Sabtu, 22 April 2017

Week end Gardening; Microgreens

Ada yang weekend nya di rumah selain saya? Bosan weekend dirumah? Kadang iya tapi kalau tiap akhir pekan jalan-jalan, bisa-bisa gajian Paksu ga cukup sampai akhir bulan hahaha.
Tapi ada kalanya memang ingin menghabiskan akhir pekan di rumah saja, beres-beres rumah (never ending job), mencoba resep baru, nonton  atau berkebun.

Dipostingan ini saya akan nulis tentang berkebun, khususnya Microgreens. Ada yang pernah dengar? Walaupun katanya  Microgreens sudah dipopulerkan sejak tahun  1997 dan mulai populer di beberapa negara, saya baru tahunya sekitar dua bulan lalu saat ikut workshop Microgreens di Arumdalu Lab Serpong Tangsel.

Foto pinjaman dari Arumdalu Lab
Arumdalu Lab itu semacam laboratorium  tanaman milik Arumdalu Privat Resort di Belitung. Resort yang menyajikan makanan organik dan Arumdalu Lab ini kebun penelitiannya. Well, saya dan paksu langsung pengen punya kebun kayak gini. Ditanami beragam tanaman yang bisa dikonsumsi atau obat dna tanaman asli Indonesia yang sudah hampir langka keberadaannya. Tapi beli tanah ga semurah beli gorengan hahaha, jadi mari berdayakan saja teras rumah.


Yap, tidak ada alasan tidak punya lahan jika ingin berkebun. Seiring berkembangan jaman dan pertumbuhan penduduk, di mana makin banyak lahan berubah fungsi menjadi tempat tinggal, para ahli perkebunan sudah mendesain dan berpikir tentang berkebun masa depan, setelah hidropik yang saat ini popular, di Jepang sudah diterapkan vertical garden seperti ini. Pipa yang digunakan bukan pipa dari bahan paralon biasa, bahannya khusus membuat suhu tanaman yang ditanam di pipa ini adem. Metode ini sedang diuji coba juga di Arumdalu Lab.

vertical garden

Balik lagi ke Microgreens. Microgreens adalah bibit muda dari tumbuh-tumbuhan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian yang dipanen pada usia yang sangat belia, berkisar 7-14 hari setelah disemai. Microgreens dipercaya mengandung sumber vitamin, mineral, betakaroten lebih tinggi daripada sayuran itu sendiri pada waktu dewasa. Daun tumbuhan yang baru tumbuh ini masih kaya akan minyak nabati dan protein. Pada tanaman yang sudah dewasa minyak nabati dan protein ini sudah habis dipakai sewaktu tanaman masih muda.

umur 5 hari 
Tapi sayuran sesedikit itu kan ga bisa dimasak, nanggung! Memang tidak perlu dimasak, langsung makan (setelah dicuci tentunya) sebagai   salad, garnish atau jus. Kalau orang sunda mah dijadiin lalapan aja, terus  cocol ke sambel hahaha.

Oh ya karena tanaman ini masih muda, rasanya cenderung manis dan tawar, cocok dikonsumsi untuk anak yang sukar makan sayur dengan alasan rasanya tidak enak.

Bagaimana sih cara membuat Microgreens?
Tidak butuh modal mahal dan ribet. Untuk wadah tanam bisa pakai plastik transparan bekas wadah makanan, lubangi bawahnya. Jika mau modal sedikit tentu bisa membeli tray semai. Media tanam yang digunakan idealnya  campuran sekam bakar (bisa dibeli ditoko tanaman hias), cocopet (sabut kelapa halus, bisa dibeli ditoko tanaman hias) dan tanah atau kompos, campur ketiganya dengan perbandingan satu banding satu.


siap mencampur media tanam 

menanam benih 
Memang harus itu media tanamnya? Microgreens adalah  tanaman organik karena dipanen pada usia muda yang memang saat tanaman tidak memakai zat kimia (sebagai pupuk atau insektisida). Untuk bisa tumbuh tentu  membutuhkan nutrisi yang disediakan media tanam. Sekam banyak mengandung unsur NPK (Natrium, phospat dan Kalium) tiga zat yang dibutuhkan tumbuhan untuk tumbuh. Cocopet berfungsi mengikat air, ini menjaga kelembaban media tanam hingga ketersediaan air untuk tumbuh ada. Oh ya Microgreens ini harus disemprot dengan semprotan model spray, agar tumbuhannya tidak rusak.


Sebelum ditanam benih direndam air. Benih yang digunakan benih organik, non . Kebanyakan benih yang dijual dipasaran (yang harganya hanya     ), untuk mendapatkan benih non  biasanya dibeli secara online.

Tempatkan media tanam dalam wadah tanam setinggi 2-3 cm, semprot dengan dengan air, agar basah dan lembab. Taburkan benih di atas media tanam, pastikan benih disebar merata tidak menumpuk, agar semua benih tumbuh. Tempatkan dalam ruangan gelap. Bisa dengan menutup wadah tanam selama sehari. 

Setelah itu tempatkan dalam tempat teduh, tanpa sinar matahari langsung. Setelah benih pecah dan keluar kecambah, bisa ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari pagi. Tapi sekedar disimpan dalam area rumah pun, seperti teras atau dapur, tanaman bisa tumbuh kok. Intinya tidak perlu tempat khusus.

Setelah sekitar 7 hari, pindahkan ke dalam pot ukuran besar. Pastikan saat dipindahkan, akar dari tanaman ikut agar bisa tumbuh.

dipindahkan ke pot lebih besar
Pada hari ke 14 atau 21, tanaman bisa dipanen. Gunakan gunting untuk memotongnya. Sebelumnya pastikan gunting yang digunakan bersih. Tanaman yang daunnya sudah dipanen akan tumbuh lagi tunas baru, bisa dipanen lagi tentunya.

Kapan mau dipanen bisa disesuaikan dengan selera, bisa hingga satu bulan, intinya karena microgreens dipanennya tidak menunggu hingga tanaman berusia dewasa.

Melihat Koleksi Arumdalu Lab


kebun di tengah kota 
Buat yang suka tanaman, suka berkebun, dijamin masuk Arumdalu Lab, bikin mupeng. Beragam tanaman ada disini, ada beberapa tanaman luar dan lokal yang dibudidayakan. Beberapa tanaman khas Indonesia yang sudah jarang ditemui seperti  bluepea atau kalau di Indonesia dikenal dengan nama bunga telang  ada disini.

kece banget kebunnya, saung tempat workshop
Tanaman yang bunganya kini popular sebagai pewarna makanan/minuman alami, istilahnya eatableflower atau edibleflower. Kalau orang tua jaman dulu, rebusan bunga telang digunakan untuk membersihkan mata bayi yang baru lahir. Tanaman ini tumbuh liar, tapi itu dulu, kini saat banyak lahan berubah fungsi jadi rumah, tanaman ini termasuk tanaman yang sulit ditemukan. 

minuman serba alami

nasi biru, birunya dari bunga telang

Berkunjung ke sini membuat saya makin tertarik untuk berkebun. Ada ide berkebun lain? Yuk share di kolom komentar.






4 komentar:

  1. Sukaaaa...banget �� ajak-ajak donk teh Rina Susanti kalau ada kaya beginihan����nanya-nanya tentang microgreensnya di inbox ya teh

    BalasHapus
  2. Entah kenapa aku kok nggak bisa berkebun ya mba? Tanaman layu semua :(
    JAdi pengen coba ah

    BalasHapus
  3. seru banget ya mba...itu nasi birunya menarik deh :)

    BalasHapus
  4. Tempatnya menarik buat belajar pertanian. Coba aku usulin ke dept untuk ajak mahasiswa jalan-jalan ke sini

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...