Sabtu, 15 Oktober 2016

Berpetualang saat Liburan ala Anak-Anak

adventure is out there
Liburan artinya rehat sejenak dari rutinitas, pergi ke suatu tempat, bersenang-senang dan santai.  Bersenang-senang bukan berarti lupa diri lho tapi sekedar have fun and enjoy

Disadari atau tidak berlibur membuat belajar banyak hal, menambah pengalaman baru dan menambah rasa syukur pada sang Pencipta atas nikmat yang kita rasakan dan nikmat ciptaan-Nya. ‘Pelajaran’ dari berlibur inilah  yang  membuat pulang berlibur  jadi lebih bersemangat, menemukan ide  dan badan terasa lebih fresh walaupun secara fisik lelah, kebersamaan keluarga pun makin erat dan kompak.

Liburan saya dan keluarga tidak jauh-jauh dari Bandung, Lembang, Subang, Puncak, Cipanas dan Cianjur. Kalau daerah pantainya, Jakarta dan Cilegon. Apa tidak bosan? Ehm, selama ini anak-anak enjoy malah minta lagi ke tempat liburan yang sama. Pilihan liburan sekitar Jawa Barat bukan tanpa alasan, selain perhitungan budget, usia anak-anak, juga waktu berlibur. 

Idealnya agar liburan benar-benar nyaman, pilih waktu liburan pada saat bukan musim liburan. Sayangnya, saran itu tidak mudah untuk semua orang termasuk saya (Halah, sok sibuk hahaha). Sebenarnya bukan saya yang sibuk tapi Pak suami yang sulit mendapat cuti dari kantornya. Jadilah kami selalu liburan saat semua orang libur tak heran kami terkena dampak macet atau mengantri di tempat wisata, dan memilih tempat wisata dekat agar tidak kelelahan diperjalanan. 

Yap, tapi adakalanya liburan yang kita bayangkan menyenangkan, terjadi sebaliknya. Seperti terjebak macet berjam-jam atau mengalami antiran panjang saat akan memasuki tempat rekreasi. Belajar dari pengalaman selalu liburan saat holiday season saya punya tips  agar liburan menyenangkan dan terkendali  apapun kondisi dan situasinya;

ready to go
  1. Membuat Initiary atau rencana perjalanan liburan, dari mulai jalur transportasi yang akan dilalui tempat wisata yang akan dikunjungi sampai barang bawaan yang harus dibawa. Cek  kelengkapan dokumentasi yang akan dibawa  seperti KTP,  SIM dan STNK (jika menggunakan kendaraan pribadi), kartu asuransi kesehatan atau asuransi perjalanan (jika memiliki), dan yang terpenting uang cash dan atm donk hehehe
  2. Sadari beragam kemungkinan buruk (macet atau mengantri) dan katakan pada setiap anggota keluarga, apapun situasinya nikmati saja. Jangan lupa siapkan ‘amunisi’ untuk menikmatinya. Membawa film favorit, stok camilan cukup, buku, permainan atau apapun yang sekiranya membuat suasana menyenangkan untuk semua terutama anak-anak. Pernah lho saat dikemacetan, kami dibuat panik dengan rengekan si kecil karena lapar. Sejak itu walaupun berencana mampir untuk wisata kuliner diperjalanan, kami selalu sedia stok makanan padat seperti roti atau pasta.
Persiapan lengkap

  1. Sesuaikan tujuan kota berlibur dengan situasi dan kondisi. Sebaiknya pilih tempat berlibur yang sesuai budget, waktu yang dimiliki dan kesiapan fisik agar tidak kelelahan atau malah sakit saat liburan. 
  2. Siapkan jalur alternatif. Cari tahu titik-titik dimana kemacetan sering terjadi, berikut jalur alternatifnya. Pilih jam keberangkatan dan pulang liburan yang tepat. Ini untuk meminimalisasi terkena macet, berangkat dari rumah sepagi mungkin atau sebaliknya, malam hari. Walaupun tidak menjamin tidak kena macet, minimal kena macetnya tidak lama. Pengalaman ke Bandung saat liburan akhir tahun, dan terkena macet hingga 10 jam dari Jakarta sampai Cikarang. Sejak saat itu  jika ke Bandung kami memilih berangkat subuh jam 4 pagi atau sekalian dini hari. Agar tidak mengantuk, kami tidur sebelumnya.
  3. Pilih tempat berlibur, rekreasi dan penginapan  ramah anak. Artinya tersedia fasilitas yang memadai dan cocok untuk anak-anak.
  4. Pesan penginapan jauh sebelum hari H. Ini penting karena umumnya saat holiday season selain penuh,  harga naik jika pesan mendadak. Kenaikan bisa naik hingga dua kali lipat, ini pernah saya alami ketika menginap di daerah Ciater Subang.
  5. Persiapkan kesehatan  semua anggota keluarga. Tidur cukup, tidak kelelahan, tidak telat makan atau begadang sebelum perjalanan berlibur. Ini penting lho agar kita dan anak-anak segar selama liburan.
  6. Jangan lupa membawa perlengkapan P3K lengkap dengan obat penurun demam, Tempra. Kenapa? Karena anak-anak terutama usia balita rentan terhadap demam, salah satunya mungkin karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Akibat kelelahan, daya tahan tubuhnya bisa menurun, dan keadaan ini memudahkan bakteri dan virus menyerang dan menyebabkan demam.


Saya memilih Tempra karena terbukti cepat menurunkan demam. Kandungan paracetamolnya aman dan tidak menimbulkan iritasi lambung.




Serunya Liburan dari  Bandung ke  Lembang dan Subang.

Ini cerita waktu kami liburan ke Bandung, lanjut ke Lembang dan Subang. Bandung tidak hanya menyajikan wisata kuliner dan Belanja. Ada beberapa lokais wisata edukatif dan petualangan ramah anak.

Berpetualang di  Museum 
Ada beberapa museum di Bandung yang bagus untuk dikunjungi tapi museum yang tidak pernah bosan dikunjungi anak-anak adalah museum Geologi Bandung, mungin karena fosil-fosil yang dipajang di sana 'familiar' dengan dunia anak-anak. Beragam fosil Binatang dan tampilan interaktif tentang alam semesta yang selama ini menjadi salah satu penyebab rasa penasaran mereka.


Mengenal Budaya 
Lahir dan dibesarkan di kota besar dari orangtua yang berbeda suku dan budaya, membuat anak-anak 'gagap' dengan budaya daerah. Untuk mengenalkan budaya yang membesarkan Mamanya mereka ini, saya mengajak mereka ke Saung Angklung Udjo di Padasuka Bandung. Anak-anak antusias menikmati pertunjukan angklung dan mencobanya. Mereka jadi tahu alat musik tradisional dan tarian daerah tak kalah indah dengan yang modern. Mereka pun bangga karena negaranya kaya budaya.


Menjelajah Taman Kota
Tempat wisata ramah anak dan ramah di kantong (alias gratis) di Bandung adalah taman kota dengan beragam tema yang membuat anak-anak betah. Anak-anak juga bisa mencoba naik sampan di sungai tengah kota lho, Tepatnya di taman kota Citarum Siliwangi. Anak-anak jadi tahu sungai bersih bukan hanya tidak menyebabkan banjir tapi bisa dinikmati.



Menikmati kuliner dengan suasana pedesaan di Lembang
Bicara soal tempat wisata di Lembang sepertinya tidak akan habis ya, banyak macamnya dengan beragam tema alam dan edukatif. Tak heran Lembang selalu jadi tujuan liburan kami. Salah satu tempat wisata di Lembang pernah saya tulis di blog ini. Selain menikmati kulinernya, melihat dan merasakan suasana pedesaan yang tenang dan hijau.

Menikmati kesegaran perkebunan teh di Subang
Kalau biasanya anak-anak melihat pemandangan kota yang berupa deretan gedung tinggi, mall, toko dan perumahan, kini mereka merasai sejuknya udara dan rindangnya sepanjang perjalanan. Selama ini mereka hanya tahu teori pentingnya keberadaan dan menanam pohon, kini mereka merasakannya. Beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah untuk kembali pada rutinitas. Liburan ceria dan banyak hal baru kami dapat.


Capek tapi seru, anak-anak pun ceria. Sempat khawatir Adik kelelahan karena kami terkena dampak macet walaupun tidak parah. Biasanya kalau kelelahan Adik suka demam karena radang tenggorokan. Lelah membuat daya tahan tubuhnya lelah sehingga mudah terserang virus atau bakteri. Untunglah saya sedia Tempra. Selain itu begitu tahu Adik nampak kelelahan (terlihat dari sorot mata dan semangatnya yang turun) saya biasanya meminta anak-anak istirahat dan mengeloni mereka sampai tertidur. Setelah memiliki anak kedua saya memang tidak terlalu panik menghadapi anak sakit demam. Tapi kalau demamnya saat berlibur apa tidak panik?

Jika si Kecil sakit demam saat liburan
Untuk meminimalkan kepanikan, bekali pengetahuan seputar demam dan selalu bawa kotak P3K lengkap Jika berlibur membawa kendaraan roda empat pribadi, biasanya sudah ada kotak P3K nya. Tapi isi kotak P3K ini kurang lengkap isinya.
Berikut list  P3K saya;
Thermometer digital
Obat demam, Tempra
Minyak kayu putih
Alcohol 70%
Kassa dan plester

Jika si kecil atau salah satu anggota keluarga lain memiliki riwayat sakit yang sewaktu waktu bisa kambuh misalnya asma atau alergi, jangan lupa bawa serta obatnya. Jika si kecil tidak memiliki riwayat sakit serius atau sakit bawaan, sakit yang umum menjangkiti bayi, balita dan anak-anak adalah demam. Jadi jangan lupa bawa obat penurun demam.

Yuk kenali penyebab demam
Demam adalah dimana kondisi tubuh bersuhu diatas suhu normal (37-38oC). Dikatakan demam jika suhu tubuh diatas 38.5o C.

Demam merupakan reaksi dari pertahanan tubuh (sel darah putih) terhadap zat asing yang masuk ke tubuh dalam hal ini bisa kuman, virus atau alergen (zat pencetus alergi). Jadi demam bukan penyakit tapi gejala suatu penyakit, namun tidak selalu penyakit berbahaya. Ada kalanya demam bukan gejala penyakit misal demam saat si kecil tumbuh gigi atau setelah imunisasi.

Demam karena infeksi adalah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh seperti bakteri, virus atau jamur. Yang paling umum dan rentan terjadi pada anak-anak adalah demam, batuk dan pilek yang disebabkan virus flu.

Demam karena radang. Radang yang ditimbulkan bisa karena infeksi atau bukan infeksi. Jika radang karena infeksi biasanya penyebabnya virus, bakteri, jamur atau parasit. Radang tenggorokan pada anak-anaknya biasanya menyebabkan demam.
Radang bukan karena infeksi penyebabnya misalnya tumbuh gigi, trauma atau autoimun.

Apa yang harus dilakukan saat si kecil demam?
Apa yang sebaiknya dilakukan jika anak demam? Apa langsung dibawa ke dokter? Saat masih memiliki satu anak karena dorongan panik dan takut ini itu, saya kerap membawa si kecil ke dokter begitu demam. Walaupun beragam artikel tentang demam dan penyebabnya saya pernah baca di majalah, tetap saja merasa lebih ‘tenang’ jika sudah  ke dokter.
Begitu anak kedua lahir, saya bisa lebih tenang menghadapi demam. Yang saya lakukan ketika si kecil demam;
  1. Memberi banyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi.
  2. Kompres dengan air hangat
  3. Jika demamnya membuat si kecil lemas (tidak aktif), berkepanjangan (lama), dan suhu tubuh diatas 38.5 oC baru saya beri obat pereda panas Tempra.
Jika demam disertai batuk pilek dan tenggorokan sakit, saya biasanya tidak membawanya ke dokter.  Saya beri Tempra, istirahat cukup (ijin tidak masuk sekolah), makanan makan bergizi. Jika radang anak-anak tidak mau makan, saya menyiasatinya dengan membuat camilan sehat, porsi asupan buah ditambah.

Jika demam masih turun naik (turun setelah diberi obat beberapa jam kemudian naik lagi- begitu seterusnya) sampai hari ketiga, baru saya bawa ke dokter.

Namun jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut ini saya tidak akan menunggu hari ketiga untuk membawa anak ke dokter. Tanda-tanda itu adalah; demam disertai kejang, demam disertai sesak nafas, demam disertai muntah dan diare yang menyebabkan dehidrasi dan lemas.  Alhamdulillah sejauh ini hanya sekali saya menghadapi si kecil demam yang diserai kejang, waktu itu berumur 1 tahun dan saat itu sedang berlibur dirumah neneknya. Kami langsung membawanya ke rumah sakit, alhamdulillah tertangani dengan baik.




Kenapa memilih Tempra?
Saya memilih Tempra sebagai obat penurun panas anak-anak karena Tempra terbuki mampu menurunkan panas dan meredakan nyeri itu karena Tempra mengandung 160mg Parasetamol dalam setiap 5 mL dan mengandung alkohol. Untuk hasil efektif dan tanpa menyebabkan efek samping sebaiknya obat diminum sesuai aturan pakai. Dosis tepat sesuai umur si kecil, biasanya tertera dalam kemasan (pada obat bebas).



Oh ya  pastikan obat yang dikonsumsi tidak menyebabkan si kecil alergi karena ada beberapa anak yang alergi terhadap zat kimia tertentu yang terkandung dalam obat. Alhamdulillah si kecil saya tidak memiliki alergi obat.

Tempra dapat dipercaya karena diproduksi perusahaan farmasi ternama dan sudah terbukti kredibilitasnya yaitu PT. Taisho Pharmaceutical Co., Ltd. Selengkapnya mengenai Tempra bisa dilihat di https://www.facebook.com/OneThousandSmile/

"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."

41 komentar:

  1. Memang deh kalo liburan sm anak itu bawaanya pasti banyak termassuk obatnya tp jadi tenang ya karena udah siap sedia utk segala kemungkinan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba harus segala di bawa, rempong tapi jadi tenang

      Hapus
  2. Paling seneng liburan bareng anak2, melihat mereka tertawa ceria. Tapi kalau mereka demam, buyar deh semuanya. Untung ada tempra ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba ...si kecil saya juag cocoknya sama tempra

      Hapus
  3. kotak P3K wajib banget ya mba dan salah satu isinya memang harus paracetamol karena bawa anak2 jalan2..

    BalasHapus
  4. Wah aku kalau obat-obatan masih aku taruh di kantong-kantong tas aja, bagus juga ya punya kotak P3K supaya ngga tercecer :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu kotak p3k yang ada dikendaraan trid, emang udah isinya cuma ga lengkap, jadi kita lengkapi

      Hapus
  5. Woih liburan marathon. Aku jg auka gitu sama anak2. Tentunya kita hrs sehat ya kan maak. Btw, aku jg selalu bawa tempra :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi liburan maraton maksudnya dari bandung terus ke lembang lanjut menginap di subang, deketan jaraknya tapi karena musim liburan macet...

      Hapus
  6. Liburan bareng anak memang kudu teliti banget semua halnya. Dari makanan sampe obat, kudu disiapin. Tapi ya worth it. Anak-anak liburan dengan senang, ortunya juga ikutan senang. Sehat-sehat selalu semuanya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...sekali-kali kopdar yuk mba kalau saya ke bandung lagi heheh

      Hapus
  7. Seru banget perjalanannya. Tipsnya oke banget mba. Semoga selalu sehat biar bisa liburan terus bareng keluarga. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau bawa anak-anak seru...:)

      Hapus
    2. Waaah jadi kangen liburan ke kebun teh dan ke Lembang juga nih Mbak....*kode butuh liburan lagi*

      Hapus
    3. ayo mba nung ke Lembang kita macet-macetan hehehe

      Hapus
  8. Saya termasuk yang kurang nyaman kalau bepergian mendadak. Lebih suka yang terencana. Kayaknya lebih tenang bikin daftar apa aja yang bakal dibawa. Termasuk obat-obatan selalu saya bawa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaa...kalau mendadak banyak yang ketinggalan

      Hapus
  9. Semoga anak-anak selalu sehat ya

    BalasHapus
  10. Hai mbak Rina,
    ih, bawaannya banyak nih, ada film segala, P3K, tapi emang bisa enjoy kalau bawa kendaraan sendiri. Numpuk blek bisa masuk, anak2 juga nyaman. Jangan sakit2 ya dek.
    yuk ajak Tante ke museum geologinya (idih Tante siapa)

    BalasHapus
  11. jaman anak2 masih kecil rasanya isi kamar dan lemari obat dibawa semua deh he..he..

    BalasHapus
  12. Kemaren baru saja kami dari lembang. Gile ya, macetnya minta ampun. Kalau bawa anak2 kudu siap tempra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tiap weekend Lembang macetnya juara, kalau saya ke Lembang pake jalur alternatif mba macet juga tapi mendingan daripada lewat setiabudi

      Hapus
  13. Wah asyik emang jalan2 itu, lebih asyik lagi kalau semua sehat ya mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ...nikmat sehat jadi bisa liburan :)

      Hapus
  14. Wah perlu ditiru ini persiapan liburannya lengkap, suka nggak kepikiran bawa Tempra

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum mba anaknya masih balita jadi kudu bawa obat lengkap

      Hapus
  15. Harus siap sedia yaaak segala kemungkinan. Sedia payung sebelum hujan masih berlaku..supaya liburan seru dan ceria..

    BalasHapus
  16. Waah, kalau liburannya sekitar Jawa Barat mah memang nggak ada bosannya. Adem dan hijaau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ...terus kulinernya murah di banding Jakarta

      Hapus
  17. Perkebnan teh Subang punya cerita tersendiri buat saya neh, jadi pengen bawa anak jalan-jalan kesana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mba ke Subang sekalian berendam air panas di Ciater

      Hapus
  18. waah well prepared banget yaa liburannyaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal cuma ke Bandung ya...hahaha biar tenang selama perjalanan mba

      Hapus
  19. Wah kota obat2annya isinya lengkap banget mbak. Punyaku gak serapi dan selengkap itu hehe. Kucintoh deh TFS :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu kotak obat-obatan di mobil yang memang dapat , saya cuma melengkapi :)

      Hapus
  20. Suka banget sama infografisnya mbaaa... bikin on the track nginget poin2nya :)

    BalasHapus
  21. Ahi hi hi hal yang sangat dan paling penting buat saya adalah menyiapkan obat selengkap lengkapnya mbak untuk jaga jaga soalnya.

    BalasHapus
  22. Lengkap bgt nih penjelasan tentang demamnya :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...