Selasa, 27 Juni 2017

Mengajari si Kecil Mengelola 'THR'

Tidak hanya Mama atau Papanya yang menerima THR dari kantor, anak-anak juga. Lembaran uang baru diterimanya dengan suka cita dari Kakek, Nenek, Om dan Tante. Uang-uang itu di masukkan ke dalam dompet dan setiap saat dihitung. Itu juga kan yang kita alami saat kecil? Kalau saya iya walaupun tidak banyak karena hanya Om dan Tante  saja yang ngasih. Uang itu biasanya saya gunakan untuk keperluan sekolah, terutama beli buku.



Jika tidak ada kebutuhan sekolah uang itu digunakan untuk beli baju baru karena Mamah Bapak sangat jarang membelikan baju baru, setelah kami besar ga ada baju lebaran tentunya dan hari biasa pun sangat jarang beli baju (seringnya dapat lungsuran hahaha) jadi uang thr dari om dan tante kesempatan untuk beli baju baru. Sedikit sisanya dipake untuk jajan makanan enak. Saya jadi suka merasa sudah bisa mengelola uang thr dengan baik hehehe.

Ini lebaran pertama si sulung (9yo) mengerti uang angpau yang diberikan om, tante, kakek dan neneknya. Lebaran sebelumnya karena belum mengerti dikasiin ke saya begitu saja. Uang itu biasanya saya simpan untuk membeli keperluannya. Seperti beli tas sekolah atau hal yang disukainya, misal beli ikan. Pernah juga dibelikan lego.

Lebaran ini karena sudah mengerti, si sulung tidak mau menitipkan angpau lebarannya. Disimpannya sendiri dalam dompet yang dibuatnya sendiri. Adik yang sebenarnya belum mengerti nilai uang jadi ikut-ikutan.
"Aku mau beli eskrim yang besar," kata Adik.

Agar tidak habis percuma alias sekedar dipakai jajan atau beli mainan, saya sudah mewanti-wanti si sulung untuk menabungkan sebagian uang lebarannya. Karena dia belum punya rekening sendiri, saya katakan simpan di Mama dan tulis dibuku berapa yang disimpan di Mama biar tidak lupa.
"Tapi Mah, uang thr aku buat ke Kidzania ya."

Si sulung memang ingin ke Kidzania (lagi) dan waktu saya katakan tiket ke Kidzania lumayan mahal karena Mama dan Abi yang nganter pun harus bayar, dia bilang,"Ya, udah kalau dapat thr aja, kan nanti tante Irna, Uti, om    suka ngasih thr ke aku."

Si sulung orangnya memang keukeuh, kalau ingin sesuatu dan kami tidak mengabulkan karena berbagai alasan termasuk alasan tidak boleh semua permintaannya kami kabulkan untuk mengajarinya banyak hal. dia akan berusaha mewujudkannya. Seperti impiannya ke Kidzania itu.

"Kalau uang thr habis, gimana?"
"Kan aku masih punya uang dicelengan. Terus uang aku ada di Mama, bunga aku kan dijual Mama."
Kirain lupa...

Setelah dihitung-hitung, saya dan Kaka membuat kesepakatan, jika uangnya sebagian harus ditabung, dipake jajan boleh tapi sedikit dan jalan-jalan ke Kidzania, dengan rincian sebagai berikut;

1. 50% Sebagian ditabung
2. 30% ke Kidzania (sebagain Abinya yang bayar)
3. 20% jajan - jadiselama ada uang thr, Mama tidak ngasih uang jajan

Uang ditabung buat apa sih Ma? Ya buat keperluan penting dan mendadak. Misal keperluan sekolah dsb.

Suatu kali si sulung pernah memamerkan celengan plastiknya pada temannya yang main ke rumah. Terdengar temannya bertanya,"Uang tabungannya buat apa sih?"
Dengan enteng si sulung menjawab,"Buat masa depan."
Mama yang mendengarnya melongo.



1 komentar:

  1. Hahahaha, pinter anakmu mba :) . Anak skr memang hrs diajarin nabung. Akupun slaku biasain anak2 nabung dan kenal uang. Kalo ada temen yg protes kenapa si bayi yg msh setahun udh dikasih uang jajan, itu bukan utk biasain dia jajan, tp supaya dia tau lama2 arti uang. Uang jajannya pun slalu aku ajrin utk dimasukin ke celengan dia :D. Ngelatih motoriknya jg utk belajar masukin uang ke celengan :D. Intinya, aku ga mau segampang itu ksh uang k anak. Kalo dia mau sesuatu, ya hrs nabung :p. Kdgpun kayak si kakak, dia aku minta utk melakukan sesuatu dulu seperti beresin mainannya, kalo mau dpt tambahan uang :) . Jd ngerti, uang itu ga gampang dicari :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...