Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 21 Oktober 2019

Empat Kuliner Legendaris kota Bogor

Jelajah Gizi Bogor 2019; Empat  Kuliner Legendaris kota Bogor

Empat kuliner legendaris kota Bogor ini harus teman - teman coba jika berkunjung ke Bogor

Foto dokumentasi Dadang Tri Ippo

Jalan – jalan ke suatu daerah rasanya belum afdol kalau tidak mencicipi kuliner khasnya. Walaupun mungkin makanan sejenis ada di kampung halaman tapi pasti ada satu hal yang membedakannya, yaitu citarasa. Citarasa ini menjadi unik karena makanan dengan nama sama di daerah berbeda, menggunakan racikan bumbu yang berbeda atau ada beberapa dari campuran makanan itu yang berbeda.


Tentang keseruan Jelajah Gizi Bogor secara lengkap teman – teman bisa baca di Jelajah Gizi Bogor 2019, Aksi Kita Menentukan Masa Depan


Contohnya Soto. Banyak daerah di Indonesia memiliki masakan bernama soto, tapi soto bandung jelas berbeda dengan soto betawi, berbeda jauh dengan soto mie bogor, beda banget dengan soto (coto) makasar, beda juga dengan soto lamongan. Di Bogor ada dua jenis soto yang terkenal yaitu soto mie dan soto kuning.

Jadi gak berlebihan  kalau dibilang Indonesia ini sangat kaya dengan keanekaragaman, bukan hanya budaya juga citarasa dalam masakan.


Dari Jelajah Gizi Bogor yang saya ikuti minggu lalu (14-16 Oktober 2019), kami mengunjungi  4 kuliner legendaris yang ada di kota Bogor, disebut legendaris karena pedagang kuliner ini sudah berjualan lebih dari 30 tahun, dengan resep yang turun temurun dari generasi ke generasi. Di tengah maraknya makanan kekinian, yang notabene mengadopsi selera western (barat)   seperti cake, pasta dan steak. Masakan khas daerah dengan racikan bumbu rempahnya  yang Indonesia banget ini masih bertahan dan memiliki tempat tersendiri di masyarakat luas bahkan diburu untuk dicicipi para wisatawan lokal. Salah satu alasan kenapa kuliner  legendaris ini bertahan adalah karena  rasanya yang enak, seperti sebuah ungkapan,’Karena rasa tak pernah bohong.’

Versi Vlognya bisa teman - teman tonton di sini 



Jelajah Gizi bukan hanya icip – icip makanan khas daerah lho, juga mengeksplorasi potensi pangan lokal dan menilik kandungan gizinya bersama Prof. Ahmad, pakar gizi dan ketahanan pangan IPB, yang menemani kami selama Jelajah Gizi berlangsung (3 hari).

Baca juga Jelajah Gizi Bogor 2019; Olahan buah  pala KWT kampung Buntar, oleh - oleh khas kota Bogor


Soto Mie Kesatuan jalan Rangga Gading

Soto-mie
Foto dokumentasi pribadi/rina s

Soto Mie Kesatuan Bpk. H. Rohma ini terletak di jalan Rangga Gading tidak jauh dari kampus STIE Kesatuan, makanya lebih dikenal dengan nama Soto Mie Kesatuan. Untuk mencapai lokasi,  masuk dari jalan Suryakencana depan Kebun Raya Bogor, terletak di sebelah kanan. Walaupun jalan Rangga Gading bisa dilalui kendaraan roda empat, saya tidak merekomendasikan karena sempit dengan banyaknya pedagang kaki lima dan motor yang parkir. Jadi sebaiknya parkir di jalan Suryakencana dan jalan kaki ke sini.  Enak jalan kaki lho sekalian icip – icip kuliner lain sepanjang jalan Suryakencana.



foto dokumentasi pribadi/rina susanti 

Bpk. H. Rohma sudah berjualan Soto Mie sejak tahun 1983, berawal dari kaki lima kini menempati kedai. Kedainya sederhana tapi sehari minimal ludes 100 mangkok. Kalau hari libur lebih banyak lagi. Wow…semoga laris manis terus ya.

Sekalian belajar motret food 

Harga seporsi soto mie 16 ribu rupiah belum termasuk nasi. Buka dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore.


Isian soto mie terdiri dari kuah kaldu, irisan daging, mie dan bihun, irisan lobak, potongan tomat, dan taburan bawang goreng. Tambahkan perasan jeruk limo jika suka rasa asam. Penambahan sambal tentunya sesuai selera. Tekstur dagingnya empuk dan bercitarasa gurih.  Rahasia daging empuk karena dimasak dengan presto, setelah dimasak presto daging dibiarkan semalaman, jadi bumbu rebusan meresap, seperti dituturkan kang pelayannya saat Jelajah Gizi berbincang - bincang.

Kandungan gizi soto mie. Menurut Prof Ahmad, semangkuk soto mie sudah mencukupi kebutuhan gizi karena lengkap mengandung karbohidrat, protein dan vitamin mineral (dari tomat dan lobak). Tapi tentu saja untuk memenuhi kebutuhan healty diet, makanan harus bervariasi setiap harinya. Jadi jangan pagi, siang dan sore makan soto mie hehehe.

Prof. Ahmad menggarisbawahi mie kuning yang ada dalam soto mie, karena umumnya pedagang soto mie menggunakan mie yang dibeli di pasar (tidak membuat sendiri mienya), keamanan dari bahan kimia berbahaya belum terjamin. Prof. Ahmad ia pernah mengutarakan kekhawatiran ini pada walkot Bogor saat ini, agar pemkot mengawasi produsen mie basah yang menjual mie nya ke pedagang soto mie, agar konsumen lebih terjamin keamanannya.

Semoga pemkot Bogor menanggapi usulan ini dengan serius ya sehingga konsumen terlindungi dan sehat.

Soto Kuning Pak Yusup jalan Suryakencana

Aroma rempah - rempah dari soto menguar ketika kami sampai di kedai ini, membuat saya merasa sangat kelaparan, apalagi begitu melihat potongan daging berbumbu kuning yang ditata di atas daun, makin ga sabar ingin segera mencicipi Soto Kuning Pak Yusuf yang legendaris ini. Tapi harus sabar karena semua peserta Jelajah Gizi sepertinya merasakan hal yang sama dengan saya hehehe.

Foto dokumentasi pribadi/rina susanti 

Sesuai namanya, kuah soto ini bernama kuning, kuah daging bersantan. Buka dari jam 12 siang hingga jam 9 malam. Tapi bisa tutup lebih cepat jika dagangan laris manis.



Foto dokumentasi pribadi/rina susanti 

Isian soto kuning, perkedel kentang, potongan daging has dalam, paru goreng atau rebus, kikil, paru, hingga lidah.


Foto dokumentasi pribadi/rina susanti 

Harga seporsi soto kuning pak Yusuf dihitung peririsan isian daging, satu iris harganya 11 ribu. Jadi kalau teman – teman mengambil 3 atau 4 daging, tinggal dikalikan 11 ribu. Harga belum termasuk nasi.Semua potongan daging dan jeroan empuk dan terasa bumbunya. Jadi begitu menyatu dengan kuah, rasa gurihnya double tapi ga bikin eneg, ini yang suka. Karena lidah saya agak sensitif sama micin, kalau makanan bermicin banyak autoeneg. Kekentalan santannya pun pas, jadi tidak terlalu berminyak.

Pak Yusuf berjualan soto kuning sudah sekitar 30 tahun, berawal dari gerobak pikul kaki lima hingga kini di kedai.

Kandungan gizi soto kuning. Pertanyaan para peserta soal nutrisi soto kuning ini hampir seragam, “Sehat ga prof, kan ini banyak jeroan.”  Soalnya pemahaman sebagian besar masyarakat jeroan identik dengan kolesterol jahat. Yang pasti soto kuning kaya kandungan proteinnya.


Foto dokumentasi Dadang Tri Ippo

Prof. Ahmad menanggapi dengan senyuman sebelum menuturkan kalau tidak ada yang salah dengan makanan, yang salah pola konsumsi dan pola hidup. Makan apapun kalau kurang gerak, atau asupan makanan berlebih sementara aktivitas sehari – hari lebih banyak duduk (depan lapto), ya jadi penyakit.

Heuheu bener juga ya. Prof. Ahmad juga ngasih tips nih untuk mengurangi kadar lemak setelah menikmati soto kuning lanjut minum es cingcau. Pas banget samping  kedai soto kuning ini ada penjual es cingcau.


Prof Ahmad mengingatkan kembali  konsep healty diet kuantitas cukup, aman, bergizi dan beragam. 

Asinan sayur dan buah Gedung Dalam


Foto dokumentasi Dadang Tri Ippo

Bulan November mendatang usia  Asinan Gedung Dalam 41 tahun. Yap, usaha ini mulai dirintis pemiliknya sejak tahun 1978, dan kini dikelola generasi keduanya, Ci Monika.

Ayah Ci Monika seorang pedagang buah, lalu membuat dan menjual asinan. Asinan buatannya laris dan jadi oleh - oleh khas Bogor. Setelah ayahnya wafat Ci Monika melanjutkan usaha ayahnya ini dengan resep yang sama yang diwariskan ayahnya.



Asinan adalah kuliner hasil campuran budaya Tionghoa dan asli Bogor. Asinan yang dijual di sini terdiri dari empat macam yaitu asinan sayur, asinan buah, asinan campuran asinan sayur dan buah dan asinan jagung bakar.

Isian asinan terdiri dari kuah cabe dengan irisan bermacam buah – buahan atau sayuran, dengan rasa asam, manis dan pedas. Buah – buahan yang digunakan bisa 7 sampai 9 item tergantung musim. Karena ada buah – buahan tertentu yang ditambahkan hanya jika musim, tutur Cici Monika generasi kedua pemilik Asinan Gedung Dalam.

Menurut saya yang membedakan Asinan Gedung Dalam dan asinan pada umumnya, kekentalan kuah cabenya yang pas, ga terlalu encer atau kental. Begitu pun rasa asam manisnya.

"Semua buah - buahan yang digunakan adalah buah - buahan lokal. Untuk buah salak digunakan salak bali dan didatangkan langsung dari Bali," jelas Ci Monika.



asinan sayur buah
foto dokumentasi pribadi

Asinan tahan selama seminggu jika disimpan di lemari pendingin.

Kandungan gizi Asinan buah dan sayur. Sudah barang tentu kaya vitamin, mineral dan seratnya ya teman – teman. Prof. Ahmad juga menjelaskan makin banyak varian buah dan sayur dalam asinan kandungan gizinya makin lengkap.


asinan jagung bakar
foto dokumentasi pribadi 

Ada peserta yang bertanya, kurang lebih pertanyaan seperti ini; Asinan  bikin sakit perut ga, kan rasanya ada asam dan pedas. Saran Prof. Ahmad, agar aman jangan dikonsumsi saat perut kosong karena kondisi lambung tiap orang berbeda.



Bir Kotjok si Abah jalan Suryakencana

Walaupun dinamai bir tapi minuman ini halal alias 0% kandungan alkoholnya. Dinamai Bir Kotjok karena warna dan busanya mirip bir dan dibuat dengan cara dikocok.


Foto dokumentasi pribadi/ rina susanti 

Minuman ini memiliki khasiat untuk kesehatan karena terbuat dari rempah - rempah seperti jahe merah, cengkeh, kayu manis, untuk pemanisnya digunakan gula pasir dan gula aren. Harga satu gelas 10 ribu rupiah saja. Dinikmati dalam keadaan dingin dengan menambahkan es 

Sayang saya tidak sempat ngobrol – ngobrol dengan pemiliknya karena diburu waktu padahal penasaran dengan tulisan di gerobaknya yang tertulis sejak Bir Kotjok si Abah since 1965. Apa mulai berjualan sejak 1965 dan diturunkan dari generasi ke generasi atau resep Bir Kotjok ditemukan si Abah tahun 1965.


Foto dokumentasi pribadi/rina susanti 

Ada yang bisa menambahkan kuliner legendaris Bogor lainnya?

Tentang Jelajah Gizi teman - teman bisa ikuti akun resminya  di instagram NutrisiBangsa


Note ; Beberapa foto dari postingan ini milik pa Dadangtriippo  dan digunakan atas seijinnya. 



13 komentar:

  1. Bogor banyak banget ya Mbak makanan khasnya. Soto kuning dan soto mie ini itu berarti sama-sama menggunakan daging ya Mbak. Aku angguk-angguk bagian, mau makan kayak apapun kalau tidak diimbangi dengan gerak badan yang normal ya bisa bahaya juga ya.

    BalasHapus
  2. Ini enak semua, ga ada yang gak enak, cuma bener tuh konsumsi makanan yang enak terlebih penuh lemak kolesterol kudu di imbangin sama aktifitas olahraga, kalau cuma diem depan laptop bikin penyakit, malah ga bisa nikmatin makanan enak

    BalasHapus
  3. Maaakk, kita kok sehati banget yhaaaa
    AKu juga baruuu aja tek-tokan ama Mutiah, temenku yg domisili di Bogor.
    ceritanya aku pengin main ke sana dan coba kuliner Bogor, eh, mak Rina juga mengulas dgn super lengkaaappp
    Aaak, makin puingiiinn ke Bogorrrr
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Aku malah baru tau lho mbak kalo salah satu makanan legendarisnya Bogor tuh soto. Selama ini yang familiar kalo soto tuh soto kudus, soto banjar sama soto betawi. hihihi

    BalasHapus
  5. waah Bogor mah tempatnya kuliner legendaris

    banyak juga di sepanjang jalan suryakencana mba kuliner khas bogor yg gak kalah legendaris

    BalasHapus
  6. Soto Mie Bogor emang enak sayang di Cimahi ga ada satupun yang jual soto mie huhu kusedih banget :D

    Soto kuning ini kalau nda salah pernah masuk liputan ya mba? jadi pengen

    BalasHapus
  7. Bolak balik ke Bogor tapi aku belum pernah nyobain kuliner kota Bogor selain asinan radio dalam nih mba. Hahhaa. Nah pengen banget tuh nyobain soto kuningnya, mba. Kliatan yummy banget

    BalasHapus
  8. Saya suka asinan, terutama kalau banyak bengkuang dan kacangnya.
    Soto mie nya menggoda. Kalau di tempat lain, soto itu ya makannya sama nasi, tapi kalau di Bogor selain soto kuning yang pakai nasi, ada soto mie juga ya mbak

    BalasHapus
  9. Waa beruntung banget aku baca ini. Kebetulan pekan depan mau nengok adik ipar di Bogor. Pulangnya aku mau cobain kuliner khas ini ah

    BalasHapus
  10. Mbak aku drket ke bogor yapi belum pernah coba kedua makanan itu loh.. nanti mau coba ah

    BalasHapus
  11. Ngiler banget aku sama Soto Mie nya dan yang gak kalah bikin ngiler nya tuh asinannya. Btw aku tuh udah sering pulang pergi Jakarata-Bogor tapi belum pernah sama sekali kulineran langsung disana

    BalasHapus
  12. Seru sekali jelajah kuliner khas Bogor bareng temen-temen semua dan iya Soto Bogor enak-enak semuanya ya

    BalasHapus
  13. Duuh, soto mie makanan favorit aku banget. Disinipun aku suka makan soto mie. Tp anehnya sering ke bogor malah gak pernah makan soto mie bogor aslinya, Hahaa..

    BalasHapus

find me