Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, 21 Juni 2019

Morinaga Allergy Week 2019; Alergi Tetap Berprestasi

Assalamualaikum, 
Tahukah teman – teman jika setiap tahun ada peringatan World Allergy week yang merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) yang tahun ini diselenggarakan pada tanggal 7-13 April 2019 dan mengusung tema "The Global Problem of Food Allergy".

Peringatan yang tak lain untuk mengingatkan jika masalah alergi, terutama pada anak, bukan hal yang bisa disepelekan karena bisa menghambat tumbuh kembangnya. World Allergy Organization (WAO) menyatakan bahwa tema World Allergy Week tahun ini berangkat dari fakta bahwa masalah alergi telah menjadi masalah global. Kondisi alergi terkait makanan, bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Oleh karena itu, alergi adalah topik yang perlu diedukasikan secara rutin untuk orang tua, agar mereka mengerti kalau pada dasarnya alergi dapat diatasi dan dicegah walaupun anak mewarisi bakat alergi dari orangtuanya.

Saya memiliki beberapa pengalaman tidak menyenangkan terkait alergi yang pernah dialami kedua anak saya, dari sering bolak balik ke dokter kulit, si kecil yang rewel karena ruam dan terakhir yang membuat saya terkejut ketika si kecil didiagnosa asma setahun yang lalu, saat usianya 6 tahun.



Asma dan Alergi
Setahun lalu saya dibuat kaget dengan diagnose dokter yang mengatakan jika KAE, sakit asma. Kaget karena setahu saya (dari baca artikel kesehatan) penyakit asma itu turunan sedangkan dari  keluarga saya maupun suami tidak ada mengidap  asma.

Kaget sekaligus merasa bersalah, sampai dada ini rasanya sakit karena ketidaktahuan saya seperti apa gejala asma, saya hampir terlambat membawa si kecil ke dokter.

Awalnya KAE terserak batuk pilek dan demam, saya pikir hanya influenza tapi memang tidak seperti biasanya, dia rewel banget. Demamnya reda tinggal batuk dan pileknya tapi tambah rewel, nangis mengaduh. Biasanya kalau hanya batuk pilek tetap main pecicilan kesana kemari. Saat malam tidurnya gelisah dan kalau bangun nangis tanpa sebab. Hari ketiga saya membawanya ke dokter, karena hari itu sabtu tanggal merah tidak ada dokter anak yang praktik akhirnya langsung ke IGD (dokter umum).

Adik diperiksa dan dokter bertanya,”Kapan terakhir asmanya kambuh, Bu?”
Sontak saya kaget karena dari lahir sampai kini usianya 6 tahun dia tidak pernah Asma.
“Nggak pernah Dok, baru kali ini. Memang asma dok.”
“Iya Bu.”

Saya ga langsung mau percaya donk walaupun kaget,”Tahunya anak saya Asma dari mana Dok?”
“Dari sini.” Dokter menunjuk stetoskopnya. “Saat menarik nafas ada bunyi khas Asma. Lihat saja Bu, nafas anak Ibu berat.”

Baru saya sadari dada adik turun naik dengan kepayahan saat bernafas, matanya sayu, terlihat lelah dan lemas. Ya ampun ibu macam apa saya ini, tidak peka! Anak sakit malah dimarahin karena dikira manja dan rewel. Kalau tidak malu ingin rasanya saya nangis dan meluk KAE, minta maaf.
Adik diuap dua kali karena tidak ada perubahan  dokter menyarankan rawat inap karena adik perlu dibantu nafasnya dengan oksigen.

Saya mencari tahu tentang asma di internet dan ternyata penyebab asma tidak hanya keturunan, tapi memang secara presentasi menderita asma karena turunan, tapi bisa juga karena efek alergi yang tidak ditangani dengan tepat dan tuntas.

Ehm, jangan – jangan ini penyebab asma adik karena saya ingat betul saat usianya batita bolak balik ke dokter kulit karena ada saja bagian kulitnya yang bermasalah. Adik juga kalau cuaca dingin mendadak pilek.

Dokter menyarankan saya untuk mencari tahu pencetus asma si kecil, umumnya pencetus alergi adalah debu, bulu binatang, kelelahan, cuaca dingin yang ekstrim, makanan. Jadi saya harus memperhatikan saat adik berinteraksi pada lingkungan tersebut. Selain tentu saja adik diberi nutrisi baik agar daya tahan tubuhnya kuat. Si kecil juga mulai saya jadwalkan rutin berenang, karena berenang dapat membantu memperkuat paru – parunya.

Alhamdulillah asma adik jarang kambuh, makin aktif bergerak dan sehat.

Morinaga Allergy Week





Morinaga  sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, secara rutin mendukung program World Allergy Week setiap tahunnya melalui berbagai rangkaian program untuk membantu Si Kecil yang alergi, tetap berprestasi.  Dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, Morinaga berkomitmen untuk mendukung penuh Si Kecil dari segala aspek kehidupannya.

Seperti peringatan Allergy Week tahun sebelumnya, Morinaga kembali mengadakan hospital seminar dan melakukan edukasi mengenai alergi mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, agar orangtua memahami bagaimana Si Kecil yang menderita alergi, bisa tetap tumbuh secara optimal.


Morinaga memahami bahwa tumbuh kembang dan prestasi anak adalah prioritas dan keberhasilan seorang ibu. “Dalam rangka mendukung penuh Si Kecil yang alergi, tahun ini Morinaga Allergy Week mempersembahkan program #BekalPrestasi. Program ini terdiri dari edukasi alergi lewat hospital seminar yang didukung oleh dokter spesialis anak ahli alergi di berbagai kota besar di Indonesia, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak dari KLIKDOKTER, penyediaan asuransi pendidikan anak*, penyediaan asuransi jiwa untuk orangtua*, serta inovasi produk berupa varian terbaru dari Chil Kid Soya rasa madu untuk memenuhi kebutuhan dan kelengkapan nutrisi Si Kecil. Dukungan penuh dari Morinaga dalam program #BekalPrestasi ini diharapkan bisa membantu generasi platinum untuk mencapai cita-cita dan kualitas terbaik dirinya,” jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.


Allergy  Solution dari Morinaga


Morinaga menghandirkan Allergy  Solution yaitu nutrisi untuk si kecil yang mengalami alergi susu sapi dengan sinergi nutrisi tepat.

Dengan MoriCare+Prodiges, merupakan inovasi unggulan berupa sinergi nutrisi meliputi faktor kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, dan faktor tumbuh kembang optimal untuk mendukung si kecil menjadi Generasi Platinum dengen kecerdasan multitalenta.



Susu Pertumbuhan Morinaga P-HP atau susu  Protein Hidrolisat Parsial berbahan dasar protein susu sapi dengan mata rantai protein yang lebih pendek dan mudah dicerna, sehingga dapat membantu mengurangi resiko alergi.

Cari tahu tentang Alergi
Tiga tahun lalu saya pernah mengikuti sesi coaching clinic alergi yang diselenggarakan Morinaga di KalCare Mall Bintaro XChange dengan dokter Ekawati, ulasan lengkapnya bisa baca di sini

Sebagai orang tua kita harus proaktif terhadap masalah yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Alergi jika tidak ditangani dengan tepat dapat menghambat tumbuh kembang anak. Jika anak kita menderita alergi sebaiknya kita mencari tahu tentang alergi sehingga jika anak kambuh alerginya kita tahu tindakan yang tepat untuk menanganinya.  Informasi bisa dicari dengan mengikuti seminar kesehatan atau membaca artikel kesehatan dari buku atau media elektronik.

Alergi adalah reaksi salah satu dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang dianggap berbahaya padahal zat tersebut tidak berbahaya, seperti serbuk sari, bulu binatang dan lain sebagainya, zat yang danggap berbahaya oleh tubuh disebut allergen.

Ada dua faktor yang menyebabkan alergi pada anak yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan;
Faktor genetik; Anak mendapat bakat alergi yang diturunkan dari orangtuanya. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwaya alergi memiliki peluang mengalami alergi lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak.

Dari cerita Ibu saya jadi tahu kalau waktu kecil saya alergi protein telur, bakat alergi yang diturunkan dari bapak saya, tak heran kedua anak saya memiliki bakat alergi.

Faktor lingkungan; dalam keadaan normal sistem kekebalan tubuh akan membentengi diri dari serangan bakteri, virus dan zat asing yang dianggap berbahaya. Pada keadaan alergi, sistem kekebalan tubuh mengenali zat yang sebenarnya tidak berbahaya menjadi berbahaya akibatnya muncul gejala alergi.

Alergi susu sapi merupakan alergi makanan yang sering terjadi pada bayi dan anak karena protein ini salah satu jenis protein yang diberikan pada bayi pertama kali.

Gejala Alergi
Gejala alergi umumnya terdiri dari 3 macam yaitu, gangguan kulit berupa ruam, gatal dan eksim. Gangguan pernafasan seperti bersin – bersin, batuk dan nafas berbunyi. Gangguan pencernaa seperti mual, muntah, diare, BAB berdarah.

Jangan Sepelekan Alegi
Jangan sepelekan alergi karena bisa berdampak panjang dan mengganggu tumbuh kembang anak. Aktivitas anak akan terganggu, sebagai orang tua kita risau, biaya ke dokter besar. Ini yang saya rasakan, lelah bolak balik ke rumah sakit, antriannya ga nahan.

Dan masa 1000 hari pertama kehidupan anak yang merupakan masa keemasan tumbuh kembangnya akan terganggu. Wah jangan sampai ya masa keemasan si kecil terganggu gara – gara alergi.

Hal pertama yang perlu dilakukan jika anak alergi, cari tahu penyebabnya. Bisa dengan cara memperhatikan asupan makanan anak dan melihat reaksinya atau cek alergi ke dokter spesialis alergi anak.

Alergi dapat dicegah atau diminimalisasi walaupun si kecil memiliki bakat alergi dari orangtuanya, caranya yaitu;

Pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan dan pemberian ASI dilanjutkan hingga 2 tahun.
Menghindari paparan rook selama hamil dan setelah bayi lahir
Selama hamil dan menyusui, ibu tidak menghindari makanan yang sering menimbulkan alergi seperti telur, kacang – kacangan, ikan dan makanan laut serta susu sapi.
Pengenalan makanan padat pada anak dimulai saat berusia 6 bulan.
Tidak ada penundaan pemberian telur, kacang, ikan dan makan laut serta jenis makanan lainnya pada waktu si kecil mulai mendapat pengenalan makanan padat, namun perhatikan reaksi yang terjadi. Apa pemberian makanan laut menimbulkan alergi? Dsb.
Jika Ibu tidak dapat memberikan ASI setelah ASI ekslusif konsultasikan dengan dokter untuk pemberian susu penggantinya.

Alergi tetap Berprestasi
Kedua si kecil saya mengalami alergi tapi alhamdulillah mereka tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki prestasi di kegiatan yang mereka sukai.


Program Khusus Morinaga Allergy Week 2019
Selain mengadakan seminar seputar edukasi alergi Morinaga juga memiliki program khusus dalam rangka allergy week tahun ini seperti dikatakan  Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, meneruskan, “Di samping seminar edukasi, dalam rangka program #BekalPrestasi, Morinaga Allergy Week tahun ini mendukung prestasi Si Kecil lewat: (1) Dana Persiapan Pendidikan dari Astra Life senilai total Rp 500.000.000,- untuk 5 orang pemenang; (2) Dana Asuransi Jiwa senilai total 1 Miliar rupiah untuk 2.000 pemenang; (3) Voucher Belanja masing-masing 200.000* rupiah untuk 3 orang pemenang mingguan selama periode program berlangsung. Program ini dapat diakses di berbagai channel seperti supermarket, hypermarket dan website Morinaga Allergy Week yaitu www.cekalergi.com/BekalPrestasi. Program ini berlaku secara nasional dan diharapkan bisa mendukung banyak orangtua dan anak dari segi finansial dan pendidikan”.

Inovasi Morinaga untuk si Kecil yang Alergi; CHIL KID SOYA VARIAN MADU UNTUK KENIKMATAN NUTRISI SI KECIL

Bentuk inovasi dari program #BekalPrestasi dalam rangka Morinaga Allergy Week 2019, menghadirkan varian terbaru dari Chil Kid Soya yaitu rasa madu yang digemari Si Kecil.



Selain rasanya yang nikmat, madu sebagai kandungan yang berkhasiat, memberikan banyak sekali manfaat kesehatan untuk anak karena mengandung banyak nutrisi, antioksidan. Selain itu, madu juga dapat membantu proses pertumbuhan sel-sel dan jaringan tubuh anak dan melawan sumber penyebab alergi atau histamin yang menyebabkan reaksi alergi tersebut, sehingga anak tidak mudah sakit.

“Hasil survey terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak yang alergi susu sapi, menunjukkan bahwa 100% Bunda SETUJU Morinaga Soya MoriCare+ Prodiges mengurangi gejala alergi dan alergi tidak muncul, berdasarkan hasil survey Home Tester tahun 2018. Artinya, Chil Kid Soya sesuai untuk dikonsumsi Si Kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil. Kini hadirnya varian madu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan Si Kecil terhadap variasi rasa,” ungkap Helly Oktaviana, Group Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals.

Astrid Tiar, sebagai pengguna Morinaga Chil Kid Soya, menjelaskan, “Putri sulung saya, Anabel, selama ini paling cocok dan paling menyukai Morinaga Chil Kid Soya, tapi selayaknya anak, kadang mereka juga kerap bosan. Untungnya Morinaga inovatif dalam menyediakan kelengkapan nutrisi Si Kecil dan meluncurkan varian baru yang kebetulan adalah varian favorit Anabel juga yaitu madu. Pada dasarnya Anabel sudah mengonsumsi madu sejak kecil karena kami memahami banyaknya manfaat madu bagi kesehatan. Jadi Anabel girang sekali sekarang karena susu favoritnya sudah punya varian madu”.
***

TENTANG MORINAGA
Kalbe Nutritionals & Morinaga Jepang, telah membentuk kerjasama pada tahun 1986 untuk memformulasi, memproduksi dan menjual produk Morinaga di Indonesia. Dengan fokus pada Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber ideal nutrisi, Morinaga Nutrition Research Center Jepang telah melakukan banyak penelitian dengan mengembangkan nutrisi anak berkualitas. Inovasi unggulan dari Morinaga yaitu Formula Platinum, dengan sinergi nutrisi lengkap yaitu untuk Kecerdasan Multitalenta (Brain Care), Pertahanan Tubuh Ganda (Body Defense) dan Tumbuh Kembang Optimal (Body Growth) untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia menjadi Generasi Platinum.



Nourishing the Platinum Generation for Platinum Nation merupakan visi Morinaga yang bertujuan untuk menyediakan nutrisi berkualitas dan terbaik, dan memiliki komitemen tinggi untuk secara kontinu berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan generasi yang unggul, Generasi Platinum. Dalam wadah Platinum Generation Center for Development, Morinaga berperan lebih dari sekedar nutrisi yaitu dengan melakukan berbagai kegiatan diseminasi yang terkait peningkatan kualitas tumbuh kembang anak-anak Indonesia yang dilaksanakan secara multi-peran yaitu orang tua, guru dan tenaga medis (perawat, bidan dan dokter), untuk mewujudkan Indonesia Sehat menuju kehidupan yang lebih baik.

Lebih lengkap tentang Morinaga teman - teman bisa lihat di media sosial Morinaga Facebook Morinaga Platinum, instagram Morinagaplatinum, twitter @morinagaID, youtube Morinaga Platinum 

17 komentar:

  1. Anak pertama saya alergi protein susu sapi, ketauan ketika usia 7 bulan. Dari situ, susunya ganti menjadi morinaga PHP, tapi pas usia 1 tahun pindah ke Chilkid Soya karena ngga suka rasa dari PHP. Sampai sekarang mau usia 3 tahun, masih setia dengan Soya, sempat ganti merek karena sekarang sudah ngga alergi tapi ngga mau karena rasanya beda.

    BalasHapus
  2. Dari event-evemt blogger aku jadi tau kalau ada world alergi week. Memang alergi pada anak harus ditangani supaya gak menghambat tumbuh kembangnya khususnya nutrisi. Untung deh sekaang ada Chil Kid Soya yang bisa membantu anak-anak alergi susu sapi

    BalasHapus
  3. Wah senengnya ada edukasi ttg alergi. Aku & anakku juga alergian gini. Btw Morinaga susu anak2 waktu kecil.

    BalasHapus
  4. Ooh jadi Mbak Rina belum lama tahunya kalau dulu pernah alergi ya? Padahal setelah itu tidak lagi namun ternyata turun ke adik Kae ya?
    Bisa begitu ya.

    Bagus ya Morinaga bikin edukasi mengenai alergi mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, dengan demikian semakin banyak orang tua yang paham. Makasih sudah sharing, Mbak.

    BalasHapus
  5. Aku bersyukur banget karena Morinaga punya lini produk yg concern dgn anak2 alergi. Semoga putra/i yg alergi bisa makin sehat dan berprestasi, yeayyy!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  6. Keren ya acara Morinaga Allergy Week ini, mengingatkan para orangtua tentpang alergi anak dan mendukung anak anak yang memiliki alergi agar tetap bisa berprestasi yaaa

    BalasHapus
  7. Oh ya aku tuh sempat alergi, mba. Aku alergi telur dan udang hingga SMA. Tapi pas kuliah tiba2 berhentis endiri. Padahal alergiku itu serem dan aku sampe ke UGD. Untungnya anak anakku ga ada yang nurunin bakat alergiku :(

    BalasHapus
  8. Anak saya dulu juga pernah alergi susu sapi, dia diare dan enggak bisa naik berat badannya. Alhamdulillah enggak berlangsung lama dan segera teratasi

    BalasHapus
  9. kereen kak artikelnya... mampir2 ke blog ana juga yaa kak

    BalasHapus
  10. Saya baru tahu ada peringatan hari alergi, bahkan ada badan dunia yang khusus menangani tentang alergi. Berarti masalah alergi ini memang butuh perhatian khusus dan penanganan yang tepat ya.

    BalasHapus
  11. Anakku alerginya parah. Daaan, sedihnya ga hanya susu sapi, susu soya pun dia alergi

    BalasHapus
  12. Alergi itu terkadang sulit ya dideteksi, sampai2 kalau anaknya kumat baru deh kita mulai bertanya-tanya jangan2 ini tanda alergi. Setuju banget pokoknya jangan sampai alergi disepelekan. Harus ditangani dengan baik

    BalasHapus
  13. Wah Morinaga udah ada produk Chill Kid Soya ya. Dulu jaman anakku masih usia 2 tahun susah nyari susu soya, sekarang anaknya udah 23 tahun. Dulu sempat nyari susu soya karena tenggorokannya pasti batuk kalo minum susu sapi. Etapi begitu saya campurkan susu soya dan Morinaga Chill Mill kok cocok. Akhirnya memutuskan pakai Child Mill aja semua

    BalasHapus
  14. Morinaga hadir dengan solusi yang tepat buat anak alergi ya Mak. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  15. Wah kayak aku nih mba dlu pas kecil juga punya alergi. Alhamdulillah besarnya udah ga lagi. Ini anak2 ku yang pada alergi juga, moga pas besar udah ilang ya

    BalasHapus
  16. Iya, bener banget ya...
    Jangan sepelekan alergi.
    Karena penanganan yang kurang tepat, bikin tubuh si kecil makin kurang nutrisi.

    Alhamdulillah Morinaga Chil Kid Soya hadir membersamai tumbuh kembang anak Indonesia.

    BalasHapus
  17. saya punya asama sejak usia 3 tahun dan masih hingga dewasa ini. Jadi paham sekali rasanya kepayahan mengambil nafas kala asma sedang kambuh. Semoga semakin bertambahnya usia, Kae bisa belajar mengontrol asmanya. tentunya dengan dukungan orang tua

    BalasHapus