Selasa, 21 November 2017

[Home Living] Dapur rapih dan bersih dengan budget minimal

Assalamualaikum teman,

Salah satu episode berumah tangga yang tidak terduga adalah pindah dari kota Bogor, padahal saat memutuskan membeli (kpr maksudnya hehhe) rumah di sana yang ada dipikiran kami saat itu, kota ini akan menjadi tempat tinggal kami, tapi jalan rejeki berkata lain. 

Akhirnya rumah kami over kredit dan membeli sepetak tanah di perkampungan pinggiran kota. Keputusan plus kegalauan pindah dari perumahan ke perkampungan bisa baca di Living in the Village. 

Rumah yang kini kami tempati dibangun dari nol dan pelan - pelan karena disesuaikan dengan isi kantung tak heran setahun ditempati belum rampung. Tapi dinikmati saja karena kalau dihitung - hitung membangun rumah dari nol masih lebih murah dari harga rumah kpr yang pernah kami miliki, mungkin karena kini rumah kami diperkampungan jadi lebih murah hehehe.

Karena membangun sendiri soal desain bisa sesuka hati termasuk soal dapur. Karena dapur area kekuasan saya (jiah kekuasaan) jadi Pak suami menyerahkan sepenuhnya pada saya. Tapi soal biaya ga sepenuhnya hahaha. Harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Jadi biar dapur impian tetap terwujud - rapih dan bersih walaupun rumah belum finishing - bu istri dituntut kreatif.

Pemilihan warna putih memberi kesan bersih

Sama seperti saat membuat dapur di rumah pertama, perlu bolak balik keluar masuk toko bahan bangunan mencari warna dan motif keramik yang pas. Intinya mau model dapur yang long lasting, tidak nampak jadul walaupun sudah bertahun – tahun.

Akhirnya dapat ide setelah berkunjung ke IKEA. Diputuskan warna keramik meja dapur dan dindingnya putih. Awalnya tidak kepikiran dinding keramik dapur putih karena kesannya kayak kamar mandi atau rumah sakit. Iya kan? Tapi pas lihat di IKEA keramik dinding dapur didominasi putih kok kece ya rapih dan bersih. Setelah diamati rahasianya terletak pada  pemilihan keramik dan cara menyusunnya. ehm….


Dominasi warna putih
Harga keramik warna putih selain lebih murah daripada yang bermotif (merk yang sama – karena harga tergantung merk) juga memberi kesan terang dan bersih. Tapi mudah terlihat kotor jadi harus rajin dibersihkan. Agar tidak terkesan seperti kamar mandi atau rumah sakit, pasang keramik dengan model selang seling dan atau diberi sisipan keramik lain.

Kolong dapur tidak berpintu bukan halangan
Membuat dapur rapih
Selesai memilih keramik,  membuat meja dapur yang ukurannya disesuaikan dengan ruangan dan keinginan. Untuk meja dapur saya memilih warna putih juga.

Rak bawah meja dapur dari tripblok
Selain meja dapur hal penting lain adalah rak/lemari dapur. Setelah survey ke beberapa workshop kitchen set ternyata membuat lemari dapur semacam kitchen set harganya lumayan mihil untuk ukuran kantung kami, satu rak atas bisa sampai 5 juta lebih begitu juga dengan rak bawah itu pun kalau panjangnya 2 meter, kalau lebih ya lebih mihil. 

Jadi memutuskan tidak ada rak/lemari  atas karena alat dapur saya juga sedikit jadi cukup hanya rak bawah meja dapur. Dan untuk menghemat, rak dapur bawah  membuat sendiri dari tripblok.

Membeli selembar triplok dan menyuruh tukang mengerjakan, sehari beres. Cat dengan cat putih untuk menyesuaikan.

rak kolong dapur
Gorden kolong dapur
Pengennya rak  bawah dapur dilengkapi pintu tapi berhubung tabungan belum terkumpul saya tutupi dengan gorden. Kalau menurut Pak suami bagusan pake gorden jadi tidak sumpek dan tidak bakal lapuk, tinggal ganti -  ganti gorden. Kami punya pengalaman buruk mengenai  pintu lemari dapur yang lapuk yaitu saat mengontrak di sebuah rumah. Karena kayunya lapuk jadi sarang serangga.

Lagi - lagi dengan alasan dana terbatas, gordennya saya buat sendiri. Projek pertama belajar menjahit hehehe. 

Boleh baca DIY Gorden Kolong Dapur

Tips menjaga kebersihan  dapur  berkonsep terbuka
Saya menyebutnya dapur berkonsep terbuka karena banyak peralatan dapur diletakkan tidak dalam lemari  tertutup. Seperti piring, sendok, tutup panci dan beragam suntil. Masalahnya pasti debu.

Untuk menjaga kebersihannya dan meminimalisasi debu saya melakukan hal berikut;

Dapur dibersihkan  dan dipel setiap hari, termasuk kolong meja dapur.

Peralatan dapur yang saya simpan di atas meja dapur hanya alat dapur yang sering digunakan, jadi tidak khawatir banyak debu karena habis pakai cuci pakai lagi. 




Untuk peralatan dapur yang jarang digunakan seperti mangkuk besar, piring kue, loyang dsb saya simpan di rak bawah.

Untuk rak paling bawah agar terhindar dari debu saya gunakan kontainer sebagai tempat penyimpanan. Barang yang disimpan di kontainer plastik diantaranya stok makanan kering yang dibeli saat berlanja bulanan, peralatan dapur yang jarang digunakan dan  cetakan kue/puding.

Peralatan masak seperti wajan, di simpan dengan cara digantung di bawah meja dapur. 

Oh ya gantungan besi dan kaitannya saya beli di IKEA harganya 30 ribuan. 

Rak dinding, pemanis dapur
Rak dinding sangat mudah berdebu jadi rak dinding di dapur hanya sebagai pemanis ruangan. Barang yang disimpan di atasnya hanya untuk barang yang mudah dibersihkan dan jarang dipakai, semacam pajangan. 

Boleh baca Rumah Rapih dengan Rak Dinding 

Tanaman hidup untuk menyengarkan mata dan udara
Biar mata seger, bolehlah simpan tanaman hidup di dapur.

Boleh baca Merawat tanaman hias dalam rumah

Tapi kerapihan sebuah tempat berbeda untuk setiap orang, karena sy tidak terlalu perfeksionis, segini aja cukup hehehe. 





9 komentar:

  1. Wah bunda dapurnya cantik sekali dan rapih. Aduh jadi malu saya. Soalnya dapur saya berantakan dan kurang bersih 😬

    BalasHapus
  2. Wah bunda dapurnya cantik sekali dan rapih. Aduh jadi malu saya. Soalnya dapur saya berantakan dan kurang bersih 😬

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sy takut serangga jd dapur harus bersih biar ga ada serangga hahahah

      Hapus
  3. dapurnya rapi banget mbaaa, enak ada jendela langsung keluar rumah ya jadi asap langsung keluar

    BalasHapus
  4. Dapurnya sederhana tapi nyaman dipandang...nyontek ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok ngopi cantik di dapur sy mba Wien hehhe

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...