Minggu, 23 Juli 2017

Kreasi Premium Sausage Original So Good Praktis dan Kaya Gizi

Kreasi So Good untuk Menu Keluarga
Banyak hal kecil yang membuat seorang Mama bahagia. Hal yang bagi orang/Mama lain mungkin sepele dan remeh. Contohnya, saya bahagia banget waktu si sulung akhirnya suka sayur asem, kangkung, labu, buncis. Seiring usia sayuran dan buah yang disukainya bertambah. Yap, kedua anak saya sempat mengalami picky eater. Dan problem ini sepertinya banyak juga dialami Mama lain.

Saya pernah membaca artikel yang menyebutkan beberapa  anak akan mengalami masa picky eater, namun bukan berarti dibiarkan dengan asumsi nanti juga tidak picky eater.  Jika dibiarkan  berlarut – larut bisa jadi terbawa hingga dewasa, suka pilih – pilih makanan dan tidak suka sayuran.

Gejala picky eater adalah makan hanya sedikit, sulit mencoba makanan baru, tidak menyukai makanan tertentu namun begitu si anak picky eater memiliki makanan yang paling disukai.

Pada beberapa balita picky eater biasanya karena anak lebih suka minum susu dan jajanan,  pada anak yang lebih besar biasanya menolak makan sayur/buah atau hanya menyukai sayuran/buah tertentu atau malah tidak suka  sayur/buah, sukanya makanan yang gurih – gurih saja.

Dari pengalaman dua anak yang sempat picky eater, salah satu hal penting untuk menghadapinya adalah jangan malas mencoba menu dan variasi makanan baru. Memvariasikan dan mencoba menu baru penting karena bisa jadi anak picky eater bukan karena tidak suka makanan tertentu tapi merasa asing pada makanan baru hingga tidak mau mencoba.

Hal berikut yang mungkin membuat anak picky eater;
  1. Anak tidak suka makanan tertentu karena tidak mau mencoba mencicipi. Ini kerap terjadi anak si sulung saya dulu, belum dicoba sudah bilang tidak mau/tidak suka, hanya karena makanan itu asing baginya, belum pernah melihat saya dan Papanya makan. Jadi dia kadung berasumsi, makanan itu aneh.
  2. Tidak suka karena cara mengolahnya tidak tepat alias rasanya jadi tidak sesuai selera mereka.  Seperti misalnya si sulung lebih suka wortel dibuat sup daripada ditumis atau dimasak capcay.
  3. Memilih kematangan sayuran yang tepat. Beberapa sayuran yang dipanen terlalu tua biasanya rasanya agak pahit atau rasa manisnya berkurang. Misal kacang panjang dan buncis. Untuk buncis saya biasanya memilih baby buncis karena rasanya ada manis – manisnya dan seratnya lunak. Anak – anak yang asalnya tidak suka buncis sejak memasak baby buncis jadi suka.
  4. Bosan makan yang itu – itu saja atau sajian kurang menarik. Jangankan anak – anak ya kita saja bosan jika makan yang itu itu saja. Dan sajian menarik bisa mendongkrak selera makan.
Setiap hari mengusahakan menu makan berbeda, walaupun anak – anak  tidak suka, meminta mereka mencoba – kadang saya memaksa mereka untuk mencoba. Agar mereka tetap mau makan saya sediakan juga makanan kesukaan anak-anak, jadi dimakan bersamaan dengan makanan yang baru mau dicoba atau makan yang tidak disukai.

Kedua si kecil saya suka banget ayam goreng tapi tentu tidak setiap masak ayam digoreng, saya selalu variasikan.

Boleh baca  resep Ayam Panggang Madu So Good


Selain ayam, makanan kesukaan anak – anak adalah chicken nugget dan sosis, kedua makanan ini sepertinya menjadi makanan favorit hampir semua anak. Walaupun kedua makanan ini praktis tinggal goreng saya mengusahakan memvariasikannya dicampur dengan bahan makanan lain sehingga citarasa dan nilai gizinya bertambah.


Berkreasi dengan  Premium Sausage Original So Good 
Beberapa waktu saya mencoba membuat menu bekal sekolah dari  Premium Sausage Original So Good. Disebut sosis premium karena diolah dari daging berkualitas dengan komposisi daging yang lebih banyak. Jadi tidak heran jika harganya  lebih mahal dari harga sosis pada umumnya.  Rasa dagingnya terasa banget dan rasa msgnya tidak tajam, ini lah yang membuat saya suka.  Kalau biasanya saya jadikan campuran untuk sayur sop, kali ini jadi camilan untuk bekal sekolah atau sarapan praktis.

Selain itu Premium Sausage Original So Good diproduksi secara higienis dan sudah bersertifikat halal.

Tahu Telur Premium Sausage Original So Good




Bahan (takaran 1 porsi)
Premiun Sausage Original So Good yang sudah direbus/kukus, iris
Satu butir telur
satu potong tahu, hancurkan
beberapa lembar daum bayam
keju parut ½ sdm
merica


Cara membuat
iris ukuran kecil
kocok telur, masukkan tahu, Premium Sausage Original So Good, keju, merica, bayam. Campur hingga rata.
Panaskan wajan antilengket ukuran kecil. Masukkan campuran telur, goreng hingga matang.
Bisa dimakan dengan mayonnaise, saos sambal atau saos.

Roti Goreng Premium Sausage Original So Good



Bahan
3 lembar roti
Premiun Sausage Original So Good yang sudah direbus/kukus, potong
keju parut/lembaran
Selada air
Telur, kocok
Tepung panir/tepung roti



Cara membuat
Letakkan diatas roti selada air, sosis dan keju, gulung, tekan (jika perlu semat dengan tusukan), gulingkan pada kocokan telur lalu tepuk panir. Lakukan hingga roti habis. Goreng dalam minyak panas.

Nasi Premiun Sausage Original So Good gulung telur
Memanfaatkan nasi sisa kemarin dengan cara menggorengnya tanpa minyak dan tambahkan potongan keju dan Premiun Sausage Original So Good. Gulung dengan dadar telur. 


Teman - teman punya kreasi lain? Yuk di share

Kedua anak saya masih berproses untuk bisa makan sekali jenis sayuran, alhamdulillah selalu ada kemajuan walaupun bertahap. Berikut tips saya menghadapi si picky eater;
  1. Jangan bosan mencobakan anak – anak beragam menu makanan. Pengalaman memiliki anak picky eater juga yang mendorong saya akhirnya suka masak dan mencoba resep baru. Sebelum nikah beneran ga suka di dapur kecuali kepaksa.
  2. Menvariasikan masakan dan melibatkan anak saat masak. Jangan takut mencoba resep baru. Melibatkan anak saat masak memang lebih repot dan berantakan, tapi itulah momen bisa menjelaskan manfaat makanan sehat dibanding jajan pada anak.
  3. Jadi role model dan jadikan momen makan bersama hal penting.
  4. Mendorong mereka  mengeksplorasi beragam makanan. Jadwal makan diluar saatnya mengenalkan anak pada beragam kuliner nusantara yang tentunya disesuaikan. Mencoba ketoprak, soto, batagor, kupat tahu, gado – gado . Tips saat mencoba makanan baru, sebaiknya jangan pesan satu porsi untuk mereka, setengah atau berdua orangtua.
  5. Kurangi jajanan tidak sehat. Kuliner yes tapi no jajan tidak sehat. Perjelas batasan jajanan sehat dan tidak sehat pada anak.
  6. Jadi role model dan makan bersama menjadi hal penting. Soal jadi role model saya belajar dari Ibu, yang suka hampir semua jenis sayuran dan lalapan. Dulu saya heran dan tergidik setiap melihat Ibu makan tumis pare, leunca atau daun pepaya karena rasanya pahit. Tapi setelah dewasa saya suka ketiga sayuran itu. 
Jadi Mama itu memang proses yang panjang dan harus siap dengan segala problem menghadapi anak.

Video tutorialnya bisa dilihat di sini

  

Sabtu, 22 Juli 2017

Berpetualang dan Bermalam di Arus Liar Sukabumi

Teman-teman yang suka traveling pasti sudah tidak asing dengan nama Arus Liar, salah satu rafting yang ada di Citarik Sukabumi. Tapi Arus Liar tidak hanya menawarkan rafting lho, juga penginapan dengan tiga nuansa berbeda; camping ground, saung tepi sungai (serasa tinggal di desa), atau bungalow walaupun letaknya di tepi sungai namun nuansa sunyinya lebih terasa. Untuk yang hanya berlibur sekeluarga  saya kurang merekomendasikan di bungalow karena area terlalu luas kecuali di bungalow ada tamu lain yang menginap. Bungalow lebih cocok untuk acara gathering kantor karena dilengkapi tanah lapang untuk acara/permainan.

Saya memilih menginap di Saung tepi sungai yang disebut Kampung Ngaloen, dengan pertimbangan tempatnya pas tepi sungai jadi anak – anak bisa bermain dan bisa denger gemericik air sepanjang hari. Waraas pokokna mah.



Penginapan di tepi sungai

Tarif dan Fasilitas
Soal tarif cukup bersahabat, Rp 200.000,- permalam/orang sudah termasuk dua kali makan, pagi dan malam. Belum termasuk tarif rafting sebesar 200 (tarif sudah termasuk  makan siang).  Usia minimal untuk bisa ikut rafting 10 tahun. Kok murah amat? Karena yang ditawarkan penginapan ala – ala menginap di perkampungan jadi fasilitasnya sederhana, tapi tenang, kalau teman – teman pake provider dari si merah yang memang rada mihil, sinyal untuk internetan kuat hehehe. Bandingkan dengan provider lain yang saya juga pake (double sim) di tempat tinggal saya sekarang aja, pinggiran kab. Bogor dan Tangsel, sinyalnya lelet.



Memang tidak ada wifi? Di camp arus liarnya wifi gratis tapi kalau di penginapan harus beli.

Selain makan dua kali sehari, tempat tidur layak, tersedia air mineral  dan kamar mandi bersih. Tanpa tv, jadi yang terdengar hanya gemericik aliran air sungai, pokoknya terasa tinggal di desa jaman dulu. Cocok untuk niis dan rehat sejenak dari keriuhan dan kesibukan kota.

Karena anak-anak masih dibawah usia 10 tahun, saya tidak bisa ikutan rafting. Padahal pengen banget rafting secara terakhir kali rafting ya pas acara kantor 10 tahunan lalu. Semoga next time ada kesempatan. Tapi walaupun nggak bisa ikut rafting seneng banget karena liat anak-anak antusias dan sukacita main di tepi sungai. Di kota mana bisa kayak gini?

Jadi inget masa kecil, sesekali liat teman-teman yang kalau pulang sekolah berenang di Cikapundung kebetulan sekolah saya tidak terlalu jauh dari sungai tersebut dan banyak teman-teman yang rumahnya sekitar sungai Citarum. Karena saya tidak bisa berenang dan tidak punya nyali buat turun ke sungai jadi cuma lihat dari atas saja hahaha.

Saung terletak tepat di tepi  sungai jadi sementara Pak Suami dan teman-temannya rafting saya menemani anak-anak main di sungai. Sungai yang juga merupakan jalur rafting jadi saya sekalian nungguin Bapaknya anak – anak lewat.



Sungainya asli jernih tanpa sampah. Oh ya penginapan berupa saung yang diberi nama Kampung Ngaloen   berjumlah 10 saung. Dari camp Arus Liar (tempat administrasi) sekitar  1 km  dan hanya bisa dilewati jalan setapak, jadi mobil parkir di camp Arus Liar. Tak perlu khawatir soal keamanan di Kampung Ngaloen karena ada satpam yang menjaga 24 jam plus ada warung kecil yang menyediakan kebutuhan darurat seperti sikat gigi, sabun, kopi dan mie rebus. Jadi tak usah khawawatir kelaparan jika malam-malam, tinggal pesan indomie saja . Maklumlah kalau ke jalan raya  medannya tidak asik jika di tempuh malam-malam, horror hahaha.

Menurut cerita  dari bu warung dan Pak satpam, salah satu rahasia bersihnya sungai Citarik karena pemilik rafting (pemilik rafting di sekitar Citarik bukan hanya Arus Liar) turut mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dengan melarang buang sampah ke sungai dan melarang masyarakat menangkap ikan dengan cara diracun atau disetrum.

Masyarakat menuruti himbauan ini karena kehadiran rafting membuka lapangan kerja dan ekonomi terdongkrak. Terbukti di sekitar tempat – tempat rafting ada kios – kios yang menjual barang keperluan rafting seperti sandal gunung dan koas.

Rafting
Tarif rafting sebenarnya ada beberapa macam, tergantung panjang pendeknya jalur rafting yang kita pilih, makin ke hulu tarif bertambah karena berarti jalur rafting makin panjang. Pada saat-saat tertentu (sesi liburan atau cuaca sedang bersahabat) ada pilihan finish rafting di pantai Pelabuhan Ratu. Jarak Arus Liar ke Pelabuhan Ratu sendiri jika di tempuh dengan kendaraan pribadi hanya 1 jam.  Jadi bisa banget nginep dan rafting di Arus Liar terus menikmati sunrise atau sunset di Pelabuhan Ratu.

Tarif rafting dengan jarak menengah sebesar 200 ribu/orang, jika ingin finish sampai pelabuhan rabu nambah 100 ribu/orang.

Kami ke sini sekitar bulan Mei lalu, sebenarnya ini acara Pak Suami dan team di kantornya - acara atas inisiatif teamnya dalam rangka refresing  jadi biaya pribadi. Hanya Pak Suami dan satu temannya yang membawa keluarga tapi temannya belum memiliki anak.

Jalan Cikidang
Teman-teman tahu donk jalur ke Sukabumi itu macet. Untuk mencapai Arus Liar teman-teman bisa lewat jalur alternatif Cikidang, namun jalannya berkelok naik turun dengan tikungan atau turunan/tanjakan cukup tajam jadi tidak direkomendasikan untuk yang masih belajar nyetir. Bonusnya lewat sini, udaranya sejuk karena kanan kiri, kebun sawit, kebun karet, tanah – tanah yang masih perawan selain perkampungan. Perjalanan dari Bogor ke Citarik memakan waktu sekitar 3 jam jika jalan lancar. Saat kami kemari jalan tidak macet hanya di beberapa titik tersendat karena ada pasar atau perbaikan jalan.


Anak – anak Sungai
Sungai di depan penginapan Kampung Ngaloen karena landai dan berbatu jadi tempat main favorit anak – anak lokal terutama pada hari minggu (libur sekolah). Jangan merasa terganggu dengan kehadiran mereka karena mereka sekedar main, berenang, mencari ikan dan melihat orang – orang yang rafting lewat. Seru banget lihat wajah – wajah ceria mereka main air dengan leluasa dan tidak kenal takut berenang menantang arus. Mungkin mereka generasi penerus pemandu rafting atau seperti ini masa kecil para pemandu rafting saat ini, jadi mereka kenal betul arus Citarik. Tapi semoga mereka kelak buka hanya jadi pemadu tapi pemilik hehehe. Saat ini kebanyakan pemilik rafting orang – orang kota besar malah ada orang bule, cerita Ibu pemilik kios.

Add caption

Add caption


So, jika teman – teman berencana berlibur ke tempat berbeda, menikmati keindahan alam, budget minimal,  namun tidak terlalu jauh dari Jabodetabek, wisata ke Sukabumi bisa jadi alternatif.

Videonya bisa dilihat di sini https://youtu.be/JyC2WHBVX-k







Senin, 17 Juli 2017

Semur dan Capcay Ayam So Good

Hari – hari pertama anak – anak kembali sekolah setelah libur panjang. Rasanya jadi lebih sibuk kalau anak – anak sekolah, benar ga sih?  Menyiapkan sarapan, bekal sekolah, antar jemput dan tentu saja menemaninya belajar. Bukan hanya saya pastinya yang mengalami ini, hampir semua mama yang anaknya sudah sekolah mengalami hal serupa.

Bisa bernafas lega begitu anak – anak sudah di sekolah tapi pekerjaan rumah lain menanti, ada setumpuk pakaian yang harus dicuci, rumah yang minta dipel karena lantainya sudah terasa lengket, beres – beres, masak, kesibukan khas irt banget pokoknya hahaha. Tapi dibawa santai saja, hiburannya lihat foto-foto kece di IG, nonton dvd atau film download an sambil nyetrika (itulah sebabnya saya nyetrika), motret masakan, ngeblog dan berkebun.

Kerjaan rumah dilakoni, hobi harus tetap jalan yes karena itu salah satu hal yang membuat bahagia karena katanya saat kita melakukan hal yang disukai hormone akan keluar, hormone inilah yang mengatur emosi bahagia. Aih jadi curcol. Sebenarnya mau share resep masakan yang bisa buat bekal makan siang si kecil ke sekolah. Si sulung saya sekolah sampai sore dan tidak langganan catering (selain dengan alasan hemat juga karena dia masih pilih – pilih sayuran yang disukainya).

Ini lho olahan ayam yang mau saya share resepnya; semur ayam dan capcay ayam suwir.






Ayamnya saya gunakan ayam potong So Good karena halal, higienis, praktis – tinggal olah tidak perlu dipotong dan dicuci. Walaupun dijual dalam bentuk potongan beku citarasanya ayam segar karena dibekukan dengan teknologi IQF  (individual quick frozen) dengan mengunci 4 kualitas ayam segar yaitu SEGAR, GIZI, RASA dan BERSIH.

Ayam potong So Good berasal dari bibit ayam pilihan yang dipelihara dengan baik di peternakan modern. Ayam So Good tumbuh sehat tanpa suntikan hormon.

Karena ayam potong So Good dijual dalam bentuk beku jadi sebelum diolah harus dikembalikan ke dalam suhu ruangan di mana keadaan ayam tidak beku.

Ada 3 cara untuk mendefrost ayam potong So Good
  1. Simpan dalam chiller selama 6-4 jam, jika cara ini terlalu lama coba cari kedua.
  2. Bungkus rapat ayam potong So Good dengan plastic (jangan buka kemasan), rendam dalam air selama kurang lebih 1 jam.
  3. Simpan dalam suhu ruang selama kurang lebih 4 jam, lalu defrost dengan microwave.
Sebelum diolah,  untuk menghilangkan lemak dan darah ayam yang membeku, saya kukus dulu selama 15 menit.  

Semur Ayam
Bahan
Satu Kemasan Ayam Potong So Good 250 gram
bawang Bombay, iris tipis
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
½ sdt  merica butir
¼ potong pala
Garam, gulgar
1 sdm sauri
4 sdm kecap manis
300 ml air
1 ruas jahe, keprek
1 batang serai
1 lembar daun jeruk

Cara Membuat
Haluskan bawang merah, bawang putih, merica, dan pala.
Tumis bawang Bombay dan bumbu halus sampai wangi, masukkan air, jahe, serai, daun jeruk. Biarkan air mendidih, lalu masukkan ayam, saus tiram dan kecap. Ungkep hingga air tinggal setengahnya. Tambahkan garam, koreksi rasa.

Capsay ayam suwir

Bahan
1 buah bawang Bombay
2 siung bawang putih
garam
merica
1 sdm saus tiram
1 potong ayam potong So Good
1 bongkol sawi hijau
3 lembar sawi putih
100 mL air rebusan ayam. 

Cara membuat
Kukus atau rebus satu potong ayam So Good. Suwir-suwir dagingnya. 
Iris bawang putih dan bawang Bombay
potong semua sayuran.


Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum, masukkan suwiran ayam, sayuran, aduk, masukkan air, saus tiram, merica, masak hingga sayuran matang, tambahkan garam, koreksi rasa. Angkat, sajikan hangat. 

Punya kreasi dengan ayam potong So Good atau So Good siap masak? Yuk ikutan lombanya, hadiahnya keren. Info lengkap bisa lihat di sini 

Rabu, 12 Juli 2017

Sebab Ibu Hamil Rentan Anyang - anyangan

Ada yang pernah Anyang-anyangan? Kebanyakan perempuan pernah mengalami anyang-anyangan, minimal sekali dalam hidupnya.

Yang belum pernah merasakan Anyang-anyangan mungkin bertanya, apa sih Anyang-anyangan? Anyang-anyangan adalah gejala awal infeksi saluran kemih yang ditandai dengan sakit buang air kecil dan buang air kecil keluar sedikit-sedikit padahal rasanya mau mengeluarkan banyak. Jika sudah parah, buang air disertai darah dan demam. Infeksi ini terjadi karena masuknya bakteri E.Coli ke dalam saluran kemih.

Apa benar kebanyakan perempuan pernah mengalami Anyang-anyangan? Faktanya survey 5 dari 10 perempuan pernah mengalami anyang-anyangan.

Berikut hal yang membuat perempuan lebih rentan terkena Anyang-anyangan dibanding lelaki,; saluran kencingnya lebih pendek dari laki-laki, penggunaan kontrasepsi dan pada saat menopause karena berkurangnya kadar estrogen.

Kamis, 29 Juni 2017

Dendeng Balado, Citarasa Nusantara dari Sumatra Barat

Dendeng balado, masakan khas Sumatra Barat ini memang kurang popular di banding rendang atau sate padang. Mungkin karena tidak sepopuler rendang, tidak semua rumah makan/warung nasi padang menyediakan menu ini kecuali rumah makan padang yang cukup besar dan komplit.

Dan jangan heran jika teman-teman memesan menu dendeng balado, penampakan dan citarasanya akan berbeda antara satu rumah makan padang dengan rumah makan padang lainnya. Ada yang potongan dagingnya kering dan renyah, diatasnya diberi bumbu cabe merah. Ada yang tekstur dagingnya empuk dengan bumbu cabe berminyak,  seperti ini;

Resepnya aslinya tidak memakai kentang, tapi saya tambahkan kentang karena request Pak suami.

Dendeng Balado Basah

 Kesamaannya, irisan dagingnya  tipis.

Saya mengenal dendeng balado sejak menikah karena Pak Suami berasal dari Sumatra Barat. Seperti kebanyakan perantauan asal Sumbar, walaupun mereka tinggal lama diperantauan soal selera tidak bisa move on, jadi mewariskan resep masakan tradisonal keluarga itu seperti keharusan. Nggak  heran bulan-bulan pertama menikah, saya ditraining beberapa masakan khas Sumbar, dua diantaranya rendang dan dendeng balado.

Boleh baca resep rendang 

Mungkin karena selera orang Sumbar yang merantau susah  move on dari resep warisan leluhurnya dan banyaknya orang Sumbar yang merantau,  rumah makan padang mudah ditemui di manapun, termasuk di luar negeri,  hingga akhirnya menjadi selera orang Indonesia. Selain karena citarasa pedas dan kaya rempah yang membuat masakan padang enak, khas dan menggugah selera.

Dendeng Balado
Untuk saya yang awam soal kuliner dan baru menjajaki masakan padang di rumah makan – rumah makan padang Jabodetabek, hanya mengenal dua jenis dendeng balado yaitu dendeng balado basah dan kering.

Saya sebut dendeng balado kering karena dendeng nampak kering alias tanpa kuah dengan bumbu cabe yang diletakkan di atasnya. Dendeng jenis ini yang umum di temui di banyak rumah makan padang  Jabodetabek  (karena saya baru menjelajah rumah makanpadang di Jabodetabek dan Bandung, semoga suatu saat bisa langsung di Sumbar). Dendeng balado basah, dengan  bumbu cabe berminyak.
Setelah saya membaca-baca artikel pakar kuliner Bondan Winarno, saya menjadi tahu ternyata ada 4 jenis dendeng yang ada  di Sumbar, yaitu dendeng balado, dendeng batokok, dendeng lambok dan dendeng baracik.

Dendeng balodo adalah irisan daging tipis yang digoreng garing lalu disiram sambal berwarna merah. Proses pembuatannya, irisan daging mentah dibumbui cabai lalu di jemur sampai kering, kemudian di goreng saat akan di sajikan. Tekstrurnya garing dan renyah.

Dendeng batokok adalah dendeng khas Bukitinggi. Istilah batokok diambil dari cara memasak dendeng ini yang dengan cara  ditokok-tokok atau dipukul-pukul. Jadi daging mentah di rendam dalam bumbu lalu diiris tipis, setelah itu dipukul-pukul batu atau cobek agar seratnya pecah, lebih tipis dan lebar, bumbu pun ikut meresap. Daging ini kemudian dibakar setelah matang,  dilumuri dengan minyak tanak dan bumbu cabai.

Dendeng Lambok, Irisan daging sapi yang direbus dengan bumbu balado sampai menyisakan kuah minyak. Tapi tidak menggunakan santan jadi kuahnya berasal dari minyak. Ciri khas lain dari dendeng balado basah ini bumbunya pedas asam karena di tambahkan tomat dan asam jawa.

Dendeng Baracik. Ini adalah dendeng khas Minangkabau. Dendeng ini dibuat dari potongan tebal bagian dada sapi kemudian dijemur agar layu setelah dilumuri bumbu. Proses pelayuan berlanjut di dapur yang panas dan penuh asap. Dendeng ini disajikan dengan mengiris dari bongkahan daging layu itu kemudian digoreng dan dibumbui bumbu cabai bertomat.

Dari keempat macam dendeng balado diatas, dendeng balodo  yang biasa saya masak mirip dengan dendeng lambok atau mungkin termasuk jenis dendeng lambok. 

Kenyatannya, jarang sekali saya menemukan dendeng yang nama dan penampakannya seperti 4 jenis dendeng di atas. Misalnya saya pernah memesan dendeng batokok,  di rumah makan padang A berbumbu cabai merah, dirumah makan padang lain berbumbu cabai hijau, ada yang citarasanya asam pedas, ada yang full  pedas. Mungkin karena dalam dunia kuliner tidak ada standar baku jadi satu resep bisa dikreasikan dengan beragam tapi itulah yang membuat dunia kuliner  selalu menarik  dan bisa terus bertambah keragamannya, tak habis untuk dijelajahi rasanya.

Oh ya menurut saya dendeng balado basah versi resep keluarga suami  lebih mudah membuatnya di banding rendang, waktu memasaknya lebih singkat, campuran bumbunya lebih simple walaupun tetap campuran rempahnya harus tercium dan terasa karena ini yang memperkaya citarasanya.


Jika teman-teman ingin mencoba membuatnya, saya bocorkan nih tip dan trik cara memasaknya;

Irisan daging harus tipis agar bumbu meresap, lebih gurih dan empuk.

Jika saat memasak kuah mengering dan daging masih belum lembut, tambahkan air panas, agar daging cepat empuk.

Tomat ditambahkan setelah daging agak empuk, begitu juga kentang (jika ingin ditambahkan kentang). Tomat akan menambah citarasa asam dan gurih.

Saat memasak sesekali diaduk agar bumbu tidak mengerak di dasar wajan.

Jangan lupa menambahan rempah karena mempengaruhi citarasa dan wangi.

Selamat mencoba membuat dendeng balado, Teman.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...