Kamis, 31 Desember 2015

Nano-nano cerita SANLAT SD123

Assalamualaikum

Cerita Kaka tentang sanlat

Bagaimana akhirnya Kaka dengan sukarela mau ikut sanlat? Ceritanya di SANLAT Alternatif Pengisi Liburan Sekolah 


Penginapan akhwat
"Ikut sanlat mahal-mahal, kan sama aja isinya belajar ibadah, mending di rumah aja."

Wah kalau saya sih sederhana saja, sama seperti tujuan saya saat mengajak anak ke museum atau tempat wisata seperti gunung, pantai dsb yaitu mengenalkan dan menambah wawasan anak sekaligus berpetualang. Jadi hitung-hitung wisata rohani, jika wisata rohani biasa anak hanya melihat kegiatan ibadah di sini anak praktik langsung. selain itu dengan ikut sanlat saya membayangkan anak ikut berpetualang; bersama teman baru, lingkungan baru dan suasana baru dengan mandiri.

Tapi berbeda pendapat itu biasa jangan dibawa baper hehhe. Yang pasti saat ikut sanlat anak di tuntut lebih mandiri dan berani, orangtua pub belajar melepas dan memberi anak kepercayaan.

Kemarin saya menjemput Kaka sanlat, senyumnya langsung menyambut pertemuan kami (tepatnya dia nyengir hehehe).
Saya memeluknya dan jadi pengen nangis, harap maklum setelah tidak kerja, baru kali ini saya berpisah berhari-hari dengan Kaka, waktu kerja sudah biasa Azka menginap di Bandung sama Utinya.
“Seneng gak?”
“Seneng.” Masih sambil nyengir. "Aku mau ikut sanlat lagi nanti. Soalnya seru."
Setelah itu, selama perjalanan menuju rumah Kaka tidak berhenti cerita keseruan sanlat yang di alaminya.

Keseruan versi rekaman  panitia
Seperti apa sih keseruan acara sanlat yang membuat anak-anak betah dan ingin lagi? Selain foto, panitia juga mengupload video kegiatan  ke youtube. Berikut video yang saya ambil dari youtube, hari ketiga yaitu saat anak-anak outing ke eco pesantren. Hari pertama bisa di lihat juga di youtube dengan nama akun duta transformasi insani. Begitupun untuk sanlat kelas 4 sd ke atas, smp dan sma yang diadakan outdoor di Lembang.




“Aku naik kudu ke gunung, terus kudanya gak jalan Ma, lari, loncat.”
 “Memang ada acara naik kuda?” saya beneran heran karena dirandom acara tidak tertulis naik kuda.
“Ada waktu aku kemarin ke gunung itu.” Outing ke eco pesantren maksudnya.
“Masa naik kudanya lari, gak takut jatuh?” saya membayangkan jika naik naik kuda di tempat wisata biasanya kudanya hanya jalan cepat.
“Kan  naik sama pelatihnya.”
“Terus aku nyobain panah (memanah) banyak. Naik kuda juga lama, Ma.”
“Nggak gantian sama temen?”
“Kudanya banyak. Pokoknya seru!”

Dari foto-foto yang dikirim Kaka panitia tidak ada foto berkuda atau memanah, hanya foto saat anak-anak permainan, makan es krim dan membuat cilok. 

Alhamdulillah Kaka senang ikut sanlat, malah mau lagi *siap-siap nabung*. Sedikit terbukti kalau Kaka punya jiwa petualangan seperti yang sering di khayalkannya. 
“Di sana aku sakit, Ma.”
“Sakit apa? Kok Kakaknya tidak telepon?”

“Aku sakit pusing sama panas. Aku nangis terus Kakaknya nanya kenapa aku nangis, aku bilang pusing terus pas dipegang aku panas.”
“Di kasih obat apa?” saya masih heran kenapa Kakak pembinanya tidak mengabari saya.

“Nggak cuma di kasih madu terus tiduran satu jam, abis itu sembuh.” Ehm, mungkin Kaka kecapean karena malam sebelum sanlat Kaka minta jalan-jalan ke Taman Super Hero. 
“Belajar di kelasnya seru gak?”
“Seru. Semuanya asik.”

“Waktu sanlat aku begadang terus, Ma tapi seru. Kakaknya nyuruh kita tidur, kita pura-pura tidur terus bangun lagi ngobrol.”
“Memang satu kamar ada berapa orang?”
“Banyak satu kelompok sama Kakaknya. Di kamarnya ada tiga kasur besar, aku tidur bertiga sama Kakaknya.”


Kebayang keseruan sekamar dengan 10 anak yang baru di kenal dan sama-sama mengalami pengalaman baru, pasti seru saling menceritakan. Kakak fasilitatornya pasti pusing.

Pe-er untuk saya 
Tugas panjang saya adalah agar hasil pesantren ini tidak kilat. Tantangannya  dari diri sendiri yang masih santai dan kurang disiplin. Harus lebih tega mendisiplinkan anak mengenai ibadah, karena jujur saja, kadang ada rasa tidak tega membangunkan anak lebih pagi untuk sholat, terutama saat libur sekolah, ada rasa 'biarin' lah da belum wajib, jadi niat menghentikan aktivitas anak untuk sholat batal. Disiplin untuk diri sendiri juga tentunya. 

Cerita  para Mama di grup WA
Untuk memudahkan komunikasi, panitia membuat grup WA orangtua peserta dengan admin dari panitia.  Panitia meng update kegiatan anak-anak dengan mengirimkan foto dan laporan kondisi anak-anak.

Efek kekhawatiran melepas anak selama 4 hari 3 malam terasa banget di sini, ada banyak kerempongan, cerita haru dan lucu.

Cerewet dan rempong minta foto ini itu, awalnya panitia melayani tapi  karena mungkin mengganggu (terlalu banyak permintaan), panitia memohon pengertian karena tidak semua muka anak bisa kefoto, tidak semua permintaan dilayani karena repot. Untuk sesaat grup sepi dari permintaan foto ini itu.

Panitia cerita, ada anak yang bertanya,”Kenapa sih di foto melulu?”
“Buat laporan sama Bunda dan Ayah kalian.”
“Mamanya lebay mau foto-foto aja,” begitu jawaban si anak kurang lebih.

Kebayang juga sih saat anak-anak asik fokus pada satu kegiatan terus diminta menoleh untuk di foto, buyar deh konsentrasi. Saya tidak terlalu aktif di grup tapi gelisah kalau di banyak foto yang dikirim panitia tidak nampak si Kaka heuheu.

Seorang ayah yang tidak mau lepas dari anak perempuannya sehingga memutuskan menginap di penginapan sekitar DT selama acara berlangsung. Untuk peserta yang domisilinya di luar Bandung banyak yang seperti ini, mungkin sekalian berlibur juga. Jadi orangtua ini bisa inti-intip kegiatan anak selama sanlat.

Ada juga orang tua yang sengaja menjenguk anaknya sanlat yang kemudian panitia meminta untuk tidak menjenguk, karena ada anak yang setelah di jenguk orangtuanya menangis, ada anak yang menangis karena tidak di jenguk orangtuanya.

Begitupun mengenai telepon, akhirnya panitia meminta kita tidak menelpon karena anak jadi menangis padahal sebelumnya ceria dan menikmati semua acara sanlat.
Saat acara outing, ada materi yang di sampikan Aa Gym, orangtua di grup minta anak-anak di foto sama Aa Gym pergrup.

Panitia cerita ada anak-anak yang bertanya,”Siapa Aa Gym? Artis ya?” heuheuheu.


Perubahan pulang dari SANLAT
Kaka ingin dibangunkan jam 4 pagi untuk sholat tahajud. Kaka mengkritik Mama yang jarang sholat sunnah. Kaka lebih paham batasan aurat.



12 komentar:

  1. polos banget yah Mbak pertanyaan anak-anak itu, mereka gak tau AA Gym, hehe :)

    BalasHapus
  2. Hihihi, kadang orang tuanya gak tegaan ya. Semoga hasil dari sanlat tetap bisa melekat

    BalasHapus
  3. Hihihi, kadang orang tuanya gak tegaan ya. Semoga hasil dari sanlat tetap bisa melekat

    BalasHapus
  4. Hihihi, kadang orang tuanya gak tegaan ya. Semoga hasil dari sanlat tetap bisa melekat

    BalasHapus
  5. Allhamdulillah senen ya kaka ikut sanlat, banyak pengalaman di dapat ya.

    BalasHapus
  6. Seru kayanya teh, bagi infonya ya teh. Anak saya juga suka banget kalo disekolah ada acara mabid/ kemping.

    BalasHapus
  7. Ibunya saking was wasnya malag bkin panitia lelaah tuh. Wkwkwkw

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...