Minggu, 21 Juni 2015

Keseruan Bermain di Dunia Inline Skate TMII

Liburan akhir tahun kemarin, Azka melihat sepupunya main Inline Skate dan dia tertarik untuk mencoba, namun dengan alasan safety, saya melarang sepupunya yang baru kelas tiga sekolah dasar itu mengajari.  Duh, bisa-bisa jatuh dan cedera pikir saya. Harus belajar dengan instruktur berpengalaman karena resiko jatuhnya besar.

Tanpa di duga impian Azka kesampaian, Mamanya bisa ikut event blogger gathering yang di adakan Dunia Inline Skate (DIS) sebuah area main sepatu roda di Jakarta tanggal 11 Juni lalu. DIS  berada di kawasan Taman Mini Indonesia, komplek Keong  Mas. Untuk memudahkan jika hendak ke sana sebaiknya masuk dari pintu 3.
Horee udah bisa
Mencoba Inline Skate pasti menjadi pengalaman baru untuk Azka. Tidak semua anak berani lho main inline skate. Saya percaya memberi anak beragam hal dan pengalaman baru, terlepas apakah kelak di sukainya atau tidak, tetap  akan menjadi pengalaman berharga. 


Saya sampai di area Inline Skate tepat pukul 9 pagi, sementara menunggu peserta lain yang belum tiba, kami di suguhi tontonan sekilas mengenai DuniaInlineSkate dan tutorial belajar Inline Skate. 

Inline Skate vs sepatu roda
Inline Skate dan sepatu roda sama-sama merujuk pada sepatu yang memiliki roda, yang di sebut  Inline Skate empat roda tapi segaris menjajar. Tapi kini bicara sepatu roda merujuk pada inline skate begitupun sebaliknya bicara sepatu roda sama dengan Inline Skate.

Inline Skate

Sosok di balik Dunia Inline Skate (DIS)
Setelah semua peserta hadir, acara di buka, oleh mas Tomy Sugiarto (@tomysugiarto) dan istrinya mba Fitri  (@fithriw), selaku pendiri dan pemilik DIS, mempersilahkan anak-anak langsung mencoba Inline Skate di bimbing instruktur.

Sementara kami, para Mama, mendengarkan perkenalan Dunia Inlien Skate (DIS). Tomy Sugiarto adalah mantan atlet sepatu roda.  Karena prestasinya di dunia sepatu roda mas Tomy sempat mencicipi pendidikan olahraga ini sampai ke luar negeri.

mas Tomy dan mba Fitri
Sayangnya olahraga ini tidak berkembang  di tanah air.  Lalu mas Tomy bersama Istrinya mendirikan sekolah sepatu roda sebagai sebagai bentuk kecintaannya pada dunia anak, olahraga dan pendidikan.
Dunia Inline Skate yang sekarang ini bukan sekolah sepatu roda pertama yang didirikan mas Tomy, tapi hasil jatuh bangun mas Tomy mendirikan sekolah sepatu roda sebelumnya. Mendengar mas Tomy menceritakan kisah jatuh bangunnya mendirikan sekolah sepatu roda dan komitmennya memberikan kegiatan alternatif  positif untuk anak-anak dan remaja, membuat saya salut.  

DIS didirikan tahun 2010 dengan visi ‘menjadi tempat terbaik belajar, bermain dan bermain inline skate’.  Meliputi konsep arena, penyewaan alat bermain inline skate, sekolah (kursus) inline skate dan toko sepatu roda, termasuk menyediakan sepatu roda anak.


penampakan shop and rental

ruang penyewaan inline skate

toko sepatu roda

Saat ini jumlah karyawan DIS full time 5 orang dan freelance 8 orang. Teridiri dari instruktur dan pelatih yang ahli dan kompeten. Beberapa pelatih dan instruktur sudah bersertifikat. Artinya mereka sudah di uji layak untuk menjadi pelatih atau instruktur karena menjadi pelatih atau instruktur butuh teknik pengajaran tertentu.

mas Tomy dan kru DIS

Jam Operasional DIS
Jam operasional DIS dari selasa hingga satu pukul 10.00 -18.00 sedangkan minggu jam 06.00-18.00, sedangkan hari senin libur.

Berapa tiket masuknya?
Untuk yang sudah bisa dan memiliki alat sendiri cukup membayar rp 30.000 dan bisa main sepuasnya .
Untuk yang sudah bisa tapi tidak punya peralatannya, membayar rp 50.000,- dan main sepuasnya.

Untuk yang belum bisa sama sekali dan belum punya peralatannya membayar rp 70.000,- plus di bimbing instruktur selama kurang lebih 30 menit lalu bisa main sepuasnya.

Bagi yang ingin serius belajar Inline Skate dan memiliki sertifikat dari DIS, tersedia paket Belajar Sampai Bisa (BSB) dengan membayar rp 400.000.

Berapa harga sepatu Inline Skate 
roda karet berwarna kuning
Harga sepatu roda anak kisaran rp 400 hingga rp 500 ribu rupiah. Di pasaran memang ada yang menjual seharga setengahnya tapi itu rodanya berbahan plastik bukan karet, mudah patah, jika patah saat di kenakan akibatnya bisa patal, jatuh dan cedera serius. Jadi untuk keamanan dan kenyamanan pilih produk berkualitas.












Ada beberapa jenis inline skate jadi sebelum membeli sebaiknya berkonsultasi dengan orang yang mengerti, jika membelinya di DIS ini, bisa langsung diskusi dengan pelatih atau instruktur di sana. Atau bisa diintip situs resmi DIS di www.duniainlineskate.com

mas Tomy menjelaskan bermacam-macam jenis Inline Skate

Asiknya belajar Inline Skate
Semua anak-anak terlihat antusias dan semangat, walaupun mengalami jatuh.

safety first
Sebenarnya saya ingin mencoba seperti mama lain, tapi si kecil Khalifah tidak mau di tinggal, semoga lain waktu bisa ke sini dan mencoba.

si kecil yang harus selalu di ikuti, repot tapi senang
melihat dia enjoy dan ga rewel

keseruan para mama yang mencoba inline skate
Agar  pengalaman pertama bermain Inline Skate menjadi menyenangkan seperti yang dirasakan semua peserta saat gathering yang mencoba, berikut tips yang saya dapat dari melihat Azka  belajar Inline Skate, dilengkapi kutipan  dari situs www.duniainlineskate.com.

  1. Sepatu Inline Skate yang di kenakan harus pas dengan ukuran kaki. Jika kekecilan pasti tidak nyaman. Pilih jenis Inline Skate recreational yang memang di rancang untuk pemula karena di lengkapi rem tumit di bagian belakang. Jadi sebaiknya jika tertarik dengan Inline Skate dan ingin belajar jangan membeli sepatu dulu tapi menyewa dulu, untuk memastikan kecocokannya.
  2. Safety first. Selalu gunakan pelindung dan helm. Pelindung pergelangan, siku dan lutut. Untuk helmnya gunakan helm sepeda atau helm skate board. Walaupun coba-coba harus pake pelindung untuk mengurangi resiko sakit karena jatuh.
  3. Latihan berdiri, duduk dan melangkah dengan Inline Skate. Saat pertama kali menggunakan Inline Skate berdiri di rumput atau karpet, jangan langsung di jalan bersemen. Berdiri dengan kaki berbentuk V, posisi ini memastikan tumit bertemu dan merupakan posisi menahan roda agar tidak bergerak. Latihan memasang Inline Skate, berdiri, duduk, dan melangkah.
  4. Belajar posisi jatuh. Memakai Inline Skate perlu seimbang jika tidak bisa terjatuh. Dan resiko jatuh itu selalu ada. Agar jatuhnya tidak membuat cedera, maka saat di rasa berada pada posisi tidak seimbang, letakkan kedua tangan di tumit dengan posisi badan membungkuk, jika masih tidak bisa mengendalikan diri karena kehilangan keseimbangan, jatuhkan diri ke depan dengan posisi kaki terlebih dahulu dan kaki dilipat keluar.
  5. Mencoba Inline Skate di atas jalanan halus dan mulus bebas lalu lintas. Hindari jalanan berkerikil, gradakan, pavingblok, pasir, ubin basah atau berminyak.
  6. Dari hati. Hal apapun akan menyenangkan jika dilakukan dari hati alias tanpa paksaan begitu pun dengan mencoba Inline Skate. Lakukan karena ingin mencoba hal baru atau menantang diri sendiri. Jika sudah enjoy pasti mudah bisa.

posisi kaki V
Si kecil saya, Azka, terlihat senang banget, walaupun hari panas dan sempat jatuh beberapa kali tidak membuatnya kapok, setelah istirahat makan siang dan nonton di keong mas, Azka berkali – kali mencoba lagi bermain Inline Skate.

udah bisa seimbang
Acara di tutup sekitar pukul tiga dengan mengumumkan juara lomba twit pic yang dimenangkan oleh Mba Lidya dan Myra Anastasia.

tengah mba Fitri, Mba Myra yang peke kerudung biru
mba Lidya berkaca mata

Tapi semua peserta dapat hadiah juga lho...


 

16 komentar:

  1. wah serunya, dulu saya juga bisa main beginian mak, mainnya di jalan raya, kalo minggu pagi.... jadi jalanan sepi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalau saya dulu gak berani karena takut jatuh setelah kemarin melihat bagaimana para instruktur mengajari langkah-langkah dan ternyata aman, saya jadi pengen ...

      Hapus
  2. seru ya mbak mainnya nanti kita main kesana lagi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya si azka pengen ke sana lagi juga nih

      Hapus
  3. Waaah... asyik banget mbak. Di sini tidak ada... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik banget buat anak-anak mba...semoga suatu saat di jepara ada mba :)

      Hapus
  4. Asyik mainan ini, mak. Ada instrukturnya pula.

    BalasHapus
  5. Mba Rina, baru tahu loh kalau sepatu roda sama Inline skate

    terus gue kayaknya ngeri jatoh loh kalau main gini hahaha maklum badan udah melar gini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eit ada triknya kok supaya ga jatuh, intinya harus di ajarin sm instruktur biar tahu triknya

      Hapus
  6. Wah seru banget ya Mba. Baru tau ada tempat belajar inline skating gini. Mana boleh buat orang dewasa juga pula. Jadi pengen ke sana juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mak ke sana, sekalian bawa anak-anak pasti seru...

      Hapus
  7. seru ya mainan anak sekarang, saat anak2ku masih kecil mana ada seperti ini.

    BalasHapus
  8. Wow cewek juga berani. Kereeeen :D

    BalasHapus
  9. Mba mau tanya ada kenalan instruktur inline skate di Medan? Untuk Anak sy mba..(salam kenal)

    BalasHapus
  10. mba rina, salam kenal ya...:)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...