Kamis, 26 April 2018

Anak Jajan Aman dan Sehat, Mama Tenang

“Mama, mau jajan!”
“Mama, minta jajan!”

Semua Mama pasti familiar dengan rengekan khas ini. Kadang malah disertai tangisan. Malu hati kalau anak nangis minta jajan di mini market. Ga dikasih anak nangis,  dikasih bikin dompet jebol karena si anak seperti aji mumpung, memasukkan macam – macam jajanan ke keranjang belanja.  Jadilah niat memburu promo minyak goreng 20 ribu gagal karena malah harus membayar 28 ribu, 8 ribunya jajan anak – anak.


Pernah mengalami? Sering? Saya pernah mengalami tapi tidak sering. Saya  mengabulkan jajan anak –anak dengan jumlah rupiah dibatasi dan jenis jajanan tertentu. Kalau merengek minta lebih dari dua macam jajanan masing – masing dengan harga di atas lima ribu biasanya tidak saya kabulkan. Biarin nangis,  abaikan teriakannya. Sedikit malu tidak apa – apa.

Akhirnya anak – anak nyerah walaupun tetap nangis, memilih jajanan yang saya setujui harga dan jenisnya. Seiring usia mereka mulai paham tangisan tidak akan mengubah pendirian Mama.  Dan seiring usia juga mereka malu merengek di tempat umum. Di rumah Adik masih suka merengek.

Ada limit rupiah yang saya tetapkan dan tidak semua jenis jajanan boleh mereka beli, setiap harinya.
Misalnya uang jajan sekolah kakak sehari 5 ribu walaupun kakak sekolah sampai sore. Pernah dia protes,”Uang jajan aku paling kecil lho Ma, di sekolah.”

“Di rumah Kaka sudah saparan, siang makan siang Mama antar. Banyak jajan, makan siang bisa tidak habis. Yang masuk ke tubuh jajanan yang belum tentu sehat dan bersih.”

“Tapi Ma, teman aku makan siang catering, paginya bekal sarapan, tetap saja uang jajannya lebih dari 10 ribu.”
Mama mulai bingung ngasih komentar. “

Uang jajan adik dua  ribu setiap sore. Di sekolahnya (TK) tidak ada kantin atau abang-abang yang jualan jadi bekal camilan dari rumah.


Jika anak – anak menginginkan mainan atau jajanan yang agak mahal biasanya saya minta menyisihkan dari uang jajan harian untuk ditabung.

Membatasi jajan anak
Tujuan membatasi mereka jajan tidak lain agar mereka tetap lahap makan sehat sehari tiga kali, tidak ada istilah tidak makan siang atau sore karena kenyang kebanyakan jajan. Mengajarkan mereka nilai uang, bahwa uang tidak hanya untuk membeli jajanan juga keperluan lain seperti membeli buku, mama belanja ditukang sayur dsb. Mengajarkan anak – anak bahwa jajan atau camilan tidak boleh dikonsumsi sepanjang hari, hanya selingan, agar sehat.

Memilih jajanan baik dan sehat
Selain mama hemat jajan, saya pun termasuk Mama cerewet mengenai jajanan mana yang boleh mana yang tidak, mana yang harus sangat jarang dikonsumsi mana boleh yang agak sering. Saya menasehati anak – anak jika memutuskan membeli makanan sebaiknya;

  1. Jika jajanan berkemasan berlabel halal. Jajanan di kantin sekolah si sulung dibawah pengawasan sekolah jadi insyalllah aman. Beberapa jajanan di sekolah si sulung bikinan orangtua siswa jadi aman juga kehalalannya.
  2. Pilih jajanan yang bersih dan sehat. Jika jajanan tidak dalam kemasan misal kue basah atau jajanan tradisional pastikan tempat berjualan dan pedagangnya bersih.  Katagori sehat yang saya sampaikan pada anak – anak, tidak berminyak banyak tapi anak – anak tidak terlalu suka gorengan, tidak terlalu gurih, bersih, dan bergizi.
  3. Tidak mengkonsumsi jajanan kering dengan rasa sangat gurih karena kerap membuat mereka batuk atau radang.
  4. Jajanan bersih. Jangan terlalu percaya dengan jajanan yang diiklankan di televise.

Pindy Permen  Susu

Pindy permen susu
Anak – anak mana yang tidak suka permen, mungkin ada tapi jumlahnya lebih sedikit dibanding yang suka.  Anak – anak di rumah termasuk yang suka permen. Pindy permens usu salah satu kesukaan anak – anak. Tekstur permennya lunak saat diemut cepat lumer di mulut. Rasa susunya terasa banget dan  sudah tersertifikat halal. Pindy permen susu aman dikonsumsi. Lebih lengkap tentang Pindy permen susu bisa teman - teman lihat media sosialnya di @permenpindy_id 

Makan  permen kan merusak gigi, bisa jadi sakit gigi? Ehm, yang membuat sakit gigi bukan permennya tapi karena gigi tidak dirawat dan dibersihkan secara teratur.  Tanpa makan permen bisa tetap sakit gigi jika sebelum tidur sering tidak gosok gigi.

Alhamdulillah anak – anak belum pernah sakit gigi dan tidak bermasalah dengan gigi berlubang hingga saat ini. Walaupun begitu kami rutin ke dokter gigi minimal setahun sekali untuk scalling. Biasanya kami melakukan perawatan di akhir tahun sekalian menghabiskan jatah asuransi.

Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak
Saya menerapkan hal berikut untuk menjaga agar gigi anak – anak tetap sehat dan bebas gigi berlubang;

  1. Menggosok gigi secara teratur terutama sebelum tidur. Idealnya katanya menggosok gigi setiap sehabis makan besar tapi karena kadang ribet saya hanya mendisiplinkan gosok gigi pagi dan sebelum tidur.
  2. Minum air putih setelah makan. Ini harus banget, setelah makan apapun termasuk jajanan/camilan/permen, ditutup dengan minum air putih. Tenggorokan tidak kering, minimal sisa makanan di mulut dan gigi terbilas.
  3. Mengkonsumsi permen dalam jumlah sewajarnya. Ini penting karena rasa manis membuat perut terasa kenyang sesaat. Kebanyakan mengkonsumsi makanan manis pada anak – anak membuat mereka tidak merasa lapar padahal mereka dalam masa pertumbuhan yang memerlukan makanan bergizi.
Itu tips dari saya seputar jajan dan anak – anak, teman –teman punya tips lain, boleh tulis dikolom komentar 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...