Senin, 10 November 2014

Learning by doing

Cinta kebagian moto :) 
Jika saya ada acara di hari sabtu minggu, entah itu kopdar, ikut talkshow atau workshop , biasanya suami dan anak-anak ikut serta, minimal mereka menunggui di tempat lain sampai saya selesai.
Seperti saat bedah buku Mommylicous di    radio Sindo  Fm, grup MNC beberapa waktu lalu. Dari rumah saya memang sudah berniat mengajak Azka ke ruang siaran sementara  suami dan  Khalifah menunggu di luar.

Mba Arin pun datang bersama keluarganya, dan seperti saya, Mba Arin mengajak Cinta - putri sulungnya yang kelas 4 SD, masuk ruang siaran. 

Alasan mengajak Azka karena ingin memperkenalkan Azka pada sesuatu yang baru.
Jadi sebelum hari H saya sudah membicarakan dengan Azka soal ‘ikut mama siaran di radio’. Saya jelaskan juga pada Azka apa dan seperti apa Radio.


“Kita kalau naik mobil kan suka dengar musik, lagu-lagu terus ada orang yang ngobrolnya, nah itu dari radio,” Begitu penjelasan saya karena kami di rumah tidak memiliki radio. Penjelasan yang sebenarnya mungkin kurang jelas ya buat Azka, tapi saya bingung juga menjelaskannya.
“Lagu dan suara orang itu bisa ada di mobil kita karena ada tempat yang namanya ruang siaran. Seperti kita nonton tv tapi radio tidak ada gambarnya.”

“Apa? Aku gak ngerti mama ngomong apa.”
“Ya, udah gini aja ya, nanti di sana Azka ikut mama tapi gak boleh berisik karena nanti suaranya bisa mengganggu. Azka liat dan dengar mama aja.”
Dalam perjalanan, saya mengulang nasehat yang sama sambil mendengarkan radio.

Singkat cerita, perilaku Azka di ruang siaran lebih heboh dari yang saya duga dan tidak bisa dikendalikan. Berbeda dengan Cinta yang memang sudah mengerti situasi. 

Azka keukeuh ingin  satu kursi dengan saya, tapi gak mau kesempitan. Meniup-niup mix, sudah di nasehatin jangan malah cengar cengir.  Mengeluarkan suara bisik-bisik saat saya bicara. Mengeluh tempat duduknya kesempitan tapi tidak duduk manis. Sebentar turun dari kursi sebentar kemudian ingin duduk lagi karena mau memfoto menyiarnya, dan tentu saja ini menimbulkan sedikit kegaduhan. Ingin coba pake airphone. Berkali-kali mencuri kesempatan mengeluarkan suara ke arah mix saat saya bicara tapi berhasil di cegah.  Ingin ngomong di mix. Hadeuh.

Greget sekaligus senang karena saya berhasil memancing rasa ingin tahu Azka soal ruang siaran dan radio. Dan Azka pun jadi tahu, ada orang pekerjaannya yang namanya penyiar radio. Dan saya yakin, pengalaman ini akan cukup lama menempel di benaknya. Pengalaman yang membuatnya belajar banyak hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...