Jumat, 15 Juli 2016

Kamera Ponselku dan Cerita Mudik

Mudik tak sekedar pulang, tapi ungkapan segala bentuk kerinduan dan keinginan berbagi kebahagian dengan  orang-orang tercinta di tanah kelahiran.


 Aku dan Kamera Ponsel


Tak heran berapa lama pun kemacetan yang terjadi, mudik tak membuat orang kapok termasuk saya. Begitu besarnya desakan rasa rindu karena rindu tak cukup diungkapkan dengan kata-kata atau video call lewat ponsel seperti halnya senyum, binar mata dan kehangatan pelukan orangtua saat menyambut kedatangan kita yang tidak tergantikan. Ya, tidak semua hal bisa direkam dengan kata dan kalimat sama sepertinya halnya sebuah kata yang tidak cukup mewakili ungkapan perasaan.

Dan ungkapan perasaan itu rasanya ingin kita rekam dalam ingatan selama mungkin, sayang, seiring waktu secara otomatis otak akan memilih informasi dan bukan tidak mungkin memori yang ingin kita ingat seumur hidup hilang.


Merekam Semua Momen Mudik dengan Kamera Ponsel
Dan sebuah fotolah yang bisa mengabadikannya. Cerita perjalanan mudik tak lengkap jika tidak mengabadikannya dalam bentuk foto. Karena cerita mudik dari tahun ketahun tak akan pernah sama walaupun jalan yang kita lalui sama dan orang-orang yang kita temui masih sama.

Kamera ponsel menjadi pilihan  untuk mengabadikan momen mudik karena lebih praktis digunakan dan selalu diletakkan dalam jangkauan. Bahkan kita secara reflek memfoto saat menangkap momen yang berkesan dan menarik.

Diperjalanan
Perjalanan mudik saya tak seheroik beberapa teman dan kerabat yang mengalami perjalanan plus macet hingga puluhan jam.  Mudik saya hanya Bandung dan Jakarta hehehe. Tapi bukan tanpa kesan terlebih setelah  2 tahun terakhir ini perjalanan mudik ke Bandung lewat tol tidak senyaman dulu, kemacetan berjam-jam terjadi pada saat akan memasuki tol. Selalu ada cerita berbeda di balik kemacetan.

Tentu saja tak mudah berkompromi dengan kemacetan tapi harus dinikmati agar sampai rumah Ibu dengan senyum sumringah. Karena tidak ada yang melebihi kebahagian orangtua selain melihat anaknya tersenyum bahagia.

Salah satu cara mengusir kekesalan saat macet adalah dengan selfie. Hal yang terlalu mainstream tapi cukup ampuh membuat menyunggingkan senyum dan mengalirkan energi positif.

selfie
candid wajah bete oleh pak suami 
Macet selain menjadi ajang sabar juga menjadi ajang kita belajar konsisten dengan aturan seperti buang sampah pada tempatnya.  Efek macet yang pernah saya lihat adalah tumpukan sampah di sepanjang jalan tol saat memasuki tol Cipularang.

Silaturahmi
Tahun 2009 adalah lebaran terakhir saya berlebaran bersama Kakek. Yang saya sesalkan, kami tidak membuat foto bersama. Andaikan saya berfoto saat itu pasti lebih banyak cerita tentang Kakek yang bisa saya ceritakan untuk anak-anak yang tidak sempat bertemu atau si sulung yang saat itu masih sangat kecil.

Sejak saat itu saya berusaha mengabadikan momen mudik bersama orangtua kakek nenek  walaupun usia bukan jaminan waktu menutup mata. Dengan begitu anak-anak akan mengenal mereka.


Jalan-jalan
Mudik tak lengkap tanpa mampir ke tempat wisata sekitaran kota kelahiran, cara sederhana berbagi kebahagian dengan  orangtua dan membuat anak-anak dengan dekat mereka.



Kenapa Kamera Ponsel
Saya lebih suka mengabadikan momen dengan kamera ponsel karena praktis dan foto yang sudah diambil bisa dilihat kapan saja. Kamera ponsel  memudahkan jika akan mengunggah foto  ke media sosial tapi tentu saja  tidak semua foto saya unggah ke media sosial.

Walaupun kadang memfoto dengan kamera ponsel tidak selalu membuat saya puas dengan hasilnya. Pada kondisi dan situasi berbeda hasilnya berbeda, misal, saat pengambilan foto siang hari terjadi backlight yang membuat hasil foto  kabur karena terlalu banyak cahaya. Sebaliknya saat mengambil foto malam hari atau sore, karena cahaya kurang (walaupun sudah menggunakan flash), hasil foto buram.

Padahal momen istimewa terjadi tanpa rencana dan bisa datang kapan saja. Tak memilih waktu.
Itu salah satu alasan saya ingin memiliki  ponsel dengan kamera yang lebih bagus. Terlebih untuk saya sebagai seorang blogger karena kualitas kamera ponsel sama pentingnya dengan ponsel itu sendiri.

Kenapa Saya Ingin ZenFone 2 Laser ZE550KL?
Kamera ponsel ZenFone 2 Laser sudah 13MP untuk kamera belakang dan 5MP untuk kamera depan, artinya kualitas fotonya sangat bagus untuk ukuran ponsel. Di tambah apertur lensa f/2.0 dapat mengambil foto dengan resolusi tinggi tanpa shutter-lag. Artinya kamera ponsel ZenFone 2 Laser dapat mengambil foto dengan baik walaupun objek sedang bergerak.
Selain itu ada 3 kelebihan lain kamera ponsel ZenFone 2 Laser yaitu;

  1. 0.03s Light –Speed Photography with Laser Auto-Focus
ZenFone 2 Laser (ZE550KL) dengan teknologi otofokus laser menjadikan gambar lebih jernih. Mampu menerjemahkan fokus objek foto dalam waktu 0.03 detik dalam kondisi minim cahaya. Otofokus lasernya dapat memeprcepat foto close up dan memotret objek yang jaraknya jauh.

  1. 4 X Lebih Terang dengan Warna yang Detail (kontras)
Tame the brightness with backlight (Super HDR ) Mode. Teknologi ASUS Pixel Enhancing ini menghasilkan gambar yang 400% lebih terang dan warna detail yang lebih baik sehingga kualitas foto terlihat alami walaupun latar cahaya kuat.

  1. 4 X  Lebih Sensitif Cahaya dan Peredam Noise
Mode Low Light membuat sensitif terhadap cahaya dan meningkatkan kontras warna hingga 400% hingga foto menjadi jelas dan terang pada kondisi minim cahaya walaupun tanpa flash.



Selain kameranya yang canggih ZenFone 2 Laser juga memiliki banyak keunggulan lain seperti desainnya yang ergonomis dan tampilan premium, dengan ketebalan hanya 3.9mm, sehingga nyaman saat digenggam. ZenFone 2 Laser memiliki kontrol intuitif dengan tombol belakang sebagai bagian dari desain ergonomis memudahkan saat selfie, mengatur volume dan pengaturan lainnya sehingga tetap nyaman saat digunakan dengan tangan kanan atau kiri.



Lebih lengkap mengenai Asus ZenFone 2 Laser bisa dilihat di sini.

Itulah cerita mudik saya dan kamera ponsel yang mengabadikannya. Impiannya pengen punya ZenFone 2 Laser agar foto-foto yang dihasilkan lebih bagus dan merekam momen lebih detail.


9 komentar:

  1. Kamera Ponsel menyimpan banyak cerita. Apalagi selama mudik, maupu momen2 lainnya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mba ...hp ga ada kamera bisa mati gaya hahahha

      Hapus
  2. Hehehe seru ya Mbak mudik. Kalo aku kebanyakan mengabadikan makanan. *_*

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo saya belum siap mental mengabadikan makanan waktu kuliner heuheu ga siap di liatin orang dan dikomentari anak-anak dan pak suami

      Hapus
  3. Klau mudik memang pelepas BETE ya selfie pake HP mba *pengalaman pribadi banget* :p

    BalasHapus
  4. Suami saya jg klo macet suka beteee, maunya cepet2 aja pdhl mudik mah ga ada yg macet ya kayanya

    BalasHapus
  5. Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...