Jumat, 11 Januari 2019

[BOOK REVIEW] Seri Buku Saat Aku Besar Nanti

Ada yang ngefans juga sama penulis buku anak Stella Ernes? Tos donk. Sejak punya anak dan suka beliin anak - anak buku saya kenal Stella dan jatuh cinta pada tulisan dan ilustrasinya. Kenapa? Kenapa? Kalau udah sering baca buku anak doi pasti ngeh deh kenapa penulis buku anak ini banyak yang suka dan buku - bukunya suka best seller.

Kali ini saya akan mereview seri Buku Saat Aku Besar Nanti. Kelebihannya buku ini bahasannya lengkap dan detail tapi tetap dengan versi anak - anak yang sederhana dan mudah dipahami. Resensi lengkapnya bisa baca di Resensi Buku Seri Saat Aku Besar Nanti

Penulis                 : Stella Ernes
Penerbit              : BIP (Grup Gramedia)
Tahun                   : 2018
Halaman              : 31 hal

5 dari 20 seri Buku Saat Aku Besar Nanti

Kamis, 10 Januari 2019

#AksiFlashBunda untuk si Anak Aktif


Latihan di skate park

Saya masih ingat wajah sumringah si sulung seminggu sebelum pembagian rapot akhir bulan lalu. “Ma, nilai ujian matematika semesteran aku tujuh!” Teriaknya sambil  melambaikan – lambaikan kertas ujiannya. “Aku nggak lupa lagi kalau harus merubah menit jadi detik.”

Nilai matematika tujuh bagi kami ini adalah pencapaian luar biasa, setelah latihan soal matematika dengan tema kecepatan berhari – hari, bolak – balik mengerjakan 30 soal yang sama. Dan ini sepertinya tema matematika yang paling bikin saya senewen saat mengajarkan pada si kecil hahaha. Memang sih mudah tinggal masukin rumus, Jarak/Volume = Waktu x Kecepatan. Masalahnya soal – soal yang dibuat agak berbelit, misal waktu yang diketahui dalam soal satuannya jam, yang ditanyakan kecepatan dalam menit atau sebaliknya. Dan ini yang sering  membuat si sulung bingung atau lupa merubah satuan, jadi walaupun perhitungan sudah sesuai rumus hasilnya salah karena satuannya tidak disamakan.

Saya tidak ingat kapan pelajaran matematika dengan tema kecepatan  saya pelajari di sekolah dasar atau smp, yang pasti saya tidak pernah mengalami kesulitan dengan soal matematika, hanya takluk saat bertemu kalkulus hahaha.

Tapi sepertinya kegemaran saya pada matematika tidak menurun pada si sulung, dia membutuhkan waktu lebih lama dan penjelasan berulang – ulang  untuk memahami nalar matematika di banding saya saat seusianya.

Si Anak Aktif
Saat bertanding 
Ketidaksamaan saya dan si sulung juga adiknya dalam beberapa hal membuat saya makin menyadari bahwa setiap anak unik dan memiliki kecerdasan berbeda. Si sulung memiliki kelebihan yang tidak saya miliki saat saya seusianya yaitu berani (bahkan kadang nekat), supel, setia kawan, percaya diri dan menyukai beragam aktvitas fisik tanpa takut walaupun beresiko jatuh/sakit.

Misalnya diusia  empat  tahun dia meminta bisa berenang, saat kami meleskannya dia bisa mengikuti, usia 6 tahun sudah lancar berenang gaya katak bolak balik kolam dengan kedalaman lebih dari  1 meter. Sampai sekarang olah raga berenang jadi favoritnya.

Masuk sekolah dasar memilih ekskul bela diri silat hingga sekarang bahkan aktif di dua perguruan silat, satunya perguruan silat di sekitar rumah. Semuanya dilakukan atas inisiatif sendiri bahkan kadang semangat latihannya membuat saya terheran – heran, walaupun hujan  tetap berangkat latihan, tidak pernah mengeluh capek.



Medali emas 

Belajar Main Skateboard
Kini, si sulung punya hobi baru yaitu main skateboard gara - gara saat liburan kemarin di rumah neneknya di Bandung melihat sepupunya bermain skateboard.
“Nggak usahlah nanti jatuh,” larang saya.

“Main skareboard gampang Bude, nanti aku ajarin supaya ga jatuh,”  sela Rayn si sepupu. “Azka kan udah bisa main inline skate sama  ice skating jadi gampang belajar skateboard, udah bisa keseimbangan, tekniknya aja yang beda.”

Beberapa menit dijelaskan cara menggunakan skateboard  si sulung langsung mencoba meluncur di trotoar jalan dago yang memang cukup luas dan nyaman. Jantung saya dag dig dug karena khawatir. Sementara si sulung meluncur dengan skateboardnya saya lari – lari di belakangnya.

ngajarin adik
Sempat jatuh tapi si sulung tetap semangat main bahkan meminta main di skate park. Melihat Kakanya enjoy si adik tidak mau kalah, main belajar skateboard juga.  Insiden jatuh tidak terelakkan tapi mereka tidak kapok malah tertawa di sela ringisan menahan sakit. Memar di paha dan lengan saat terjatuh membentur arena skateboard.

Belajar dari pengalaman  si sulung pernah memar ditangannya karena menahan tendangan saat latihan atau pertandingan silat, Thromboflash wajib ada di  kotak P3k, jadi gak takut lebam.

Memar biasanya terjadi karena benturan dengan benda tumpul. Luka dalam atau memar (lebam) adalah pecahnya pembuluh darah kapiler di bawah kulit akibat benturan dengan benda tumpul.

Saat pembuluh darah pecah, maka darah akan menyebar ke jaringan sekitarnya yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri dan perubahan warna kulit.




Olehkan Thromboflash tipis pada bagian memar sebanyak 2x sehari, insyaallah nyeri hilang memar sembuh. Oh ya harus diperhatikannya Thromboflash dioleskan tipis saja dan hanya untuk luka memar (lebam) jangan pernah digunakan untuk luka terbuka (baret atau berdarah).


Thromboflash memang bukan satu – satunya obat untuk mengobati memar tapi hanya Thromboflash yang  zat aktifnya yaitu HEPARIN Sodium 200 IU berasal dari   mucosa sapi (Bovine) dan sudah bersertifikasi HALAL sehingga aman dan nyaman.

Seperti diketahui Heparin berasal dari ekstrak mucosa hewan yaitu mucosa babi atau mucosa sapi.

Thromboflash dengan tekstur gel bahan aktifnya adalah  HEPARIN  Sodium 200 IU yang dapat mengatasi luka dalam, memar dan lebam. Heparin adalah suatu antikoagulan yang dapat mencegah terbentuknya gumpalan – gumpalan dalam darah dan membantu memecahkan pembekuan darah yang telah terbentuk.

Heparin bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan , serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.


Ga takut lebam
Dengan Thromboflash jadi ga  Takut Lebam
Luka memar tidak sembuh seketika, jadi jika si kecil memar dan sudah diolesi Thromboflash dua atau tiga hari belum hilang itu karena proses penyembuhan memar butuh waktu dan lamanya tergantung seberapa keras (parah) benturan yang terjadi. Dan tidak perlu panik juga jika dari hari ke hari didapati warna lebam berubah warna karena proses penyembuhannya memang seperti itu. 

Tahapan perubahan warna luka memar
Cepat lambatnya penyembuhan luka memar tergantung dari seberapa parah benturan yang terjadi dan di mana letak luka berada. Berikut adalah tahapan perubahan warna luka memar, yang bisa menandakan proses penyembuhannya.

Merah, sesat setelah terbentur, kulit akan terlihat merah.  Lalu bengkak dan terasa nyeri jika disentuh.
Kebiruan hingga ungu gelap, biasanya satu atau dua hari setelah benturan, warna memar akan menjadi kebiruan atau ungu gelap. Perubahan warna ini disebabkan karena minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar memar. Akibatnya, haemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.
Hijau pucat, memasuki hari keenam, warna memar akan berubah menjadi kehijauan. Hal ini menandakan bahwa haemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.
Kuning kecoklatan, setelah seminggu,luka memar akan berubah warna menjadi lebih terang, yaitu kuning pucat atau coklat muda. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan memar. Memar tidak akan berubah warna lagi, melainkan secara berlahan dan kembali ke warna kulit asli.

Dosis dan cara pemberian Thromboflash, dioleskan pada bagian memar sebanyak 2 – 3 kali sehari.

Penyimpanan dibawah 30 dan jangan digunakan setelah kemasan dibuka lebih dari 24 jam.


Teman - teman ada yang si kecilnya aktif  dan suka kegiatan fisik juga? Jangan lupa sedia Thromboflash agar hati tenang dan nyaman. Oh ya saya ada sedikit tips nih menghadapi si cerdas kinestetik yang suka tantangan dan agak nekat.

Tips menghadapi si cerdas kinestetik
Mengamati  si sulung yang hobinya tidak jauh - jauh dari bergerak dan dia cukup luwes mengikuti, saya pikir dia memiliki kecenderungan cerdas kinestetik. Dan ternyata menghadapi anak seperti ini kadang bikin sport jantung karena mereka suka tantangan dan nekat jika melihat kegiatan fisik baru.

Terlebih mereka masih anak - anak yang kurang paham akan resiko jadi saya kerap mengingatkan resiko setiap kegiatan fisik dan bagaimana agar resiko diminimalisir.

1.   Boleh coba tapi harus tahu caranya. Ini yang selalu saya ingatkan pada anak - anak saat mereka penasaran akan kegiatan fisik yang baru dan ingin mencoba. Jadi jangan asal coba tapi cara tahu caranya agar aman.
2. Ikuti intruksi. Jika sudah tahu caranya terapkan sesuai intruksi yang mengajar.   
3.    Ketahui resiko dan gunakan pelindung diri. Resiko kegiatan fisik biasanya jatuh dan memar. Jadi untuk meminimalisasinya sebisa mungkin gunakan alat pelindung diri jika ada.

Dan yang tidak kalah penting untuk mendukung si cerdas kinestetik adalah mencukupi asupan makanan mereka karena anak - anak ini cenderung lebih aktif bergerak.



Senin, 31 Desember 2018

KBA Kampung Sawah Desa Lengkong Kulon Tangerang

Setiap kali menyusuri kawasan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai kadang saya merasa berada di masa depan. Potret kawasan urban yang modern dengan hunian terintegrasi antara gaya hidup, teknologi, pekerjaan dan interaksi sosial. Semua kawasan tersusun rapih dan resik. 

Tapi tahukah teman di balik tembok modernitas kota BSD terdapat beberapa perkampungan khas perkampungan –perkampungan di tanah air yang asri dengan rimbunan beragam pohon buah –buahan tropis yang beberapa mulai jarang dan langka keberadaannya, salah satunya pohon buah, rumah – rumah tanpa pagar pembatas tinggi, anak – anak masih bebas bermain sepanjang ruas jalan di perkampungan dengan rasa kekeluargaan yang  kental. Salah satunya Kampung Sawah Tangerang.


Saya dan aktivis KBA Kp. Sawah

Minggu, 30 Desember 2018

Berlibur ke Sungai Citarik Sukabumi

Sukabumi salah satu kota dengan banyak tempat wisata menarik, pantai, taman nasional,  air terjun, geopark, danau dan sungai. 

Beberapa waktu lalu saya berlibur di tepi sungai Citarik Sukabumi, sungai yang biasa digunakan untuk arung jeram. 


Arung jeram

Rabu, 26 Desember 2018

Tips Menanam dan Merawat Anggrek untuk Pemula

Ada yang sudah baca novelnya Aroma Karsa? Ada kutipan dalam buku ini yang membuat saya terkikik, kurang lebih seperti ini kalimatnya,"Hanya bunga anggrek yang membuat orang waras menjadi tidak waras."

Di green house salah satu konsumen 

Bunga anggrek memang seperti candu, bikin ketagihan hahaha dan tak terasa  dua tahun ‘bercengkrama’ dengan bunga  anggrek, berawal dari suka, beli satu, pengen lagi dan lagi terus mencoba jualan, Alhamdulillah lancar, ketemu sesama penyuka dan kolektor anggrek.


Boleh baca Pengalaman Pertama Mengikuti Pameran Bunga


Sebagian koleksi anggrek saya bisa di lihat di instagram @anggrek.hias


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...