Kamis, 14 Februari 2019

Melibatkan Anak Berwirausaha

Assalamualaikum,

Bagaimana cuaca di tempat teman - teman, alhamdulillah di sini hujan terus jadi saya tidak perlu menyiram tanaman, lumayan menghemat waktu setengah sampai 1 jam setiap hari. 

Ga pernah terbayangkan saya akan jadi pedagang tanaman dan tukang kebun hahaha. awal mulanya bisa baca di Pengalaman Pertama Mengikuti Pameran Bunga. 

Banyak pengalaman menarik dan seru baik yang berhubungan dengan customer, rekanan atau para petani. Pengalaman tak kalah menarik adalah melibatkan anak - anak dalam pekerjaan ini. Mulai menyiram, menanam tanaman, memisahkan anakan anggrek sampai merangkai bunga. Dari awal saya memang ingin anak - anak terlibat agar mereka paham nilai uang. Paham untuk mendapatkan uang harus bekerja - melakukan sesuatu.

Jauh sebelumnya, saya dan suami sepakat tidak memanjakan anak - anak dengan tidak menuruti  semua keinginan mereka. Jadi mereka punya inisiatif mengumpulkan uang jajan jika menginginkan sesuatu plus mewanti - wanti jika ingin membeli sesuatu harus melihat nilai dan manfaatnya, jangan sekedar suka.

Berikut beberapa kegiatan dimana saya melibatkan anak - anak berwirausaha tanaman/bunga;

Melibatkan anak dalam pekerjaan rutin sesuai kemampuan 

Kegiatan rutin setiap hari adalah sore menyiram bunga kecuali musim hujan. Tidak setiap hari saya menugaskan si sulung untuk menyiram bunga selain karena dia ada kegiatan lain seperti mengaji juga karena sore hari waktunya dia bermain dengan teman - temannya (anak - anak tetangga). Jadi kalau saya kerepotan dan dia sedang senggang saja meminta dia menyiram tanaman. Karena tugas menyiram tanaman tidak sekedar menyiram tapi memeriksa tanaman jika kena hama atau memisahkan tanaman yang perlu perawatan.

Yang paling rutin adalah kegiatan mingguan, jadi setiap hari sabtu atau minggu, kami sekeluarga berkebun. Jamnya fleksibel karena sabtu pagi si sulung ada ekskul di sekolah. Berkebun bukan semata - mata berkebun ya hahaha karena jualan jadi semua tanaman harus dirawat. Walaupun ada karyawan anak - anak dilibatkan walaupun tidak full.

Dari tugas rutin ini anak - anak mendapat tip sebesar lima ribu rupiah plus dibeliin minuman teh kotak.

Melibatkan anak saat mendapat projek

Projek yang kami dapat selain pesanan rangkaian bunga adalah merawat green house client. Karena tempat tinggal client ini jauh kami membawa anak - anak dan melibatkan mereka bekerja yang sesuai kemampuan. Kenyataannya mereka bantuin hanya beberapa menit selanjutnya maiiiiinnn hehehe, tapi setidaknya mereka tahu dan paham apa pekerjaan Mamanya.

Kalau untuk merangkai bunga si sulung sudah bisa diandalkan dan bisa dimintai pendapat. Walaupun ya kadang - kadang dia keukeuh mau pendapatnya diterima.











Melibatkan anak saat mendiskusikan rencana usaha kedepannya
Sekedar jualan anggrek dan tanaman hias? Impian saya dan pak suami sih tidak sekedar itu tapi lebih luas. Karena pak suami karyawan swasta jadi dia ingin usaha ini untuk masa pensiun. Kedepannya kami ingin mengadakan pelatihan soal tanam menanam tanaman hias dan anggrek dan menjadikan kebun kami lebih layak untuk dikunjungi.

Saat membahas rencana dan impian itu biasanya kami libatkan anak - anak dan meminta keterlibatan mereka jika rencana terwujud.

Anak - anak tak kalah antusias biasanya, malah menyumbang saran.

Melibatkan anak saat berhubungan dengan rekanan dan client
Karena koleksi dan kebun saya belum terlalu besar dan komplit, kami bekerja sama dengan beberapa petani/kolektor anggrek lain. Saat kami belanja atau berburu tanaman anak - anak diajak, diminta pendapat memilih tanaman. Walaupun ujungnya tidak selalu manis karena si sulung malah minta dibeliin beberapa tanaman untuk dia koleksi (simpan) di green house kami. Tapi lebih seringnya tanaman si sulung ke jual jika customer yang datang langsung ke kebun ingin membelinya.

Walaupun berjualan online kadang kami juga bertemu custumer secara langsung, biasanya customer yang datang langsung ke kebun kami. Kami membuka kunjungan pada hari sabtu atau minggu. Dan anak - anak terutama si sulung kami libatkan. Tugasnya menyiapkan dus untuk wadah tanaman yang dibeli, angkut tanaman ke mobil customer, atau dokumentasi (memfoto).

Teman - teman punya pengalaman serupa, yuk share di kolom komentar.











14 komentar:

  1. Saya petani mbak, jadi kalau sabtu minggu biasanya kami aja anak-anak ke sawah. Kadang mereka main aja di sekitar gubuk, cari kupu, cari belalang dll. Kadang lari-larian di pematang. Kadang juga kami libatkan, misal saat panen. bantuin metik cabe, kacang panjang atau jagung

    BalasHapus
  2. Anakku masih 2 tahun, tapi pengen deh mencontoh mak nya, biar nanti anakku juga mandiri dan paham apa arti kerja keras. Seneng ya liatnya kalau anak-anak udah antusias gitu..

    BalasHapus
  3. Pelajaran seperti itu sebetulnya termasuk berharga banget. Anak-anak tidak hanya mendapatkan teori. Tetapi, langsung prakterk berwirausaha. Udah gitu belajarnya langsung dengan orang tua sendiri

    BalasHapus
  4. Wah mba jualan anggrek ya, ih aku mau. Kayanya asyik ya mba, bisa melibatkan anak juga untuk urusan merangkai bunga.

    BalasHapus
  5. senangnyaaa si kecil mau membantu berkbun. siram tanaman ajah udah banyak membantu. semoga pekerjaan kecil ini bisa mendidiknya untuk lebih giat mlakukan hal positif lainnya yah

    BalasHapus
  6. Wah berguna bgt ya ngajarin anak kita sejak dini berwirausaha

    BalasHapus
  7. So this is more like activities to teach our children some useful skills for their future and to make them feel more involved with the whole family affairs. I think the sooner the kids know about it the better, as long as they still focus on their study at school as well

    BalasHapus
  8. Bagus ini mba ..melibatkan anak dalam aktivitas yang positif. Kata kakakku yang dia wirausaha gitu...kliennya kan ada yang tionghoa...nah,anak si tionghoa itu, meski kecil..dia selalu diajak klo rembukan bab bisnis..

    Secara tak langsung, si anak akan belajar juga klo suatu saat menekuni bisnis yang sama.

    Dan itu sebenarnya etos kerja yang bisa ditiru

    BalasHapus
  9. wah keren banget ini bentuk usahanya .. Anakku jualannya makanan kecil atau macem2 mainan atau alat tulis.. hehe. semangat berbisnis. .

    BalasHapus
  10. Aih, keren banget sih mak, bisnisnya bunga-bunga hias. Aduh, anggrek kan rada sulit juga perawatannya. Kalau musim hujan begini apakah berpengaruh ke kualitas panen anggreknya?

    BalasHapus
  11. Senang sekali kalau anak-anak sudah mau membatu ya teh

    BalasHapus
  12. Dulu di sekolah anak-anak ada Market Day dimana anak-anak diminta membuat produk dan menjualnya di sekolah.

    Seru banget ngeliat di penghujung hari mereka menghitung pendapatan dan mengurangi dengan modal. Begitu tau ada sisa uang sebagai keuntungan ... mereka hepi banget.

    BalasHapus
  13. Belum ada pengalaman yang begini persis. Tapi kalau bisa aku melinatkan anak aku utk ikut andil misalmya bersih2 kamar bersih2 rumah. Dll

    BalasHapus
  14. Di Batam musim kemarau Mbak. Udah hampir dua bulan gak hujan-hujan, tanaman udah mulai pada kering.


    Btw, keren banget ih bisa mengelola usaha jual bunga gitu. Gimana mulainya?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...