Selasa, 12 September 2017

Saat si Pra Remaja Tertarik berhijab

Assalamualaikum teman – teman,
Kabar menggembirakan adalah saat si sulung mau mengenakan hijab saat bepergian selain sekolah  dan mengaji karena kemauan sendiri.

Saya memang bukan Mama yang membiasakan anak perempuannya memakai hijab kecuali untuk sekolah (dari play group hingga kini (sd kelas 4)  Kakak sekolah di sekolah Islam). Pernah jika pergi seperti ngemall atau jalan – jalan, Kaka saya minta memakai  kerudung tapi biasanya tidak tahan lama, dilepas dengan alasan gerah.

Tapi walaupun belum membiasakan Kaka berhijab saya tidak pernah mengenakan Kaka pakaian seksi ,baik di rumah apalagi ke luar rumah.

Batasannya selutut dan jika pake rok pasti didouble dengan mengenakan celana pendek jadi jika duduk atau lari, tidak terlihat celana dalam atau pahanya. Selain untuk mengenalkan batasan aurat pelan –pelan juga untuk menjaga dari hal – hal yang tidak diinginkan.
Sebelum tertarik berhijab Kaka sering bertanya,”Ma, kenapa kalau keluar rumah Mama pake kerudung?”

“Karena aurat. Perempuan wajib menutup aurat jika sudah baliq. Kaka juga nanti harus lho.”
Saat bicara Kaka juga nanti harus pake hijab,  terselip rasa khawatir dia menolak.
“Tapi kok tante Irna tidak pake?” Tante Irna adalah salah satu adik saya.
“Belum. Semoga saja segera pakai.”
Kali lain dia cerita kalau kata gurunya, perempuan  pake hijab wajib jika sudah baliq.
“Baliq itu apa sih, Ma?”
“Baliq bagi perempuan ditandai dengan haid.” Kebetulan Kaka sudah  tahu tentang haid karena pernah saya jelaskan ketika saya tidak sholat dan memintanya sholat berdua  adik. 

“Pake kerudung juga tetap bisa cantik kok.” Lalu saya mengambil buku tutorial hijab yang saya beli saat sale yang terdapat foto – foto model hijab yang cantik dan modis. Lalu siapa sangka buku tutorial ini jadi contekan  Kaka kalau lagi mencoba – coba scraf Mama.

Ini yang pake dia sendiri lho, pake kerudung Mama pula hehehe.  Pernah juga gaya hijab ini dipakainya ke sekolah saat ekskul hari sabtu. Saya dan Abinya saling lempar senyum sembunyi – sembunyi.

Tapi sekarang Kaka memakai jilbab bergo terus karena kalau kaya Mama suka acak – acakan, katanya.

Sayangnya saat Kaka  tertarik  mengenakan hijab, koleksi  pakaian panjang yang dimiliki terbatas. Beberapa baju hijab berupa terusan atau pasangan atas bawah rok, jadi Kaka menolak memakainya jika unuk main sehari - hari, katanya ribet.  Mencari celana panjang anak yang nyaman dan mumer untuk dipakai sehari - hari  ternyata tidak gampang, ada sih model joger tapi Kaka tidak suka, akhirnya beli kain dan jahit ke tukang jahit. Untunglah jasa tukang jahit di tempat tinggal saya karena kampung masih murah, dibawah 50 ribu tarifnya.

Beberapa hal yang dipersiapakan begitu Kaka tertarik berhijab;

  1. Pakaian hijab yang cukup. Kerudung, baju, celana dan rok, terutama untuk sehari – hari, main di luar rumah.
  2. Agar istiqomah dampingi dengan ilmu. Salah satu rutinitas saya dan anak – anak setelah magrib adalah membaca alquran, membaca surat – surat pendek dan membacakan mereka ensiklopedi atau buku islam. Tapi sudah beberapa bulan ini anak – anak ingin mengaji di pengajian yang tidak jauh dari rumah, jadi baca qur’an sama Mama tidak tiap hari (karena mereka menolak), tapi kegiatan lain tetap seperti hapan surat pendek dan dibacakan buku islami.
  3. Dukungan lingkungan. Salah satu keuntungan bersekolah di sekolah islam, pengetahuan agama diberikan dengan porsi cukup besar, termasuk ada kelas keputrian. Jadi di sekolah Kaka, setiap jumat ada keputrian dengan mentor guru perempuan. Yang dibahas (setelah saya dan Kaka ngobrol), soal ciri – ciri baliq, cara bersuci, adab dsb.
  4. Mengenalkan istilah dan batasan  muhrim dan bukan  muhrim.
  5. Perkenalkan idola – idola berprestasi yang berhijab. Menurut saya sih penting karena seiring usia menuju remaja anak mulai sadar dengan dirinya, mulai berpikir berpenampilan menarik kalau istilah sundanya beger hahaha. Jangan sampai saat masa itu tiba dalam diri anak terbersit berhijab itu tidak  cantik, tidak gaul dan tidak keren.  Siapa idola yang saya kenalkan pada Kaka? Karena kami tidak menonton tv selain film kartun dan okjek hanya setiap jumat (karena Mamanya pengen nonton okjek hehehe), Kaka tidak terlalu kenal selebritis. Jadi biasanya saya tunjukkan  penulis – penulis buku kkpk yang dimilikinya yang profilnya anak – anak berhijab atau teman saya yang berprestasi. “Ini Kak teman Mama kuliah, pake jilbab pintar bisa kuliah ke luar negeri dengan beasiswa. Beasiswa itu sekolahnya dibayarin. “ Intinya berhijab bukan halangan untuk berprestasi. 
Teman – teman punya tips lain, boleh donk komen di kolom komentar. Semoga Kaka istiqomah.



2 komentar:

  1. Cantik mba kakak pake hijab :)Raissa juga kalau ke sekolah dan ngaji aja, insyaallah kalo udah baligh mah wajib pake hijab sekarang sambil belajar dikasih penegrtian aja dulu :)

    BalasHapus
  2. Waah si kakak hebat. Sudah tau kalau pakai hijab wajib ya Mbak Rina. Toop deh

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...