Rabu, 28 Maret 2018

Experience with Goldfaber Faber-Castel

Faber-Castell merk alat tulis dan gambar yang lebih dikenal dengan produk pensil warnanya ini sudah tidak asing lagi. Teman – teman di rumah coba intip pensil, pensil warna, oil pastels (krayon) atau spidol warna si kecil, ada yang merk Faber-Castell kan?

Di rumah anak – anak pengguna watercolour pencils dan connector pens Faber-Castell. Yap, kedua anak saya memang suka menggambar, waktu luangnya selain bermain digunakan untuk menggambar. Karena mereka, saya mulai coba –coba  menggambar dan ternyata  tidak sesukar yang dibayangkan selama ini terlebih setelah nganter anak – anak ikut workshop Doodlenya Mba Tanti Amelia beberapa waktu lalu. Niatnya nganter eh diajarin jadilah mulai ketagihan corat – coret.

Boleh baca Mengisi Liburan Sekolah dengan Ikut Workshop Doodle

Hari sabtu lalu saya dan teman - teman blogger dari komunitas Emak - Emak Blogger (KEB) berkesempatan mengikuti Workshop bersama Faber-Castell dengan thema  Get a Deeper Experience with Goldfaber Aqua. Mungkin teman – teman ada yang bertanya seperti apa produk Faber-Castell Goldfaber? Jujur saya pun asing dengan produk ini sampai ikut workshopnya.

Acara dibuka oleh mas Andri Kurniawan selaku PR manager Faber - Castell Indonesia. Mba Fransiska Remila selaku Brand Manager PT Faber-Castell Internasional Indonesia, mengenalkan beberapa produk Faber-Castell yang kurang dkenal masyarakat luas karena memang peruntukan produk – produk ini untuk para seniman hobbies dan profesional. 


Fransiska Ramila Brand Manager
Faber-Castell Indonesia

Dengan kata lain peruntukannya untuk orang dewasa. Apa tidak boleh digunakan anak – anak? Tentu saja bisa hanya saja sayang jika sekedar untuk corat – corat, kecuali si anak memang terlihat berbakat menggambar atau mengikuti kursus menggambar, karena seri Goldfaber harganya lebih mahal dari pencil warna Faber-Castell dengan wadah yang berwarna merah.


Goldfaber
Seri goldfaber terdiri dari dua jenis yaitu Goldfaber dan Goldfaber Aqua, keduanya didesain dengan kualitas jauh lebih bagus karena diperutukan untuk para seniman hobbies dan profesioanal. Keduanya memiliki kelebihan yaitu;

Pigmen warna yang tinggi, lead 3.3 mm.
Daya tahan warna memuaskan
Lembut, tapi warnanya kuat menempel.
Tidak mudah patah
Tersedia dalam 48 warna
Dibuat di Jerman dengan teknologi yang inovatif.


Pilihan warna Goldfaber dan Goldfaber Aqua

Sedangkan perbedaan antara Goldfaber dan Goldfaber Aqua, Golfaber Aqua larut dalam air, cara pemakaiannya agar larut dalam air seperti penggunaan water colour pencil Faber – Castell yang biasa dipakai anak – anak. Jadi objek yang sudah diwarnai/arsir dengan Goldfaber Aqua diusap dengan kuas basah.


Perbandingan warna, terlihat pigmen warna
Faber-Castell memberikan hasil yang baik

Harga tentu sebanding dengan kualitas.  Bagi para passionate self-expressionist gambar, sebagai tipe orang yang suka mengeksplorasi kreatifitasnya, tipe pembelajar yang selalu ingin meningkatkan kemampuan dirinya (dalam hal ini menggambar). Adapun untuk tipe contemplative escapist, menggambar merupakan cara bersantai, menikmati keindahan dan harmoni. Bagi tipe ini menggambar merupakan hal penting dan menikmati setiap teknik menggambar yang dilakukan. Tak heran mereka memang memerlukan peralatan gambar yang berkualitas.

Selain seri Goldfaber mba Fransiska Remila juga memperkenalkan produk dari Faber-Castell yang lebih khusus untuk digunakan para seniman yaitu Colour Pencils Polyhromos dan WaterColour Pencils Albrecht Durer. Perbedaan keduanya terletak pada kelarutannya dalam air. WaterColour Pencils Albrecht Durer larut dalam air,  teknik melarutkannya dengan air sama dengan Goldfaber Aqua, jadi gambar/arsiran bisa ditimpa kuas basah sehingga hasil mirip cat air.


Produk untuk seniman profesional

Perbedaannya dengan seri Goldfaber, pigmen warna lebih tinggi dan tahan lama. Ketahanan warnanya bisa sampai 100 tahun lho. Karena bagi para seniman professional haasil karya bisa diperjualbelikan dan tentunya diharapkan  hasil karya memiliki ketahanan terhadap waktu yang cukup lama. Seperti seri Goldfaber, dibuat di Jerman dengan teknologi inovatif.

Workshop with Goldfaber
Sesi workshop dibawakan oleh Kak Rizal dari Tim Kreatif Faber-Castell.


Kak Rizal mengenalkan tiga teknik dasar mengarsir yaitu blending, hatching dan cross hatching. Blending teknik yang meratakan/mencampurkan arsiran, hatching arsiran biasa yaitu menggaris tipis kesatu sisi dan crosshatching, menyatukan dua arsiran dengan arah berbeda. Paduan ketiga arsiran ini dalam sebuah gambar akan menghasilkan efek berbeda. Ini terlihat pada arsiran yang dicontohkan Kak Aldi, bagaimana arsiran memberikan efek bayangan dan gelap.

Teknik mengarsir

Lalu kami sebagai peserta diminta mempraktikkan terhadap sebuah gambar yang sudah disediakan dengan menggunakan Goldfaber.


Peserta workshop

With Goldfaber 

Hasilnya



Faber-Castell Store, Toko dengan Konsep Butik
Oh ya acara ini berlangsung  di store Faber-Castell yang terletak di Plaza Senayan. Toko dengan konsep butik, sehingga memanjakan konsumen untuk melihat, mencoba dan bertanya mengenai produk-produk Faber-Castell. 
Toko dengan konsep butik

Diajari teknik mewarnai

Yap, pramuniaga di sini ramah dan memiliki pengetahuan cukup mengenai menggambar sehingga saat si kecil saya bertanya mengenai beragam pencil dan penggunaanya (karena dia suka menggamabar), mbanya menjelaskan dengan detail dan mempraktikkannya. Termasuk mempraktikkan beberapa trik mewarnai yang selama ini belum diketahui si sulung.

Tak terasa 2 jam sudah berlalu, gambar yang kami arsir sudah selesai. Acara ditutup dengan sesi foto bareng berikut hasil karya.


Emak - Emak Blogger dan hasil karyanya 

Dan senangnya semua peserta mendapat Goldfaber untuk di bawa ke rumah, eh selain itu ada juga nih hadiah untuk si kecil dan alat tulis lengkap.








Selasa, 27 Maret 2018

Tips Merencanakan Liburan Ulang Tahun Pernikahan

Bulan Agustus mendatang usia pernikahan saya tepat 12 tahun, kalau melihat angka rasanya tak terasa tapi kalau flask back, mengingat – ngingat kejadian masa lalu, kerasa manis pahitnya 12 tahun. Salah satu hal paling manis adalah kehadiran anak – anak melengkapi kebahagian. Salah satu masa pahitnya adalah saat cicilan KPR naik hampir 1 juta hehehe.

Kalau dibikin list bakal panjang tapi yang pahit tidak perlulah diingat – ingat cukup jadi pelajaran. Yang pasti rentang waktu 12 tahun membuat saya makin bersyukur pada banyak nikmat yang dianugrahkan Sang Pencipta.

Yang pasti seiring bertambahnya usia pernikahan, di mana anak – anak masih perlu didampingi,  waktu berduaan dengan suami sudah makin jarang. Kadang ingin bisa dua – duaan sekedar nonton ke bioskop. Kalau baca  artikel - artikel tentang   relationship after marriage memang disarankan membuat waktu berkualitas dengan suami/istri, tujuan tentu bukan sekedar nostalgia tapi mempererat komitmen, rasa saling sayang, kekompakan dan waktunya komptemplasi diri, saat waktu untuk berdua berkurang karena kesibukan pekerjaan dan mendampingi anak – anak, godaan akan mudah menyusup. Yang sudah menikah you know lah ya hehehe. Beragam godaan.

Terus kalau liburan berdua, anak – anak gimana donk? Disinilah pentingnya perencanaan.

Selasa, 20 Maret 2018

Menu Piring Gizi Seimbang So Good ala Mama Rina

Merasa sangat sibuk itu begitu si sulung full day school karena harus menyiapkan bekal makan siangnya. Memang di sekolah ada catering dan pernah langganan  tapi karena beberapa menu kadang tidak dimakan jadi memutuskan bekal dari rumah. Tidak dimakan bukan berarti makanan catering tidak enak tapi kadang  menu tidak sesuai selera si sulung. Misal kalau Tahu, sukanya dimasak bumbu kecap. Tahu isi suka kalau isinya bihun. Tidak suka menu kebarat – baratan seperti spagetty, burger, hot dog,  padahal menu catering setiap hari jumat seperti itu. Efeknya tiap hari jumat dia tidak makan. Begitupun sayuran, hanya sayuran dengan olahan tertentu yang dia suka.

Jadi daripada mubazir atau si sulung tidak makan,  memutuskan bekal makan siang dari rumah. Repot sudah pasti karena harus bangun lebih pagi dan masakan harus siap begitu dia berangkat sekolah jam 6 pagi – jarak rumah ke sekolah lumayan jauh karena kami tinggal di pinggiran kota. Kalau masaknya kesiangan terpaksa diantar saat jemput adik sekolah (tk) dan double tenaga karena mereka belum satu sekolah.

Walaupun repot tapi lega dan tenang karena bekal makan sesuai selera mereka jadi pasti dimakan Untuk menyiasat kerepotan biasanya saya masak menu yang praktis, mudah dan cepat dimasaknya. Dan saya cukup terbantu dengan produk – produk dari So Good.


Piring gizi seimbang untuk bekal sekolah 

Minggu, 11 Maret 2018

Indonesia Rare Disorders (IRD), Komunitas Odalangka di Indonesia

Indonesia Rare Disorders (IRD)
Hari minggu lalu saya berkesempatan hadir di acara Indonesia Rare Disorders (IRD) di Mall Living World Alam Sutra. IRD adalah sebuah komunitas pendukung bagi penyandang dan keluarga dengan kelainan langka di Indonesia. Acara  yang bertepatan dengan peringatan Hari Kelainan langka sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 Februari ini mengambil tema ‘Patient Involvement is the key to Effective Research for Rare Diseases’, tema yang mengandung arti bahwa keterlibatan pasien merupakan kunci keberhasilan yang efektif bagi riset untuk penyakit langka, dan RDD 2018 menjadi saat yang tepat dalam mencapai sebuah misi untuk meningkatkan awareness terhadap penyandang kelainan langka khususnya di Indonesia, sehingga besar harapan orang dalam Kondisi Langka (Odalangka) mendapat penerimaan yang baik serta terpenuhi hak – haknya.


Meningkatkan awareness terhadap kelainan langka

Jumat, 09 Maret 2018

Risiko Anyang - anyangan bagi Kesehatan Wanita

Bisa dibilang perempuan  familiar dengan Anyang –anyangan sehingga kadang mengabaikan gejala anyang – anyangan. “Akh itu mah biasa nanti juga sembuh sendiri, minum air putih banyak saja.” Memang ada yang sembuh dengan hanya minum banyak air putih, itu biasanya karena anyang – anyangannya masih tahap gejala. Atau,”Basuh saja vaginanya dengan rebusan daun sirih setelah pipis pasti sembuh.”

Membasuh vagina dengan daun sirih untuk menyembuhkan anyangan – anyangan pernah saya lakukan tapi setelah berhari – hari tidak sembuh malah makin terasa pedih tiap buang air kecil sampai akhirnya memutuskan ke dokter.

Dokter tertawa waktu saya bilang sudah berhari – hari membasuh vagina dengan air rebusan daun sirih,”Daun sirih memang mengandung senyawa kimia yang bersifat antiseptik tapi anyang-anyangan adalah  infeksi  saluran kemih bukan di permukaan vagina.“

Pantas saja tidak berpengaruh pikir saya.

“Hati-hati lho sering membasuh daerah V dengan air daun sirih, karena bersifat antiseptik bisa mematikan bakteri baik yang memang harus ada di daerah V.”

Wanita lebih rentan Anyang – anyangan,  kenapa?
Berdasarkan survey 5 dari 10 perempuan beresiko dan pernah mengalaminya anyang - anyangan, termasuk saya. Namun bukan berarti anyang-anyangan tidak terjadi pada kaum pria, hanya perempuan lebih rentan karena saluran kencingnya lebih pendek dibanding pria, efek penggunaan kontrasepsi dan saat menopause karena berkurangnya kadar estrogen.

Anyang-anyangan atau orang sunda bilang jeung-jeuriheun adalah infeksi saluran kemih (ISK), gejalanya perasaan tidak tuntas saat buang air kecil,  sakit saat buang air kecil. Jika sudah parah buang air kecil disertai darah dan badan menjadi demam. 60 -80 % penyebab anyang – anyangan karena adanya infeksi bakteri E. Coli, bakteri yang hidup di saluran cerna dan tempat kotor seperti tinja dan toilet. Mungkin teman – teman bertanya kok bisa bakteri E. Coli masuk dan menginfeksi saluran kemih kita?

Rabu, 07 Maret 2018

[Home Living] DIY Membuat Gorden Kolong Dapur


Walaupun bisa dibilang ga hobi masak, masak ya karena kebutuhan hahaha. Tapi impiannya punya dapur kece. Tapi ya tapi, survey ke beberapa jasa pasang kitchen set ternyata harganya mihil  sampai belasan jeti (tergantung ukuran dapur). Harus nabung. Tapi sebagai irt dengan penghasilan tambahan yang receh dibanding penghasilan suami, nabung buat punya kitchen set tanpa bantuan beliau ya susah hahaha. Ya, Pak Suami belum tergerak beliin istrinya kitchen set karena katanya uang segitu mending buat nabung, mending buat modal usaha, mending buat jalan – jalan, mending…trus piye dapurnya?

“Ya, segitu juga udah cukup rapih kan?”
Ya, ya daripada dongkol apalagi ribut gara – gara istrinya banyak nuntut hahaha lebih baik kreatif sedikit biar dapur tetap rapih dan bersih.


Tapi kan pake gorden dapur itu berdebu, serangga bisa beranak pinak, belum lagi ada tikus dsb. 

Ada tipsnya nih  walaupun menggunakan gorden dapur tetap bersih bebas serangga dan tikus.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...