Sabtu, 12 September 2015

Waroeng Mee, tempat nongkrong asik dengan menu kekinian

Waroeng Mee

Ngomongin tempat nongkrong asik plus kuloner enak di Jakarta Pusat, salah satunya ya Waroeng Mee,  tepatnya di jalan Blora, kurang dari 500 meter dari stasiun Sudirman dan halte busway Tosari.
Dan minggu lalu saya ikut blogger gathering di sini, tentunya sekaligus menjajal beberapa menu di Waroeng Mee.

Walaupun menamakan dirinya waroeng tapi tempat makan ini berkonsep kafe, nyaman, bersih, rapih  dengan akses WIFI gratis tapi secara harga cukup ramah di kantong.  Ehm, mungkin itu alasan dinamai Waroeng yang identik dengan harga yang murah, terlepas dari kata murah itu sendiri yang relatif. Kalau saya lihat di daftar menunya, makanan  di bandrol antara   10K sampai 20K.

Selain soal harga apa sih uniknya Waroeng Mee sebagai tempat nongkrong sekaligus kuliner enak di Jakarta? 
Sapaan selamat datang
Jangan kaget begitu masuk, Anda  Hayuukk MbaSis atau hayuukk masbro, yang cukup kencang. Sapaan yang identik dengan anak muda gaul jaman sekarang.

Desain interior bergaya muda
Begitu memasuki tempat ini anda akan merasakan kesan anak muda yang kekinian, karena memang tempat ini di desain untuk tongkrongan anak muda, dengan gambar dan poster yang menghiasi dindingnya bertema anak muda, dengan gambar gaya komik superhero. Nah mba dan mas pelayannya pun yang menggunakan celemek karakter superhero.


Sebagai emak-emak beranak dua, ini seperti  menarik ingatan ke masa muda waktu jamannya pedekate sama bapaknya anak-anak *halah*. Tapi beneran lho. Walaupun untuk anak muda bukan berati ga nyaman untuk datang sama anggota keluarga terlebih menu yang di tawarkan bervariasi, contohnya nih anak-anak pasti girang melihat kue cubit berwarna warni dan long bread roti yang super panjang itu.

Menu kekinian
Menu di Waroeng Mee disesuaikan dengan target konsumennya yaitu orang muda atau orang berjiwa muda seperti saya *tshaah*, yaitu menu yang lagi kekinian. Yang aktif di media sosial tahu donk istilah kekinian yaitu kata untuk sesuatu yang lagi ngehit atau yang lagi banyak di minati. Begitupun menu-menu yang di tawarkan Waroeng Mee, menu kekinian baik yang lokal maupun non lokal. Yang lokal sebut saja cireng rujak, kue cubit dengan rasa dan warna,  yang beraneka, dan mie instan. Lha kok mie instan?  Penasaran kan? Yuk lanjut baca. Menu makan berat lainnya adalah indomie dengan toping ayam goreng, iga dan kambing cabai hijau. Ehm, Indonesia banget kan? Dan tentu saja ada menu kebab Baba Rafi. 

kue cubit campur-campur

roti bakar, menu kesekian yang dicoba

Mee dengan toping ayam dan telur mata sapi


susu segar dengan toping 
Sedangkan menu globalnya diantaranya hamburger dan long bread, 

 
hamburger, menu yang pertama kali di jajal

 
kalau yang ini enaknya di bawa pulang heuheu

Ehm, semua menu yang terhidang membuat saya menahan ludah, berhubung harus di foto-foto dulu sebelum di cicipi. Sabarr....

menu yang saya pesan, nasi sosis lada hitam

Pemilik Waroeng Mee ini Hendy Setiono dan istrinya Nilamsari. Ada yang kenal siapa beliau? Yap, dia adalah owner kebab Baba Rafi, yang ouletnya sudah ada di seluruh kota besar Indonesia bahkan ekspansi keluar negeri.

Hendy Setiono
Seperti di jelaskan Mas Hendy konsep dan ide Waroeng Mee ini karena sering sekali dia  melihat di instagram orang memfoto semangkuk mie instan sebagai menu makan malam atau ‘cemilan’.
Dengan capture rasa bersalah. You know lah ya mie instan. Terbersitlah ide untuk membuat mie instan ini menjadi kaya gizi dengan menambahkan toping ini itu dan di nikmati di tempat makan yang cozy. Itulah sebabnya indomie menjadi main menu Waroeng Mee. Terjemahan cozy jaman sekarang gak sekedar nayman donk tapi wajib ada WIFI, biar tetap online dan eksis di manapun, sampai ada istilah foto dulu sebelum makan bukannya berdoa.

Mba Nilam, menambahkan dengan konsep menu yang kekinian, menu sewaktu-waktu akan berubah sesuai pasar.

Selain menjelaskan mengenai Waroeng Mee, mas Hendy dan mba Nilam juga sedikit bercerita mengenai suka dukanya wirausaha, jatuh bangun dan bagaimana memulai usaha tanpa modal. Dan tantangan bisnis dengan partner istri adalah harus sabar terutama saat usaha sedang down, karena perempuan itu sensitif, lebih mementingkan perasaan daripada logika, tips agar tetap hubungan harmonis harus mengalah pada istri :)) 

Oh ya Waroeng Mee di jalan Blora ini adalah cabang pertama, dalam waktu dekat akan di buka di daerah Serpong.



foto bersama sebelum pulang 
·       

4 komentar:

  1. nama warungnya kekinian ,makananya juga. Ada kue cubit pula

    BalasHapus
  2. Affordable banget nih harganya, kayaknya layak dcobain :D

    BalasHapus
  3. Bu Rina, aku jadi penasaran kenapa pak Hendi buka pertama di Blora tidak di lokasi yang seperti di Kota Besar. Di Blora kan kota kecil ya, seandainya bliau buka awal di kota besar kan jika sudah bagus akan mudah buka di kota kecil.
    menurut ibu gimana?

    BalasHapus
  4. Bu Rina, saya penasaran kenapa Pak Hendi memilih membuka cabang pertama di Blora. Kenapa tidak di kota besar. Jika buka di kota besar dan bisa berjalan lancar maka akan mempermudah bliau untuk ekspansi cabang selanjutnya di kota-kota kecil.
    Menurut ibu bagaimana?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...