Menjaga Imunitas Anak di Masa Pandemi

Menjaga Imunitas Anak di Masa Pandemi

Assalamualaikum teman-teman, semoga dalam keadaan sehat dan baik. Apa kabar sekolah anak-anak? Sudah mulai PTM? Sekolah si sulung sudah mulai  PTM sejak sebulan lalu, tapi hanya seminggu sekali karena berbagi dengan hari dengan kelas lain (kelas 7 dan 9). Kapasitas kelas yang mengikuti PTM 50% dari total sekelas, jadi sistemnya gantian. Yang jadwalnya online, tetap mengikuti dari rumah. Tapi si sulung sendiri masih full online karena baru sekali vaksin, vaksin ke 2 bulan oktober ini, jadi mulai mengikuti kelas PTM setelah vaksin ke 2 agar ikhtiar jaga kesehatannya maksimal. Sementara adiknya yang kelas 4 sd, sekolahnya baru merencanakan PTM.

Olahraga jalan-jalan = treking 

Kabar PTM membuat anak-anak senang, saya sebagai orang tua antara senang dan khawatir, karena pandemi ini belum bisa dikatakan selesai. Namun berharap setelah vaksin merata, pandemi bisa sangat-sangat terkendali sehingga anak-anak bisa sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

Karena situasi belum bisa dikatakan aman dari pandemi, imunitas anak-anak harus tetap terjaga, terlebih menghadapi PTM.  Menjaga imunitas anak berarti menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Memperhatikan kesehatan mental anak-anak tidak kalah penting terlebih di masa pandemi di mana interaksi/main anak dengan teman-temannya berkurang jauh, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah yang sangat mungkin membuatnya bosan dan jenuh, keadaan yang membuat mereka dapat mengalami stress tanpa disadari. 

Baca juga Tanggap Alergi di Masa Pandemi  

Saya  melakukan hal-hal berikut untuk menjaga imunitas kedua anak saya.

Disiplin prokes

Berusaha tidak bosan mengingatkan anak-anak soal 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Saat keluar rumah harus memakai masker dan membawa hand sanitizer. Memberi pengertian pada anak-anak jika disiplin prokes juga berarti kami tidak bisa sering mengajak mereka keluar rumah untuk hal yang tidak penting seperti jalan-jalan, ngemall atau jajan. Ke rumah saudara/kakek neneknya tidak bisa sesering  dulu. Sejak pandemi kami hanya dua kali ke mall itu pun ke supermarketnya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Tidak ada lagi makan di luar dine in, kalau beli makanan di luar dibungkus dan dinikmati di rumah.

Membatasi interaksi/bermain bersama teman-temannya. Ini bukan hal mudah terutama di masa awal pandemi tapi seiring waktu dengan mengajak mereka  membaca dan menonton berita bagaimana virus membuat orang sakit, akhirnya mereka paham.

Makan makanan bernutrisi

Mengkonsumsi makanan bernutrisi salah satu syarat penting menjaga imunitas anak. Daya tahan tubuh anak baik membuatnya  kuat terhadap serangan beragam penyakit.

Boleh baca Lima Resep Mudah, Bergizi dan Terjangkau

Menu bernutrisi berarti seimbang antara asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral didapat dari sayuran dan buah-buahan. 

Bukan tanpa drama membiasakan anak makan sayuran dan lauk bervariasi. Kedua anak saya suka ayam, kalau ditanya mau makan apa pasti jawabnya ayam. Tapi dengan pembiasaan dan memberi pengertian akhirnya mereka mau makan beragam jenis ikan dengan olahan apapun. Begitu pun dengan sayuran, dengan pembiasaan dan pengertian akhirnya mereka mau makan sayur apapun, prosesnya bertahun-tahun 😅. 

Sayuran mudah dan murah di dapat, seperti bayam, taoge, kangkung, caisim, dsb. Untuk buah-buahan saya memilih buah-buahan lokal yang murah harganya seperti pepaya, pisang, jeruk, semangka.

Menyediakan makanan bernutrisi di rumah tidak selalu  mahal, beberapa menu makanan sederhana kaya nutrisi pernah saya tulis di blog ini, resep masakan mudah bergizi dengan harga terjangkau. 

Baca juga Membiasakan si Kecil Mengkonsumsi Makanan Berserat

Camilan mudah dan murah dibuat


Olahraga

Pandemi 'memaksa' anak-anak di rumah saja, bermain kesana-kemari dengan teman-temannya terbatas. durasi  duduk depan tv atau main gadget bertambah, duh kadang ini yang paling bikin bete, ga rela anak-anak menambah jam gadgetan tapi kadang ide pengalihan habis. Olahraga atau membuat tubuh bergerak aktif salah satu kunci kesehatan plus mendorong tumbuh kembang fisik anak baik, begitu yang paernah saya baca.


Mendorong anak-anak olahraga atau 'bergerak' selama di rumah  saja jadi penting. Yang biasanya anak-anak di rumah  berenang sebulan 2x, selama pandemi off, saat new normal sempat nyoba berenang lagi tapi begitu PPKM berhenti hingga sekarang. Beruntung tak jauh dari rumah ada lapangan buku tangkis milik warga yang bisa digunakan kapan saja. Jadi selain naik sepeda anak-anak main bulu tangkis. 

Bermain dan menumbuhkan kreativitas

Saya masih ingat ekspresi anak-anak di bulan-bulan pertama pandemi;  murung, uring-uringan karena ingin main, tidak boleh, mudah marah, gampang berantem antara si adik dan si Kaka. Mereka juga bukan tipe yang betah nonton  tv lama-lama, terlebih di rumah kami tidak berlangganan tv kabel jadi kalau menonton itu lagi itu lagi acaranya. 

Saya dan suami menyiasati dengan menambah buku bacaan dan mainan. Mengenalkan mereka pada komik kungfu boy dan conan, komik jadul Nina. Si sulung yang suka menggambar dikenalkan pada photoshop dan after efec. Anak-anak belajar bermain  alat musik secara mandiri yaitu dengan aplikasi, untuk organ kami pakai aplikasi simple piano, di postingan nanti saya akan review aplikasi ini. 

Lumayan meredakan rasa bosan mereka sampai akhirnya mereka bisa beradaptasi dengan keadaan tapi tetap ya naluri main mereka besar tidak heran senang sekali saat aturan mulai longgar saat new normal. Tapi harus dikurung lagi di rumah saat ppkm, sekarang mulai bisa main lagi dengan tetap menerapkan prokes. 

Kegiatan lain yang dapat mengatasi rasa bosan dan jenuh anak-anak di rumah adalah melibatkan dalam pekerjaan rumah dengan memberi mereka tugas seperti menyapu, cuci piring dan menyiram tanaman. Setiap minggu jadwal mereka bantu Mamanya berkebun, bukan kebetulan saya punya sampingan jualan tanaman hias dan suka menanam buah di tabulapot. 

Boleh baca Belajar Digital Art dan Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Read Aloud

Tidur dan istirahat cukup

Menerapkan disiplin agar anak-anak tidur dan istirahat cukup. Kalau di rumah, maksimal anak-anak tidur jam 10 tapi biasanya sebelum jam 10 sudah tidur. 

Multivitamin dan susu perlukah?

Saya tidak selalu memberi anak-anak asupan multivitamin. Multivitamin hanya diberikan jika mereka terlihat kurang fit, sakit atau ada salah satu anggota keluarga di rumah sakit. Dengan pertimbangan makanan sehari-hari sudah cukup bernutrisi.

Sedangkan untuk susu, anak-anak suka mengkonsumsi susu, jadi biasanya mereka inisiatif meminta jika ingin. 

Jaga kesehatan mental anak dengan perhatian dan kasih sayang 

Fisik yang kuat harus dibarengi mental yang sehat. Kesehatan mental menurun, imunitas juga menurun. Sehat mental di sini   tidak  terkait dengan penyakit kejiwaan. Anak dengan mental sehat akan terlihat ceria, gembira, bisa bersosialisasi dan mengendalikan emosi. Sikap ini didapat jika anak merasa aman dan nyaman di rumah. Kasih sayang dan perhatian orangtua berperan penting. 

Perhatian bisa berupa memenuhi kebutuhan anak, jika memberi hukuman tidak berlebihan dan melabeli anak dengan hal negatif. Tapi beberapa keadaan ini tidak mudah apalagi selama ini anak-anak PJJ, capek fisik dan mental apalagi kalau si anak masih suka pecicilan saat zoom 😀. Tapi itu tantangannya, berproses dan belajar sabar. 


Teman-teman punya tips lain? Tulis di kolom komentar ya 

Tidak ada komentar