg di ujung dunia tapi dia menyediakan shuttle busway, jd ga terisolasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba sekarang sudah banayk perumahan yang letakknay di pinggiran kota menyediakan suttle bus

      Hapus
  4. Harus sesuai sama kemampuan biar ngga keteteran pas nyicil yo, Mbak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, perekonomina gak bisa di prediksi bis atiba-tiba dolar meroket naiklah si bungan kpr, baiknya sih katanya pilih flat tp mahal di awal

      Hapus
  5. siippp, mantab tipsnya mbk, okey nnti kalau pas hunting, bisa daaku praktekin nih, tfs yak

    BalasHapus
  6. Itu yg poin terakhir bener bsnget... rugi kalo ternyata langganan banjir tiap tahun

    BalasHapus
  7. susah juga ay kalau keraj berpindah tempat , apalagi kalau kerja di tempat yg berbeda .

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...