Minggu, 29 Mei 2016

Saat Hati Tertaut di Rumah #BahagiadiRumah

Walaupun sudah berkeluarga  dan memiliki rumah sendiri  tidak jarang saya merindukan rumah Ibu. Rindu masakannya, rindu suaranya, dan rindu kehangatan yang diciptakannya.

Dan sepertinya bukan hanya saya yang merindukan rumah dan kehangatan Ibu, juga kedua adik saya yang  sudah memiliki keluarga dan  tinggal terpisah. Itu terlihat dari binar mata dan tawa kami saat berkumpul di rumah. Masakan Ibu memiliki tempat tersendiri di lidah dan hati kami, bukan karena masakannya  mewah lho bahkan masakan Ibu sederhana. Pernah juga Ibu mempraktikan masakan dari resep di tabloid, walaupun Ibu menyebutnya gagal tetap saja bagi lidah  kami rasanya   lezat. Tapi untuk contekan resep dari tabloid salah satunya tabloid Nova, Ibu lebih sering mempratikkan resep kue kering karena Ibu  menerima pesanan kue kering menjelang lebaran.


Happy home happy life 

Karena kehangatan yang Ibu ciptakan di rumah  saya dan adik-adik  tumbuh menjadi orang rumahan, lebih suka di rumah daripada keluyuran tak jelas. Sejauh dan selama apapun kami pergi, yang dirindukan pulang ke rumah.  Imbasnya saat remaja  kami tidak mudah terbawa pergaulan negatif karena bagi kami tahu tempat teraman adalah rumah.

Kebahagian yang Ibu ciptakan di rumah juga menular pada saya seperti diam di rumah tidak berarti duduk manis tapi bisa produktif. Ya, Ibu saya bukan pekerja kantoran tapi Ibu rumah tangga yang berpenghasilan dari rumah dengan tangan kreatifnya.

Dari pengalaman itu saya belajar bahwa kehangatan sebuah rumah yang menarik semua anggotanya untuk pulang  (secara fisik dan mental), haruslah diciptakan. Diciptakan dengan beberapa cara dan cara ini pula yang saya terapkan dalam keluara saya kini.

1. Memastikan rumah adalah tempat aman dan nyaman
Ini tercipta jika semua anggota rumah, terutama anak-anak tahu bahwa orangtuanya menyayangi dan pelindung mereka.  Anak-anak di terima apa adanya – tidak dibenci atau didiskriminasi karena tidak sepintar adik atau kakaknya, misalnya.  Mendengarkan keluhan atau curhat anak-anak. Di rumah berlaku teguran  dan pujian. Teguran jika melakukan kesalahan dan pujian jika berbuat baik.

2. Saling menyayangi  dan berbagi suka duka
kenangan masa kecil yang paling berkesan bagi saya adalah saat Ibu selalu membagi rata makanan bagi kami kelima anaknya, kecil apapun. Jika  salah satu anak tidak hadir, Ibu pasti menyisakannya. Hal kecil yang berdampak besar karena efeknya kami jadi terbiasa untuk saling berbagi suka dan duka.
Kebiasaan yang saya praktikkan juga kepada anak-anak.

3. Orangtua hadir secara fisik dan mental
Jadi Ibu bekerja bukan alasan untuk tidak hadir setiap waktu pada berbagai momen penting anak terlebih di era teknologi seperti sekarang. Video call dapat di manfaatkan untuk Ibu bekerja turut hadir dalam setiap momen anak. Atau memanfaatkan akhir pekan untuk quality time dengan keluarga.

Untuk Ibu bekerja di rumah tentu tidak ada alasan untuk tidak hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan anak sehari-hari. Mendampingi saat anak  belajar (tidak hanya menyuruh) dan bermain. Melibatkan anak dalam kegiatan keseharian seperti membereskan rumah (mainan), menyapu, merawat binatang peliharaan dsb.

saya sudah mempraktikan hal ini dan rasanya seru lho melibatkan anak-anak dalam kegiatan keseharian walaupun efeknya pekerjaan rumah bertambah.

4. Menciptakan momen bersama
Cara sederhana menciptakan momen bersama adalah dengan makan bersama. Cara yang saya contoh dari Ibu. Ibu selalu memberi contoh makan di meja makan dan tanpa nonton tv. Walaupun tidak setiap waktu bisa makan bersama karena seiring usia, kegiatan kami banyak di luar rumah, minimal satu kali sehari makan bersama dalam satu meja.

5. Kreatifitas di mulai dari rumah
Bahagia di rumah tentunya bukan hanya duduk berpangku tangan. Bahagia di rumah berarti ada dorongan untuk melakukan banyak hal kreatif di rumah. Bukan hanya kreatifitas  secara fisik seperti berkebun, memasak atau membuat prakarya. Juga kreatif mengelola keuangan agar keuangan keluarga aman dan stabil, pola asuh anak yang tepat, kreatif untuk bisa produktif.

Ibu saya bukan orang dengan pendidikan tinggi pada kesukaannya membaca membuatnya selalu update mengenai pengelolaan rumah tangga. salah satu bacaannya tabloid Nova walaupun Ibu tidak langganan tapi meminjam dari adik iparnya yang membeli secara rutin.Kebiasaan yang menurun pada saya, lapar bacaan.

Nova bacaan inspiratif untuk Ibu dan perempuan 

Tabloid Nova adalah salah satu inspirasi bacaan saya. Dengan halaman yang cukup lengkap membahas keluarga, hubungan suami istri, pengasuhan, keuangan, resep, gaya hidup dan ide kreatif menjadi teman #BahagiadiRumah.  Tak terasa usia tabloid Nova kini sudah 28 tahun, dalam rangkaian ulang tahunnya ini NOVAVERSARY menggelar beberapa event diantaranya acara talk show dan blog competition dengan tema #BahagiadiRumah. Semoga Nova makin menginspirasi Ibu dan perempuan Indonesia.  Home Happy Life. Hidup berkualitas berawal dari rumah bukan?













4 komentar:

  1. Aku juga lagi berusaha menciptakan rumah yang selalu bikin kangen untuk pulang, semoga bisa ya...

    BalasHapus
  2. sama mbk rin, aku jg gt, mskipun udh bklwrga, tp tteeepp aja mah kgn ibuk, kgn rumah :)

    BalasHapus
  3. Memang rumah selalu membuat kita rindu untuk pulang ya Mbak...Rumah selalu membuat kita bahagia..

    BalasHapus
  4. Masakan ibu memang ga tergantikan n selalu ngangenin ya mbak

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...