Sabtu, 30 Januari 2016

Ke Museum Geologi Bandung (lagi)


Tyrex
Mengajak anak-anak ke Museum membuat mereka bosan? Coba ajak kemari deh, salah satu museum yang selalu minta di kunjungi  anak-anak saya saat berlibur ke rumah neneknya di Bandung, Museum Geologi, untunglah tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah. 

Jumat, 29 Januari 2016

Acer Liquid Z320, smartphone aman untuk anak

Anak-anak digital
Anak-anak kita tumbuh dalam dunia digital sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan saat Ibu memperdengarkan suara musik atau e-book rider dari tablet atau telepon pintar pada janin.

Gadget seperti telepon pintar dan tablet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam sebuah keluarga terutama keluarga urbanBerdasarkan survey yang di lakukan The Asian Parent pada tahun 2014 terhadap  2500 orang tua di negara-negara Asia yaitu Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina, menyebutkan bahwa 98% anak terbiasa menggunakan gadget, artinya 9 dari 10 anak, terbiasa berinteraksi dengan gadget.


sumber. id.theasianparent.com
Banyak orang tua, termasuk saya, menjadikan gadget sebagai alat belajar dan menstimulasi si kecil. Dampak positifnya terasa, sebagai contoh anak kedua (4 thn) saya hapal cukup banyak kosakata bahasa inggris – bahkan dengan pengucapan yang lebih fasih – tanpa saya mengajarinya langsung tapi sering  mendengar  lagu dan film kartun edukatif yang saya unduh dari  youtube. Belum termasuk beragam aplikasi untuk menstimulasinya seperti mengenal bentuk, warna, angka, huruf dan game yang juga edukatif.

gadget sebagai media belajar dan stimulasi 

Untuk si sulung (7 thn) yang suka sekali menggambar, saya mendampinginya  melihat tutorial menggambar dari youtube.

Selain dampak positif secara kognitif seperti yang saya sebut di atas, gadget juga berdampak positif secara afektif yaitu anak mengenal dan memahami teknologi secara dini, menumbuhkan kepercayaan diri anak karena anak merasa banyak tahu dan mudah menemukan sesuatu.

Sebagai orang tua, sisi  positif  menggunakan gadget sebagai media belajar dan stimulasi anak adalah lebih praktis, banyak pilihan, efisien dan hemat. Simpel karena saya tidak harus setiap saat membuat peraga sendiri (DIY) untuk menstimulasi anak.  Banyak pilihan untuk setiap jenis stimulasi, lebih hemat di banding membeli banyak mainan/peraga untuk menstimulasi dan efisien karena belajar dapat dilakukan kapan dan di manapun.



Kekhawatiran orang tua, berlebihan kah?
Pada saat bersamaan, ada kekhawatir jika  nanti anak-anak memiliki smartphone sendiri (sekarang mereka masih menggunakan smartphone milik saya dan penggunaannya benar-benar di bawah kendali saya), lebih asik dengan smartphone nya di banding bermain atau bersosialisasi dengan lingkungannya yang mengakibatkan sifat empati dan simpati anak tidak tumbuh dengan baik.

Saya juga khawatir mereka mengakses konten yang tidak sepantasnya mereka lihat saat pengawasan saya lengah. Khawatir mereka tumbuh menjadi generasi instan, yang tidak tahu cara ‘kerja keras dan cerdas’ untuk  mencapai sesuatu.

Apa kekhawatiran saya berlebihan? Beberapa waktu saya mengikuti seminar mengenai Digital Parenting yang salah satu narasumberya Konsultan Psikologi Personal Growth Jakarta, data dari konsultan ini menyebutkan ada beberapa kliennya yang memang mengalami dampak negatif gadget serius, dari kecanduan games dengan taraf yang sulit disembuhkan sehingga anak yang kehilangan daya pikirnya.

Bagaimana agar hal itu tidak terjadi pada anak-anak kita? Salah satunya  dengan memilih perangkat ponsel pintar yang aman, ponsel pintar yang memang di desain untuk anak-anak.  Memang ada? Ada yaitu smartphone Acer Liquid Z320.

Smartphone Acer Liquid Z320,  aman untuk anak
Acer LiquidZ320  smartphone  yang dilengkapi aplikasi khusus untuk anak dan super aman. Aman dalam arti tak perlu khawatir si kecil mengakses konten yang tidak pantas andai pun kita lengah saat mendampinginya.

Secara singkat Kids Center bisa di lihat dari video berikut ini;




Yap, Acer Liquid Z320 yang di lengkapi Kids Center yaitu aplikasi yang berisi beragam games, fitur, konten dan web yang aman, edukatif dan menarik untuk  anak. Aplikasi ini merupakan aplikasi pre-install dalam Acer Liquid Z320. Kids Center sudah terinstal secara otomatis dengan tampilan full colour dan eye-catching. 

Kelebihan lain Kids Center dari Acer Liquid Z320 diantaranya :

Parental Control yang ekstra aman
Saat fitur Kids Center diaktifkan anak, ia hanya akan menikmati aplikasi dan situs tertentu, sehingga konten yang tidak cocok untuk anak tidak akan terakses. Kids Center juga memberikan usulan aplikasi, video dan game yang sesuai dan aman untuk anak.

Tersedia pula channel video dan karena Kids Center terupdate secara otomatis maka jumlah channel video (yang tentunya positif dan sesuai untuk anak) bertambah sehingga anak tidak bosan.

Tampilan untuk memutar video di Kids Center berbeda dengan tampilan youtube, agar pengguna yaitu anak tidak ‘tersesat’ atau mengakses dengan tidak sengaja video yang tidak sesuai.

Di lengkapi dengan parental control  untuk memantau aktivitas internet anak dan mengatur keamanan yang mencegah anak dari mengunduh konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa seijin spAcer. Tapi jika orangtua merasa pilihan keamanan yang otomatis ada dalam Kids Center kurang, bisa mengaktifkan Extra Safe Zone yang mengunci ponsel di Kids Center meskipun telah dinyalakan.

Beragam pilihan aktivitas menarik untuk anak
Selain beragam fitur, konten dan situs khusus anak, Kids Center dari Acer Liquid Z320 dilengkapi aktivitas menarik seperti untuk kamera tersedia bingkai foto lucu dan sesuai untuk anak. Galeri hasil foto dari kamera Kids Center dibuat terpisah dari galeri utama.


Kids Center juga menyediakan coloring pages yang berisi banyak gambar lucu sehingga anak betah berlama-lama mewarnai.

Mudah digunakan
Kids Center diaktifkan dengan cara pengguna membuat akun untuk melakukan berbagai pengaturan, termasuk konten yang dapat diakses anak.

Kids Center mudah digunakan anak-anak di bawah usia 12 tahun walaupun memiliki banyak fitur. Begitupun pengaturan yang harus di lakukan oleh orangtua, mudah di pahami.

4 langkah mudah mengaktifkan Kids Center

Jadi dengan Acer Liquid Z320, kita tak perlu khawatir jika lengah mengawasi anak saat tengah asik dengan ponsel pintarnya jika kita sudah melakukan pengaturannya.

Harga terjangkau 
Harga Acer Liquid Z320 seharga Rp.999.000,-.



Keterlibatan orang tua secara aktif dan penuh
Selain pemilihan smartphone  yang tepat untuk anak yaitu Acer Liquid Z320, penggunaan ponsel pintar akan lebih efektif untuk mendukung kecerdasan dan tumbuh kembangnya jika orang tua terlibat secara aktif dan penuh. Keterlibatan orang tua juga akan membuat anak cerdas berinternet dan media sosial (kelak) serta menghindarkan anak dari perilaku negatif di dunia maya. Berikut berdasarkan survey, perilaku kurang baik anak di dunia maya;

Foto adalah dokumentasi pribadi saat mengikuti seminar digital parenting
Keterlibatan orang tua dapat dilakukan diantaranya dengan;

Menyepakati waktu dan lamanya berinteraksi dengan gadget
Membuat kesepakatan dengan anak mengenai waktu dan lamanya berinteraksi dengan gadget selain agar anak tidak kecanduan, anak menjadi tahu bahwa yang harus di lakukannya bukan hanya bermain dengan ponsel pintarnya dan mengerti pentingnya waktu.

Pemakaian gadget sebaiknya tidak lebih dari 2 jam sehari atau dilakukan saat akhir pekan saja.

Pendampingan
Pendampingan yang dilakukan orang tua selain untuk memastikan anak tidak mengakses konten yang tidak baik, juga membantu anak memahami konten yang di aksesnya sekaligus menanamkan nilai-nilai baik.

Pendampingan yang dilakukan juga dapat mempererat bonding orang tua dan anak, sehingga peran orang tua sebagai tempat bertanya dan berkeluh kesah tidak tergantikan gadget dan internet.

Konten disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak
Akan efektif jika konten yang di akses anak disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak sehingga menyenangkan.  Konten sebaiknya tidak sekedar ‘bermain’ tapi merangsang anak berpikir, membawa pesan positif dan kreatif.

Berinteraksi dengan lingkungan sekitar
Selain menetapkan waktu untuk anak bermain dan belajar dengan gadget, tetapkan juga waktu anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, baik teman sebaya maupun alam.

memberi ruang agar anak berinteraksi dengan alam sekitar 
Interaksi anak dengan lingkungan dan alam akan menumbuhkan sikap simpati dan empati, hal yang tidak bisa di pelajari secara teoritis.

refensi tulisan dan gambar
www.acerid.com
www.id.theasianparent.com
www.ayahbunda-online.com
seminar digital parenting 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Acer Liquid Z320 Blog Competion




Rabu, 27 Januari 2016

Yuk menularkan minat baca

Buku di tanah air 

buku berpajak :(

Beberapa waktu lalu (lebih dari setahun) saya mengikuti gathering yang di adakan sebuah penerbit di mana buku saya  di terbitkan, dalam acara tersebut direktur utama penerbit berbicara mengenai perkembangan dunia penerbitan di tanah air. Penjelasan yang membuat saya mengerti kenapa saat ini tugas penulis  bukan hanya menulis tapi membantu mempromosikan buku/tulisannya.

Senin, 25 Januari 2016

Berbeda untuk menginspirasi

Internet dan potensi seorang Ibu
Kalau dulu ngeblog sekedar iseng dan terkesan hanya membuang waktu, kini sebaliknya, ngeblog bisa menjadi profesi. Tak heran jika jadi blogger kini menjadi kebanggaan, terbukti dengan hastag #berkahngeblog. Berkah yang sedikit banyak dikaitkan dengan materi yang di dapat dari ngeblog. Dan ini berkat kemajuan dunia teknologi informasi.

Saya termasuk yang kecipratan rejeki ngeblog, walaupun masih jauh kalau di bilang blogger profesional, ngeblog masih jadi selingan di sela aktivitas rumah tangga.

Kenapa ngeblog bisa menjadi profesi? Karena kini blogger di pandang sebagai agen promosi yang sangat layak di perhitungankan karena jangkauan luas dengan  fee relatif kecil di banding promo di media cetak, televisi atau media online besar. Tak heran jika banyak brand, termasuk brand besar melirik celah ini.

Sejujurnya, ini cukup menguntungkan untuk saya, seorang Ibu yang menghabiskan waktunya di rumah dan suka menulis blog. Keberadaan internet dan media sosial memungkin saya  tetap mengembangkan potensi yang saya miliki walaupun hanya di rumah.

Tentu bukan hanya menulis atau ngeblog yang di untungkan dengan keadaan ini. Banyak Ibu yang jiwa wirausahanya tergali karena interaksinya dengan internet dan media sosial dengan berjualan online.

Lain cerita dengan tetangga saya, seorang ibu empat anak yang setelah resign dari sebuah perusahaan perminyakan tetap bisa melanjutkan profesinya dari rumah dengan menjadi konsultan perminyakan. Semua di lakukan di depan laptop, hanya sesekali bertemu klien.

Beda cerita dengan teman kuliah saya yang kini menjadi penerjemah dan di lakukan di rumah.

Kemajuan dunia informasi teknologi memungkinkan banyak Ibu yang memilih di rumah tetap bisa melejitkan potensi dirinya. Ini bukan berarti saya mengajak semua ibu bekerja dari rumah lho, selain karena ada beberapa profesi yang tidak bisa di kerjakan dari rumah, juga setiap Ibu berhak atas pilihannya. Dan berbeda pilihan inilah yang membuat warna dalam kehidupan. Apa jadinya jika tidak ada Ibu yang bekerja di luar rumah (kantoran), bukan tidak mungkin semua kebijakan dalam tata kehidupan akan berpihak pada lelaki.

Yang ingin saya tekannya adalah kemajuan di era digital ini memungkinkan semua Ibu melejitkan potensi dirinya, terutama para Ibu di perkotaan di mana gadget sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Apa yang di dapatkan ketika seorang Ibu mampu melejitkan potensi dirinya; kebahagian, materi dan pertemanan. Kebahagian seorang Ibu otomatis akan membuat keluarga bahagia, sedangkan materi walaupun suami tidak menuntut, Ibu bisa membantu kekuarga, mandiri secara finansial dan berbagi.

Menjadi Ibu cerdas
Keberadaan internet memungkin semua ibu menjadi pintar karena semua informasi bisa diakses dengan mudah dan cepat termasuk beragam teori atau tips pengasuhan, walaupun ada slogan ‘setiap orangtua memiliki gaya pengasuhan berbeda’  pada akhirnya semua orangtua memiliki tujuan sama, si kecil tumbuh dengan karakter dan attitude baik dan kelak sukses dalam kehidupan bermasyarakat.

Cerdas berinternet dan bermedia sosial
Tak bisa di pungkiri internet dan media sosial juga berdampak negatif jika kita tidak cukup bijak menggunakan atau merespon suatu berita.

Yang paling sering terjadi di kalangan para Ibu adalah perdebatan antara pilihan Ibu bekerja di luar rumah atau di rumah, ASI atau sufor, melahirkan caesar atau normal, dan sederet pilihan lainnya yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan karena semua Ibu berhak atas pilihan hidupnya. Dan tidak mungkin membuat  pikiran orang lain sama  dengan pikiran kita.

Bagi saya Ibu bekerja di luar rumah dan di rumah sama-sama membuat kagum. Diam-diam saya mengagumi teman yang seorang Ibu bekerja, setiap pagi mengejar kereta menuju Kota, sore hari menuju Tangsel, harus cukup berani dan tegar menjalani serta mengenyahkan rasa melow karena saya pernah merasakan nano-nanonya jadi Ibu bekerja.

Sayapun di buat takjub dengan seorang teman yang total menjadi Ibu dalam arti tidak melakukan hal lain selain mengurus anak dan keluarga. Saya melihat lewat akun instagramnya bagaimana dia dengan telaten membuat beragam peraga dan mainan untuk menstimulasi anak-anaknya, membuat makanan – makanan cantik dan (tampak) lezat dan menjelajah tempat-tempat eduwisata di Jakarta dengan anak-anaknya.  Saya berpikir, apa tidak bosan?  Di sisi lain ini menyadarkan saya, bahwa total tak hanya dalam pekerjaan juga menjadi Ibu untuk anak-anak.


Inspirasi tidak melulu dari datang dari orang besar dan hebat, banyak teman saya di dunia online yang menginspirasi termasuk dari tulisan di status-statusnya yang pendek tapi mengena dan menyejukkan.
Perubahan dapat di mulai dari hal kecil dan dengan tetap menjadi diri sendiri.


 Lomba Blog #4TahunKEB
Lomba Blog #4TahunKEB

Rabu, 13 Januari 2016

Surat untuk Uti*

Assalamualaikum

Seperti biasa, usai liburan di Bandung, sampai beberapa hari Kaka sedikit mengeluh; masih pengen di Bandung, kangen Uti, kapan ke Bandung lagi dan sederet kalimat yang intinya pengen terus di Bandung lalu tiba-tiba matanya merah dan terisak,”Aku kangen Uti.”

Duh, mama juga kangen Nak.

suarat-surat yang siap di poskan :)

Jumat, 08 Januari 2016

Ngaliwet* di Dusun Bambu Family Leisure Park

Ke Lembang ya macet


ngaliwet di saung purbasri

*liwet adalah olahan nasi khas sunda yang di masak dengan cara, beras di masak bersama bumbu rempah yaitu bawang merah, bawang putih, daun salam, laos, biasa  ditambahkan juga ikan teri, irisan cabe rawit, daun bawang, lalu di masak dalam panci bulat bernama kastrol.

Lembang selalu menjadi tujuan wisata favorit di Bandung. Walaupun untuk bisa sampai ke sana terutama di musim libur lebaran atau akhir tahun, harus bermacet-macetan selama berjam-jam. Dan sepertinya orang tidak kapok dengan kemacetan itu.

Termasuk saya? Ehm, nggak juga sih, kalau ke Lembang di musim liburan saya berusaha tidak kesana saat puncaknya macet dan mencari jalan alternatif yang sekiranya tidak diketahui para wisatawan luar Bandung – walaupun tetap ya jalur alternatif ini macet tapi mendingan lah daripada lewat jalan setiabudi.

Apa sih yang menarik di Lembang? Konsep yang di tawarkan restorannya yang tidak sekedar makan, sebut saja misalnya Floating Market, D’Ranch, Rumah Strobery dan sebagainya dengan bonus udaranya yang segar, karena Lembang terletak di kaki gunung Tangkuban Perahu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...