Kamis, 23 Agustus 2018

Dukung Bersama Asian Games 2018

Olahraga apa sih yang paling baik? Yang hasilnya membuat badan sehat, bugar dan bahagia? Ya, olahraga yang dilakukan, bukan dipertanyakan, diwacanakan atau direncanakan. Duh jawaban coach   saat acara Ngumpul Sehat beberapa waktu lalu, mengena banget ya, secara itu yang sering jadi pertanyaan saya saat memutuskan akan rutin berolahraga.

Ngumpul sehat, dukung Asian Games

Jadi teman apapun olahraga yang kamu sukai, yang enjoy dilakukan, lets do that. Saya sendiri suka aerobic, sepedaan, dan berenang. Walaupun untuk yang terakhir gerakan gaya katak saya belum sempurna.

Pengen sih olahraga tapi mana sempat? Anak – anak masih kecil tidak ada art pula. Mungkin teman – teman bisa mencoba olahraga Calesthenic, karena jenis olahraga ini bisa dilakukan kapan dan dimana saja dan tanpa perlu waktu khusus. Misal nih saat teman – teman ngetik depan lapi, bisa diselingi beberapa gerakan olahraga Calesthenic yang membantu mengurangi rasa pegal di punggung, bahu dan kepala. Gerakan yang terlihat biasa dan mudah ini ternyata bisa mengurangi resiko punggung bungkuk atau bahu menurun (efek sering tertunduk depan computer dengan posisi tubuh salah) yang menyebabkan sakit kepala.


Berkenalan dengan olahraga Calesthenic
(perhatikan gambar di slide, efek salah posisi tubuh)

Kalau teman – teman search di google olahraga Calesthenic yang muncul foto – foto gerakan olahraga yang terlihat ekstrim dan maskuli Padahal tidak semua   Calesthenic seekrim itu.
Beberapa gerakan calesthenic yang kami praktikkan kemarin dan mudah dicoba;


Gerakan melemaskan otot bahu

Gerakan untuk otot punggung

Oh ya perkenalan saya dengan olahraga calestenics saat ngumpul sehat bareng medialogy sekitar 3 minggu lalu. Kami tidak hanya diajak perkenalan dengan olahraga calesthenic juga  mempraktikkan secara langsung dengan instruktur  spesialis calesthenic coach    Aufra.

Alhasil setelah ikut acara ini badan berkeringat dan pegel – pegel. Keseruan lain di acara ini games berkelompok yang kami mainkan, cukup mengocok perut. 


Hore tim saya menang, dapat hadiah pulsa

Dukung Bersama Asian Games 2018
Selain berbincang tentang  olahraga Calesthenic kita juga ngobrol tentang Asian Games 2018 dimana kita menjadi tuan rumahnya.

Ada yang nonton ceremony pembukaannya? Keren ya. Saya nonton depan tv di rumah saja harunya terasa apalagi yang nonton langsung. Ga heran acara pembukaannya sekeren ini, yang punya ide pak Wishnutama. Tahu kan siapa beliau. 

Sebagai tuan rumah sudah sepatutnya kita bangga dan turut mensukseskan event ini. Bagi kita sebagai tuan rumah, Asian Games bukan sekedar pesta olahraga tapi diharapkan adanya peningkatan ekonomi, bertambahnya wisatawan yang berkunjung ke Indonesia (media promosi tempat wisata), pembangunan infrastruktur khususnya sarana transportasi dan tempat olahraga.

Yang paling merasakan pembanguan sarana transportasi karena Asian Games adalah Palembang. 



Lebih dari itu menjadi tuan rumah berarti juga menunjukkan pada negara - negara lain bahwa Indonesia berdaya, aman dan nyaman untuk dikunjungi atau berinvestasi. 

Beberapa  bentuk dukungan yang bisa kita berikan untuk mensukseskan Asian Games 2018 diantaranya menjaga fasilitas olahraga yang sudah dibangun/diperbaiki untuk event ini, tidak menyebarkan isu negative/hoax  Asian games, ga nyinyir di media sosial mencari – cari kekurangan Asian Games – kalau ada teman yang nyinyir cukup dikasihani saja hehehe.  

Asian games pertama kali diadakan di Delhi, India dengan diikuti 11 negara,  tahun 1962 kita menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya  diikuti 17 negara dengan 13 cabang olahraga yang dipertandingkan. Jadi tahun ini, kedua kalinya kita menjadi  tuan rumah, dengan dengan 45 negara peserta dan 40 cabang olahraga yang dipertandingan.

Perhelatan Asian Games dimulai dengan pawai obor selama kurang lebih 1 bulan, dengan melintasi 53 kota di 18 provinsi. Proses penyalaan obor dilakukan minggu 15 Juli 2018 dengan mengambil api abadi di New Delhi India selanjutnya disatukan dengan api abadi  yang ada di Mrapen Grobogan Jawa Tengah. 


Susi Susanti, duta Torch Relay

Prosesi pawai obor melintasi  18 provinsi selain untuk mensosialisasikan Asian Games pada seluruh masayarakat Indonesia juga mensosialisasikan budaya dan pariwisata Indonesia.  Diharapkan wisatawan akan bertambah saat dan setelah event Asian Games dan dapat meningkatkan perekonomian rakyat, seperti dikatakan ketua INASCOG Erich Thohir.

Serba serbi Asian Games 2018
Ada beberapa cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Asian Games 2018, diantaranya;





Ini lho atlet – atlet muda Indonesia, beberapa diantaranya sudah meraih mendali emas untuk Asian Games 2018 ini;


Beberapa atlet muda Indonesia yang
Berjuang di Asian Games 2018

Jadi malu sendiri lihat prestasi mereka, masih muda sudah berprestasi.

Serba - serbi Asian Games 2018 lain bisa dilihat di sini https://drive.google.com/drive/folders/1nRala-j?usp=sharing

Oh ya buat teman - teman yang mau menonton langsung berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan, tiketnya bisa dilihat di situs resmi Asian Games 2018 www.asiangames2018.id  atau di Blibli.

Untuk selalu update perkembangan Asian Games dan jadwal pertandingannya teman - teman bisa pantau instagram resminya Asian Games. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...