Minggu, 13 November 2016

Me Time ala Mama Dua Anak

Dulu, waktu saya masih kerja kantoran selalu menunggu-nunggu waktu bersama anak-anak. Kalau sudah jam 4 inginnya  cepat pulang hanya karena rindu anak-anak.

Momen bersama keluarga adalah hal tak tergantikan, it's precious thing.

Setelah resign dan jadi irt, sebaliknya. Duh Mama macam apa saya ini? Maksudnya begini lho, karena sepanjang waktu  bersama anak-anak dari mereka bangun tidur hingga terlelap, saya menginginkan  me time. Me time rutin jadi tak perlu berhari-hari atau keluar jauh dari rumah. Rehat sejenak dari rutinitas dan melakukan hal yang saya suka atau hobi tanpa interupsi, “Mama, buku Kakak mana?”.“Mama, mobil-mobilan Dede di mana?”.“Mama,  cd film  dimana?” Itu belum termasuk pertanyaan dari Papanya anak-anak. Pertanyaan sepele dan berulang, seperti; Ma, kacamata mana? Ikat pinggang mana?  Pertanyaan yang sukar saya jawab karena yang menyimpan bukan siapa. Interupsi yang membuat konsentrasi buyar atau tiba-tiba kehilangan selera makan, karena harus mencari sesuatu selama beberapa menit. 

Begitulah drama seorang  Ibu yang pastinya semua  pernah mengalami. Kesel diinterupsi tapi begitu anak-anak pergi seharian, misal acara field trip dari sekolah atau pergi ke rumah neneknya, Mama baper sampai menangis (itu pengalaman saya hehhe), karena kangen anak.

Kenapa me time? Karena bagi saya me time itu kebutuhan, agar  seimbang  antara memenuhi kebutuhan keluarga dan diri sendiri.  Saat me time biasanya secara sadar atau tidak saya melakukan intropeksi diri, menilai diri sendiri terhadap apa yang telah dilakukan.

Saat anak-anak sekolah adalah waktu saya me time. Seperti saat menulis blog post ini, pulang mengantar Adik sekolah saya duduk manis depan laptop ditemani segelas teh tawar dan camilan jajanan pasar yang saya beli di warung mpok Nah, kue lupis. Menulis tulisan pesanan,  update blog, baca blog teman, dan cek lapak dagangan online. Kalau masih ada waktu, motret masakan yang tadi pagi dimasak untuk update blog. Yap, salah satu me time saya adalah menulis, menulis di blog dan sesekali untuk media massa.  

Seiring  kemajuan teknologi digital dan makin luasnya respon masyarakat terhadap dunia digital, blog yang mulanya berisi ide, gagasan dan cerita keseharian pemiliknya, berubah fungsi menjadi sumber berita atau artikel yang diperhitungkan dan dipercaya layaknya media massa online resmi, selain itu blog juga diperhitungan sebagai media marketing.  Dari blog bisa jadi menghasilkan materi. Alhamdulillah saya kebagian rejeki lewat ngeblog.

salah satu blog saya 

Sebagai Ibu rumah tangga yang notabene tidak memiliki penghasilan, saat memiliki uang hasil jerih payah sendiri itu rasanya menyenangkan walaupun mungkin jumlahnya tidak seberapa. Senang rasanya bisa menambah kebahagian kecil dalam keluarga seperti membelikan kado saat salah satu anggota keluarga ulang tahun, mentraktir makan di luar, bermalam di hotel dengan voucher gratis, bisa mengajak Ibu dan Bapak liburan, adakalanya jadi dana back up saat tanggal tua.

jualan bunga online
Tentunya tidak melulu dengan nulis saya menghabiskan me time, tak jarang saya menghabiskannya dengan menonton, membaca buku dan menanam bunga. Dari sekedar suka menanam bunga saya mencoba berjualan bunga secara online dan tidak disangka responnya sangat baik. Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat akan kemajuan digital makin luas. Dulu mungkin jadi bahan tertawaan jualan bunga lewat online, sekarang apa sih yang tidak dijual secara online

Dari hobi jadi profesi? Saya belum sampai pada taraf itu semoga suatu saat. Yang pasti dari hobi yang dilakukan saat me time, kemudian menghasilkan uang bisa  saya lakukan berkat dukungan internet.  Semua bisa dilakukan secara efisien dan mudah dengan syarat quota internet di handphone terpenuhi.   Pernah kesal saat  sedang online hal penting seperti transaksi m-banking, transaksi belanja online atau membalas email penting tiba-tiba internet terputus karena quota habis lalu harus mencari kios penjual pulsa  atau ke atm untuk isi pulsa? Saya pernah pengalami, dulu.  

Tiga tahun lalu Pak Suami memberikan saya nomor telepon baru kartu halo prabayar dengan nomor cantik, bukan hanya semua tagihan dia yang bayar juga kemudahan jika paket quota langganan habis, saya tinggal sms untuk menambah dan  langsung aktif  dalam hitungan detik. Saya juga menggunakan handphone sebagai wifi jika online menggunakan laptop. Dan sejak memakai kartu halo tidak ada lagi jaringan internet melambat karena hujan lebat atau jaringan terputus saat diperjalanan.

Dengan menggunduh aplikasi My Telkomsel, saya lebih mudah mengecek quota internet, quota telepon dan sms.

My Telkomsel


Oh ya reward dari Telkomsel yang berupa point adalah bonus yang kami tunggu-tunggu (saya dan Suami sama-sama pengguna kartu halo), point biasanya kami tukar dengan buku. Sudah belasan buku anak-anak kami miliki dari hasil tukar point Telkomsel. Senang rasanya melihat wajah sumringah anak-anak saat mendapat buku baru.

Jam di dinding sudah menunjuk angka 11, saatnya saya menjemput si Kecil dari sekolah. Kembali pada peran sebagai Mama dan ibu rumah tangga. Cucian, setrikaan, dan beres-beres rumah adalah rencana saya selanjutnya begitu si Kecil nanti tidur siang. Saya selalu lebih bersemangat menjalani hari jika sudah melakukan hobi yang disebut di atas karena merasa hidup lebih bervariasi dan 'bergerak'.

Memanfaatkan kemajuan digital untuk hal positif, berbagi kebaikan dan produktif. Siapa bilang ibu rumah tangga hanya bisa berkutat pada urusan dan pekerjaan rumah tangga? Yuk manfaatkan kemajuan digital bersama Telkom Indonesia.


10 komentar:

  1. Wah,rajin tukar point ya mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba selalu menukar point sebelum hangus,lumayan bisa beli-beli buku di gramed

      Hapus
  2. Eh kok sama, suka tukar poin. Lumayan buat me time ya hasil tuker poinnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba lumayan bisa beli novel hahaha

      Hapus
  3. Adik saya, ortu saya, pada pake telkomsel. Enak ya ada tuker poin begini, sempet punya nmr telkomael jg tapi ga diiai lg jadi hangus

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba lumayan serasa dapat bonus hahahha

      Hapus
  4. Wah.., produktif banget mba., waktunya! bisa jadi referensi ne sebelum jadi istri dan mamanya orang.., heheheh
    Salam kenel mba., mampir juga ke rumah ku ya! http://www.yellsaints.com/2016/11/ldr-saja-dulu-kita.html

    BalasHapus
  5. me timenya asyik bangeet mbaaa..yang penting enjoy dengan anak-anak dan orang tercinta yaaa

    BalasHapus
  6. waaah seru juga ya, juakan bunga online. Mau tahu dong, tanaman bunga apa saja ygn dijual?

    Kalau aku pakai koneski internet yang kalau hujan siap-siap gak dapat internet. Nyoba pakai telkomsel lagi aach :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...