Sabtu, 24 Oktober 2015

Pipis

Para mama pasti sempat  merasakan masa-masa di mana si kecil suka sekali menahan pipis, hingga saat dia bicara ingin pipis artinya pipisnya sudah tidak bisa lagi di tahan. Nah itu juga yang sering terjadi pada kedua si kecil saya terutama si sulung sampai berumur enam tahun.

Sudah berkali-kali saya nasehati untuk tidak menahan pipis, tetap saja di lakukan. Akibatnya pernah pipis di celana saat berjalan menuju toilet di sebuah mall. Sering mampir ke minimarket atau fast food sekedar untuk pipis, biar ga malu dan terlalu mencolok numpang pipis, terpaksalah jajan.

Kebelet pipis di busway, di mobil saat melaju di flyover tol kota, saat macet....pokoknya heboh dan bikin panik. 

Dan cerita itu di muat di rubrik gado-gado femina edisi 42, yang terbit hari kamis lalu (24 oktober)

Punya pengalaman menarik dan unik juga? Yuk kirim ke rubrik gado-gado, 3 halaman spasi 2 ke kontak@femina.co.id.





Kalau di muat lumayan lho honornya heheh

Oh ya satu lagi, menahan buang air kecil itu berbahaya, bisa Anyang-anyangan.


Jumat, 23 Oktober 2015

Tips rencana keuangan ala keluarga karyawan

Hidup sejahtera impian semua orang, pun sejahtera dalam arti yang sangat sederhana, yaitu cukup makan, cukup tempat bernaung, cukup untuk biaya pendidikan anak-anak, sehat dan tak bingung ketika sakit yang kedatangannya kerap tak terduga,  karena memiliki dana darurat atau asuransi. Sejahtera sampai menutup usia dengan husnul khotimah.

Mungkin itu juga maksud ibu saya ketika selepas kuliah dulu selalu mendorong untuk ikut tes cpns ini itu dan  di doakan jadi pns, yaitu karena memiliki uang pensiun, jadi tak bingung ketika usia tua. Tak perlu membanting tulang saat usia tua, tinggal menikmati. Kedua orangtua saya bukan pns jadi mungkin meraka merasakan dan membayangkan, enaknya punya uang pensiun :D.

Tapi harapan orangtua tidak terkabul, saya menjadi karyawan swasta yang kemudian memutuskan resign dan menjadi pekerja lepas. Suami saya pun karyawan  swasta.

Dengan  melek info (membaca), kami jadi tahu karyawan swasta pun bisa punya pensiunan. Caranya kelola keuangan dengan baik  selagi kami bisa produktif seperti sekarang, menabung, investasi dan atau asuransi.  

Menurut artikel yang saya baca di brighterlife.co.id, ada 3 rencana penting atau rencana garis besar dalam mengelola keuangan yaitu investasi, rencana keuangan sehari-hari secara keseluruhan yang meliputi biaya hidup, cicilan rmh dsb, dan yang terakhir rencana dana pensiun.

Dari referensi lain, yang saya baca seperti ini % alokasi penghasilan bulanan.

*Zakat, infak, sedekah = 5%
*Dana darurat dan premi asuransi = 10%
*Biaya hidup rutin = 50%
*Tabungan untuk kebutuhan dalam setahun = 10%
*Investasi jangka menengah dan panjang = 15%
*Biaya senang-senang dan gaya hidup = 10%

Jujur saya, bagi saya hitung-hitungan di atas agak membingungkan,

Minggu, 18 Oktober 2015

Wisata malam di JungleFest

Bisa di bilang ini sambungan dari tulisan saya sebelumnya yang di posting sekitar seminggu lalu, yaitu saat liburan di Bogor dan menginap di Padjadjaran Suites Resort (dapat voucher gratis sebagai blogger  jadi ya semacam job review hehehe).  Sekitar 500 meter dari hotel ini terdapat tempat wisata yang pastinya di sukai anak-anak yaitu JungleFest, sedangkan water park The Jungle terletak sekitar 1 km dari sini. Dan untuk masuk ke JungleFest ini pihak hotel memberikan voucher diskon sebesar 50%, lumayan kan...

ikon JungleFest

Arena wisata ini masih terbilang baru, jadi masih gersang, belum ada tumbuhan besar efeknya jadi panas. Untuk weekend tempat ini buka sampai jam 10 malam jadi sangat nyaman jika berkunjung ke sini dari sore hingga malam. Tak perlu khawatir soal tempat sholat dan makan, karena di sini ada dua mushola cukup besar dan food court yang nyaman.

Karena semua wahana menggunakan listrik untuk keamanan jika hujan, semua wahana off alias dimatikan. Jadi jangan kemari saat musim hujan ya teman.

Oh ya jika ke JungleFest dari sore  hingga malam  atau sengaja datang malam hari jangan lupa bawa kamera yang cukup bagus untuk foto-foto malam hari. Background lampu-lampunya bagus untuk foto-foto. Tak perlu ngedadak beli kamera DLSR untuk kemari, kamera saku juga ok. Eh, kamera handphone juga sekarang udah canggih, ada yang cukup bagus untuk foto-foto malam hari walaupun hasilnya kurang maksimal .

kalau pake kamera prof pasti kece badai nih hasilnya 

Sabtu, 17 Oktober 2015

Empat hal penting dalam membeli rumah

sumber foto dari pinterest.com
Setelah menikah saya menjalani hubungan LDR alias long distance relationship karena kami bekerja di kota berbeda, saya di Bandung, suami di Jakarta. Dengan harapan suami dapat kerjaan di Bandung jadi punya rumah dekat orangtua *enaknya*.  Kalau suami ke Bandung suka  iseng-iseng mencari rumah di jual di Bandung. Tapi yang terjadi sebaliknya saya keterima kerja di Bogor. Jadilah kami membeli rumah (nyicil KPR maksudnya hehehe) di Bogor, dengan pertimbangan dekat dengan tempat kerja saya, suami ngalah, pulang pergi Jakarta – Bogor naik krl. Siapa sangka, lima tahun berikutnya kami memutuskan pindah ke Tangsel dan hunting rumah di sini.

Cari rumah itu gampang-gampang susah, tergantung rejeki, begitu kata orang. Tapi memang benar, ada cerita teman beli rumah seken harganya murah padahal pasaran di perumahan itu sudah mahal. Ada juga yang sebaliknya, kecele alias beli rumah kemahalan.

Keliling Tangsel, masuk dari perumahan satu ke perumahan lain, ketemu broker, ngobrol sama sales rumah, dan saya mendapat point-point penting ini, tips membeli rumah.

Pertama, jika akan membeli rumah bekas, pastikan ada sertifikatnya dan bukan rumah sengketa. Dan bagaimana bentuk sertifikatnya, hak guna bangunan atau hak milik. Membeli rumah tanpa sertifikat sangat beresiko karena bisa di klaim orang lain yang memiliki sertifikat.

Jika membeli rumah baru, pastikan kita tahu, setelah lunas apa bentuk sertifikatnya hak milik atau HGB. Dan jika sertifikat hak milik apa bisa langsung di ganti nama kita saat cicilan berjalan.

Kamis, 15 Oktober 2015

Dendeng Balado citarasa Minang yang mendunia

Satu nama beda ‘rasa’
Walaupun bukan orang Padang boleh donk ya menulis soal kuliner Padang, daerah asal Pak Suami. Masakan yang kini di gemari si sulung terutama rendang dan gulainya. Masakan yang beberapa resepnya sudah saya kuasai.

Saya mau menulis soal dendeng balado, masakan Padang yang sedikit banyak mengingatkan saya pada dendeng khas orang sunda yang biasa di sebut gepuk. Sama-sama ptongan daging tipis, tapi rasanya berbeda. Gepuk berbumbu gula merah, asam, ketumbar, merica, jahe,bawang merah dan putih, laos lalu di goreng saat akan disajikan. Rasanya manis asam beraroma ketumbar dan sedikit pedas dari merica. Sedangkan dendeng balado disajikan dengan sambal jadi rasanya pedas.

Perkenalan pertama dengan kuliner Padang
Menikahi orang Sumbar membawa pengalaman baru  yaitu menikmati kuliner dari Rumah makan (RM) Padang ke RM Padang lainnya. Dari suami saya jadi tahu kalau judul RM Padang umumnya tidak sekedar judul tapi biasanya membawa nama daerah mereka berasal atau suku. Misal RM Lembah Anai, menunjukan pemiliknya dari Lembah Anai.

Mungkin itu salah satu sebabnya, rasa dan tekstur beberapa masakan padang di RM satu dengan lain berbeda.

Bicara RM Padang, setuju donk kalau saya bilang, RM ini paling mudah di temui di Indonesia, di Jabodetabek sendiri mungkin paling banyak, dari yang RM model kaki lima hingga restoran. Selain karena orang Minang banyak yang merantau juga karena masakan Padang di gemari banyak masyarakat Indonesia. Gurih dari santan, dipadu rasa pedas dan aroma rempah yang sedikit banyak menyumbang rasa lezat.  

Tak heran jika beberapa masakan khas Padang sudah mendunia salah satunya rendang yang di nobatkan CNN sebagai sebagai makanan terenak di dunia.

Dendeng Balado
Untuk saya yang  awam soal kuliner dan baru menjajaki masakan Padang di RM Jabodetabek, secara kasat mata hanya mengenal dua jenis dendeng Padang yaitu dendeng balado basah dan kering.

Saya sebut dendeng balado kering karena dendeng di sajikan kering alias tanpa kuah dengan bumbu cabe yang di letakkan di atasnya. Dendeng jenis ini yang umum di temui di banyak RM Padang Jabodetabek. karena saya baru menjelajah RM Padang di jabodetabek dan Bandung, semoga suatu saat bisa di RM Padang yang ada di Sumbar.

Dendeng balado basah, sedikit berkuah minyak, karena di masak dengan cara di rebus bumbu cabai sampai bumbu cabe mengisakan kuah minyaknya saja.

Pertama kali mengenal dendeng balado  basah, saat saya di ajari tante suami memasak masakan padang  (selain rendang) beberapa minggu setelah nikah. Katanya ini sebagai bagian mewariskan resep keluarga.

Ini penampakan dendeng balado basah buatan saya :) 

dendeng balado basah

Dendeng jenis ini jarang saya temui di RM Padang tapi justru dendeng ini yang sudah di jual dengan cara di kemas seperti yang saya baca beberapa waktu di sebuah majalah yang mengangkat profil pengusaha wanita yang mengemas dendeng balado, beberapa pembeli khusus membeli untuk bekal traveling ke luar negeri, berhaji atau  umrah, karena makanan ini cukup tahan lama. Sudah mulai mendunia bukan? Merk saya tutup karena ini bukan iklan :)

dendeng balado kemasan 

Setelah saya membaca-baca artikel kuliner tulisan pakar kuliner Bondan Winarno, saya menjadi tahu ternyata ada 4 jenis dendeng yang ada  di Sumatra Utara, yaitu dendeng balado, dendeng batokok, dendeng lambok dan dendeng baracik.

Nah termasuk dendeng balodo manakah dendeng balado basah resep keluarga suami?

Dendeng balodo adalah irisan daging tipis yang di goreng garing lalu di siram sambal berwarna merah. Proses pembuatannya, irisan daging mentah di bumbui cabai lalu di jemur sampai kering, kemudian di goreng saat akan di sajikan. Tekstrurnya garing dan renyah.

Dendeng batokok adalah dendeng khas Bukitinggi. Istilah batokok diambil dari cara memasak dendeng ini yang dengan cara  di tokok-tokok atau di pukul-pukul. Jadi daging mentah di rendam bumbu lalu di iris tipis, setelah itu di pukul-pukul batu atau cobek agar seratnya pecah, lebih tipis dan lebar, bumbu pun ikut meresap. Daging ini kemudian di bakar setelah matang,  dilumuri dengan minyak tanak dan bumbu cabai.

Dendeng Lambok, nah dendeng ini yang paling mendekati dendeng balado resep keluarga pak suami. Irisan daging sapi yang direbus dengan bumbu balado sampai menyisakan kuah minyak. Tapi tidak menggunakan santan jadi kuahnya berasal dari minyak. Ciri khas lain dari dendeng balado basah ini bumbunya pedas asam karena di tambahkan tomat.

Dendeng Baracik. Ini adalah dendeng khas Minangkabau. Dendeng ini dibuat dari potongan tebal bagian dada sapi kemudian di jemur agar layu setelah dilumuri bumbu. Proses pelayuan berlanjut di dapur yang panas dan penuh asap. Dendeng ini disajikan dengan mengiris dari bongkahan daging layu itu kemudian digoreng dan dibumbui bumbu cabai bertomat.

Tapi setelah menjajaki beberapa RM Padang di Jabodetabek dari yang kaki lima sampai restoran jarang sekali saya menemukan dendeng yang sama persis walaupun namanya sama, misalnya dendeng batokok. Dendeng disajikan dengan variasi dan citarasa berbeda, ada yang berbumbu cabai merah, ada yang cabai hijau, ada yang dengan tomat ada yang tanpa tomat. Mungkin karena dalam dunia kuliner tidak ada SNI ya hahahha tapi itulah yang membuat dunia kuliner  selalu menarik  dan bisa terus bertambah keragamannya, tak habis jadi bahan pembicaraan dan untuk dicoba tentunya.

Untuk membuktikannya pada teman-teman di sini, berikut saya capture gambar dendeng hasil pencarian dari google. Serupa tapi tak sama kan? Soal rasa, seperti kata orang lain tangan lain rasa, kalaupun ada persamaannya tidak persis banget.




Kandungan Gizi
Karena terbuat dari daging sapi tentunya dendeng balado kaya akan protein, tapi sebesar apa kandungannya, tergantung cara pengolahannya karena protein akan berkurang melalui proses pemasakan.

Jika dilihat dari proses pemasakannya, menurut saya  yang paling bagus  kandungan gizinya adalah dendeng balado yang di masak dengan cara di jemur atau di asap lalu di bakar atau digoreng. Karena kandungan protein akan berkurang jika diproses cukup lama dengan cara di rebus.

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk jaringan baru dan merupakan nutrisi untuk otak. Daging juga mengandung zat besi yang berfungsi meningkatkan metabolisme dalam tubuh dan kekebalan tubuh. Kandungan mineral lain dari daging sapi adalah selenium dan zink. Mineral dalam tubuh berfungsi dalam proses metabolisme. Kandungan vitamin B kompleks membantu konsentrasi dan daya ingat. Sedangkan omega 3 membantu fungsi jantung dan sistem saraf.

Kandungan gizi bumbu dan rempah
Selain, kandungan protein nilai gizi dari dendeng balado ini di dapat dari bumbu dasar yang menambah citarasanya, yaitu bawang merah, cabai, tomat (tapi tidak semua bumbu balado memakai tomat), dan rempah seperti daun salam, laos, dan serai.

Bawang merah adalah sumber frukto-oligosakarida, zat yang bisa menekan pertumbuhan bakteri berbahaya di usus besar. Bawang merah juga mengandung vitamin C, beberapa mineral seperti zink, kalsium, besi, mangan, magnesium dan potasium. Mineral penting dalam proses metabolisme tubuh.
Rasa pedas cabai berasal dari zat yang di sebut capsaicin, yang berdasarkan penelitian bersifat analgesik, anti karsinogenik dan dapat mengurangi kadar kolesterol.

Selain itu cabai juga mengandung Vitamin C dan  Vitamin A yang bersifat antioksidan, Vitamin B-kompleks dan sejumlah mineral seperti besi, magnesium, dan kalium. 

Senyawa antioksidan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang merupakan pemicu penuaan dini atau kanker.

Tomat mengandung mineral seperti thiamin, vitamin B6, fosfor dan tembaga. Selain itu tomat kaya dengan karotenoid yang merupakan antioksidan.

Rempah umumnya mengandung senyawa yang bersifat aromaterapik yang menjadikan masakan harum selain itu senyawa aromaterapik memiliki fungsi untuk kesehatan seperti anti radang dst.




Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Jelajah Gizi 3

http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Jelajah-Gizi-3-Makanan-Daerah-Yang-Mendunia


referensi tulisan 
manfaat.co.id
artikel pak Bonda Winarno
majalah Ummi
www.femina.co.id

Sabtu, 10 Oktober 2015

Internet cepat untuk Mama Cerdas #GoForIt

Digital Mommy




Suatu malam saat sedang asik browsing dan ngeblog (saya biasa melakukan aktivitas ini malam hari - saat anak-anak tidur), tiba-tiba listrik mati, setelah di cek ternyata voucer listrik habis. Panik? Enggak dong, tinggal ambil smartphone, klik mobile banking, pilih menu m-payment pilih publik/utilitas, lakukan transaksi, dalam waktu sepuluh menit, listrik menyala. Simple bukan?

***
Senin pagi beberapa waktu lalu, saya di kejutkan dengan deringan telepon dari suami yang sejam lalu pamit ngantor.
“Ma, laptop ketinggalan, gimana ya? Ada meeting lagi jam 9. Bisa anterin  gak?”
“Tenang, nanti Mama anterin, gak sampai satu jam nyampe kok.”
“Di anterin pake apa?”
Saya tersenyum, mengambil smartphone, pilih aplikasi transportasi publik yang sudah saya dowload sebelumnya.  Tak sampai sepuluh menit seorang ‘kurir’ datang, wajahnya persis foto yang muncul di layar aplikasi tanpa ragu saya mempercayakan mengantar laptop suami padanya.
Tak sampai satu jam pak suami kembali menelpon dengan suara sumringah.
“Terima kasih ya Mam,  idenya hebat.”
Hidung mama kembang kempis kegeeran hahaha.

***
Hari minggu, si kaka merengek minta di bikinkan kue bola coklat karena semalam habis di bacakan buku berjudul kue bola coklat.  Padahal mamanya ini tidak jago bikin kue,  walaupun suka praktik kue seringnya yang itu – itu terus. Yang simple dan anti gagal. Dan kue bola coklat belum pernah praktik dan belum tahu resepnya.

Jumat, 09 Oktober 2015

Berakhir pekan di Padjadjaran Suites Resort

Liburan adalah saatnya rehat sejenak dari rutinitas, menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, khususnya anak-anak dengan Abinya, family time, karena setiap hari pergi pagi pulang malam, otomatis waktu bersitatap dengan anak-anak terbatas.

Liburan menginap di Bogor apa tidak takut kejebak macet? Mood liburan kan  bisa kandas gara-gara macet. Tidak takut macet donk karena tempat kami menginap agak jauh dari hiruk pikuk kota dan tak jauh dari hotel ada beberapa tempat wisata asik, yang pastinya di sukai anak-anak.

Yap, kami menginap di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel Bogor yang terletak di Kompleks Bumi Nirwana Residence, tak jauh dari kaki gunung salak. Di BNR ini terdapat dua tempat wisata terkenal yaitu The Jungle sebuah water park besar dan tepat sekitar 500 meter dari Padjadjran Suites Resort ada JungleFest, arena bermain anak-anak. Asik kan. 

tampak depan
Rencananya subuh dari Tangsel, sampai di Bogor pagi dan berenang di The Jungle, siang cek in hotel lalu istirahat. Sore ke JungleFest, habis isya dinner. Sayangnya urusan kantor pak suami tak bisa kompromi, hari jumat pulang malam sehabis meeting maraton. Gak kuat jika harus berangkat pagi, nyetir pula.

Akhirnya kami berangkat siang dan sampai di hotel sekitar pukul satu, pihak hotel  menyambut kami dengan ramah dan sigap mengantarkan barang bawaan kami yang lumayan banyak. Beginilah kalau liburan bawa anak-anak, walaupun sehari bawaannya banyak hehehe.

Rabu, 07 Oktober 2015

Terlalu bersih tidak, ya?

Tulisan terbaru di majalah ayahbunda edisi terbaru, no 20 edar minggu ini. Tema utama yang diangkat majalah AB edisi ini mengenai kebersihan. Ada 92 tips bersih sehat, bonus card cara mandi untuk si kecil, tips menghadapi 'serangan' hewan kecil yang kadang  berkeliaran di rumah seperti lalat, laba-laba, tikus, tunga, kecoak dsb. Ada juga rekomendasi alat kesehatan keluarga yang sebaiknya di miliki.

Lalu fakta dan mitos seputar kesehatan, seperti mengenai makanan untuk anak yang di tiup atau dikunyahkan orangtua, istilah belum 5 menit untuk makanan jatuh, main lumpur, makanan kadaluarsa dsb.

Oh ya seperti biasa tampilan artikelnya eye catching, baik warna, penempatan maupun susunannya. Membaca jadi tidak membosankan. Artikel di tulis dengan gaya bahasa ringan, singkat dan padat.

fakta dan mitos seputar kebersihan

gambar cover edisi 20 

Selasa, 06 Oktober 2015

Menjalin relasi dengan kartu nama

kartu nama baru :)
Awalnya merasa kurang butuh kartu nama dengan label blogger dan penulis lepas, walaupun sejak dapat orderan nulis jadi kontributor lepas,  Pak suami menyarankan untuk punya kartu nama. Tujuannya untuk membuka peluang lebih banyak orderan nulis. Siapa tahu ketemu orang media  yang butuh penulis lepas saat ikut workshop atau seminar, tinggal kasih kartu nama.

Tapi merasa nulisnya masih belajar dan belum banyak, rencana bikin kartu nama maju mundur.

Sampai, mengalami   beberapa kejadian yang  membuat menyesal tidak punya kartu nama. Misal, saat ikut workshop nulis dan yang duduk di sebelah (baca di kartu peserta yg tersemat di bajunya) editor majalah F. Waktu itu tulisan saya belum tembus satupun ke sana, walaupun sering ngiirim. Jadilah ngebet pengen kenalan, ya siapa tahu kalau ada orang dalam, walaupun  belum tentu di muat (karena yang menentukan kualitas tulisan) minimal dapat jawaban kalau  di tolak, ga menggantung alias tanpa kabar, di muat atau di tolak?

Jadilah memberanikan diri kenalan. Obrolan pun mengalir... bla...bla....obrolan di akhiri dengan dia memberi saya kartu nama seraya meminta kartu nama saya.

Senin, 05 Oktober 2015

Blog, dari curhat sampai pekerjaan

Peluang dari ngeblog


Dapat duit dari blog? Ehm, saya ga pernah kepikiran itu waktu pertama kali ngeblog. Walaupun tahu ada google ads tapi karena gagal paham caranya, ya sudahlah, toh niatnya ngeblog buat nulis curhat. Lalu  sekitar tahun 2011, untuk pertama kalinya   saya mendapat  penawaran kerjasama dari sebuah agen medsos. Lumayan bikin shock seneng, apalagi harga penawaran di  approve. Tapi berhubung saya bukan blogger keren penawaran seperti itu jarang, begitupun undangan reportase. Tapi tetap semangat ngeblog donk, karena niatnya buat curhat dan  sharing. Berbagi tips atau referensi buku bagus (selera saya), curhat juga (tetep) dan lain-lain. Harapannya memberi manfaat untuk pembaca, kalaupun di rasa tidak, minimal untuk bacaan santai dan hiburan hehehe.

Mencoba peluang dapat materi dari kontes blog masih sering gagal. Tapi semangat ngontes blog belum luntur donk, masih terus mencoba.

Saya percaya usaha dan kejujuran tulisan (bukan hasil kopas dan bohong) dapat menciptakan peluang entah berbentuk materi atau hal lain yang menguntungkan yang tidak bisa diukur materi seperti persahabatan dan pengalaman. Salah satunya pengalaman berlibur dan  bermalam di hotel bintang 4 sekeluarga, dengan kapasitas sebagai blogger. Untuk ukuran blogger biasa seperti saya, bagi saya  itu wow banget. Kalau persahabatan, tak terhitung, makin banyak teman dan sahabat di mana-mana.

Minggu, 04 Oktober 2015

Piknik ke Pantai

Piknik itu...
Bagi saya, piknik itu berarti; nge-charge energi, mencari inspirasi dan ide, mempererat bonding dengan anak-anak dan suami, mencoba melihat sesuatu dengan sudut pandang berbeda, waktunya rileks, melupakan sejenak kesibukan rutin yang berputar di urusan rumah dan me time. Me time di tengah anak-anak dan suami, ya ga mikirin masak apa hari ini dan ga perlu beresin rumah hehehe.

Untuk anak-anak piknik berarti saatnya belajar dan melihat hal baru, belajar percaya diri di tempat baru, belajar berinteraksi di lingkungan baru dan semuanya di lakukan sambil bermain.

Dengan alasan itu  piknik penting untuk saya dan keluarga. Jadilah kami mengagendakan piknik rutin, untuk piknik keluar kota di luar jabodetabek setahun sekali saat anak libur sekolah – yaitu ke Bandung sekalian menginap di rumah Ibu - banyak tempat wisata murah dan edukatif yang bisa dikunjungi salah satunya dan masih menjadi favorit anak-anak adalah ke museum Geologi karena ada kerangka Tyrex. Piknik dalam kota minimal sebulan sekali yang  seringnya sekalian olahraga, misal ke taman kota (Tangsel) sekalian lari pagi atau piknik di kolam renang sekalian berenang (jadi biasanya saya memilih kolam renang biasa bukan water bomm). Pikniknya dapat, sehatnya dapat. Dana yang di keluarkan pun relatif murah, di tambah lagi biasanya saya membawa bekal dari rumah, jadi kalaupun di sana jajan sedikit.

Piknik paling berkesan; eksplorasi si kecil dengan low budget
Tahun lalu kami piknik ke pantai, walaupun bukan piknik ke pantai yang pertama kali tapi kali ini lebih berkesan. Pertama, piknik kali  ini mengajak serta Khalif  (waktu pertama kali piknik ke pantai, baru formasi satu alias baru punya anak satu). Kedua, melihat ekspresi mereka yang antusias memberi kesan tersendiri untuk saya. Mereka  berdua nampak enjoy bereksplorasi. Ketiga, ini piknik dadakan dengan low budget tapi menyenangkan dan puas.

Saking antusiasnya, begitu kami sampai di pantai tengah hari, anak-anak minta langsung main walaupun matahari bersinar terik dan pantai lenggang. Setelah dua jam di pantai, akhirnya kami paksa mereka pulang ke penginapan dengan janji sore ke pantai lagi.


tengah hari menantang langit *hadeuh*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...