Senin, 05 Oktober 2015

Blog, dari curhat sampai pekerjaan

Peluang dari ngeblog


Dapat duit dari blog? Ehm, saya ga pernah kepikiran itu waktu pertama kali ngeblog. Walaupun tahu ada google ads tapi karena gagal paham caranya, ya sudahlah, toh niatnya ngeblog buat nulis curhat. Lalu  sekitar tahun 2011, untuk pertama kalinya   saya mendapat  penawaran kerjasama dari sebuah agen medsos. Lumayan bikin shock seneng, apalagi harga penawaran di  approve. Tapi berhubung saya bukan blogger keren penawaran seperti itu jarang, begitupun undangan reportase. Tapi tetap semangat ngeblog donk, karena niatnya buat curhat dan  sharing. Berbagi tips atau referensi buku bagus (selera saya), curhat juga (tetep) dan lain-lain. Harapannya memberi manfaat untuk pembaca, kalaupun di rasa tidak, minimal untuk bacaan santai dan hiburan hehehe.

Mencoba peluang dapat materi dari kontes blog masih sering gagal. Tapi semangat ngontes blog belum luntur donk, masih terus mencoba.

Saya percaya usaha dan kejujuran tulisan (bukan hasil kopas dan bohong) dapat menciptakan peluang entah berbentuk materi atau hal lain yang menguntungkan yang tidak bisa diukur materi seperti persahabatan dan pengalaman. Salah satunya pengalaman berlibur dan  bermalam di hotel bintang 4 sekeluarga, dengan kapasitas sebagai blogger. Untuk ukuran blogger biasa seperti saya, bagi saya  itu wow banget. Kalau persahabatan, tak terhitung, makin banyak teman dan sahabat di mana-mana.


Atau mungkin peluang berupa materi dari menulis tidak datang melalui blog tapi media massa. Saya belajar nulis melalui blog, beberapa tulisan di blog saya hapus  lalu di edit dan  di kirim ke media massa dan berhasil dimuat. Misalnya cerita mama di majalah parenting, nuansa wanita di ummi, dan rubrik buah hati di republika. Dan saya lihat banyak juga teman blogger yang awalnya hanya ngeblog mulai mengirimkan tulisannya ke media massa dan dimuat



Cerita di balik postingan blog

Kalau bahasa lebaynya kudu jumpalitan biar bisa publish satu postingan karena si bungsu (4y)  masih tak rela melihat mamanya ini  duduk manis depan lapi dan mengetik atau gadgetan. 

Tapi mungkin itu tantangannya, karena hidup tanpa tantangan ga belajar. Saya jadi belajar mengelola waktu, mengelola emosi,  dan belajar –lebih tepatnya belajar menerima - skala prioritas.

salah satu kerusuhan kalau ditinggal mamanya laptop an
Positifnya, karena saya ga bisa duduk manis terus menemin anak-anak main jadilah nyoba praktik resep kue  - sekalian sebagai ide main untuk anak-anak - dan terinspirasi buat bikin blog resep. Tapi karena resep yang di praktikkin masih itu –itu juga, yang gampang, yang modalnya ga banyak, yang kemungkinan bantat kecil dan disukai anak-anak, postingan di blog ini kurang update.

Belajar Motret
Dan gara-gara bikin blog resep jadi kepo pengen bisa motret ala-ala food blogger hahahha.

Di tambah lagi punya akun IG. Kalau biasanya asal jepret sekarang mikir dan bisa berkali-kali jepret, biar hasilnya ala-ala food blogger jika motret makanan, ala fotographer hadal kalau motret orang, ala traveler blogger kalau motret saat jalan-jalan. Mulai mikirin juga properti foto. Efeknya setiap mau beli kebutuhan dapur, pilih-pilih yang kiranya bagus untuk di foto jika butuh J. Plus jadi otodidak belajar ngedeco talenan heuheu.

Ngeblog ternyata  perlu modal agar postingan tampil eye catching. Belum jago motret tapi mulai ada perbaikan hehehe.

salah satu foto ala-ala food blogger ;p. 
Postingan Ok walaupun rada ngiklan *jadinyundabegini*
Tantangan berikutnya, bagaimana membuat postingan di sisipi iklan tapi tetap bagus dan tidak mengecewakan pembaca.

Saya menyiasatinya dengan tetap membuat postingan rutin ala saya dengan  satu kata di back link ke Tokopedia. Entah berupa tips parenting atau  cerita sehari-hari. Untuk tema parenting walaupun berdasarkan pengalaman selalu saya tambahi referensi dari buku atau majalah.

Satu tulisan biasanya hanya butuh satu atau dua referensi, tapi saya foto semua  buku dan majalah yang biasa saya pake untuk referensi, biar panitia terkesan (klepek-klepek) dan  membayangkan waktu saya sibuk pilih-pilih buku referensi hahaha.

referensi tulisan 
Jika ide sudah mantap dan referensi sudah di dapat, tak sabar untuk menuliskannya. Tak bisa rasanya menunggu tengah malam atau menjelang pagi untuk menuliskannya (saat anak2 tidur). Karena untuk melakukan hal lain pun tidak fokus. Masak jadi malas, liat mainan anak-anak berantakan gregetan. Makin tidak tahan untuk menuliskannya jika itu postingan  untuk kontes yang DL nya tengah malam.

Dirayu-rayulah di bungsu dengan bonus menonton dvd, tidak selalu berhasil tapi jika di temani kakaknya biasanya berhasil. Karena kakak akan membantu saya merayu si adik dan mengajaknya main. Kalau sudah begitu saya jadi haru melihat si kaka yang mulai pengertian pada kesibukan mamanya di dunia blog.

Belajar paham optimasi, seo, aplikasi foto dll
Konten dan foto ok, urusan ngeblog belum selesai ternyata kalau ingin mendapat peluang materi dari blog. Seiring waktu blogger harus paham apa itu optimasi blog dengan google, seo, dan untuk kontes, foto saja  dinilai kurang, biar cakep pake edit di tambah ini itu, kalau perlu ada  infografis biar mudah di pahami pembaca, dll. Nah, ini yang bikin saya sering gagal paham alias kurang ngerti. Tapi harus belajar toh. Beruntung komunitas emak blogger update soal ini dan mengadakan sesi berbagi, di mana anggota yang mengerti membagi pengetahuannya.

Ya, begitulah ngeblog yang asalnya urusan curhat jadi seperti pekerjaan :D. Jadi penting juga ikut workshop ngeblog.

Salah satu alasan saya memiliki tiga blog adalah untuk menciptakan peluang lebih banyak dari blog. Tapi ternyata tidak mudah (bagi saya) mengelolanya, kecepatan membaca buku lebih besar dari kecepatan menulis reviewnya jadilah blog buku kurang update.

Alasan lain no time. Kalau kata pak suami harus sabar nunggu sampai usia  anak ngerti kesibukan emaknya dan ga perlu ditempeli terus. Ehm, iya juga sih, usia anak-anak , terutama si bungsu masih butuh perhatian lebih. Jadi enjoy aja walaupun harus jumpalitan buat ngepost satu postingan, begadang demi mengejar deadline kontes blog dan ga bisa ikutan setiap acara blogger gathering yang keren-keren.

Ciptakan peluangmu
Blog hanya salah satu media untuk menciptakan peluang bagi yang suka menulis. Banyak cara untuk menciptakan peluang, salah satunya jika teman berjiwa wirausaha dan bunya produk untuk di jual bisa bergabung di Tokopedia. Caranya mudah hanya tinggal mengikuti petunjuk – step by stepnya – saat membuka situsnya. Nah tunggu apalagi ayo ciptakan peluangmu!



Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Cerita di Balik Blog 


7 komentar:

  1. Ternyata banyak cerita unik di dalam masing-masibg blog ;)

    BalasHapus
  2. Wah keren banget tulisannya mbk... Isi blog dari curhatan sampai menghasilkan ya mbk?.. Sukses mbk

    BalasHapus
  3. belajar motret itu seru, mak. kalo udah advance bisa mulai merambah fotografer profesional hihi

    BalasHapus
  4. Setuju bangeet.. gara2 ngeblog jadi belajar banyak hal baru yaaa.. Jadi bisa macem macem hihihihi

    BalasHapus
  5. Sampai sekarang masih penasaran pengin bisa motret nih mba :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...