Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 23 Maret 2020

Hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia


Melihat lebih dekat kekayaan flora dan fauna Papua

Papua itu Indonesia
PAPUA. Apa yang ada di benak teman – teman kalau mendengar kata Papua? Raja ampat, adat dan budayanya yang masih kental dan asli, burung Cendrawasih, hutannya,  pembangunan infrastruktur oleh pak Jokowi atau…boleh tambahkan di komen blog post ini hehehe.

sumber gambar www.hutanpapua.id

Dulu sebelum Raja Ampat mendunia yang membuat saya suka berkhayal suatu saat bisa perginya ke Papua adalah rasa penasaran. Penasaran dengan alamnya, penasaran dengan kehidupan masyarakat di sana, penasaran dengan beragam tanaman dan buah khas Papua – tidak bisa ditemui dipasaran, dan penasaran dengan kekayaan tambangnya.


Setelah Raja Ampat viral sebagai destinasi wisata, saya makin penasaran – ingin ke Papua. Tapi sayang ya ongkos ke sana mahal hehehe. Semoga suatu saat nanti pembangunan  jalan di Papua merata sehingga semua tempat mudah dikunjungi, ongkos jadi terjangkau. Wisatawan lokal banyak ke sana, ekonomi masyarakat Papua meningkat.

Jadi ingat, waktu jaman sekolah dasar dan ngapalin pelajaran IPS, salah satu yang harus dihapal adalah  potensi dan ciri khas daerah yang ada di Indonesia, termasuk Papua. Hewan khas Papua Burung Cendrawasih. Papua juga dikenal sebagai penghasil sagu dan tambang. Sudah hapal di luar kepala itu hehehe.

Burung Cendrawasih di dunia dikenal dengan sebutan Bird of Paradise karena keindahannya.  Di dunia ada 40 jenis burung Cendrawasih 30 diantaranya hidup di Indonesia tersebar dari kepulauan Ambon hingga Papua.



Untuk melihat seberapa indah burung Cedrawasih  teman – teman bisa intip akun instagramnya Tim Laman, seorang photographer wild dan conservasi professional yang akun instagramnya  tak sengaja saya temukan berbulan – bulan lalu (ketahuan ya suka stalking instagram hahaha). Tim Laman perlu waktu berhari – hari tinggal di ketinggaan belasan meter (di atas pohon) untuk bisa mendapatkan foto dan video burung Cendrawasih. Karena jumlah burung Cendrawasih sudah terbatas (sukar ditemui) dan burung ini hidup di pohon yang tinggi dan tidak suka dekat – dekat dengan manusia. Habitat dan jumlah burung Cendrawasih makin tergusur seiring deforestasi.


Buat teman – teman yang mau melihat keindahan Bird of paradise ini bisa langsung ya cek Ig nya Om tim Laman. Dijamin akan membuat teman – teman berdecak kagum dengan kekayaan alam  yang dimiliki bumi Papua.

Bird of Paradise atau burung Cendrawasih  hanya satu dari sekian banyak kekayaan alam Papua. Ada beberapa flora dan fauna yang hanya bisa ditemukan di Papua (flora dan fauna endemik) tak berlebihan jika hutan Papua sebagai wilayah konsevasi dunia.

Beberapa kekayaan flora dan fauna Papua.

Fauna
Selain Bird of Paradise hewan endemik Papua adalah bandikut (E. kalubu), sering dikonsumsi masyarakat Papua, disebut juga tikus babi. Ada 8 jenis bandekut di Papua dua diantaranya endemik atau hanya hidup di Papua yaitu bandekut coklat utara (Isoodon macrourus) dan Bandekut Raffay (Perorcytes raffrayana). Daging bandikut telah lama dikonsumsi orang papua asli sebagai sumber protein hewani dan secara budaya dapat diterima.

sumber gambar www.hutanpapua.id


Bagaimana daging bandekut diolah? Teman – teman bisa membacanya di Cara memasak daging tikus Papua

Flora unik di Papua
Buah merah dan matoa
Bicara mengenai tumbuhan khas Papua yang paling terkenal dan familiar di masyarakat Indonesia adalah Buah merah  dan Matoa. Buah merah,  selain untuk dikonsumsi sebagai makanan, orang asli papua percaya buah merah juga memiliki khasiat untuk kesehatan dan obat. Buah merah biasnya dikonsumsi secara langsung atau dpotong – potong lalu direbus, dipanggang atau dimasak dalam oven batu. Biji dan dagingnya juga bisa ditumbuk dengan air disaring, menjadi saus merah sebagai bumbu masakan.  Buah merah juga digunakan sebagai pewarna alami.  



Sedangkan matoa adalah buah yang penampakannya seperti biji pinang dengan bentuk lonjong dengan kulit keras berwarna hijau, merah dan hitam. Saya tidak terlalu penasaran dengan buah matoa karena pernah memakannya saat Om saya membawakannya sebagai oleh – oleh. Citarasanya perpaduan antara rambutan, kelengkeng dan leci, begitupun tekstur dagingnya yang putih, lengket dan lembek.



Anggrek
Papua adalah salah satu megadiversity di Indonesia yang belum dieksplorasi. Berdasarkan artikel yang saya baca dari sekitar 30.000 spesies anggrek dunia 5000 diantaranya ada di Indonesia dan lebih dari 1000 spesies anggrek ada di hutan Papua, sekitar 90% nya merupakan anggrek endemik, yang artinya anggrek yang hanya tumbuh di Papua.

Berikut beberapa jenis anggrek yang tumbuh di Hutan Papua

Anggrek Endemik Papua

Bulbophyllum irianae adalah salah satu anggrek spesies dari Papua yang baru ditemukan tahun 2018. Temuan ini dimuat di jurnal ilmiah Orchideenjournal Volume 6 tanggal 5 oktober 2018. Temuan ini juga diumumkan pada International Confrence on Biodiversity, Ecotourism dan Creative Economy (ICBE) 2018 di Manokwari Papua.

sumber gambar www.mongabay.co.id

Nama belakang anggrek ‘irianae’  diambil dari nama istri presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan terhadap Bu Iriana karena mendorong dan mendukung pembangunan di Papua. Anggrek ini ditemukan oleh Eduard de Vogel botanis asal Belanda  r yang  kini dia mengabdi di Yayasan Pendidikan Alam Papua dan meneliti berbagai flora di Papua khususnya anggrek, bersama rekannya Daawia Suhartawan dosen Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Cendrawasih.

Anggrek dendrobium lasianthera disebut juga anggrek stuberi (stoberi). Sepertinya halnya anggrek Bulbophyllum irianae, anggrek stoberi termasuk jenis anggrek yang dilindungi artinya tidak boleh sembarangan diambil dari habitat aslinya (hutan), tidak boleh keluar Papua tanpa ijin. Anggrek ini di alam liar ditemukan hidup di sekitar aliran sungai, rawa – rawa dan hutan dataran rendah Papua.

sumber foto www.orchidspecies.com


Anggrek besi atau dendrobium violaceo-flavens

sumber foto Trubus


Anggrek yang tumbuh di hutan Papua juga di hutan lain di Indonesia
Anggrek Bulbophyllum macranthum selain di hutan Papua jenis anggrek ini tumbuh juga di hutan Jawa Barat. Karena keberadaannya masih banyak, jenis anggrek ini tidak termasuk jenis anggrek yang dilindungi. Salah satu anggrek yang juga saya miliki di rumah.

Macrantum koleksi pribadi


Anggrek Grammatophyllum scriptum (written grammatophylum). Seperti halnya anggrek Bulbophyllum macranthum anggrek grammatophyllum scriptum tumbuh juga di hutan lain di Indonesia, termasuk jenis anggrek yang tanamannya berukuran agak besar berbunga banyak. Di pasaran anggrek jenis ini harganya mahal tapi sayang anggrek jenis ini sudah banyak di cloning di Thailand dan petani anggrek Indonesia membelinya dari sana untuk diperjualbelikan. Sayang ya, saya berharap ini tidak terjadi dengan anggrek lain di Papua.

Papua berdaya
Kalau berbicara anggrek bukan hanya soal keindahannya lho teman tapi nilai ekonomis. Selama puluhan tahun tingkat konsumen anggrek stabil begitupun dengan harganya. Dan pecinta anggrek ada di seluruh dunia. Bandingkan dengan tanaman hias lain yang bisa dibilang musiman, dengan harga fantastis namun tak bertahan lama, sebut saja dulu sempat booming Aglonema dan gelombang cinta yang harganya fantastis tapi kini tak ada harganya.

Tahukah teman – teman ekportir anggrek terbesar di dunia negara apa? Thailand. Baik anggrek hindrid (silangan -  kawinan) maupun anggrek spesies dari negara lain yang mereka clonning.

Ehm kalau dilihat dari sumber daya alam harusnya negara kita ya yang jadi eksportir, karena potensinya besar  dari lahan maupun keberagaman anggreknya. Sayangnya kurang diseriusi, dukungan pemerintah kurang.  


Nilai ekonomis anggrek bukan hanya karena keindahannya, beberapa tanaman anggrek dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat dan bahan kosmetik. Sebagai tanaman obat saya yakin orang asli papua sangat tahu, mana tumbuhan (anggrek) yang bisa dijadikan obat dan mana yang tidak. Bayangkan jika herbal tradisional Papua ini dikembangkan sehigga bernilai ekonomis. 

Hutan Papua bisa jadi sumber potensi untuk mengembangkan  anggrek agar  bernilai ekonomis tanpa merusak hutan. Tetap menjadikan hutan Papua sebagai habitat aslinya namun bisa dinikmati hasilnya, entah sebagai ekowisata atau tempat penelitian dan pengembangan flora dan fauna Papua. Jangan sampai terulang anggrek Indonesia dipatenkan negara lain setelah dilakukan clonning dan ini pernah terjadi lho.

Yang saya tulis di atas hanya seujung jari dari kekayaan alam Papua dan membuat saya makin penasaran untuk berkunjung ke sana. Kalau Tim Laman bisa membagikan keindahan alam Papua ke seluruh dunia dengan jepretan Bird of Paradisenya, saya mau lah berbagi foto anggrek Papua jika ada kesempatan ke Papua. Aamiin.

Keunikan Papua lain bisa teman – teman baca di hutanpapua.id
Ada yang seperti saya, ingin berkunjung ke Papua juga? Papua itu Indonesia, dengan dukungan kita Papua berdaya dan bisa menjadi ekowisata dunia.  Dukung Hutan Papua menjadi konservasi dunia.

Referensi tulisan
www.alamendah.org
Majalah Orchid Indonesia edisi  Agustus – September 2011

Buku Orchids commemorating the golden anniversary of the orchid society of South East Asia 

15 komentar:

  1. Papua dengan segala keindahan alamnya. Tak diragukan lagi ya Mba, masih hijau dan banyak spesies hidup di sana. Btw, aku suka banget makan matoa. Menurutku rasanya seperti ada campuran buah durian.

    BalasHapus
  2. Papua ini punya sumber daya alam yg luarrr biasa.
    Kita kudu bahu-membahu untuk menjaganya sekuat tenaga
    Semoga semua pihak bisa bekerjasama melindungi hutan Papua agar tetap lestari.. Aamiin..

    BalasHapus
  3. MasyaAllah indahnya anggrek-anggreknya. Tetapi gitu kalau dikembang biakkan di luar Papua mungkin akan sulit hidup ya, kecuali iklimnya sama.

    BalasHapus
  4. Hutan papua memiliki spesies flora dan fauna yang lengkap, bahkan termasuk 3 hutan besar di dunia dengan jenis satwa yang lengkap.

    VArietas anggrek hutannya juga konon katanya jenis anggrek langka (bikin semakin penasaran dan pengen ke Papua)

    BalasHapus
  5. Papua itu indah. Pemandangannya superr memanjakan mata, kekayaan alamnya melimpah tapi sayangnya penduduknya masih hdup di bawah garis kemiskinan hikz.

    BalasHapus
  6. Mungkin karena jauh...diujung timur, jadi selama ini kekayaan dan keindahan alam Papua kurang terekspose ya mba...padahal sebenarnya Papua indah. Selain Raja Ampat, masih bnyk yang bisa dikembangkan...

    BalasHapus
  7. Waah... ada matoa. Aku suka banget buat matoa. Rasanya unik campuran klengkeng dan rambutan. Oh iya ternyata ada banyak jenis anggrek juga ya di Papua, itu jenis bunga kesukaan ibuku lho.

    BalasHapus
  8. Memang Papua itu unik dari segi fisik orangnya saja sudah terlihat beda dengan orang Indonesia kebanyakan itulah mereka mudah dikenali tapi ternyata kekayaan alamnya juga lebih unik lagi dan kaya hal ini perlu sama-sama kita dukung untuk dilestarikan

    BalasHapus
  9. begitu banyak kecantikan dan keindahan Papua yang perlu kita ketahui ya mba...dan memang cantik banget. AKu yang udah beberapa kali ke Papua aja pengen balik lagi

    BalasHapus
  10. Wow, Papua memang kaya ya alamnya. Destinasi wisata, flora terutama anggereknya cantik dan beragam, burung Cendrawasih juga sangat cantik. Buah Matoa pun enak, aku pernah ngerasain rasanya seperti perpaduan antara buah rambutan dan kelengkeng :)

    BalasHapus
  11. Daku pernah dapat Anggrek Papua ini, coba tanam sendiri, eh gagal, mati.
    Padahal bagus banget anggreknya, jadi sedih.
    Salah satu impianku bisa datang ke Papua.

    BalasHapus
  12. Hutan banyak manfaatnya ya mak 😍😍😍 makanya ku ga mau klu hutan ditebangi akeh secara buat nafas kita beberapa tahun ke depan. Apalagi itu banyak manfaatnya

    BalasHapus
  13. Aku juga langsung kepoin Tim Laman, mbak. Alamakkk, cakep2 foto hewan-hewan di sana..

    BalasHapus
  14. Kalau dengar kata Papua, ingatnya langsung burung cendrawasih. Semoga hutan berikut flora dan fauna di Papua tetap lestari ya

    BalasHapus
  15. Papua ini surga yah mba sayang banget ga ke sorot lebih banyak padahal Indonesia timur tuh cakep2

    BalasHapus

find me