Minggu, 01 Mei 2016

Pentingnya Stimulasi di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Permah merasa si Kecil kita pintar dan hebat? Ehm, perasaan yang saya kira di alami hampir semua ibu dan itu wajar. Kemampuan si kecil meniru, mengingat dan pertanyaan-pertanyaan kritisnya tak jarang membuat kita kagum. Dan hampir semua anak seperti itu karena saat usianya menginjak batita atau sering di sebut golden age, otaknya tengah berkembang dengan cepat dan menyerap semua informasi seperti spoons.

Begitu pula dengan di kecil saya, ketertarikannya pada buku membuat saya kadang merasa heran, di keramaian begitu melihat tumpukan buku, dia antusias melihat dan ingin membeli, padahal tak jauh darinya ada pedagang balon dan beragam mainan. Saya juga tidak menyangka, dia tertarik dengan buku science sederhana. Ini adalah dua buku science favoritnya, minta dibaca berulang-ulang sampai dia sendiri hapal. Namun bukan berarti dia tidak tertarik mainan, malah sangat tertarik di banding menonton, dia bisa berjam-jam anteng main berkhayal dan lupa minta nonton seharian. Ketertarikannya tidak lepas dari stimulasi  yang saya berikan saat dia bayi, rutin dibacakan buku (hinga saat ini) dan membatasi menonton tapi 'dipaksa' bermain dengan mainan dan berkhayal.

Apa yang kita berikan pada si kecil pada awal kehidupannya memang sangat berperngaruh besar. Penjelasannya ilmiahnya saya dapat saat tanggal 2 April lalu saya mengikuti seminar parenting dengan tema  Siap Cerdaskan si Kecil Sejak Dini  dengan narasumber  dokter ahli tumbuh kembang anak Dr.dr. Ahmad Suryaman, SpA(K), dokter ahli alergi-imunologi anak Dr.dr. Anang Endaryanto, SpA(K) dan pakar psikologi Dr.Rose Mini,A.P., M.Psi.

Siap Cerdaskan Bangsa 



Saya merasa beruntung bisa datang ke acara ini, ilmu yang di dapat sangat banyak. Oh ya buat mama-mama di luar kota Jakarta dan ingin sekali mengikuti seminar ini, pantengan terus akun media sosial Morinaga; Facebook;Morinaga Platinum. Twitter;@morinagaid. Instagram;@MorinagaPlatinum. Karena seminar ini akan hadir di beberapa kota di Indonesia sampai bulan November 2016 sebagai bagian dari Gerakan Siap Cerdaskan Bangsa persembahan Morinaga yaitu gerakan dedikasi Morinaga untuk stimulasi dini anak, mengingat pentingnya stimulasi selama 1000 hari pertama kehidupan terutama untuk perkembangan otak si kecil.

Gerakan Siap Cerdaskan Bangsa di dukung oleh Gerakan 1000 hadiah pertama yaitu program pengumpulan donasi berupa buku dan mainan anak sebagai alat stimulasi untuk anak-anak yang membutuhkan. Info lengkap bisa di lihat di www.siapcerdaskan.com. Walaupun sudah baca blog post ini, rekomendasi saya tetap datang jika seminar ini hadir di kota anda karena penjelasan yang didapat akan lebih detail dan rinci, dalam blog post ini hanya hal-hal yang saya pahami dari penjelasan para pakar. 

Bukan hanya saya yang antusias juga semua peserta. Banyak peserta datang dengan formasi lengkap, ayah ibu dan anak. Oh ya di sini tersedia area playgroud untuk  anak-anak bisa bermain tapi harus di awasi.

Antusiasme peserta





Kenapa menyiapkan kecerdasan anak sejak dini begitu penting? Mengutip apa yang dikatakan dokter Ahmad Suryaman; 1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak sangat menentukan kualitas hidup dan kapabilitas sebagai manusia kaerna 80% kemampuan manusia dibentuk dalam periode tersebut. Dimulai dengan pembentukan organ-organ penting seperti otak, jantung, panca indra selama dalam masa kandungan berjalan 9 bulan. Berlanjut dengan berfungsinya organ-organ tersebut secara mandiri melalui masa transisi di 6 bulan pertama sejak balita lahir.

Walaupun saya mengetahui pentingnya 1000 hari pertama untuk seorang anak, namun di seminar ini saya tahu lebih detail dan terinci, jadi sedikit merasa menyesal. Menyesal karena seminar ini baru saya ikuti setelah si kecil berumur 4 tahun, banyak momen yang saya lewatkan, saya abaikan...tapi seperti diungkapkan dokter Ahmad Suryaman, terlambat bukan berarti tidak bisa diperbaiki, sangat bisa tapi waktunya lebih lama, jangan menyerah terus berusaha membimbing dan iringi dengan doa karena ada kekuatan diluar sana, sang pemilik semesta. Lalu dokter menceritakan bagaimana pasien-pasien yang berkonsultasi padanya berkat usaha dan doa kedua orangtuanya, menjadi lebih baik.

Baiklah, stop menyesali mari belajar karena menjadi orangtua adalah belajar sepanjang hayat.  Oh ya acara di moderatori oleh Andrian Maulana, tahu donk siapa dia, public figure yang kini membawakan acara berita pagi di sebuah statsiun tv swasta. Pembawaan yang santai namun serius ditambah kapasitasnya sebagai seorang Ayah dengan anak batita, membuat acara lebih hidup, pertanyaannya cukup mewakili  pertanyaan para peserta.

Berikut rangkuman penjelasan Dr.dr. Ahmad Suryaman, SpA(K);


Bagaimana otak terbentuk
Otak anak terbentuk begitu terjadi konsepsi atau pembuahan dan pembentukan otak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik alamiah (nature) atau lebih dikenal dengan faktor keturunan, dengan faktor lingkungan dimana anak mendapat pengalaman selama pengasuhan sehari-hari (nurture).
Secara fisik dapat di gambarkan seperti ini;

Perubahan dari minggu ke 3 hingga 9 bulan/lahir;


Otak tersusun dari triliunan sel-sel otak yang dinamakan neuron. Saat bayi lahir sel otak belum terkoneksi satu sama lain menjadi sebuah rangkaian sirkuit. Koneksi antar sel otak tersebut dinamakan sinaps. Sinaps terbentuk dengan cepat setelah anak lahir. Sinaps akan terbentuk bila anak mendapat stimulasi dari lingkungan sekitarnya.

Semakin banyak stimulasi, sinaps yang terbentuk akan semakin kaya, kuat dan menjadi koneksi yang permanen di masa depan. Semakin banyak sinaps semakin banyak informasi yang dapat diproses melalui koneksi antar sel-sel anak. Bila sinaps yang terbentuk tidak pernah digunakan oleh anak, makan sinaps akan mengalami kematian yang dinamakan pruning.

Stimulasi yang disesuaikan dengan perkembangan usia anak tentunya, misal untuk bayi baru lahir, sentuhan, pelukan dan berbicara adalah stimulasi yang efektif karena pada usia itu si Kecil mulai belajar mengenai Ayah, Bunda dan orang yang menyayanginya.

Kunci Utama Fungsi Kerja Otak Anak : Nutrisi dan Stimulasi
Banyaknya sinaps yang dibentuk oleh otak anak trrgantung dari interaksi faktor genetik dan lingkungan pengasuhan anak sehari-hari.  Faktor genetik hanya ‘cetak biru’ atau ‘pola rencana’ dari otak seorang anak untuk berkembang ke depan. Tetapi proses pembangunan sirkuit otak ditentukan faktor lingkungan pengasuhan sehari-hari. Faktor pengasuhan ini ditentukan oleh dua hal yaitu nutrisi dan istimulasi atau pemberian pengalaman.

Pada saat berusia dini, otak anak menyediakan sinaps dalam jumlah yang melebihi dari apa yang dibutuhkan oleh anak pada usia tersebut namun seiring waktu  akan terjadi seleksi sinaps supaya anak dapat melakukan berbagai kemampuannya dengan cara paling efektif. Sinaps yang terbentuk di masa awal dan tidak terpakai akan mati dan dibuang. Sinaps mana yang akan dibuang dan digunakan ditentukan oleh stimulasi yangdiberikan.

Tetapi otak memiliki sensitivitas waktu untuk membuat sinaps,  fenomena ini dikenal sebagai masa kritis perkembangan fungsi otak anak. Berikut tabel perkembangan fungsi otak berdasarkan usia;



Secara keseluruhan dapat disimpulkan, kunci memahami perkembangan otak anak adalah;
  1. Perkembangan otak anak ditentukan oleh interaksi faktor biologis, genetik dan pengasuhan (stimulasi). Sehingga kombinasi nutrisi dan stimulasi dalah syarat utama pertumbuhan otak anak.
  2. Pengasuhan anak pada usia dini mempunyai dampak jangka panjang pada kualitas kemampuan anak, terutama dalam hal kapabilitas dan regulasi emosi-perilaku.
  3. Otak anak mempunyai kapasitas berubah tapi potensi terbesar untuk dapat dirubah hanya terjadi pada usia tertentu yang dinamakan periode kritis.
  4. Kurangnya stimulasi akan berdampak negatif yang serius dan permanen terhadap perkembangan otak anak.
  5. Intervensi atau penanganan keterlambatan perkembangan otak bila dilakukan pada usia dini dapat menimbulkan berbagai hal yang positif.

Qoute yang mengena yang disampaikan dokter ahmad suryaman adalah, orangtualah ahli perkembangan anak sesuangguhnya karena setiap anak itu unik. Dokter hanya membantu  meluruskan jika terjadi perkembanagn yang tidak sesuai.

Bagaimana menstimulasi si kecil agar sinaps yang terbentuk banyak, mengenali kecerdasan sejak dini untuk mewujudkan multitalentannya?
Pada seminar ini pakar psikologi Dr. Rose Mini menyampaikannya dengan detail dan saya akan coba merangkumnya.


Multitalenta dan Multiple Intelligence (MI) atau kecerdasan majemuk adalah dua hal berbeda namun saling berkaitan, kecerdasan adalah keseluruhan kapasitas seseorang dalam mengatasi masalah, sedangkan talenta merupakan kemampuan menonjol seseorang di suatu bidang tertentu. Menurut MI setiap anak memiliki kecerdasan beragam dan kecerdasan itu harus distimulasi agar berkembang optimal.

Dari satu kecerdasan akan terlihat talentanya misal anak dengan cerdas kinestetik mungkin akan memiliki talenta di bidang olahraga, menari dsb. Semakin intens stimulasi, talenta yang tergali bisa lebih dari satu (multitalenta).

Menurut pakar psikolog dr. Howard Gardner sekaligus penggagas MI, ada delapan macam kecerdasan yaitu kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan natural.

Dalam proses stimulasi ada tiga hal yang perlu diperhatikan; gaya belajar, pola asuh dan kecerdasan emosi.
Ada tiga macam gaya belajar yang di miliki anak;
Looker (visual), menyerap informasi dari lingkungan dengan menggunakan indera penglihatan. Anak dengan gaya berlajar ini memiliki ciri, mudah mengingat sesuatu yang pernah dilihat, gemar mengobservasi lingkungan dan memiliki koordinasi mata - tangan (motorik halus) yang baik.

Listener (Auditory), menyerap informasi dari lingkungan dengan indera pendengaran. Ciri-cirinya mudah menyerap informasi yang didengar daripada dilihat. senang menirukan suara dan mengingat suara, cenderung banyak bicara.

Mover (Kinesthetik), menyerap informasi dari lingkungan dengan indera peraba. Ciri-cirinya suka melakukan aktivitas fisik untuk terus bergerak, suka kegiatan motorik kasar, ingin menyentuh semua benda yang dilihatnya, lebih cepat berjalan daripada bicara.

Dengan mengenal gaya belajar anak, orangtua dapat menyesusaikan stimulasi yang diberikan. Contoh, untuk menstimulasi kecerdasan interpersonal anak, si gaya belajar visual dilakukan dengan cara mengajak anak jalan-jalan ke taman sehingga bisa melihat/bertemu banyak orang. untuk anak dengan gaya belajar listener mengajak anak mengobrol dengan saudara, kakek, nenek atau teman sebaya. Sedangkan untuk si gaya belajar kinestetik membiarkan anak bermain dengan teman sebaya dan berinteraksi dengan kakek, nenek dan saudaranya.

Pengasuhan dan pola asuh
Pengasuhan mencakup proses merawat, sosialisasi dan komunikasi. Merawat seperti memberi makan, membersihkan dan melindungi. Sosialisasi adalah bagaimana mengajarkan anak bertingkah laku umum sesuai aturan di masyarakat, seperti sopan santun. Komunikasi yaitu bagaimana mengkomunikasikan kasih sayang, nilai, minat, perilaku dan kepercayaan. 

Pola Asuh
Ada 4 pola asuh yang umumnya di terapkan orangtua. Pola asuh yang diterapkan sangat berpengaruh pada kepribadian anak. Pola asuh yang efektif adalah menerapkan keempat pola asuh tersebut secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.


Mengenal Kecerdasan Emosi 
Namun cerdas IQ saja tidak cukup, kesuksesan seorang anak kelak dalam masyarakat sangat ditentukan juga oleh kemampuannya mengelola emosi atau dikenal dengan istilah  kecerdasan emosi, kecerdasan ini meliputi; kemampuan mengenal emosi, mengelola emosi, kemampuan memotivasi diri, mengenal emosi orang lain dan kemampuan membina hubungan dengan orang lain.

Dan tentu saja peran orangtua sangat besar untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak dan menstimulasinya agar kecerdasan emosi yang terbentuk dan berkembang adalah kecerdasan emosi yang positif. Beberapa cara mengembangkan kecerdasan emosi anak diantaranya; melatih anak mengenal emosinya dengan cara meminta menceritakan apa yang dirasakannya dan penyebabnya. Tidak meremehkan emosi negatif anak dan melatih anak untuk mengatur atau mengendalikan emosinya. Mengajak anak  terlibat dalam kegiatan sosial dapat mengenmbangkan sikap empati.

Makin banyak peer yang harus saya kejar untuk membimbing anak-anak. Tidak ada kata terlambat yang penting semangat belajar dan semangat memperbaiki diri.

Bahasan selanjutnya mengenai alergi dan imunologi anak, yang di sampaikan Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K).

Pertahanan tubuh anak sehat
Sistem pertahanan tubuh anak adalah sistem pada anak yang dibentuk dengan tujuan untuk melindungi tubuh anak terhadap serangan dari dalam maupun dari luar tubuh anak. Sistem pertahanan tubuh ini bekerja dengan cara mengenali dan membunuh penyerang dari luar (misal kuman) maupun penyerang dari dalam (misal sel kanker).

Sitem kekebalan tubuh anak belum berfungsi dan bekerja dengan maksimal dan masih lemah sehingga memudahkan kuman jahat menyerang hingga menimbulkan penyakit. Sistem pertahanan tubuh dianggap sudah matang jika sudah menemukan keseimbangan yang tepat antara toleransi dan aktivasi. Proses pematangan ini dipengaruhi oelh faktor generik dan lingkungan.


Salah satu yang mempengaruhi pematangan sistem pertahanan tubuh adalah ASI. ASI merupakan sumber yang kaya zat antimikroba, yang mendukung sistem kekebalan tubuh bayi yang kurang mampu memerangi infeksi di awal kehidupan.

Alergi terjadi bila sistem pertahanan tubuh anak bereaksi berlebihan terhadap paparan protein yang bagi individu normal tidak menyebabkan gangguan. Misal anak yang alergi terhadap susu sapi atau debu.

Lebih dalam mengenai alergi bisa di lihat di postingan ini, yang merupakan liputan coaching clinic saat alergy week bersama Morinaga.

Morinaga  diproduksi oleh KALBE Nutritionals - sebagai Health Foods Divison dari PT Kalbe Farma Tbk, merintis PT. Sanghiang Perkasa pada tahun 1982 yang di bangun atas dasar rasa kepedulian, tanggung jawab keilmuan dan antusiasme dalam bidang farmasi dan nutrisi yang terjalin menjadi sebuah komitmen. Lebih jauh mengenai Kalbe Nutritionals dapat di lihat di sini 

Dengan misi ‘we provide wellness to millions' - menyediakan produk dan layanan kesehatan bagi masyarakat, secara aktif mengembangkan produk nutrisinya. Salah satunya Morinaga  yang merupakan produk kolaborasi Kalbe dengan Morinaga, sebuah perusahaan susu terkemuka  dari Jepang. Dengan pengalaman panjang Kalbe dan Morinaga, tentu kualitas produknya sudah tidak di sangsikan lagi.




Customer Services kalbe nutritionals bisa di hubungi di 0800-140-2000 (bebas pulsa) atau customer@kalbenutritionals.com. Kalbe Farma juga menyediakan jasa pesan antar dengan menghubungi Kalbe Home delivery 500880 atau e-store di www.kalbestore.com.


2 komentar:

  1. 1000 hari pertama yang sangat menentukan ya mba

    BalasHapus
  2. We O We.. WOW banget penjelasannya Rina! Dua anakku yg pertama kayanya sih Auditory.. entah nih yg ketiga.. yg pasti ngga akan aku lewatkan 1000 hari pertamanya :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...