Senin, 20 Maret 2017

KidsProject; one day one book
Setelah kurang lebih dua bulan berhenti membacakan buku pada anak-anak, akhirnya kembali bisa rutin bacain buku. Kenapa berhenti? Karena anak-anak tidak mau saya bacakan buku sama sekali. Kakak hanya baca buku pelajaran sekolah.

Walaupun Kaka sudah bisa membaca saya tidak pernah memaksanya untuk baca buku, hanya mendorong dan sering menolak, malah balik minta dibacain buku. Dia memang bukan tipe anak yang bisa duduk manis lama-lama baca buku, kalau diam pasti harus ada yang dilakukan dengan tangannya, misal menggambar atau membuat kreasi. Dia tipe pembelajar audio visual.

Adik belum bisa membaca dan saya tidak memaksanya untuk segera bisa baca, hanya memiliki target saat kelas TKB bisa baca, jadi lebih banyak mengandalkan pihak sekolah untuk mengajari baca, saya membantu sekedarnya di rumah.  Saya lebih menekankan menumbuhkan minat baca.

Jadi kenapa anak-anak sampai tidak mau baca buku? Apa karena mereka bosan dengan buku-bukunya? Ehm, beberapa buku yang kami beli saat sale beberapa bulan lalu belum kebaca.

Ada dua kemungkinan; Pertama, karena jam nonton mereka bertambah sejak anak tetangga memperkenalkan film Shiva (dari obrolan dan ngajak Adik nonton saat pulang sekolah). Kedua, karena memang bosan dan jenuh. Anak-anak hanya main games sabtu minggu jadi bukan games menyebabnya.

Sambil memutar otak mencari cara agar mereka mau dibacakan buku, saya beres-beres ruang baca dan memisahkan buku yang kesukaan mereka dan buku yang belum sempat dibacakan.

Suatu malam saya membawa buku komik hadits (seingat saya ini buku kesukaan anak-anak) ceritanya lucu plus kejadian sehari-hari seperti yang mereka alami.  Awalnya  mereka menolak tanpa saya paksa untuk mendengarkan saya membaca dan berhasil. mereka antusias malah ketagihan hingga berhari-hari dibacakan buku itu. Hari selanjutnya mereka yang memilih buku atau saya (gantian).

Berikut tip mengembalikan minat anak-anak pada buku;

Membiarkan jeda jika mereka bosan tapi jangan sampai berlarut-larut hingga mereka menemukan keasikan yang lebih santai dan praktis dari baca/membacakan buku. seperti menonton atau main games.
Menciptakan suasana baru entah dengan membuat tata ruang baca (ruang kelaurga) berbeda agar mereka nyaman saat dibacakan buku atau membolak-balikkan buku dilantai/meja.

Membacakan buku dengan tema bervariasi dan sesuai selera anak-anak. Kakak sudah bosan dengan buku berbau dongeng, lebih suka KKPK, saint atau eksiklopedi tapi masih dibacakan, masih enggan baca sendiri. Adik nampaknya kurang suka buku dongeng dengan tokoh utama perempuan, mungkin merasa kurang jagoan.  Saya selalu menyiapkan satu buku dengan tema agama pada buku yang dibacakan.

Mengajak mereka ke perpustakaan. Menurut saya perpustakaan itu memiliki aura berbeda walaupun di rumah ada banyak buku. Mungkin suasananya atau entahlah yang pasti anak-anak yang memiliki minat pada buku biasanya happy diajak keperpustakaan walaupun saat di sana lebih suka mondar mandir dan lihat-lihat cover buku.

Jadi rolemodel. Saya dan Paksu harus tetap rutin baca buku selain biar jadi role model karena biar up to date. Paksu suka baca buku yang menunjang pekerjaannya, say abaca novel dan pengetahuan umum macam eksiklopedi. Cukup melengkapi, secara Paksu anti baca fiksi hahaha.


Teman-teman ada ide lain menumbuhkan minat baca anak-anak yang mulai jenuh? Bolehlah ditulis dikolom komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...