Rabu, 27 September 2017

Tips Hemat Membeli Peralatan Dapur untuk Food Blogger Pemula

Ada yang mulai suka masak lalu memfotonya untuk posting di instagram atau blog post? Saya (ngacung sendiri). Mulai suka masak sejak resign kerja karena merasa ada waktu dan  tidak ada si mba hehehe. Buka akun IG dan pinterest, lihat – lihat foto  makanan ciamik, kok jadi pengen bisa motret ya. Mungkin efek mencari hiburan atau  sesuatu yang bisa dilakukan selain mengurus anak - anak, kasur, sumur dan suami tentunya hehehe.

Boleh lihat - lihat blog masak saya di https://semangkukrasakitchen.wordpress.com/

me time ala - ala hehehe


Duh ngapain sih ikut – ikutan latah motret makanan ala - ala food blogger? Buang – buang waktu aja! Aih namanya juga kesenangan, tidak bisa dirasakan orang lain dan melakukan sesuatu yang kita sukai bisa membuat happy, efek keluarnya hormon endorphin. Bagi saya melakukan sesuatu yang disukai semacam hiburan atau me time,  sekaligus jeda dari rutinitas irt yang khas dan itu – itu saja.  


Setelah beberapa lama belajar memasak dan motret secara otodidak terasa ternyata perlu modal peralatan dapur yang ciamik atau istilahnya properti foto. Entah alas foto, piring cantik atau apalah - apalah.

Mulai tergoda untuk beli properti foto? Iya tapi untunglah karena saya ini dasarnya penuh pertimbangan dan perhitungan kalau membeli apapun, jadi sampai saat ini bisa menahan diri untuk tidak kalap hahaha. Mempertimbangan antara kebutuhan dan keinginan. Perhitungan soal harga yang harus pas dengan isi dompet, sebisa mungkin cari diskonan hehehe.

Jadi bagaimana donk supaya foto makanan tetap instagramable atau blog post able tanpa perlu banyak properti foto atau sering beli props foto? Eit, tapi pertimbangannya beda ya jika sudah jadi food blogger profesional, dimana properti foto adalah modal. Sesuai judulnya ini  tips untuk food blogger pemula yang punya blog masakan baru seumur jagung dan baru belajar motret. Berikut tips ala saya;

Membeli sesuai kebutuhan 
Saya selalu ingat nasehat Mamah (Ibu saya), jangan membeli barang sampah, artinya barang yang kurang terpakai atau sekedar jadi pajangan. Jika menginginkan peralatan dapur saya selalu mempertimbangan frekuensi terpakai dan fungsinya. Mangkuk, piring, cangkir – cangkir cantik memang menggoda tapi jika sesekali dipakainya karena takut  pecah? Apalagi yang masih punya balita. Mending menahan diri. Prioritas membeli sesuai kebutuhan, pilih yang harga terjangkau tapi bagus jadi kalau akhirnya secara tidak sengaja pecah oleh anak - anak tidak membuat emosi hehehe.

Bentuk, desain dan warna yang fotoable dan netral
Jika akan membeli kebutuhan dapur, saya biasanya memilih  yang desain, warna dan bentuknya fotoable dan netral. Contohnya saya membeli mangkuk ini karena desain dan warnanya netral, bisa dipadupadankan dengan background atau properti foto apa saja. Harganya sangat terjangkau.

mangkuk putih, timeless


Tidak perlu banyak yang penting bervariasi


piring lucu satu satunya hahaha
Siapa yang seperti saya, jumlah piring makan di rumah hanya setengah lusin? Dan saya tidak merasa harus beli lagi  sampai suatu hari kedatangan saudara suami dan saat mau menjamu makan kebingungan karena tidak ada piring (sebagian piring dipakai tempat lauk pauk pula). Piring makan plastik anak – anak yang sudah terpakai pun keluar. Malu hati ini, teringat nasehat Ibu, kurang sopan menjamu tamu pake piring plastik. 



Akhirnya beli deh setengah lusin piring tapi karena mulai suka motret dari keenam piring itu saya beli yang motifnya berbeda – beda, biar kalau motret makanan, piringnya tidak  itu – itu saja hehehe. 




Harga terjangkau 
Membeli peralatan dapur yang harganya terjangkau. Karena masih pemula dan belajar saya tidak mau beli peralatan dapur mahal kecuali untuk foto yang jelas dibayar, semacam jadi endorse gitu  hahaha *ngarep*. Kalau baru latihan yang biasa – biasa saja.  

Boleh beli properti foto ‘istimewa’asal...
Pernah sengaja membeli properti foto yang agak mahal dan tidak fungsional untuk sehari – hari sebagai hadiah untuk diri sendiri dan dibeli dengan uang sendiri juga (bukan uang dapur dari Pak suami). Jadi semacam hadiah dan menyenangkan diri sendiri hahaha. Tanpa rasa bersalah karena uang membelinya ya hasil belajar motret,  dapat hadiah lomba resep dan foto di IG ceritanya.

Ini memacu untuk terus belajar dan mencari reward dari kerja keras. 

Recycle dan Reuse 

decopage dari talenan bekas
Sebelum memutuskan membeli properti foto, mencoba memanfaatkan barang yang ada dirumah atau barang bekas.  Salah satu hasil recycle saya, talenan kayu yang sudah bulukan didecopage dan bisa jadi properti foto.










Meja di rumah yang selalu jadi alas foto andalan selain papan kayu dari batang pohon rambutan bikina pak suami.


alas foto ; meja setrikaan

alas foto; meja galon 

Lap pemanisnya saya beli kain perca di toko online. 


Kalau teman – teman punya tips lain boleh donk tulis di kolom komentar. 

10 komentar:

  1. tip bagus mbak...
    jangan udah beli segala macam properti taunya malah malas eksekusi ya..
    aku pakai ambalan rak buku untuk alas foto, untungnya bisa dilepas pasang, cuma repotnya abis itu harus atur2 buku2nya seperti semula lagi he.. he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba ga berani beli banyak prof kalau belum profesional ...sayang

      Hapus
  2. Sementara saya masih nyari mangkok putih yang murce hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini murce mba mangkuknya beli kebetulan pas ke pasar ada obralan hehhe

      Hapus
  3. Memanfaatkan barang warisan nenek. Daripada perangkat makan ditumpuk di lemari atau dikardus lebih baik dipakai saja. Dipilih yang masih bagus, klasik dan unik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget...saya punya beberapa piring dan sendok pemberian nenek lumayan buat props foto

      Hapus
  4. Props foto emang sooooo tempting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. props foto mba Ratna bagus2 motretnya udah prof. saya masih gini gini hehehe

      Hapus
  5. tipsnya keren mamfaatin yg tersedia tapi aku kok ga secantik food blogger y klo cobain foto makanan mba hahahaha *mmg nda bakat 😝

    BalasHapus
  6. Gak harus mahal yah... Alas meja manapun jadi. Asal bisa nata dan ambil angle yg tepat hasilnya bagus

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...