Selasa, 22 September 2015

Cerita di balik buku kolpri*

Pernah jatuh cinta pada sebuah buku, karena tokoh utama, penulis atau ceritanya? Saya sering hahahha. Dan kalau sudah begitu tidak puas rasanya jika hanya baca tapi harus memiliki. Sayangnya pada beberapa keadaan memiliki buku itu sulit. Bahkan sangat sulit, saking pengennya punya buku Enid Blyton, saya rela tidak beli baju lebaran jadi uang baju lebaran di beliin buku. Padahal baju lebaran untuk saya dan Ibu penting karena lebaran sepertinya alasan kuat untuk Ibu membelikan kami baju baru - maklumlah ya kami membeli baju baru setahun sekali.  Tapi beneran tidak menyesal akhirnya baju lebaran di tukar buku Enid Blyton. Bangga akhirnya punya buku sendiri *walaupun cuma satu* setelah selama ini pinjam sana sini demi menuntaskan obsesi membaca semua buku Enid Blyton.   Itu waktu duduk di bangku sekolah dasar.



Alhamdulillah setelah punya penghasilan sendiri, bisa beli buku walaupun tidak  banyak dan tidak semua buku yang disuka kebeli. Dan mulai nyicil beli buku yang dulu di baca tapi tidak terbeli. Berikut buku-buku yang membuat saya terobsesi.

Laura Inggels Wilder


Seri Laura Inggels Wilder, baru terkumpul empat, tiga beli seken, satu beli baru. Buku seken tidak selalu murah lho, contohnya salah satu  buku Laura  saya beli harganya 45 ribu, hampir sama dengan buku barunya, padahal buku seken yang saya beli terbitan tahun 85.
Generasi 80 dan 90, pasti tahu ya buku ini bahkan filmnya sempat di putar di TVRI. Saya ingat setiap kali film ini tayang, Ibu saya memanggil untuk menonton di rumah tetangga *karena kami tidak punya tv*, saya manut sama Ibu, nonton, tapi ga ngerti *karena belum bisa baca cepat teks terjemahannya*. Baru sekitar kelas 5 atau 6 sd saya membaca buku ini dari meminjam.

Gone with the wind
Kalau novel Gone With The Wind versi terjemahannya  ini saya beli pas cuci gudang di gramed kota Surabaya,  yang ngordinir teman di BBI (Blogger Buku Indonesia). Dan belum juga tuntas saya baca setelah bertahun-tahun nangkring di rak buku hehehe. Yang membuat jatuh cinta pada buku ini adalah filmnya. Yap, saya lebih dulu nonton filmya daripada bukunya. Waktu itu *saya lupa tahun beraoa* sempat di putar di rcti dan karena durasi film ini panjang, di bikin 3 kali tayang.

gambar versi filmnya 
Walaupun baru baca buku ini  setengahnya, bukan cuma ceritanya yang menarik juga cara penyampaiannya. Detail dengan deskripsi situasi, bahasa tubuh dan cermat menempatkan keadaan pada masa itu (perang saudara di Amerika, antara kubu yang membebaskan perbudakan dan sebaliknya) sebagai background cerita. Penggambaran karakter tokohnya pun sangat kuat dan natural. Versi yang bahasa Inggrisnya saya dapat minta dari seorang teman.

Winnetou by Karl May
Tokoh fiksi yang membuat saya jatuh cinta adalah Winnetou, walaupun tidak sampai nangis saat baca ending buku ini di mana Winnetou meninggal tapi hati melow banget seharian. Sebenarnya dari membaca kata pengantarnya saja sudah sedih. Sedih akhirnya satu suku bangsa, satu peradaban yaitu orang kulit merah alias Indian musnah.   

Kenal buku Winnetou sejak sd  tapi baru tertarik membaca  waktu jaman kuliah hasil pinjam di perpus keuskupan Bandung. Nunggu-nunggu republish belum publish juga, beruntung seorang teman kuliah menjualnya dengan harga murah dengan kondisi masih bagus. Peernya tinggal nyari satu buku lanjutannya.

mencari jilid 3 nya

Winnetou menceritakan tentang seorang kepala suku Indian bernama Winnetou pada masa awal Amerika di tinggali kulit putih.  Buku ini yang membawa penulisnya, Karl May, terkenal. Dan yang luar biasa, penulisnya  menuliskan kisah Winnetou dengan setting Amerika saat dia  belum pernah sekalipun kesana, semua berdasarkan riset dan imajinasinya. Baru setelah bukunya mendunia Karl May akhirnya mengunjungi AmerikaMisi yang ingin di sampaikan Karl May lewat buku-bukunya yang bersetting wild west adalah perdamaian dan kemanusiaan.

Pramoedya Ananta Toer (PAT)
Ada juga buku yang saya beli dan diniatkan di koleksi karena pengarang dan cerita-ceritanya, contohnya buku-buku Pramoedya Ananta Toer. Saya suka tulisan PAT sejak baca buku tetralogi pulau buru. Walaupun dinamai tetralogi pulau buru ini bukan cerita tentang pulau buru tapi karena di tulis saat ia di tahan di pulau buru karena pandangan politiknya. Tentralogi terdiri dari 4 buku, yang menceritakan kisah R.M Minke  yang melakukan pergerakan nasional  melalui tulisan-tulisan di pers pribumi pertama yang didirikannya.

PAT
Tentralogi merupakan novel fiksi sejarah, R.M Minke tokoh dalam buku sebenarnya adalah R.M Tirto Adi Soeryo. Semasa hidupnya ia mendirikan pers pribumi pertama bernama Medan Priyayi dan ia merupakan pelopor berdirinya Syarikat Dagang Islam yang kemudian berubah nama menjadi Syarikat Islam (SI).

Pemerintah memberi gelar R.M Tirto Adi Soeryo sebagai Pahlawan Nasional dan Pelopor Pers Nasional. Hingga kini belum diketahui bagaimana R.M Tirto meninggal dan di mana dikuburkannya. Ada beberapa asumsi, salah satunya R.M Tirto di culik dan di buang *penjara* pihak Belanda dan tidak ada seorangpun yang tahu dimana sampai akhirnya dia meninggal. Seperti kisahnya Tan Malaka, yang seolah lenyap dan hanya meninggalkan sebuah tulisan *buku*.
Buku Arus Balik  belum tuntas saya baca walaupun di beli sejak akhir masa kuliah. Tapi ya itu tadi untuk di miliki dan dikoleksi hahaha.

Sejarah Islam
Mulai tertarik dengan sejarah Islam dan kenal dengan istilah perang salib, cordova dan ratu isabel, saat waktu kecil *sekolah dasar* ngaji di sebuah mushola. jadi setiap hari anak-anak di kampung tenpat saya tinggal ngaji dari sehabis magrib sampai selesai isya di mushola. Ngajinya gak cuma baca quran, tiap hari beda pelajaran dan salah satu yang paling saya suka adalah pelajaran tarikh islam atau sejarah islam. Pengajarnya seorang mahasiswa itb, ya karena pa haji yang punya mushola punya banyak kos-kosan, diperdayakanlah anak kostnya itu untuk ngajar anak-anak di mesjid. Pengetahuannya mengenai sejarah islam dan dunia membuat saya bengong dan terkagum-kagum *kakak mahasiswa ini sepertinya hobi baca buku, karena kalau dilihat dari jurusan kuliahnya jauh*.
Sampai kuliah jadi suka baca-baca buku sejarah dan tidak sebatas sejarah islam. Salah satu alasan saya membeli ensiklopedi ini 8 tahun lalu dengan cara di cicil hahahha. Dan belum di baca semua


Kebanyakan koleksi buku saya memang fiksi karena sebelum nikah dan punya anak saya suka baca fiksi dan sedikit  baca biografi dan buku-buku pemikiran. Setelah menikah dan punya anak koleksi buku saya bertambah, apalagi kalau bukan buku-buku parenting dan majalah yang memuat tulisan saya.

Pernah juga beli buku dan berniat mengoleksinya karena terbawa trend, yaitu buku Harry Potter. Buku pertama saya baca tuntas walaupun tidak suka maksain baca sampai tamat, biar kalau ngobrolin buku ini tidak kudet. Baca buku dua dan tiga mulai puyeng karena imajinasi saya tidak sampai hahaha. Masih kuat beli buku keempat, walaupun di baca bikin pusing. Ya udah tidak maksain beli buku lanjutannya.

Buku memang soal selera ya teman, kalau kata orang lain tidak menarik bagi kita mungkin sebaliknya.  Tapi katanya kamu adalah buku yang kamu baca.

Koleksi dan kepuasaan
Ngapain beli buku yang udah di baca? Atau malah tidak kebaca? Ehm, ini soal kepuasaan batin dan rasa senang hati ya temans. 

So, buat teman-teman yang mau jual buku seken seri Laura Inggels atau Winnetou jilid 3, dengan harga bersahabat, colek-colek di email ya ....

Novel dari para maestro


*kolpri = koleksi pribadi

11 komentar:

  1. Rinaaaa...minjem atulah koleksi PATnya hihihhihi

    BalasHapus
  2. Ya ampuuun, keren-keren kolpri nya. Pinjeeem ya,ya ya? Please.. 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mba tapi harus pake ongkir karena jauh heuheu

      Hapus
    2. boleh mba tapi harus pake ongkir karena jauh heuheu

      Hapus
  3. MBaaakkk boleh dilempar atu ajah bukunya hihihi!
    Saya jg gt. Pernah pinjem buku bagus bgt. Eh lama setelah itu keinget dan pengen beli sendiri hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kepuasan ya mba kalau akhirnya memiliki buku yang kita suka

      Hapus
  4. Aku suka Emma karya siapa tuh.. Jane Austen. Aku suka novel romantis manis gituuu..
    Aku juga suka buku detektif, buku Trio Detektifku dulu lengkap, sayang banget kena musibah kebanjiran dulu hiks..
    Setelah kerja, mungkin karena ada banyak keperluan lain koq rasanya harga buku jadi mahal yaaaa... untung punya side job nerjemahin jadi keinginan punya buku bisa tersalurkan lagi hehe... penerjemah kan harus banyak baca buku hehe...

    BalasHapus
  5. mak...ngerti ga? aku pernah jatuh cinta dep-deep-deep-deeeeeep sama Old shatterhand, tutup muka. maklum baca winnetou zaman ababil pas putih biru huhuhuhu

    BalasHapus
  6. Winnetou aku punya yang serinya mbak

    BalasHapus
  7. Ketika apa yang kita suka, kemudian bisa kita miliki. Puasnyaaaa emang di situ yaa, Mbak. :D

    Btw, itu kalau beli buku seken bisa online, ya? Yg sekiranya bisa dipercaya toko online mana, Mbak?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...