Senin, 11 Desember 2017

Hal - hal yang dirindukan mantan Ibu bekerja dan cara kami mengatasinya

Tulisan hasil curcol dengan beberapa mantan Ibu bekerja (bukan teman sekantor). Sebenarnya ga sengaja kita ngobrolin hal – hal yang dirindukan saat kami masih bekerja, berawal dari curcol aktivitas yang kami lakukan setelah resign eh kok nyambung ke masa masih kerja.
Tapi walaupun  merindukan beberapa hal saat masih ngantor, kami juga sama – sama tidak mau kalau diminta ngantor lagi mungkin ini efek sudah menemukan comport zone yaitu rumah hahaha. Mama – mama mantan Ibu bekerja mana nih  suaranya? Sama kan? *iyahin aja*

Ini lho yang kami rindukan dari masa bekerja dan cara kami mengatasinya

Karena merindukan memiliki penghasilan sendiri, jadi lebih kreatif
Kayaknya ini yang paling dirindukan, tiap bulan punya penghasilan tetap yang lumayan hehehe. Terlebih jika keuangan dalam keluarga menganut sistem, uang istri untuk istri, uang suami untuk suami dan istri. Saya tidak 100% begitu, karena kebutuhan lumayan banyak (terutama cicilan rumah yang lumayan besar), saya menghandle kebutuhan sehari – hari  sisanya tugas Pak suami. Alhamdulillah uang Bu istri banyak lebihnya yang masuk kantung hehehe.


Gak heran setelah resign walaupun sudah dipikir matang – matang (sampai tahunan), walaupun penghasilan Pak suami bisa menutupi semua kebutuhan rumah tangga,  tetap galau soal memiliki penghasilan sendiri. Bagaimanapun uang dikasih suami beda rasanya sama uang sendiri. Lha iyalah uang sendiri mah bebas mau dibeliin apa, bebas mau memberi orangtua atau saudara berapapun, mau sedekah tidak perlu minta ijin suami. Beli buku atau apapun ga bikin feeling quilty.

Karena terbiasa memiliki uang sendiri, para Mama mantan Ibu bekerja biasanya kreatif untuk mencari penghasilan sendiri. Baik itu karena memang untuk menambah penghasilan keluarga atau penghasilan untuk diri sendiri. Karena bagi para Mama mantan Ibu bekerja memiliki penghasilan sendiri walaupun jumlah tidak seberapa memberi kepuasan tersendiri, menambah rasa percaya diri (walaupun hal ini jarang disadari) dan mungkin sedikit ego hehehe. Jadi bukan semata karena uang.

Uang bu Istri biasanya digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti nyalon, praktik resep baru *itu mah saya*. Intinya uang itu buat keluarga juga.


Profesi mantan Ibu bekerja dari hasil mengamati beberapa teman; baking, blogger – penulis lepas, jualan online dan menjahit. Intinya yang bisa dikerjakan di rumah. 

Saat ingin hang out bareng teman kantor, aktif di komunitas
Kantor saya dulu terletak di tengah kota (Bogor) dekat mall, jadi kalau hari jumat akhir bulan (setelah gajian) biasanya kita maksi di mall sekalian cari baju diskonan. Bisanya ita ngemall rame – rame. Haha hihi melepas penat urusan kantor dan rumah, rasanya seperti ngecharge energi. Pulangnya biasanya bawa buah tangan buat orang – orang rumah termasuk si mba. Entah baju atau buku diskonan atau camilan. Kalau hang out nya pulang kantor tentu ijin Pak suami dulu. Hang out nya paling kulineran yang tidak jauh – jauh dari kantor atau searah pulang.

Hang out dengan ikut blogger gathering 

 Karena terbiasa berinteraksi (gaul) dengan banyak orang, saat resign dan jadi IRT, para mantan Mama Ibu bekerja ini biasanya gabung di komunitas atau bikin gank sesama Mama yang punya minat sama. Kalau saya karena suka ngeblog gabungnya di komunitas blog (sebenarnya gabung di komunitas blog jauh sebelum resign karena aktivitas ngeblog sudah dilakukan sejak masih kerja). Mengobati kangen hang out seperti jaman ngantor, ikut beberapa aktivitas offline komunitas atau bikin kopdar dengan beberapa teman yang sudah akrab di komunitas.

Mama yang hobi baking biasanya gabung sama komunitas baking, intinya mencari komunitas yang seminat.

 Rindunya merindukan dan dirinduan anak-anak
“Kok bisa sih ninggalin anak-anak? Kalau saya mah kemana pun anak – anak dibawa biarpun repot.”
Kalau saya sih digituin ga baper karena jaman masih kerja ya harus ninggalin anak –anak,  termasuk saat harus beberapa hari keluar kota. Walaupun diawali dengan rasa galau endingnya suka happy. Anak-anak kangen berat begitupun saya. Bukan hanya itu sisi positifnya anak-anak belajar berani keluar dari zona nyaman. Zona nyamannya anak-anak kan setiap hari bersama Mama dan Papanya, jadi saat sesekali mereka ditinggal (dengan pendamping yang dipercaya tentunya) mereka belajar mengatasi rasa tidak nyaman, takut dan khawatir tidak disamping Mama Papanya.

Ke Bali acara dari kantor  

Jadi saat udah jadi irt saya oke – oke kalau ada sesuatu hal yang harus keluar rumah/kota dan anak – anak ditinggal tapi tentunya seijin suami. Alhamdulillah suami tidak pernah melarang juga selama tujuannya jelas. Jelas selama ini alasannya ya untuk ngeblog hehehhe.

Jadi ya kadang – kadang sejujurnya saya suka pengen tuh me time jalan – jalan ke luar kota ga bawa anak-anak makanya waktu itu nyoba ikutan mombassador sgm dan lolos.

dua jam menelusuri Yogyakarta 

Boleh baca Dua jam jalan - jalan di Yogyakarta 

Eits, merindukan beberapa hal dari unia kerja bukan berarti kami menyesal resign atau kurang bersyukur, ini suatu rasa yang manusiawi saja.

Bagaimana dengan Mama - mama mantan Ibu bekerja lain, ada hal yg dirindukan juga kah dari dunia kerja dulu? 




4 komentar:

  1. Ibu kantoran dan ibu dirumah selalu ada ceritanya masing2..
    Tetapi dimanapun berada semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia..

    BalasHapus
  2. Samaaaaaa. Saya juga rindu punya penghasilan sendiri. Klo punya uang sendiri. Bebas ya mu pake apa aja ya kita 😃

    BalasHapus
  3. Kangen bisa ngumpul2 bareng mb.. biasanya klo aku sedivisi, padahal acaranya juga paling cuma beli cemilan..trus nonton film pke komputer😀

    BalasHapus
  4. Iyaaah mba, bonus dari kantor yg dirindukan tapi tergantikan bonus dari suami hihih, insya Allah cukup buat piknik2 cantik hihii.. aku paling kangen ngobrol sama tmn kantor. Tapi bkn ngomongin orang :))
    Bener jadi lebih kreatif

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...