Senin, 23 Oktober 2017

Good Friends Good Life



Sahabat yang datang dan pergi
Persahabatan saya berganti, seiring usia, aktivitas  dan tempat tinggal. Saat merantau ke Jakarta (pindah kerja dan ikut suami) berlahan dan tanpa sengaja persahabatan dengan teman – teman sebaya di lingkungan rumah berlahan memudar – kami bersahabat sejak sekolah dasar hingga masing – masing dari kami kuliah dan bekerja – saat salah satu dari kami menikah, kami ikut bantu dan jadi pagar ayu. Persahabatan yang paling seru karena kami melewati masa pubertas hingga jatuh cinta serius (sampai menikah) bersama. Kami tidak selalu satu sekolah tapi tetap bersahabat dan karena kami anak – anak ndeso, kami tidak mengalami masa – masa galau pengen ngedugem, nyoba pacaran aneh – aneh atau berkelakuan aneh. Salah satu yang jadi kehebohan kami saling tukar pinjam novel Agatha Christie, majalah gadis, bukunya lupus, dan novel – novel cinta jaman itu heheheh.

Jika mudik pun hanya sesekali bertemu, sebenarnya selalu ingin bertemu mereka tapi apa daya ada kalanya setelah begitu bersemangat membuat janji batal kumpul karena mendadak ada acara keluarga masing – masing. Kini saat bertemu di media sosial hanya sekedar hai dan like. Bukan karena tidak ingin ngobrol tapi kalau obrolan panjang kan enaknya face to face.

Setelah belasan tahun tidak bertemu mudik kemarin bertemu teman saat kuliah, kami tidak kampus, teman nongkrong di sebuah toko buku

Masuk dunia kerja saya menemukan sahabat – sahabat baru, aktif jadi blogger bertemu sahabat baru. Pindah tempat tinggal bertemu sahabat baru. Jadi macan ternak bertemu sahabat baru.  

Menemukan sahabat memang tidak mudah karena biasanya harus ada kesamaan dan chimestry. Biasanya kesamaan minat yang membuat kami bersahabat dan tidak harus selalu kesamaan minatnya itu menulis atau blogger hehehe.

Bersahabat dengan lawan jenis setelah menikah? Saya tidak
Setelah menikah saya tidak punya teman apalagi sahabat  lawan jenis. Bertemu bapak – bapak tetangga sekedar mengganggukan kepala kalau bertemu bertanda kenal.

Saya berprinsip tidak ada persahabatan/pertemanan dengan lawan jenis setelah menikah. Kalau saya bergabung dengan WAG teman kuliah atau sma, obrolan hanya di grup tidak pernah japri pun kalau bertanya suatu hal pada seseorang, saya memilih nanya di grup. Ikut kopdar kalau rame – rame dan masing – masing biasanya membawa keluarga.

Alasan saya menghindari berteman dengan lawan jenis setelah menikah, khawatir obrolan jadi mendalam lalu timbul simpati lalu seperti kata  pepatah soko kulino jalaran tresno, karena sering bertemu jadi jatuh cinta (jaman sekarang bertemu tidak harus secara fisik obrolan mendalam via WA bisa memunculkan benih cinta) dan menurut agama yang pahami, nafsu itu mudah banget diletupkan apalagi dalam hubungan lawan jenis. Bukan kebetulan saya dan Pak suami sama – sama tidak punya mantan, jadi sejauh ini tidak ada teman dari masa lalu yang bikin  baper hehehe.

Memiliki teman/sahabat bagi saya hal penting
Saya bukan termasuk orang yang supel, tidak terlalu pandai basa – basi, malah sejak kecil orang selalu bilang saya jutek hahaha. Sebenarnya karena saya tidak pandai membuka pembicaraan, memilih diam dan sedikit pilih – pilih kalau berteman, mencari yang memiliki kesamaan  frekuensi, istilahnya. Walaupun tidak supel saya tipe yang butuh teman dan senang berteman. Dan lima hal berikut yang membuat saya merasa harus memiliki teman atau sahabat walaupun sudah menikah.

Teman ngobrol
Ngobrol dari basa – basi sampai isu yang lagi hits. Tapi kalau bertemu teman bu tetangga atau sesame macan ternak, kita tidak pernah ngobrolin politik atau gosip selebritis. Obrolan pasti seputar sekolah anak – anak, sharing kalau anak sakit, komentari harga kebutuhan di pasar.

Teman  saling menginspirasi
Berteman dengan macan ternak tidak selalu ngobrolin harga tas, baju atau kosmetik lho, mungkin itu tergantung levelnya hahaha kita mah macan ternak non sosialita. Contohnya Pagi berfaedah hari kamis minggu lalu saya dan macan ternak lain dijamu sarapan (habis mengantar anak sekolah), ngobrolin belajar jahit autodidak, bikin gorden, seprei dan taplak meja sendiri.

Dalam satu tahun ajaran hanya 2 atau 3 kali kumpul rujakan dengan
para mama cantik antar anak di sekolah TK adik,
sekalian ngebahas kegiatan sekolah anak - anak 

“Kalau bikin seprei atau gorden cuma lurus doank. Kalau bikin gamis aku belajar dari youtube,” Ujar mommy Bara.  Saya lihat gorden kolong dapur bikinannya yang rapih. Jadi terinspirasi mencoba mesin jahit di rumah yang sudah terpajang manis di ruang perpus selama setahun. Dipake kalau Ibu ke rumah karena saya tidak bisa memakainya. Gara –  gara bertemu macan ternak kemarin, saya mulai deh coba – coba dan merasa harus bisa.

Teman penyemangat mencari ilmu
Gabung di majelis talim orang tua murid sekolah si sulung, majelis talim khusus perempuan. Alhamdulillah kesampaian belajar tahsin lagi – terakhir belajar tahsin waktu kuliah dan sudah banyak yang lupa.  Jadi semangat juga mengikuti kajian keagamaan karena membaca buku sendiri sudah mulai malas hehehe.

Teman satu minat/hobi
Hobi nulis di blog, motret, koleksi anggrek dan tanaman hias (sekalian jualan), menemukan teman hobi di media sosial. Sesekali kopdar.


Alhamdulillah Pak suami mendukung kalau saya kopdar dengan teman – teman sesama Ibu – ibu yang sehobi. Malah mendorong untuk melakukannya secara rutin karena katanya berteman membuat berkembang. Dan hiburan juga sih masa iya harus ngurusin urusan dapur, sumur dan kasur melulu hehehe. Aktualisasi diri bagi IRT macam saya walaupun bukan hal urgent tapi penting agar tetap bahagia, nggak gampang stress dan tidak melulu mikiran pekerjaan rumah dan anak – anak . Happy mom happy family. 


Tulisan ini merupakan bagian dari #KEBloggingCollab dari Grup Butet Manurung dengan Post Trigger tentang Persahabatan Setehah Menikah  di Web KEB ditulis oleh Mak Ophi Ziadah Pemilik http://www.ophiziadah.com

Di Grup Butet Manurung juga ada tulisan tentang find your girlfriends in life   Batas persahabatan lelaki dan perempuan

Kamis, 19 Oktober 2017

Preloved Book

Assalamualaikum teman,

Cerita  mau melelang beberapa buku koleksi saya karena rak buku di rumah sudah overload hehehe. Beberapa buku sudah saya berikan pada teman/anak tetangga yang berminat. Dan masih ada beberapa buku yang gratis hanya tinggal ganti ongkir, kalau mau free ongkir silahkan mampir ke rumah saya untuk mengambilnya hehehe.

Ternyata perlu waktu berbulan - bulan untuk memutuskan melepas buku - buku ini, pertimbangan utamanya siapa tahu nanti kepake untuk literatur kalau saya mau nulis, pertimbangan kedua rasa sayang hehehe, maklumlah ya saya baru kebeli buku setelah punya uang sendiri yaitu pas kuliah saat nyambi jadi guru privat.

Bisa dibilang setiap buku yang dibeli punya cerita.  Biar tidak kepanjangan langsung aja ya teman, berikut buku - buku yang saya lepas, yang berminat silahkan WA 08118555550,  sebutkan judul buku yang diminati berikut alamat kirim, maksimal transfer 24 jam setelah pesan , jika lewat buku saya berikan pada  peminat berikutnya.

Semua buku dalam kondisi baik tidak sobek dan lecek.

1. Buku free hanya ganti ongkir

jurnal perempuan 

biography barak obama dan buku lain 

2. Lima ribu rupiah saja

i love momday, succes parenting, a cup a tea for single mom, love of mom 

bahagia ketika ikhlas, sebelum aku jadi istrimu, emak ingin naik haji dan blue romance (fiksi)

anakku sehat tanpa obat, beautiful mistake (fiksi), forgotten massacre, mompower, usg yur baby 

3. Sepuluh ribu




4. Lima belas ribu saja


Memanfaatkan Voucher Diskon Tempat Wisata untuk Liburan Akhir Pekan

Weekend ngapain ya? Pernah terbersit pertanyaan itu? Kalau saya kadang – kadang iya, terutama kalau udah pengen jalan – jalan hehehe, minimal jalan – jalan di dalam  kota, cuci mata di mall sekalian ke tokbuk, coba kuliner baru di sekitaran BSD, atau hunting tanaman *edisi tukang tanaman*.

Biar ga bingung dan bisa menentukan mau kemana weekend ini? Kadang saya membuat list, agar jalan – jalan diusahakan tidak ke tempat yang sama setiap bulannya, agar jadi bahan eksplorasi buat anak – anak.



Olahraga
Karena judulnya sekalian jalan – jalan, untuk olahraga biasanya kami memilih Taman Kota BSD 1 atau 2. Asik lho tempatnya, banyak pohon besar jadi udara sejuk. Kalau mau sekalian kuliner kami memilih Taman kota BSD 1, karena di sana banyak pilihan jajajan *ini mau olahraga atau jajan?*

Jumat, 13 Oktober 2017

[Home Living] Rumah Rapih dengan Rak Dinding

Sudah lama mengidam – ngidamkan memiliki  beberapa rak dinding untuk mengatasi ‘keberantakan’ beberapa barang (terutama yang jarang digunakan tapi penting – misal perabot khas Bapak – bapak; palu dan teman – temannya)  karena belum ada tempat penyimpanan yang pas, akhirnya penumpuk dan tergeletak ditempat tak tentu. Efeknya suka rempong saat membutuhkan karena tak terlihat, entah karena terhalang atau tertumpuk barang lain, atau  lupa menyimpannya. Ada yang pernah mengalami hal yang sama? Solusinya permanennya sih punya gudang dengan rak susun hehehe. Tapi berhubung rumah kami luas nya hanya segitu – gitunya pun keuangan belum cukup untuk membuat gudang, jadilah harus diakali dengan cara hemat dan praktis, salah satunya rak dinding.

satu dari beberapa rak dinding buatan Pak suami

Kamis, 05 Oktober 2017

Kandungan Gizi Daging Ayam dan Telur Membuat Sehat dan Cerdas

Telur ayam dan daging ayam adalah makanan favorit kami sekeluarga. Khusus untuk telur ayam, ketersediannya selalu ada di rumah alasannya karena telur  solusi cepat untuk keadaan darurat lapar karena bangun kesiangan - sementara anak – anak dan Ayahnya  harus sarapan sebelum pergi ke sekolah dan kantor - atau tengah malam lapar karena keasikan begadang.   

TELUR
stok telur di rumah 
Kebiasaan menyetok telur ini saya tiru dari Ibu. Dan saya selalu ingat nasehatnya,”Minimal anak – anak dikasih makan telur dan sayur hijau bening, jangan cuma kerupuk dan kecap, tidak ada gizinya.” Kalau diingat – ingat itu juga yang terjadi pada kami saat kecil, kalaupun keuangan keluarga sedang menipis lauknya tetap telur, walaupun satu telor untuk berdua.

Untuk ukuran orang yang tinggal diperkampungan dengan lingkungan menengah ke bawah secara ekonomi dan status sosial, pengetahuan Ibu soal pemenuhan gizi keluarga saya acungi jempol dan itu saya sadari setelah dewasa dan memiliki anak – anak. Saya pun jadi tahu alasan Ibu memilih telor, karena kandungan gizi telur cukup lengkap, mengandung beragam vitamin, mineral dan proteinnya sangat bagus untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak - anak. Mungkin itu salah satu faktor yang membuat kelima anak Ibu tumbuh sehat dan cerdas.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...