Rabu, 08 April 2015

Belajar Science melalui Komik Petualangan


Buku, bagi seorang anak yang membaca, lebih dari sekadar buku. Tetapi, ia merupakan impian sekaligus pengetahuan dan masa depan sekaligus masa silam.-Esther Meynell

komik petualangan science
Apa kesan yang pertama ada di benak jika bicara soal science? Susah, orang pinter, orang serius, rumit...itu sih kesan yang ada di benak saya waktu masih anak-anak.

Kalau bicara science dengan anak-anak dan balita? Biasanya mengenai fenomena yang terlihat mereka, seperti hujan, pergantian siang – malam, pelangi, air menjadi beku dsb. Di luar itu terlalu rumit untuk di pahami anak-anak, begitu pikir saya sampai kedua si kecil saya ketagihan dibacakan komik petualangan science. Belajar sceince jadi hal menyenangkan dan tak ruwet apapun temanya.



berburu sale biar dpt harga murah :)
Awalnya tak sengaja mengenalkan anak-anak pada komik science, membelinya karena harga sale. Harga normal yang kisaran 50 smp 80 jadi 20 ribuan. Tak di sangka mereka merengek minta di belikan buku lanjutannya (satu tema biasanya terdiri dari 2 atau 3 buku, setiap buku endingnya menggantung jadi anak-anak penasarn) dan buku seri lain seperti yang mereka lihat di bagian belakang buku. Karena jika harga normal  mahal - menurut ukuran kantung kami - jadilah kami menunggu sale. 

Ternyata  tidak mudah menemukan buku lanjutan seri yang sudah kami miliki, namanya sale ya buku cuci gudang, seadanya. Jadilah buku komik petualangan sceince yang kami miliki tak lengkap seri dan urutannya.Tapi itu tidak membuat anak-anak kecewa malah tertantang untuk mencari tahu.

Ada  point yang menurut saya buku  komik petualangan science di sukai kedua si kecil saya

  1. Menarik karena bergambar
Penyajian visual lebih menarik anak-anak daripada hanya teks. Gambar juga membantu anak-anak memahami apa yang di tulis (dibacakan) dalam buku, terlebih untuk science. 


seperti apa jadi astronot

Seperti pada komik survival di ruang angkasa ini yang menjadi buku fav kakak. Kaka jadi tahu untuk pakaian khusus seperti apa yang di kenakan orang untuk pergi ke ruang angkasa dan latihan apa saja yang perlu di lakukan.






Klo buku survival di dunia serangga  ini kesukaan Khalif (3y4m). Khalif jadi tahu serangga itu berkaki enam, bedanya ngengat dan kupu-kupu dan sebagainya.

  1. Mudah di cerna
Bahasanya mudah di cerna karena bukan berupa penjelasan teoritis tapi percakapan antara anak-anak yang dibungkus dengan bumbu cerita.

  1. Berbentuk petualangan
Ini yang tak kalah menarik, di buat dalam bentuk cerita petualangan yang menegangkan. Selalu ada bagian di mana tokoh utama berada dalam krisis. Seperti di buku petualangan Borneo, ketiga tokohnya di kejar kalajengking raksasa. Anak-anak jadi tahu kalajengking binatang malam dan memiliki racun di capitnya. Sedikit banyak mereka pun jadi tahu pentingnya keberadaan hutan dan apa saja yang ada di hutan selain binatang.

Sisipan Penjelasan teoritis membantu orangtua menjelaskan lebih detail jika si kecil dengan rasa ingin tahu dan sifat kritisnya bertanya lebih dalam. Untuk anak-anak di atas kelas dua atau tiga sd sisipan ini jadi pengetahuan baru untuk mereka.


ini gambar pesawat ruang angkasa
Hal Positif anak kenal science sejak dini mereka menjadi lebih aware pada lingkungan sekitar karena sedikit paham sebab akibat atau dampak satu kejadian terhadap kejadian lain. Contoh kecil perihal buang sampah pada tempatnya, keberadaan hewan tertentu yang pasti berguna untuk menjaga keseimbangan. Contoh keberadaan kodok yang suka berkeliaran di halaman depan rumah kami agar jumlah serangga tidak banyak karena kodok memakan serangga. Atau kucing yang mengamankan rumah dan teras dari tikus yang suka keluar masuk solokan.

Kenal science juga lebih memancing rasa ingin tahu mereka terhadap segala sesuatu yang ada di sekitarnya lho. Singkatnya science menanamkan sikap rasa ingin tahu dan kritis pada anak-anak.

Sensor
Menurut saya buku ini tidak bisa lepas dari sensor orangtua terutama jika dibacakan untuk anak balita dan di bawah kelas 3 sd, seperti kedua si kecil saya. Kadang terselip umpatan kasar, seperti,”Kamu gila ya!” saat situasi darurat membuat tokoh melakukan tindakan nekat untuk menyelamatkan diri. Adegan naksir naksiran (jadi biasanya peran utama terdiri dari 3 anak, dua perempuan satu laki-laki atau sebaliknya, nah biasanya si anak laki-laki naksir salah satu anak perempuan. Walaupun dengan kemasan bercanda menurut saya kurang pas untuk anak sd.

Positifnya, saya jadi bisa sekalian mengajarkan mengenai kesopanan dan rasa ketertarikan pada lawan jenis berikut rambu-rambunya.



7 komentar:

  1. Dulu aku belajar membaca dan kreativ itu dari majalah bobo, dan memang memancing kita untuk berkreasi dan paham pengetahuan di luar sekolahan sih hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas...dulu bacaannya bobo , jaman sekarang bacaan dan buku anak lebih banyak dan variatif

      Hapus
  2. saya,dari dulu sampai sekrang bingung kalau baca komik hehehe...tpi kalau belajar sains lewat cerita bergambar biasanya lebih mudah di fahami ya mak^^

    BalasHapus
  3. Pascal juga suka baca komik sains mbak

    BalasHapus
  4. Nai dan alde bacaannya komik seperti ini mba, rata-rata dari korea ya hiks...coba di skul bukunya seatraktif ini..cespleng deh belajarnya...

    BalasHapus
  5. Iya, mba. Aku juga pernah baca komik science ini di perpus. Ternyata dialognya kurang mendidik. Padahal isi materi sainsnya udah bagus.

    BalasHapus
  6. Jd memang apapun itu, nonton, baca buku, komis science harus ttp dlm pengawasan ortu y mak

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...