Rabu, 13 Juni 2018

Sop Komplit Premium Sausage Original So Good

Ramadan pertama untuk si kecil KAE. Jika tahun sebelumnya belajar puasa tapi sahurnya saat sarapan, tahun ini ikut sahur bareng. Bukan tanpa drama,”Ma, aku buka puasa ya, lapar,” pintanya padahal jam di dinding baru menunjukkan pukul 9 pagi.

“Belum juga adzan dzuhur, kalau buka sekarang Mamanya juga belum masak nasi.”
“Aku kan punya Oreo kemarin,” katanya. Nah, jadi sebenarnya tidak lapar kan?
Karena saya tidak mengijinkan buka puasa  rengekannya berubah tangisan hingga akhirnya dia tertidur kelelahan.

Sebenarnya drama dimulai sejak mulai dibangunkan sahur. 

Senin, 04 Juni 2018

Monkey See Monkey Do

Ada yang pernah menonton animasi film seri Monkey See Monkey Do? Bukan film sepenuhnya, kartun untuk balita ini menggambarkan seorang monyet yang menjelaskan dan memperagakan beragam gerak atau bunyi hewan. Anak – anak balita yang ada di film ini akan menirukan. Jadi semacam film untuk stimulasi.

Istilah Monkey See Monkey Do digunakan juga dalam dunia parenting untuk menggambarkan bagaimana seorang anak dengan cepat dan tangkas peniru sebuah perilaku, terutama perilaku dari orang-orang terdekatnya, seperti orangtua.

Vlog ala - ala untuk disimpan sendiri :)
Perilaku anak yang ditiru dari orangtuanya kemungkinan besar menjadi karakternya. Kalau yang ditiru yang positif saja tentu tak perlu khawatir. Masalahnya, anak meniru apapun, baik maupun buruk, pun jika kelak setelah dewasa dia tahu perilaku yang ditirunya itu buruk – karena sudah kebiasaan sukar dihilangkan. Sementara saya sebagai orangtua, kadang tidak bisa menyembunyikan rasa kesal atau marah dengan menaikkan suara, menggerutu dsb. Duh, feeling quilty ya…semoga Allah selalu menjaga anak – anak dari perilaku buruk.

Perilaku Monkey See Monkey Do yang terjadi baru – baru ini pada si sulung saya adalah meniru kebiasaan mamanya  di  media sosial terutama Instagram, karena saya memang kurang aktif di FB maupun twitter. Di IG juga tidak setiap hari update foto sih tapi mungkin karena berupa gambar, si sulung jadi lebih mudah paham dan tahu. Yap, dia punya akun IG (private).


Dia mulai suka membuat  vlog apa saja dari kucing peliharaan sampai DIY – ini karena melihat mamanya membuat vlog untuk keperluan blog (terutama lomba). Dia mulai ikutan foto ini itu buat di IG. Memang masih undercontrol karena dia hanya bisa mengakses IGnya melalui handphone saya atau Abinya.

Tapi saya mulai khawatir karena usianya yang masih anak – anak (10 y) jika tanpa pengarahan akan kebablasan. Kebablasan jadi suka pujian di media sosial, padahal Mamanya lebih pada kerjaan (membela diri heheh… ya sebisa saya menahan diri untuk tidak smeua hal diposting di media sosial, IG). Foto makanan karena ingin belajar food fotography atau untuk ikut lomba, postingan liburan untuk mendukung blog, intinya biar IG hidup jadi dilirik buat campaign heheh.

So, agar tidak kebablasan dan si sulung tetap pada traknya sebagai anak usia 10 yang masih lugu dan polos, dan paham bermedia sosial yang baik, saya melakukan hal – hal berikut;

Membatasi akses media sosial si sulung (dia hanya memiliki Instagram), hanya melalui hp saya dan abinya, waktunya pun dibatasi.

Mengajarkan memilah hal yang boleh dan tidak boleh diposting di IG. Misal soal aurat, selfie boleh sesekali tapi perhatian sikap tubuh dan aurat. Tidak semua hal yang sedang kita lakukan  di posting di IG agar tidak terbersit rasa sombong.

Menulis caption atau komentar dengan sopan. Media sosial juga ada sopan santunnya lho Kak, seperti saat kita ngobrol ketemu orang, begitu yang selalu saya katakan pada si sulung, jadi kalau tidak suka sama postingan orang atau kesal sama foto orang, tidak boleh mencaci maki. Saya ingatkan ada hukum ITE, bisa dilaporkan ke polisi.

Pamer atau sombong itu dosa, soal itu kami sudah sepakat. Jadi kalau Mama foto – foto makanan di IG bukan sekedar pamer tapi untuk lomba dan latihan foto. Soal pamer memang hanya hati yang tahu. Jadi saat kita posting karena ada rasa pamer di hati, sebaiknya tidak posting.


Jadi walaupun si sulung sudah sering membuat vlog sederhana atau foto ini itu, saya masih membatasinya untuk dipost di media sosialnya.  Saya ingin dia paham dan bisa bijak  bermedia sosial jadi hanya mempsoting hal yang baik, syukur - syukur bermanfaat.  

Tulisan ini merupakan post respon dari Grup #KEBloggingCollab Butet Manurung terhadap tulisan Mak Merry Meirida di website KEB tentang melatih dan menyikapi anak kidal. Mak Merry merupakan pemilik Blog  http://www.meirida.my.id Ibu satu anak yang menyukai K-Drama.



Selasa, 29 Mei 2018

Bebelac GO! Nutrisi untuk Anak Aktif dan Kreatif

Memasuki usia 6 tahun si kecil Khalif makin aktif. Hanya mau duduk diam kalau kelelahan setelah beraktivitas. Kalau sedang sendirian pun dia bisa duduk manis,  tangannya bergerak kalau tidak menggambar, menyusun lego dan baca buku.

Di usia aktifnya ini sayang  sekali kalau tidak sekalian diarahkan bereksplorasi agar bakat dan minatnya berlihat dan terasah.  Dan sebagai Mama saya ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang kreatif. 

Bicara soal kreatif apa sih yang ada di benak Mama - mama kalau mendengar kata kreatif? Orang yang banyak ide dan idenya out of the box? Dengan kemampuannya berpikir berbeda dengan orang pada umumnya, si kreatif bisa menemukan, menciptakan dan mengkolaborasi sesuatu menjadi hal baru. Orang kreatif umumnya berpikir lebih fleksibel dan tak pernah kehilangan akal untuk mencari cara keluar dari masalah tak heran jika mereka sukses dalam kehidupannya. Sukses bukan dalam arti sebatas banyaknya materi tentunya.

Dari baca buku – buku, ini yang coba saya terapkan untuk mengeksplorasi kreativitas si kecil;

Membuat mereka suka membaca; Apa hubungannya dengan kreativitas? Jelas ada donk, bagaimanapun buku bisa jadi sumber inspirasi.

Mengajak anak berkreasi; Secara rutin mengajak anak membuat sesuatu bisa juga menumbuhkan kreatifitasnya. Kalau saya biasanya membuat hal-hal yang sederhana, misal membuat kartu ucapan dari dus bekas, kreasi dari kertas kokoru, mencat toples bekas selai jadi wadah pernak-pernik dia, merubah kardus bekas susu kotak jadi tempat penyimpanan mainan, membuat origami, pokoknya yang simple dan memanfaatkan barang yang ada di rumah. Murah meriah.

Membuat anak  bersahabat dengan alam; Sering – sering mengajak bermain di luar rumah, ke luar rumah tidak berarti harus traveling jauh. Mengunjungi taman kota, main di taman sekitaran perumahan bersama teman – temannya. Secara periodik memang perlu mengajaknya berwisata seperti ke laut, pegunungan atau tempat – tempat baru lainnya.

Mengapresiasi pencapaiannya; Apresiasi membuatnya lebih percaya diri.

Belajar bertanggung jawab; Contoh kecil mengajarinya tanggung jawab adalah membiasakan membereskan mainannya sendiri, saat membereskan rumah yang berantakan bak kapal pecah, sebaiknya libatkan si kecil.

Nutrisi untuk anak aktif dan kreatif

Selain stimulasi untuk menumbuhkan kreativitas anak perlu dukungan nutrisi yang baik, dengan makanan sehat dan susu.


Bebelac GO! Dari Bebelac

Anak – anak di rumah masih mengkonsumsi susu dan sejak masuk usia sekolah (taman kanak - kanak) mereka memilih susu UHT.

Dan saat ke supermarket kemarin saya melihat ada susu UHT baru, saat saya pegang – pegang karena penasaran si kecil melihat dan berkata,”Kok beda susunya? Aku mau susu itu Mah.” si kecil menyebutnya beda mungkin karena dia juga baru melihat susu  UHT dengan warna dan gambar ini.
“Enak ga?” Tanya saya setelah dia meminumnya.
“Enak Mah, aku suka,” begitu komentar si kecil.

Ini lho susu UHT baru itu. 


Suka rasa vanila dan coklat, tapi lebih
suka rasa coklat 

Bebelac GO! Adalah susu UHT bernutrisi dari Bebelac. Bebelac GO!  Mendukung pemenuhan nutrisi si kecil dimanapun dibutuhkan agar dia tumbuh menjadi anak hebat.

Bebelac GO! Enak dan bernutrisi, terdiri dari dua varian rasa; coklat dan vanilla.
Si kecil suka rasa coklat dan vanilla. “Aku suka dua-duanya,” begitu katanya

Berbeda dengan susu UHT lain, Bebelac GO!  Mengandung omega 3 & 6 yang penting untuk pertumbuhan sel - sel otak si kecil.
Bebelac GO! Mengandung serat pangan inulin yaitu nutrisi yang mendukung fungsi saluran cerna anak.

Bebelac GO! Mengandung 10 vitamin dan 3 mineral yang mendukung pertumbuhan optimal si kecil.

Dengan kemasan seperti ini Bebelac GO! Praktis, memudahkan saya memenuhi nutrisi si kecil saat tidak di rumah. Saya membawakan si kecil Bebelac GO! Untuk bekal sekolah dan saat ke luar rumah jalan - jalan karena perlu energi ekstra untuk beraktivitas.  Seperti minggu lalu saat saya mengajak si kecil ke taman mini, melihat – lihat beberapa museum saya membawa bekal Bebelac GO!


Bebelac GO! Praktis

Jika di rumah bisa berikan Bebelac GO!  Di pagi dan malam hari.

Oh ya kumpulkan BebeRewards selama pembelian Bebelac GO! Dan tukarkan point dengan berbagai hadiah menarik.


Bebelac GO! Sudah tersedia di minimarket dan supermarket terdekat atau e-commerce kesayangan Ibu. Sebelumnya registrasi dulu di Bebeclub

Saatnya pilih yang bernutrisi untuk si kecil dengan Bebelac GO!

Jumat, 25 Mei 2018

Spesifikasi Oppo F3 Plus

Selfie expert? Ya Oppo. Sekeren apa sih Oppo hingga dijuluki selfie expert? Nah buat teman - teman yang sedang menari handphone dengan fitur maksimal, harga terjangkau dan tentunya kualitas foto bagus, boleh dibaca nih spesifikasi Oppo F3 Plus. 



Harga handphone ini juga cukup mahal di pasaran dengan harga sekitar 6,5 juta rupiah. Handphone ini bisa untuk membelinya di toko online, toko handphone, dan juga gerai Oppo untuk mendapatkan harga yang paling terjangkau. Handphone Oppo F3 Plus mempunyai kualitas yang baik dengan spesifikasi yang mumpuni. Misalnya spesifikasi lengkap dari handphone ini adalah sebagai berikut ini:

Selasa, 15 Mei 2018

Menjaga Berat Badan dengan Olahraga Teratur dan Minum Slim&Fit

Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan lalu kami  mencanangkan hari minggu sebagai hari olahraga bersama sekeluarga, di lain hari Pak suami punya jadwal olahraga bareng teman – teman kantornya sepulang kerja. Anak – anak selain olahraga di sekolah, Si sulung ikut ekskul silat.

Olahraga asik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...