Selasa, 23 Juni 2015

Kotak mainan dan toples pernak-pernik #idemain #recycle

Waktu kecil Ibu  selalu menyebut saya pengumpul barang bekas. Iya saya suka merasa sayang membuang kertas kado bekas yang bagus gambarnya, bekas undangan pernikahan yang cantik, toples atau kaleng dengan gambar bagus, souver pernikahan orang saya koleksi. Nemu kertas yang menurut saya bagus pun biasanya saya pungut dan simpan hahahha. Lalu kebiasaan itu mulai saya kurangi karena suka bingung di mana menyimpan dan mau di apakan? Terlebih pak suami suka ngedumel, 

“Ini apaan? Buang aja kalau ga kepake, sumpek."

Ehm, tapi ternyata menjadi pengumpul barang bekas itu berguna lho. 

Ide awalnya untuk hemat dan membuat kegiatan untuk anak-anak. Sekalian mengajari mereka kalau tidak semua hal harus beli, tapi bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan barang bekas. Kami (saya dan anak-anak) menyebut kegiatan ini 'kreasi'.

Kotak mainan 
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya mainan anak-anak, saya merasa menyimpan di dalam box container tidak efektif lagi karena semua mainan bercampur anak-anak pun saat menyimpan seenaknya di tumpuk - lha, emang di susun juga ga bisa rapih -. Efeknya, mainan lecet dan kopek di sana-sini. 


Untunglah nemu ide, mengubah dus bekas susu kotak  yang biasa di beli Kaka menjadi tempat mainan. Caranya simpel, modalnya murah karena kertas kadonya pun bekas - nasehat Ibu waktu saya kecil, kalau buka kado, pelan-pelan biar kertasnya bisa di pake lagi, katanya. Trik hemat ala Ibu :). 

Kotak  mainan model terbuka

tempat mobil-mobilan dede dan bando kaka
Dus kosong kembali di rekatkan hingga semua bagian tertutup. Lalu dengan pisau atau kater, bagian tengahnya di lubangi dengan bentuk persegi.

Lumuri permukaan dus dengan lem fox menggunakan kuas lalu tutupi dengan kertas kado, gunting dan lipat pada bagian yang memerlukan agar rapih.













Kotak mainan model tertutup
Dus kosong kembali di rekatkan dengan lem atau solatif hingga semua bagian tertutup. Lalu bagian atasnya kita buka dengan bantuan pisau atau kater (jangan sampai robek). Tahap selanjutnya sama dengan membuat kotak mainan terbuka, tinggal di beri lem dan kertas kado sebagai pembungkus.


tempat mainan bertutup

Kardus yang saya gunakan di atas kardus bekas susu kotak kecil (ukuran 125 m). Bisa juga di gunakan kardus bekas sepatu.

Toples pernak-pernik
Suka sayang membuang-buang toples bekas selai atau coklat, sebagian sudah saya pake untuk tempat bumbu dapur, sebagian saya simpan karena kebingungan mau diapakan?

Sampai saya membaca sebuah majalah interior dan ternyata toples ini bisa di sulap jadi tempat pernak-pernik dengan tambahan cat akrilik (karena gak punya cat akrilik saya pake cat poster – lebih murah pula).  Karena mengerjakannya bareng anak-anak, jadi terserah mereka mau di gambarin apa.
Oh ya sebelumnya toples di bersihkan dari tempelan merknya dulu dengan di rendam air beberapa saat agar mudah lepas.

Dan jadilah seperti ini. Bisa untuk koin, jepit rambut, jarum, dsb.

tutupnya bisa di tempeli mainan dan di rekatkan dengan akrilik
Selain menggunakan cat bisa juga di hias denga stiker.



14 komentar:

  1. Keren banget idenya. Nyontek, ah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini mah judulnya cari kegiatan mak, bair anak ga bosan di rumah

      Hapus
  2. kotak banyak aku pakai buat tempat mainan juga mbak

    BalasHapus
  3. Kreatif, Mak. Saya kok gak telaten ya bikin beginian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau punya anak cewe begini mak bawaannya , kalau kita malas mereka yang minta bikin ini itu

      Hapus
  4. Hahaaa aku suka pusing lihat printilan anak2, kok ya nggak ada habisnya. Aku taruh di kontainer besar biasanya. Lemar apa kesitu semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. udha abg pun masih banyak printilan ya...duh kirain gak, saya suka ngayal, mungkin kelak kalau mereka abg rumah lebih lapang....ternyata ya...

      Hapus
  5. Saya juga ngumpulin toples bekas selai2 gitu mba, kalau ide sayah mah mau bikin lampu hias atau ngga ditaruh lilin warna-warni malah jadi semarak ruangan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ide bagus tuh...mau akh di coba, solusi juag nih kadang kalau mati lampu malam bingung ngalasin lilin pake apa biar aman

      Hapus
  6. Kardusnya jadi keliatan rapih ya, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. rapih karena pake kertas kado :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...