Jumat, 08 Februari 2013

Menang

Bulan desember lalu saya sempat posting  tulisan dengan judul kalah. Alhamdulillah, bulan ini posting tulisan dengan judul sebaliknya, kalah . Alhamdulillah, akhirnya merasai jadi juara lomba ngeblog. Tapi diduga dan disangka-sangka (selera juri lomba siapa bisa menerka kan?) tulisan saya yang berjudul  Meretas Mimpi Para Perempuan Desa jadi juara satu lomba blog VOA, periode akhir (bulan november 2012). Telp pemberitahuannya membuat saya sepanjang hari senyum-senyum di kantor. Surprise!

di kantor VOA Jakarta menerima hadiah Ipad 2
 
Salah satu kriteria penilaian dari lomba blog ini adalah orisinilitas. Dan dengan geer saya bisa bilang kalau keorisinilan inilah yang membuat tulisan saya menang. Hanya beberapa kalimat dari tulisan saya ini yang sumbernya berasal dari portal berita yaitu  mengenai jumlah anak sekolah dan putus sekolah.

Selebihnya adalah berasal dari narsum yang tidak lain adalah art saya. Saya tidak pernah secara sengaja mewawancara teh Apong (nama art saya) untuk membuat artikel ini.  Tulisan ini adalah hasil beberapa kali obrolan saya dengan teh Apong jauh sebelum ada lomba ini, masa awal-awal dia bekerja setahun yang lalu.

di taman safari bogor, teh Apong berbaju orange   
 
Percakapan secara personal dan dari hati ke hati kerap saya lakukan dengan setiap art saya (sudah 4 kali ganti art dengan dua diantaranya berumur di bawah 20 tahun) . Berawal dari rasa simpati dan ingin tahu yang kemudian membuat saya dan suami memberi motivasi pada art-art kami agar kelak jika sudah berumah tangga tidak jadi art. Kami suka memotivasi mereka  untuk berwirausaha dengan berdagang, walaupun sekedar berjualan makanan ringan seperti gorengan, jika kelak sudah menikah dan memiliki anak. Kami berbagi pengetahuan pentingnya pendidikan, agar anak-anak mereka kelak tidak seperti ibunya. Sekaligus membesarkan hati mereka jika rejeki untuk menimba ilmu insyaallah selalu ada.

Salah satu edukasi kami, menawari art untuk membaca buku atau majalah kami jika waktu mereka luang. Dan biasanya teh apong (juga teh wanti art kami sebelumnya) suka menyimpan satu buku di kamarnya untuk dibaca. Dan saat tulisan ini dibuat saya lihat  dikamar teh Apong tergeletak novel Gadis Pantainya Promoedya Ananta Toer.
 
Teh apong terlihat tertarik dengan membuat kue dan masak, jadi kami memfasilitasinya dengan memberinya kebebasan untuk berekperimen dengan resep cemilan baru yang sederhana dengan bahan yang ada di rumah. Teh apong senang kami pun senang karena menikmati kue buatannya.

Saya memberi reward untuk teh Apong karena sudah menjadi narsum tulisan saya. 

12 komentar:

  1. Selamat atas kemenangannya... Jangan bosan untuk terus menginspirasi! :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe makasih kunjungan dan komentarnya :)

      Hapus
  2. Subhanallah... perhatian dan sayang terhadap art sampai sejauh itu mbak...
    Layak untuk menag.
    Salam kenal ya mbak...

    BalasHapus
  3. mupeng sama hadiahnya..... sesama rina kenalan dulu ah...*salaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. rajin-rajin ikut kontes mbak heheh...*balas salaman.

      Hapus
  4. waah selamat yaa.. *aku kapan?* hihiiii

    salam kenal mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga :) makasih kunjungannya...ayo atuh ikutan konets yang hadiahnya ipad hehehe

      Hapus
  5. waaa dapat ipad2 ya mbak.... selamaaaaattt ...
    semoga kapan2 aku dapet gituan juga yak... #pengeeen hehhehe

    BalasHapus
  6. Dapat hadiah! Aku kapan ya pernah dapat? haha

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...