Minggu, 22 Desember 2013

Semua Beres Kalau Ada Mama

Mama datang dan isi tas besar yang dibawanya sudah bisa saya tebak. Bukan pakaian karena mama sudah menyimpan pakaian di sini. Isinya tahu bandung, brokoli, wortel, cabe gendot (jenis cabe gemuk dan pedas ini tidak ada di bogor), tomat, daun bawang dan cabe merah keriting.


Azka dan Uti (eyang putri)
Mama tidak mengambilnya dari kebun  karena kami memang tidak punya kebun . Tapi mama membelinya dari pasar simpang dago.”Aduh Bu, gak usah repot-repot, di sini juga ada,” kata suami saat pertama kali mama berkunjung ke rumah kami .

“Iya, Ma. Di Bogor juga banyak. Kalau tahu Bandung bolehlah karena tahu Bandung yang di Bogor rasanya beda,” Lanjut saya.
“Iya tapi di sini mahal. Masak tomat satu biji seribu. Tahu bandung satu biji lima ratus….”
“Iya tapi ongkosnya dari Bandung juga berapa.”
“Mama kan sekalian ke sini gak sengaja nganterin sayuran.” Alhasil sampai sekarang setiap kali datang berkunjung mama selalu membawa belanjaan dan kami tidak komplain lagi karena mama tetap pada pendiriannya. Tapi suatu kali kami dibuat terkejut dengan oleh-oleh mama, selain beragam sayuran mama membawa serta satu kilo lele hidup dalam box plastik.  Dan sebelum kami sempat berkomentar mama berkata,”Kebetulan si Rom (tukang sayur langganan mama di Bandung) bawa lele terus mama ingat kalau Azka suka lele goreng garing.”

Setelah berganti pakaian, membuka bawaannya dan menyusunnya di kulkas. Mama akan langsung melakukan inspeksi. Pertama-tama tentu tanaman-tanaman dalam pot di belakang rumah yang sebagian besar memang mama yang menanamnya setiap kali ke sini. “Jarang di siram ya?” tanyanya, atau ,”ini kalau sore di pindah biar gak kepanasan, biar daunnya gak gosong.”

“Ini pintu gak pernah di lap ya?” satu telunjuknya di ulaskan ke daun pintu. Kamar mandi sudah barang tentu jadi sasarannya berikutnya.

Lalu tanpa bisa di cegah mama akan membereskan apa yang menurutnya tidak beres, tidak pada tempatnya, kotor dan berantakan (padahal menurut standar saya sudah cukup rapih) menjadi  rapih, ringkas dan resik. Kami, saya dan suami sudah berulang kali melarang mama untuk tidak repot-repot bersihin ini itu tapi jawabnya selalu,”abis ngapain, gak betah diam saja.“ Jadi ya sudahlah toh mama melakukannya dengan senang hati.

Kebiasaan mama untuk beres-beres juga dilakukan jika mengunjungi rumah adik perempuan saya. Dan kami memandang kebiasaan mama sebagai bentuk perhatian dan rasa sayangnya bukan memanjakan karena sedari kecil kami di didik untuk terlibat dalam urusan pekerjaan rumah tangga itu sebabnya mama bisa membesarkan kelima anaknya tanpa art . Lama-lama saya menyukai kebiasaan mama untuk beres-beres setiap kali berkunjung dan saya pun bisa cuti masak, karena mama dengan inisiatif mengambil alih tugas itu. duh *dosagakya?* 

Tapi sesekali hobi mama  ‘beres-beres’ membuat saya bingung karena mama kadang memindahkan barang dan lupa memberitahu. Jadi saya harus menelpon ke Bandung sekedar menanyakan,”Ma, sepatu merah Azka di simpan di mana?”  atau,”Ma, kanebo di simpan di mana?”

Btw, mungkin ini yang disebut kasih ibu sepanjang masa. Tidak peduli berapa usia kita, ibu selalu berkeinginan untuk memberi dan tak pernah berharap balasan. I love u full Mom dan Happy Mother Day


Ini adalah postingan serentak"Ibu, Cinta Tanpa Akhir -22 Desember 2013, bersama Kumpulan Emak-Emak Blogger.

5 komentar:

  1. Mama emang the best ya mak,,, hari ini serentak semua orang nulis atau sekedar update status tentang mama atau ibu, saya jadi kangen Alm. Mama saya...

    BalasHapus
  2. Betul banget mbak, sepertinya mama menenangkan ya ^^

    Selamat Hari Ibu ^^

    BalasHapus
  3. Wah, mamanya mbak Rina persis sekali dg Ibuku.
    Beliau itu kalo ke rumahku atau ke rumah adikku selalu saja beres. Alasannya malah bingung kalau cuma diam aja.
    Beliau itu emang no.1 urusan kebersihan... dan herannya aku dan adikku gak bisa menyamainya heheeh #tepokjidat

    BalasHapus
  4. mamaku juga suka ikut bantu2 kalau pas ada dirumah :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...