Rabu, 23 November 2016

Cerita Usia Cantik sang Dosen Pengabdi

Bertemanlah dengan pedagang minyak wangi niscaya kamu akan ikut mencium baunya dan baumu akan seperti minyak wangi. Sebuah kiasan yang maksudnya  bagaimana seorang teman berpengaruh pada diri kita. Sikap, pemahaman dan cara pandang kita umumnya tidak akan jauh berbeda dengan teman dekat. Terlebih secara naluriah seseorang akan mencari dan merasa nyaman dekat dengan orang yang sepaham dan seide.

Beruntung saya dikelilingi teman yang selalu memberi energi positif dan kreatif. Walaupun profesi berbeda, latar belakang pendidikan berbeda dan tinggal di kota berbeda tidak menghalangi pertemanan kami. Pertemanan kami disatukan oleh kesamaan usia (usia kami tidak benar-benar sama, selisih beberapa tahun), kesamaan sebagai seorang Ibu dan kesamaan minat.

Pertemanan yang memicu saya  menjadi pribadi lebih baik, kreatif dan bisa berdaya di #usiacantik. Yap,  kami sama-sama sudah berusia 35+.

sisterhood, mba Eka berjilbab pink 

Usia yang kerap disandingkan dengan kebijakan, kemapanan dan kematangan cara bersikap, berpikir dan bertindak. Memang seperti itu juga yang saya lihat dan rasakan ketika melihat teman-teman seusia yang mulai berubah dalam beberapa hal, perubahan menjadi lebih baik.

Tapi usia hanya angka, beberapa teman makin bersinar di usia cantiknya, bersinar dalam hal karir, keluarga nampak  harmonis  dan solid, kreatifitasnya tidak berhenti malah makin melejit. Sebenarnya saya ingin menuliskan satu persatu bagaimana teman-teman ini  menginspirasi saya, menginspirasi dengan cara berbeda. Tapi di post ini saya hanya akan menuliskannya satu orang, teman lain akan saya tulis dikesempatan lain di blog ini juga, sebagai tanda persahabatan kami.  

Eka Candra Lina, dosen yang mengabdi
Sosok itu adalah Eka Candra Lina, perkenalan kami terjadi sekitar tahun 2010. Awalnya sempat segan sama mba Eka tapi ternyata sosok mba Eka supel, rendah hati dan rame membuat saya merasa sudah lama mengenalnya.

Dari obrolan kesana kemari akhirnya saya tahu mba Eka saat itu tengah menempuh  studi S3 di IPB dengan beasiswa karena ternyata dia dosen di sebuah universitas di Sumatra Barat, tepatnya Universitas Andalas. Rampung S3, sekitar tahun 2012  mba Eka kembali ke Sumatra, tapi pertemanan kami masih terjalin di media sosial dan grup WA. Interaksi kami lebih banyak terjalin di grup WA, banyak hal kami obrolkan dari hal ringan sampai  serius. Obrolan yang membuat saya belajar banyak hal. Di grup kami terbiasa saling mensupport dan berbagi pengalaman. 

Mba Eka mengajar di fakultas pertanian jurusan proteksi tanaman. Selain  sebagai dosen, kesibukannya tidak jauh-jauh dari dunia pertanian. Seperti pernah dilontarkannya,"Saya jadi petani mania, mba."

sebagai dosen dan peneliti

Yap, mba Eka aktif di pemberdayaan masyarakat kampus dengan sasaran para petani,  beserta rekan sesama dosen berusaha membina para petani agar mereka bisa mengoptimalkan lahan dan meningkatkan pendapatan. "Kalau petani pintar dan maju yang diuntungkan kita mba, swasembada pangan bisa tercapai, petani juga makmur." Saya setuju banget, berharap kesejahteraan petani meningkat di negeri ini.

mba Eka dan para petani binaannya

Mompreneur gigih
Di tengah kesibukan mengajar, mengerjakan proyek penelitian dan membina para petani, mba Eka memiliki bisnis makanan sehat. "Hebat nih mba Eka masih sempat bisnis," ujar saya, saat bersamaan saya seperti tersentil, mba Eka yang sibuk aja masih sempat bisnis, harusnya saya bisa - teringat keluhan yang sering saya lontarkan rempongnya berwirausaha di tengah kesibukan mengurus anak-anak dan rumah. 

“Gimana ya, bisnis atau wirausaha bagi saya seperti panggilan jiwa,”kata mba Eka sambil tertawa. “Suami saya seorang wirausaha obrolan kami selain tentang keluarga biasanya sharing seputar wirausaha jadi lama-lama ketularan. Bisnis saya tidak jauh dari dunia  pertanian. jadi bisnis sekaligus memberdayakan para petani. Bisnisnya olahan sorgum, makanan sehat, kaya serat dan gluten free."

mba Eka dan produk yang dipasarkannya
"Cara membagi waktunya bagaimana mba?" 
"Mengalir begitu saja kok, kalau kita suka akan  enjoy dan tidak merasa lelah. Bisnisnya  masih dalam tahap merintis, baru dipasarkan di Padang, kami belum memiliki toko sendiri tapi sudah memasukkan produk kami ke cafe, minimarket dan dijual secara online." 

Cobaan hidup yang menguatkan
Perjalanan hidup mba Eka sekilas tampak sempurna, keluarga harmonis dan  karir bagus. Sampai mba Eka bercerita, jika sebenarnya dia baru bangkit dari cobaan cukup besar. Suaminya yang seorang pengusaha mengalami kebangkrutan hingga rugi ratusan juta rupiah. Beberapa aset ia jual dengan murah demi menutupi kerugian. Hikmahnya, ia dan suaminya jadi makin solid dan kompak, bergandengan tangan untuk bangkit hingga alhamdulillah badai itu sedikit demi sedikit berlalu.

"Berat banget, Mba, kami harus menjual ini itu, tapi kami berusaha untuk tidak melepas tabungan dan asuransi pendidikan anak-anak. Ingatan saya dan suami satu saat itu, jangan sampai kalau ada apa-apa dengan kami, terlebih usaha sedang bangkrut, masa depan pendidikan anak-anak juga lepas." 

"Apa tidak kapok Mba, pernah bangkrut terus sekarang mba Eka pribadi merintis bisnis makanan dri sorgum itu?"
"Sempat khawatir tapi kekhawatiran itu saya jadikan tonggak untuk berhati-hati dan membuat perhitungan matang dalam berbisnis. "

mba Eka dan keluarga tercinta 

Teman yang nampak diluar tenang dan selalu tersenyum bukan berarti kehidupannya selalu mulus tanpa masalah. Dari sini saya belajar, mengelola emosi, mengelola sikap dan tindakan. Masalah hidup bukan untuk dikeluhkan. 

Tetap cantik di #UsiaCantik
Jujur, saat pertama kali bertemu mba Eka yang terbersit di benak saya adalah, 'kayakmya mba Eka mantan model'. Sampai setelah kami akrab, saya meluncurkan pertanyaan itu dan mba Eka tertawa diikuti jawaban.”Bukan." Mba Eka memang cantik dan modis,  padahal anaknya sudah 3 dengan kegiatan seabrek, masih sempat merawat diri.

“Harus donk Mba, merawat diri juga sebagai bentuk rasa syukur kepada pencipta." 

"Definisi cantik menurut mba Eka apa sih?"
"Menurut saya cantik itu  satu kesatuan utuh dari cara berpikir, cara berbicara dan cara bertindak, bukan sebatas fisik dan saat memasuki #UsiaCantik, kesatuan itu harus disertai kematangan. Matang cara berpikir, cara berbicara dan bertindak. Karena kecantikan di wajah adalah pancaran dari dalam."


Saat mba Eka berbicara seperti itu saya jadi teringat sikapnya yang luwes, hangat, supel dan rendah hati. Sikap yang membuat saya terasa sudah lama mengenalnya padahal waktu itu baru kenalan.

"Harapan dan impian mba Eka di #UsiaCantik ini apa?"
"Harapan dan impian saya tidak jauh - jauh dari dunia pertanian yang saya geluti, saya ingin merubah image pertanian menjadi sesuatu yang modern dan menjanjikan. Pertanian itu akan tetap dibutuhkan selama kehidupan berdenyut karena semua orang butuh makanan. Andai pertanian di negeri ini dikelola dengan baik dan maksimal, terlebih kita memiliki tanah yang subur, profit yang dihasilkan juga baik."

Setuju mba Eka, harusnya pertanian kita kuat. harusnya petani di negeri ini makmur karena tanah negeri ini subur dan luas. Semoga impian mba Eka terwujud dan selalu semangat membina para petani.

Berikut tips menjaga kesehatan dan kecantikan di usia 35+ ini dari mba Eka; Pola hidup sehat, olah raga, dan menghindari stress dengan managemen diri yang baik dan jangan lupa perawatan. 

Tetap cantik, aktif dan kreatif di Usia Cantik
Pertambahan usia diikuti tanda penuaan,  yang paling kentara kerutan halus di wajah, itu juga yang saya rasakan. Jika pada akhirnya saya melakukan perawatan untuk meminimalisasi kerutan bukan berarti menolak tua tapi sebagai bentuk perawatan diri dan menyenangkan hati suami. Suami juga sudah memberi saya rasa senang dan nyaman dengan dia menunaikan kewajibannya sebagai penanggung jawab keluarga.

Terinspirasi dari teman-teman salah satunya mba Eka saya mencoba L'Oreal Revitalit. kosmetik yang diformulasi khusus untuk perempuan berusia 35 tahun ke atas. Produk ini mengandung tanaman centella asiatica, Pro retinol A dan dermalift Technology yang dapat mengurangi kerutan sebanyakk 27% serta menningkatkan kekencangan kulit sebanyak 35% di zona utama wajah yaitu dahi, diantara alias, kontur mata, ujung luar bibir garis senyum, rahang dan leher.

untuk perawatan malam hari saya gunakan L'oreal Revitalift night cream

Tentu bukan hanya soal merawat diri inspirasi yang datang dari teman-teman, juga bagaimana menjadi perempuan aktif dan kreatif di #UsiaCantik. Usia boleh bertambah tapi impian masa depan harus tetap dirajut dan diwujudkan untuk berbagi kebahagian minimal pada keluarga dan  lingkungan sekitar. Saya mewujudkannya dengan mencoba hal baru di #UsiaCantik ini, belajar menjadi mompreneur dan membuka perpustakaan anak gratis di kampung tempat saya tinggal. Dukungan dari keluarga dan inspirasi dari teman-teman yang membuat saya berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru di #UsiaCantik.

Siapakan sosok inspiratif teman-teman dan bagaimana dia menginspirasi? Yuk sharing




“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”




21 komentar:

  1. Seneng bacanya, ikut terinspirasi dengan sosok mbak Eka, gigih, cantik, aktif, kreatif di usia cantik. Nah, yang nulis (Mbak Rina) juga sosok yang banyak menginspirasiku lewat tulisan2nya. Telaten *eh apa ya bahasa Indonesianya...ehm tekun dalam banyak hal termasuk nanam anggrek. Sukses dan terus bersinar ya mbak Eka dan mbak Rina

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba Murti..jadi malu heuheu

      Hapus
  2. Mbak Eka idolaku...tulisannya bagus Mbak Rina...

    BalasHapus
  3. Wuih... keren ya Bu Eka ini. Wanita inspiratif. Jadi malu sama diri sendiri yang sering cengeng. Padahal di luar sana, banyak sekali perempuan-perempuan tangguh. Seperti Bu Eka ini. Good luck, Mak Rina.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaa...saya jg jadi malu nih banyak ngeluh . thank u mba Nia

      Hapus
  4. Waah Mbak eka hebat.Nggak nyangka ya baru saja bangkit dari kebangkrutan
    Saluuut deh buat Mbak Eka yang cantik kayak model tapi berjiwa matang

    BalasHapus
    Balasan
    1. inspiratif ya mba nung....masalah kita ternyata bukan apa-apanya , ayo semangat

      Hapus
  5. Aku suka ih baca2 semua tulisan ttg usia cantik ini. Banyak menginspirasi semua tokoh2nya.. :) . Yg terpenting pada awet muda :D

    BalasHapus
  6. mbak eka sosok yg inspiratif, sama seperti mbak rina :)
    moga sukses buat lombanya yaa

    BalasHapus
  7. Oh, mba Rina pake Loreal Revitalift juga? Enak ya mba. Aku cocok pakenya.
    Tentang mba Eka, aku pernah ngobrol sama beliau. Dia emang care banget sama kecantikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba..gara-gar amba arin bilang enak ga bikin lengket dan gerah eh beneran enak di kulit. iya kalau ketemu mba eka jadi kepikiran belum maksimal merawat diri hehehe

      Hapus
  8. salam kenal buat mab Eka mba rin, cantik dan keren yaa prestasinya..
    mra rina juga imut terus di usia cantik.
    btw aku mau anggreknyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. xixixi imut -imut awet muda ya ...boleh mba Ophi nanti kalau kita ketemu di acara blogger di bawaain anggrek

      Hapus
  9. Wah sosok yang inspiratif banget niy Mba Eka, salam kenal yaa.

    Terpesona akuu, semoga sukses selalu di usia cantiknya yaa.
    Sukses buat teh rina juga yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti disampaikan salamnya teh Nchie..sukses juga buat teh Nchie

      Hapus
  10. Saya senang mengenal Mbak Eka dari sini. SOsoknya digambarkan lebih komplit. Semoga sukses ngontesnya, Mbak Rina

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...