Jumat, 14 Agustus 2015

Let’s cooking #idemain #stimulasi


making cookies 
Jujur saja menghabiskan waktu seharian di rumah bersama anak-anak itu melelahkan dan tidak selalu manis, ada kalanya jenuh dan malas untuk menemani mereka main, inginnya me timee... sementara mereka memiliki banyak energi dan ide main. Dan dapur adalah salah satu tempat main yang disukai mungkin karena banyak alat dapur yang bisa di jadikan mainan atau bagi mereka seperti mainan.

Jadi yang membuat saya mencoba praktik kue ini itu seringnya sebagai ide main anak-anak.

Umur berapa anak ‘aman’ di ajak main di dapur? Menurut pengalaman saya sih 3 tahun, karena pada usia itu anak udah mulai memahami perintah, bisa di atur (ga selalu sebenarnya) dan bisa memegang sesuatu dengan baik.

Practical life skills
Dari baca-baca buku dan majalah pengasuhan, ternyata banyak manfaatnya melibatkan anak, termasuk anak usia dini dalam kegiatan keseharian. Tak lain untuk melatih keterampilan kehidupan atau practical life skills. Dan sejak usia dini sebaiknya anak-anak tidak hanya bermain dengan mainannya tapi ‘main’ dalam kegiatan keseharian. Di antaranya melibatkan saat membuat kue atau bento tapi dalam batas aman untuk anak (aman dari panas, benda tajam dsb). Tentu tidak hanya membuat kue bisa juga  berkebun, membereskan pakaian setelah di setrika, menyortir belanjaan bulanan berdasarkan tempat, bantu Ayah cuci kendaraan dsb.

Aktivitas yang akan menjadi bekal kehidupannya kelak dan anak belajar mandiri.

Stimulasi
Kegiatan keseharian umumnya melibatkan koordinasi panca indera, dengan begitu panca indera anak juga terstimulasi.

Untuk kegiatan di dapur seperti membuat kue, bento atau es buah, balita belajar mengenal beragam tekstur dari benda; tekstur tepung, gula dan mentega yang berbeda. Anak mengenal beragam rasa; pastinya rasa penasaran anak-anak membuat mereka mencolek sana-sini lalu menjilat. Mereka pun secara tidak langsung mengenal dimensi, beragam bentuk dan ukuran.

Tips aman dan asik di dapur bersama anak
Untuk keamanan, saya lebih suka melibatkan mereka membuat kue daripada memasak masakan. Untuk mama yang bisa membuat bento, lebih asik kayaknya membuatnya bareng n anak. Aman karena tidak menggunakan benda tajam seperti pisau, untuk lebih aman praktikkan resep yang tanpa stand mixer (khawatir saat lengah si balita memasukkan tangan atau sendok ke dalam adona yang tengah mengocok) tapi menggunakan whisk untuk mengocoknya. Bisanya anak-anak  paling semangat kalau di suruh mengocok telur.

Kenakan apron (celemek) selain agar pakaian  tidak terlalu kotor atau terciprati noda yang susah di bersihkan juga untuk menambah antusiasme mereka. Apalagi kalau apronnya bergambar karakter kesukaan mereka.

Pilih resep yang mudah dan praktis agar anak lebih banyak dilibatkan *ga sekedar menonton mama masak*  walaupun resikonya dapur jadi lebih berantakan dan kotor. Karena dengan melarang ini itu malah membuat mereka bete dan kapok.

Kenalkan pada nama beragam bahan yang di gunakan. Jika ada tumpahan air, minyak, mentega atau telur segera keringkan agar mereka tidak terpeleset.



Referensi tulisan:
Majalah ayahbunda
Buku Metode Montessori





1 komentar:

  1. Kami tadi bikin bakso. Buletannya anak2 semua yg bikin, bentuknya nggak karuan wkwkwkkk

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...