Rabu, 08 November 2017

Teguran saat banyak mengeluh

Assalamualaikum teman

Mau sedikit cerita kejadian sekitar dua minggu lalu yang membuat saya tersadar kalau selama ini saya kurang bersyukur ( padahal sudah merasa bersyukur),  Allah swt menegurnya dengan cobaan berupa sakit.

Dua minggu lalu kedua si kecil saya demam, yang agak parah adik karena hingga 3 hari demannya hanya turun saat diberi obat, 4 jam berikutnya demam lagi, begitulah sampai tiga hari. Alhamdulillah anak –anak tidak memiliki riwayat kejang jadi kekhawatiran saya berkurang. Hari kedua demam, adik lemas karena tidak mau makan. Kaka lebih cepat sembuh karena mau makan.

Walaupun hanya demam, pilek dan batuk,   saya merasa kerepotan. Lebih repot ketika akhirnya saya tertulari dan hingga sekarang masih tersisa batuknya.




Repot karena pekerjaan rumah jadi tidak kepegang,  rumah sudah mirip kapal pecah, rencana mau ini itu gagal termasuk rencana ke Bandung karena kebetulan Pak suami ada acara kantor ke Bandung. Duh padahal momen ke Bandung selalu saya tunggu – tunggu buat menuntaskan rasa rindu pada orang tua, adik – adik dan kerabat.  Aktivitas rutin saya nuntut ilmu terganggu.

Karena saya sakit, menu makan jadi tidak terjaga karena saya tidak sempat ke warung atau pasar, beberapa hari menunya telur melulu dan sayur bayam plus buah mangga (lagi murah). Beli di via Go Food kecele karena makanan yang kami pesan bukan hanya tidak enak rasanya tapi kuah doank, iya pesan soto dan gulai kambing, dapatnya kuah doank, hadeuh….bukan salah abang Gojek tapi restonya hehehe.

Hanya demam, pilek dan batuk ternyata cukup membuat runyam saat bersamaan saya sadar mungkin ini teguran dari Allah swt kalau saya selama ini kurang bersyukur karena dalam hati kadang suka mengeluh. Mengeluhkan tulisan – tulisan yang dikirim ke media massa dan tidak kunjung ada kabar berita, tulisan lomba blog yang jonk melulu alias kalah hehehe. Lomba ini itu di media sosial kalah. Mengapa….mengapa  …(lagam lagu dangdut).

Mengeluhkan kesulitan tapi melupakan kenikmatan yang banyak saya dapatkan. Semua kebutuhan tercukupi Pak suami, Pak suami juga baru mendapat promosi dari kantornya yang tidak terduga – duga, orderan bunga selalu ada bahkan bulan lalu nekat punya karyawan untuk packing dan antar tanaman. Buzzer atau placement post ada walaupun tidak banyak.

Ibu bapak sehat walafiat. Belum lagi nikmat saya berkesempatan menuntut ilmu tahsin. Hal yang saya idam – idamkan sejak si sulung lulus Iqra 4 tahun lalu. Iya terakhir belajar tahsin saat kuliah jadi banyak yang lupa dan merasa harus belajar lagi karena kini anak – anak sudah bisa membaca al qur’an.

Maka nikmat dari TuhanMu manakah yang kamu dustakan? QS Ar - Rahman

Kalau tulisan saya kalah/ditolak melulu harusnya ya jangan mengeluh, tapi latihan lagi, nulis tiap hari, ini baru ikut lomba sekali dua kali  mau menang, orang lain udah ikut lomba sekian kali lomba, ya wajar menang. Latihan nulis sanah kalau mau menang/dimuat. Banyakin baca tulisan pemenang lomba dan belajar dari sana. *Jadi malu*

Anggap saja nulis untuk lomba yang tidak menang  sebagai tenaga yang harus kamu keluarkan atas semua nikmat yang kamu dapatkan lewat suami dan kesempatan belajar ilmu agama. *Ngangguk – ngangguk*



1 komentar:

  1. Self reminder buat aku ni..makasih mbk sudah diingatkan ^^

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...