Senin, 29 Februari 2016

Taman kota Bandung; dulu, kini dan nanti


Taman Foto
Bicara kenangan kota Bandung yang tak terlupakan? Banyak banget, salah satunya mungkin karena saya lahir dan besar di Bandung.

Tak mungkin lupa, naik bis damri jurusan Dipatiukur –Jatinangor hampir setiap hari waktu jaman kuliah. Desak-desakan, berdiri dan terjebak macet di Cibiru sampai Cileunyi, pegel Boo! Awal-awal kuliah belum ada damri yang lewat tol.

Jumat, 26 Februari 2016

Ke Museum Pos Indonesia Bandung

Museum Pos Indonesia di Bandung
I’ve been standing here waiting mister postman
So patiently for just a card or just a letter*

Menunggu Pak Pos
Dulu waktu masih anak-anak sampai remaja, apakah kamu termasuk yang pernah menunggu pak pos datang? Kalau saya sih iya, menunggu surat-surat dari sahabat pena yang alamatnya saya dapat dari majalah Bobo dan Kawanku. Dan waktu itu jamannya pak pos masih naik sepeda.

Rabu, 24 Februari 2016

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah (Aqil Baligh) oleh Elly Risman

*Elly Risman, psikolog, pendiri Yayasan Kita dan Buah Hati

Tulisan ini saya dapat dari grup WA, cukup panjang tapi menurut saya penting banget, alasan itu pula yang membuat saya menyalin dan mempublishnya di blog sekaligus sebagai pengingat untuk menghadapi anak laki-laki saya yang masih berusia 4 tahun.

Dear Parents,
Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional?

Mengapa demikian?
Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (komik, games, PS, internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar  yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak. Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya rangsangan dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi!

Jumat, 19 Februari 2016

Berkuda dan memanah di Pamulang Stables & Equestrian

kuda berlatih di area berlumpur
Tempat  yang mencolok jika  lewat  Jalan Pajajaran  Pamulang    Tangerang Selatan adalah area berkuda yang terletak di sisi kanan dan kiri jalan (berhadapan), dengan salah satu papan nama tertera di sana Pamulang STABLES & EQUESTRIAN. Dulu nampak tak terurus, semak belukar di sana-sini dan baru –baru ini (beberapa bulan kebelakang) nampak perbaikan, pagar yang di cat, beberapa area nampak sedang di renovasi, semak dan belukar yang sudah terpangkas habis dan saya pun baru tahu jika tempat ini  terbuka untuk umum setelah membaca postingan di blognya mba Ophi Ziadah.

Jadilah liburan sekolah akhir tahun lalu saya dan pak suami mengajak anak-anak dan sepupunya (yang sedang liburan di sini) ke tempat ini.

Rabu, 17 Februari 2016

Benar gak sih jadi mama itu harus cerewet, tegaan, galak ...dan seterusnya

love is ....
Benar gak sih jadi mama itu harus cerewet, tegaan, galak ...dan seterusnya

1.Cerewet
Saya pernah menghadiri seminar parenting, narasumbernya  seorang psikolog dan dia bilang, jadi mama itu memang harus cerewet, tidak apa-apa di bilang cerewet.

Sabtu, 13 Februari 2016

Cerita Tas Canvas


tas-tas favorit
Berbicara soal tas, saya suka tas berbahan kanvas karena terkesan santai dan sporty, selain  penampilan saya yang tidak modis ini rasanya tidak matching jika pakai tas bling-bling :D. Saya punya tiga tas berbahan kanvas, yang terlama di beli sekitar 6 tahun lalu, dan masih sering di pakai (antara hemat dan pelit hehehe), motif bunga ros ala shabby chic,  sudah agak belel tapi makin belel makin sayang sama tas ini. Yang kedua dibeli sekitar  tiga tahun lalu, Mama saya pernah protes katanya kurang pantas tas ini saya pakai karena kebesaran – untuk ukuran tubuh saya hehehe.

Yang ketiga tas baru *pamer*,  hasil ngeblog lho tepatnya hasil tukar voucher job review dari sebuah onlineshop, ukurannya pas untuk tubuh saya yang kecil.

Kalau bicara soal isi tas, tergantung dengan siapa saya pergi, kalau bawa anak-anak pasti isi tas lebih banyak karena membawa perintilan ini itu seperti tisu basah satu pak besar, sapu tangan, sisir, lotion, minyak kayu putih, hand sanitasi dan kantung kresek. Bawa tas   pun biasanya dua, satu tote bag yang isinya baju ganti, tempat minum, cemilan dsb.

Kalau pergi  sendiri lebih simple, isi tasnya mungkin tak jauh berbeda dengan isi tas perempuan lainnya seperti;

isi tas 

Peralatan dandan ala kadarnya terdiri dari pelembab, bedak dan lipstik. Jadi setelah sholat  pake pelembab, bedakan dan bibir sedikit di ulas biar nampak fresh,  tidak tampak pucat dan sedikit menyamarkan kerutan halus hahaha *ketahuan umurnya deh*.

Dompet dan isinya wajib dong ya, termasuk di dalamnya kartu flash untuk naik busway dan tiket langganan KRL. Jika bepergian sendiri (ke Jakarta) saya pengguna setia busway  atau KRL, tergantung tempat acara. Tapi lebih sering naik busway karena dari Ciputat sini ada APTB, jadi tinggal nyambung busway. 

Dan berhubung saya ‘buta’ Jakarta walaupun sudah berKTP Jakarta 9 tahun (nebeng alamat mertua) yang tidak boleh ketinggalan saat saya ke Jakarta sendirian (entah acara blogger atau bertemu narasumber tulisan) adalah peta busway, agar tidak salah naik bis. Tapi tetap saja ya walaupun sudah bawa peta busway, pernah salah naik busway, karena  masih pusing jika pindah busway dan melewati jembatan, jadilah niat ke Monas malah nyasar sampai Kota dengan rute lewat Kebun Jeruk dan Kedoya.

Dulu saat stasiun KRL belum rapih (masih kumuh dan horor) di mana setiap statsiun tidak ada tulisan nama statsiunnya, saya selalu membawa secarik kertas yang isinya  tulisan urutan nama statsiun, agar tidak salah turun atau kelewat.

Handphone dan power bank harus bawa donk ya, selain biar update dan terhubung dengan keluarga, hp juga berfungsi untuk hiburan jika macet, entah baca portal berita atau selancar di medsos, seringnya sih yang terakhir, baca berita apalagi berita politik malah suka bikin puyeng. Eit, bukan berarti tidak peduli sama kondisi dalam negeri ya.

Tisu dan atau saputangan, walaupun udah tidak musim bawa saputangan, kebiasaan yang diterapkan ibu sejak sekolah dasar ini masih  terbawa sampai sekarang.

Buku, tidak harus buku baru atau buku belum di baca. Gadgetan sepanjang jalan kadang bosan. Apalagi jika terjebak macet berjam-jam. Jika naik busway biasanya saya terkena jebakan macet di sekitar Pondok Indah. Biasanya saya bawa buku favorit, jadi kalau pun di baca ulang tetap asik.

Pulpen, entah untuk apa tapi selalu merasa perlu membawa.

Plastik, fungsinya tergantung situasi, bisa untuk sampah atau kalau hujan barang-barang dalam tas di masukin ke plastik karena tasnya tidak kedap air.

Mukena lipat, walaupun di setiap  mushola biasanya tersedia, sayangnya tidak semua mushola menjaga kebersihan mukenanya.

Peniti, untuk cadangan jika peniti di kerudung lepas jatuh (dan sukar di cari) saat wudhu. Selain 


Oh iya saya juga suka baw kunci rumah dan pagar - lupa tidak terfoto. Kami punya dua kunci rumah dan pagar, satu biasanya di bawa pak suami karena dia kadang pulang kantor malam.  Jika saya yang pergi sendiri, kunci itu saya bawa. Selain itu saya juga suka bawa payung lipat jika musim hujan.



Demikian isi tas saya. Isi tas kamu apa?




Sabtu, 06 Februari 2016

Berburu Buku Lawas di Lawang Buku Bandung

Lawang Buku Bandung 
Saya selalu tak tahan jika melihat tumpukan  buku seken  yang di jual ,  entah di toko,  kios atau  lapak, pasti penasaran ingin melihat,  dan berharap menemukan ‘harta karun’ yang entah apa. Mungkin buku jadul, buku langka atau sekedar meraup aroma kenangan masa kecil saat melihat buku-buku Enid Blyton yang penampakannya sudah kusam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...