Sabtu, 17 Februari 2018

Warnai Hari dengan CASIO My Style Colorful Calculator

Kalkulator Casio menemani keseharian saya 

“Kalkulator di mana sih? Perasaan kita punya dua?” tanya saya sama pada Pak Suami.
Pake handphone aja.”

“Ribet ngitungnya.” Gimana ga ribet, harus pindah pindah buka aplikasi, dari wa ke kalkulator, dari aplikasi marketplace ke kalkulator, dari aplikasi gojek ke kalkulator. Saya beranjak dari tempat duduk dan mulai mencari – cari kalkulator di rak di mana DVD dan kabel – kabel charger (charger handphone, laptop dan kamera) tersimpan.

Saya memang memiliki kalkulator tapi sejak resign kerja 4 tahun lalu saya lebih banyak menggunakan kalkulator di handphone karena antara pengeluaran dan pendapatan setiap bulan cenderung konstan. Bayar listrik, sekolah anak, belanja harian, cicilan rumah, asuransi dan sebagainya. Sebaliknya dari kuliah hingga kerja tidak ada hari tanpa kalkulator karena pekerjaan saya berhubungan dengan hitung -hitungan kimia. Hitungan yang tidak boleh keliru atau dosis obat menjadi tidak akurat. Sampai akhirnya kini saya merasa urgent memiliki kalkultor terhitung sejak buka usaha bunga setahun lalu. Walaupun usaha rumahan, saya ingin membukukan cash flow secara rapih selain kami memang harus menghitung tepat keuntungan setiap bulannya karena hasilnya dibagi untuk pemilik lahan di mana saya berkebun dan gaji karyawan. Semoga suatu hari kebeli ya tanah kebunnya heheheh Aamiin.

Boleh baca Pengalaman Mengikuti Pameran Bunga 

Akhirnya nemu kalkulator di deket tumpukan DVD tapi mati karena lama tidak digunakan.
“Coba saja dijemur,” saran Pak suami. Beberapa jam dijemur tetap mati. Ehm mungkin efek lama tidak digunakan dan tertindih barang.

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian memiliki kalkulator dan yang bikin wow desain dan warna kalkulatornya kece, colorful. Kalau istilah anak jaman now, kalkulatornya kekinian banget. Jauh dari kesan jadul. Selain itu tentu saja akurat, scientifik, ringan dan keypad-nya enak digunakan. Dan yang pasti ukuran dan berat CASIO colorful calculator memungkinkan dibawa kemana - mana, masuk tas bahkan bisa masuk saku. 

Jujur, setiap melihat dan memakai kalkulator ini saya merasa lebih bersemangat, mungkin efek warnanya yang  girly. Warna yang sesuai dengan style saya, Mama penyuka bunga yang selalu bersemangat dan mencari – cari kesibukan hehehe. CASIO My Style banget.

Jadi ingat sebuah artikel yang membahas bagaimana  warna favorit seseorang mencerminkan karakternya. Apa warna favoritmu dan cek kepribadianmu di sini www.knowyourcolor.id.

Orang yang suka dengan warna – warna cerah umumnya berkepribadian ceria, penuh semangat dan optimis. Itu katanya lho ya tapi berdasarkan pengalaman iya juga sih. Cek saja perasaan kita saat bercermin antara memakai baju dengan warna cerah dan gelap. Atau saat kita melihat seseorang antara yang berpakaian cerah dan gelap, energi yang ditularkan akan terasa berbeda. Warna, sesuatu yang sederhana dan kecil tapi berpengaruh pada suasana hati dan produktivitas .

CASIO My Style Colorful Calculator

Bicara soal warna yang colorful, CASIO produsen kalkulator asal Jepang  memperkenalkan produk terbarunya yaitu seri ‘My Style’ dengan varian colourful dan style. Varian colourful pada seri terbaru ini memiliki 10 pilihan warna dengan berbagai ukuran, bisa digunakan ke sekolah, kantor, rumah bahkan untuk perjalanan wisata. Sedangkan varian stylish mempunyai 7 pilihan warna dengan desain elegan dan berkelas.


Seri colourful calculator sengaja dibuat untuk memenuhi gaya hidup kalangan muda yang modern, dinamis, unik dan dipenuhi inspirasi. Jadi CASIO kalkulator tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsionalnya sebagai alat hitung namun memenuhi gaya hidup era digital.

Ada tiga tipe Casio colorful ini yaitu  MS-20UC, MS-7UC dan SL-310UC. Warna Casio tipe MS-20UC dan SL-310UC hitam, biru, hijau biru muda, pink ungu, orange, kuning-hijau dan putih. sedangkan Casio MS-7UC; biru, hijau, biru muda, pink, merah dan kuning hijau.

Mungkin teman - teman bertanya, apa sih perbedaan ketiga tipe tersebut selain warna? Perbedaan lain terletak pada ukuran, berat dan desain. Tipe MS-20UC dan  MS-7UC bentuk layar display  miring, seperti kalkulator yang suka digunakan para pedagang itu lho. Di desain seperti itu karena tipe ini direkomendasikan untuk digunakan di rumah dan kantor. Layarnya yang miring membuat mata nyaman saat menggunakan.

Casio MS-20UC dimensi 149,5 x 105 x 22,8 mm berat 110 gram, dislay 12 digit.
Casio MS-7UC  dimensi 120 x 85,5 dan 19,4 mm berat 70 gram, display 10 digit.

Yang saya miliki Casio tipe SL-310UC bentuknya lebih kecil dan tipis dari dua tipe lain begitu juga beratnya yang hanya 50 gram. Bisa masuk saku jadi bisa di bawa kemana - mana. Displaynya 10 digit.

CASIO kalkulator memakai dua sistem daya yaitu baterai, jadi jika dalam keadaan gelap (malam) tetap bisa digunakan. Daya tahan baterai bisa sampai 3 tahun dengan pemakaian perhari 1 jam. Menggunakan sistem/off otomatis, setelah digunakan biarkan saja sekitar beberapa menit akan mati sendiri. Kelebihan lainnya teman - teman bisa baca infonya di akun IG nya CASIO kalkulator @casiocalculator.id

Walaupun usia saya tidak terbilang muda tapi juga belum tua hehehe, tetap oke donk memakai kalkulator CASIO, karena warnanya membuat semangat tak kalah dengan anak muda. Semangat berkarya dengan positif tentunya. 


Colorful to boost mood and productivity

Kalkulator yang tak tergantikan
Bagi saya  kehadiran kalkulator tidak bisa digantikan kalkulator di handphone, karena penggunaan kalkulator lebih simple dan praktis terutama saat menghitung margin %, maklum ya pedagang hehehe. Adanya jarak antar tombol memperkecil salah menekan angka saat menghitung dengan cepat. Kelebihan lain tanda fungsi saat menghitung akan terdisplay di atas, jadi kalau lupa tadi tekan x atau + , akan terlihat. 


Kelebihan lain Casio My Style Colorful
Calculator
Bagi saya, saat – saat urgent  membutuhkan kalkulator adalah diakhir bulan yaitu saat closing. Buat teman – teman yang kerja di bagian hitung menghitung rekapan bulanan di kantor pasti familiar dengan istilah closing atau tutup buku yang biasa dilakukan akhir bulan.

Sudah beberapa bulan terakhir setiap akhir bulan saya melakukan closing. Menghitung semua pengeluaran dan pemasukan selama satu bulan dan mencocokkan jumlah uang yang tertulis dan di rekening. Walaupun usaha yang saya kelola masih usaha rumahan dan kecil – kecilan saya mencatat cash flownya secara detail. Awalnya karena ingin memisahkan antara uang usaha dan uang dapur setelah dijalani ada beberapa keuntungan lain yang saya rasakan saat ini membukukan cash flow secara rapih. Diantaranya;

  1. Melihat cash flow. Karena usaha rumahan dan kecil – kecilan, semua uang masuk dalam satu dompet dan satu rekening. Tercampur sampai tidak bisa membedakan berapa nominal sisa uang belanja bulanan dan berapa uang hasil jualan yang harus diputar dan berapa labanya. Dengan membuat catatan secara rinci, akan terlihat aliran uang usaha, antara laba dan modal. Apa larinya diputar jadi modal usaha atau digunakan untuk pengeluaran keluarga.
  1. Memisahkan pengeluaran/pendapatan  pribadi dan usaha. Dengan membuat catatan walaupun uang masuk dalam satu dompet dan satu rekening, kita bisa mengetahui jumlah uang pribadi dan usaha secara pasti.
  1. Menjadi pengerem  bertambahnya gaya hidup seiring bertambahnya pendapatan. Awal – awal membuka usaha saya tidak membuat catatan secara rinci, jadi selalu merasa punya uang, di rekening selalu ada uang padahal biasanya akhir bulan udah menipis.  Efeknya mudah memutuskan beli ini itu walaupun tidak penting. Jajan jadi lebih sering. Sampai akhirnya barang jualan tidak bertambah. Dari situ mulai deh merapihkan keuangan usaha.
  1. Menjadi acuan untuk mengembangkan usaha. Mau mengembangkan usaha lebih besar atau cukup segitu – gitu aja? Dengan mencatat keluar masuk uang usaha kita memiliki bayangan berapa besar kenaikan usaha kita setiap bulannya, bisa membuat target penjualan perbulan dan bisa memperkirakan jika harus menambah modal.
  1. Dokumentasi untuk bank jika akan meminjam modal usaha ke bank. Salah satu syarat mendapat pinjaman untuk usaha mikro (UKM) adalah catatan pengeluaran dan pendapatan, secara manual ataupun dari transaksi di rekening kita.

Little Things to Boost Mood and Productivity

Kalau sedang closing bisa lebih dari setengah hari saya duduk menghitung. Kadang mumet jika selisih uang terhitung dan di rekening besar. Ini kemana? Yang pasti tidak hilang tapi ada pengeluaran yang  lupa tercatat atau uang usaha kepake kulineran hehehe.

Seorang teman pernah bertanya, apa  ga capek ngurus kerjaan rumah tangga,  jualan juga ya ngeblog? Ga jenuh? Ya pernahlah capek dan jenuh, keluhan yang manusiawi toh? Tapi saya memiliki beberapa cara agar rasa jenuh dan kehilangan semangat itu tidak lama - lama, cara agar suasana hati kembali normal, bersemangat dan bisa produktif, yaitu; 

1. Membuat saat bekerja menjadi santai dan rileks dengan mendengarkan lagu - lagu favorit. Salah satu lagu favorit saya sound track filmnya Me Before You.
2. Menata meja kerja menjadi nyaman dan menghiasi dengan ornamen - ornamen colorful, salah satunya dengan menempatkan tanaman berbunga , karena saya percaya warna menjadi menjadi salah satu mood booster dan meningkatkan produktifitas. 
3. Rehat sambil menikmati secangkir teh hangat tanpa melakukan kegiatan apapun, pokoknya santai.
4. Memeluk anak - anak dan suami,  menelpon ibu di kampung halaman, karena merekalah energi saya.
4. Nonton film romatis kalau anak - anak tidur, biasanya malam hari. 

Kalau teman - teman, apa yang dilakukan untuk meningkatkan mood dan produktivitas?

Oh ya mengelola keuangan keluarga harus tak kalah rapih lho agar tidak besar pasak daripada tiang, agar nyaman pake kalkulator CASIO dan bisa dibeli secara online di mataharimall.com.

#CasioMyStyle

















Kamis, 15 Februari 2018

Wisata Tangkuban Perahu, Kawah Domas #Part2

Assalamualaikum teman, happy long week end, postingan liburam siapa tahu bisa jadi rekomendasi untuk liburan tengah tahun atau akhir tahun nanti. Seperti tertera di judulnya part 2, tulisan  ini bagian dua dari  postingan Wisata Tangkuban Perahu. Walaupun begitu tetap bisa dibaca tanpa perlu membaca bagian satunya kok.

Kawah domas 

Yang mau baca bagian satunya bisa di WisataTangkuban Perahu, Kawah Ratu.


Rabu, 14 Februari 2018

Usia 40

Life begin at 40, kalimat perumpamaan karena pada usia itu katanya kehidupan seseorang sudah mencapai keseimbangan, seimbang antara Hablumminannas (hubungan baik dengan manusia dan Hablumminallah (hubungan dengan Allah swt sebagai sang pencipta) -nya. Pada umur ini pun umumnya orang lebih bijak dalam memandang banyak hal. Usia 40 istimewa sampai disebut dalam alquran surat ke 46 (Al-ahqaf ayat 15) yang berbunyi;

...…sehigga apabila anak itu telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa,”Ya, Tuhanku berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

Usia 40 rentang waktu yang cukup panjang terhitung sejak dilahirkan, banyak karunia dan nikmat, sampai  Allah swt mengingatkan untuk bersyukur.

Yap, bulan ini usia saya genap 40 tahun. Iya udah tua hehehe. Btw, Barakallah fii umrik for me. Ya Allah jadikan usia saya berkah, bisa jadi istri  dan ibu sholehah dan lebih banyak berbakti pada orang tua. Nikmat sehat dan rejeki yang Kau limpahkan jangan membuat hati ini menjadi jumawa.

Selasa, 06 Februari 2018

Kejutan Ulang Tahun Mama

2 Februari lalu usia saya bertambah.  Ceritanya dapat kejuatan ulang tahun dari anak – anak. Sebenarnya tidak terlalu terkejut karena dari beberapa hari sebelumnya si sulung sudah bisik - bisik mencurigakan dengan adik dan Abinya dan diakhiri dengan kalimat,”Mama jangan dikasih tahu, rahasia.” Sebelumnya bertanya,”Tanggal 2 Februari hari apa, Ma?”

Boleh baca Usia 40

Rabu, 31 Januari 2018

ASUS X555QA Menjawab Kebutuhan Ibu Bekerja di Rumah







Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com



Suatu siang, sementara saya duduk depan laptop, si kecil tak jauh dari saya tengah asik mewarnai. Tak lama terdengar sebuah suara, ”Permisi, Gojek!”
Si kecil berlari ke arah jendela. “Ma, gojek datang!” teriaknya. Saya beranjak dari depan laptop dan membuka pintu.

“Siang Bu, dengan Diawan*?”
“Oh iya Pak, ini paketnya,” Saya menyerahkan sebuah bungkusan yang sudah saya siapkan  di atas meja teras. “Ditumpuk di belakang saja kali ya Pak,” ujar saya sambil menunjuk dua bungkusan yang sudah bertumpuk di jok belakang motor.

Selain memasarkan di market place juga di instagram @anggrek.hias

“Iya Bu,” Abang gojek mengeluarkan tali rapia dan mengikatnya.
“Itu perangkap tikuskan ya?” tanya saya pada sebuah bungus plastik yang transparan. Kotak dari kawat dengan satu jungkitan itu sangat familiar sebagai perangkap tikus.

“Iya, Bu.”

“Wah ada juga yang jualan online perangkap tikus,” ujar saya dengan kagum. Kagum karena kok ya kepikiran jualan online perangkap tikus model jadul yang biasa dijual di pasar tradisional. Tapi untuk orang yang tinggal di perumahan tengah kota yang jauh ke pasar tradisional, ya mending beli online daripada macet – macetan. Jaman sekarang apa sih yang tidak dijual secara online, semua ada, terlebih beberapa market place sudah bekerja sama dengan layanan ojol, makin mudah jualan online apapun.

Boleh baca Pengalaman Pertama Mengikuti Pameran Bunga 

Ehm, saya jadi teringat ujaran seorang teman yang bertanya dengan wajah bengong waktu tahu saya jualan bunga hidup (bukan bunga plastik)  secara online. Memang bisa? Bagaimana kirimnya? Tidak mati jalan? Tidak rusak? Resiko selalu ada tapi seiring waktu dengan pengalaman dan belajar, saya mulai bisa mengurangi resiko di atas karena pengetahuan saya mengenai packing dan pengenalan sifat tanaman bertambah.


“Saya permisi dulu Bu,” ujaran abang gojek membuyarkan lamunan saya.
Saya kembali ke depan laptop, melanjutkan kerjaan yang tadi tertunda, mengeprint faktur pembelian yang berisi alamat kirim dan barcode untuk ditempelkan di paket yang akan dijemput sore ini oleh seorang kurir ekspedisi X. salah satu market place di mana saya berjualan dan bekerja sama dengan ekspedisi tertentu mengharuskan mengeprint faktur dan barcode, memang sedikit repot tapi jadi nampak lebih profesional.

Bekerja dari rumah tak semudah yang dibayangkan
Bekerja di rumah tidak semudah yang saya bayangkan saat masih ngantor. Perlu waktu setahun berdamai dengan diri sendiri, menyadari kalau bekerja dari rumah tidak semudah menjentikkan jari. Tidak ada pilihan sempurna antara  bekerja di kantor atau rumah. Masing – masing punya tantangan berbeda. Kini saya menikmati menjalani peran ibu rumah tangga yang  nyambi ini itu.

Beberapa teman pernah bertanya kok sempat sih nulis blog, jualan online, ngurus kebun (warehousenya jualan online saya heheh), sempat juga motret – motret , punya art 2 ya?


Empat hal yang membuat saya bisa melakukan semuanya dengan bahagia;

Rasa suka, mampu menyingkirkan alasan tidak ada waktu atau lelah, benar kan? Kalau udah suka pasti dicari celah untuk bisa dilakukan walaupun harus mengorbankan sedikit jam tidur atau memilih tidak menonton tv.

Bisa menentukan prioritas dan membagi waktu. Bagi saya keluarga adalah prioritas utama jadi jika dihadapkan pada dua pilihan yang waktunya bersamaan antara keluarga dan pekerjaan saya pilih keluarga.  Untuk jualan online saya mempunyai karyawan paruh waktu. Urusan rumah tangga dikerjakan sendiri tapi sangat terbantu dengan jasa laudry dan gofood. Saya memiliki jam – jam khusus dengan anak – anak yang sebisa mungkin tidak diganggu pekerjaan yaitu dari magrib hingga jam 9 malam.

Dukungan keluarga, ini yang utama, tanpa dukungan suami dan anak – anak, saya tidak bisa melakukannya. Dukungan membuat mereka pengertian saat perhatian harus terbagi dengan pekerjaan. Mereka juga ringan tangan untuk membantu jika dibutuhkan.

Akses internet dan perangkat pendukungnya adalah modal utama karena semua aktivitas pekerjaan dilakukan dari rumah. Handphone dan laptop, menjadi barang wajib.

Laptop yang tak tergantikan
Bagi saya laptop  tidak bisa digantikan handphone, salah satunya seperti yang saya tulis di atas, untuk  mengeprint faktur dan barcode.

Terlebih untuk urusan menulis dan ngeblog,  saya lebih suka dengan laptop selain karena data bisa tersimpan lebih rapih dan tersusun juga bebas pegal karena saya bisa mengetik dengan posisi nyaman. Pernah menulis untuk blog di handphone beberapa waktu lalu karena laptop diinapkan di  service center. Rasanya lebih lelah karena mau copy paste atau copy link saja perlu beberapa kali touch. Salut sama teman – teman blogger yang bisa menulis blog post via handphone. 

Laptop yang saya  miliki jadul, dibeliin Pak suami sekitar tahun 2011 sebagai bentuk dukungan sama hobi istrinya,  nulis dan ngeblog. Waktu itu masih ngantor beum kepikir jualan online, jualan online baru setahun terakhir ini.


Bekerja di rumah
Dari penampilannya terlihat kan kalau laptop ini berat, bukan hanya itu, karena usia baterainya pun sudah lemah jadi jika tidak sambil di charger laptop tidak bisa nyala.

Intip – intip ulasan laptop di google, hati tertambat pada laptop ASUS X555QA karena spesifikasinya cocok untuk Ibu bekerja dari rumah seperti saya. Seperti apa spesifikasinya? Boleh baca ulasannya berikut ini:

Desain; Walaupun laptop lebih sering dipakai di rumah nggak  salah donk kalau saya mau yang desainnya stylish.  Saya percaya laptop dengan desain bagus menambah mood kerja.  Selain stylish desain ASUS X555QA nampak kokoh karena desain metal brush di setiap bagian laptop, baik lapisan luar layar maupun penampang keyboard.

Foto ASUS X555QA pinjaman dari teknologi.metronews.com

Ringan; Bobotnya  ASUS X555QA hanya 2.3 kg, bisa dipegang/ditenteng dengan satu tangan. Cocok banget untuk Mama bekerja di rumah seperti saya, yang kerjanya fast moving, pindah satu satu ke ruangan lain sesuai kebutuhan. Laptop-an di dapur, perpustakaan, meja teras depan atau belakang. Hanya kalau malam hari saat anak – anak tidur saya laptop-an di meja kamar.   Dimensi ASUS X555QA 328 x 256 x 25.8 mm dengan ukuran layar 15.6 inci dilengkapi optical disc drive sehingga lebar dan tebal. Jadi walaupun bobotnya ringan tidak ringkih.


Kapasitas penyimpanan besar; Karena laptop digunakan juga oleh si sulung (yang sudah belajar computer di sekolahnya dan belajar membuat animasi), saya perlu laptop dengan kapasitas penyimpanan besar,  ASUS X555QA menyediakan 1 TB dengan sejenis perangkat HDD. Untuk menyimpan saya sendiri selain untuk menyimpan foto keluarga, foto hasil latihan memotret, arsip  tulisan juga menyimpan data keuangan jual beli. Ya, walaupun jualan onlinenya baru kapasitas home industry saya membukukannya secara rapih. Data penjualan dan pembelian perhari dicatat, laba akan dihitung setiap akhir bulan, istilahnya closing hehehe. Mungkin karena terbiasa waktu masih ngantor segala sesuatu harus tertulis sebagai laporan jadi saat buka wirausaha walaupun kecil – kecilan, merasa harus tercatat.

Laptop juga kadang di pinjam Papanya anak – anak untuk main games karena laptop miliknya laptop inventaris kantor yang tidak boleh diisi hal lain selain urusan kantor.

Akses cepat; Kapasitas RAM yang disediakan ASUS X555QA sebesar 4GB dan 8GB, dilengkapi built-in Bluetooth 4.0 proses berbagai data jauh lebih cepat dan koneksi Wi-FI intergrated 802.11AC dan 902.11 b/g/n. Cocok banget untuk pekerjaan saya yang harus selalu terkoneksi internet cepat dan dimana saja. Didukung dengan prosesor seri A, AMD A10-9620P dengan kartu grafis terintegrasi AMD Radeon R5 430.

Nyaman di gunakan; Dengan layar LCD berukuran 15.6 inci dan resolusi 1366 x 768, menjadikan ASUS X555QA nyaman dan dengan kualitas warna cerah. Keyboardnya pun lengkap dengan tombol numpad di bagian kanan. Tersedia ruang untuk penampang tangan serta trackpad yang membuat mengetik menjadi nyaman.  Posisi mengetik nyaman ini penting agar tidak pegal dan tulisan selesai sesuai rencana. Oh ya kapasitas baterai cukup tahan lama, bisa sampai 10 jam. Jadi tidak perlu sering nge-charge.

Nyaman digunakan

Fitur lengkap; Karena Mama juga perlu me time dan me time favorit saya adalah nonton DVD saat anak – anak tidur malam. Nah ASUS X555QA walaupun beratnya ringan tetap dilengkapi optical disk drive berupa super multi DVD tambahan lagi audio yang digunakan adalah sonic master sehingga kualitas suara yang dihasilkan jernih dan bulat, tidak pecah saat volume dimaksimalkan. Dengan software Cinebench laptop ASUS X555QA melakukan rendering foto dan video dengan cepat dan baik. Bisa puas deh nonton DVD di laptop ASUS X555QA , secara gitu ya anak – anak masih kecil jarang nonton ke bioskop, kalaupun nonton ya film anak – anak.

Port ASUS X555QA sangat lengkap mulai dari LAN, 1 port USB 2.0, 2 port USB 3.0, HDMI, VGA dan lubang card reader yang mendukung jenis kartu memori SD, SDXC dan SDHC. Wow jadi ga bingung kan kalau mau pindah – pindahin data karena sudah komplit.

Satu lagi kelebihan ASUS X555QA yaitu harga terhitung murah untuk laptop sekelasnya, kurang lebih 6 juta rupiah. Spesifikasi lebih lengkap dan harga bisa dilihat di sini

Kesimpulannya, Laptop ASUS X555QA sangat mumpuni  menemani keseharian para Mama untuk bekerja di rumah, me time (nonton atau main games), menemani bermain dan belajar anak – anak (googling, buka youtube, membuat animasi sederhana dsb). Ehm, semoga impian punya laptop ASUS X555QA tercapai. Aamiin. 

Add caption


Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com


keterangan;
Diawan nama tokoonline saya di Tokopedia





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...