Kamis, 27 Agustus 2015

Mengenal karakter si tiga sampai empat tahun

Dua minggu lalu dapat tugas nulis dari majalah ayahbunda perihal salah satu milestone anak usia tiga sampai empat tahun......apakah itu? Ada di ayahbunda edisi dua minggu mendatang.

Tugas yang membuat buka-buka tumpukan buku pengasuhan yang sudah lama ga di baca karena udah pernah di baca saat Azka balita. Wah ternyata banyak point yang saya lupa, padahal tahun ini Khalifah jelang 4 tahun. Jadilah sekalian belajar lagi.

Emang penting orangtua belajar, baca buku parenting ini itu, jaman dulu aja orangtua kita ga banyak baca buku pengasuhan, anaknya baik-baik aja, ya seperti kita ini.

Itu mah pilihan ya heheh. Alasan saya  sendiri  merasa harus belajar, biar tidak cepat mengambil kesimpulan yang salah.  Kesimpulan salah yang sering adalah labeling hiperaktif. Anak ga mau diam di bilang hiperaktif padahal wajar, ciri-ciri anak aktif sama hiperaktif beda jauh lho. Atau terlalu cepat menyimpulkan hal wah, misal merasa kemampuan si kecil 'wow' padahal, pada usia sekian semua anak ya se 'wow' itu.

Anak tantrum di bilang nakal, padahal pada beberapa anak tantrum adalah milestonenya karena menunjukkan ego dan keinginan kuatnya. Agar tantrumnya memberi dampak positif ada caranya.

Balik lagi ke tema tulisan, mau ngomongin milestone si 3 sampai 4 tahun. Empat yang menonjol adalah keinginan mandiri, pinter ngomong, egonya tinggi dan ga bisa diam alias bergerak aktif.

Mandiri
Jangan heran kalau biasanya makan minta disuapin tiba-tiba pengen makan sendiri.  Efeknya jadi berantakan dan belepotan itu karena motorik kasar dan halusnya belum sempurna. Bukan hanya makan biasanya, hal-hal kecil lain ingin dilakukan sendiri dan biasanya ngotot kalau kita kasih tahu cara yang tepatnya. Merasa caranya sudah benar. Kalau terbukti caranya salah, marah sendiri kadang nangis karena kesal ga bisa.


Arahkan kemandiriannya secara konsisten untuk hal-hal sederhana, bisa membereskan mainannya dan makan.

Pinter ngomong
Kosakata sudah bisa mencapai 900-1300 kata lho selain si kecil pun sudah paham kalimat dan bisa menyusun kalimat. Dengan dorongan rasa ingin tahu dan antusiasmenya tak heran jika dia ceriwis, nanya dan cerita ini itu.

Agar makin pintar, kontinyu membacakan buku untuknya.

Egonya tinggi
Tidak semua anak mengalami sering tantrum, tapi di usia ini anak mulai ‘unjuk gigi’ kalau dirinya bisa maksa menginginkan sesuatu. Kalau tidak dituruti nangis hingga tantrum.

Tidak semua hal harus di turuti, arah egonya agar anak bisa membedakan mana yang keinginannya harus diperjuangkan dan tidak, dengan menunjukkan sebab akibat.

Bergerak aktif
Motorik kasar dan halusnya sedang berkembang pesat, jangan heran jika dia gak bisa diam dan duduk manis. Jika sudah bisa main sepeda, sukanya ngebut dan ingin main.
Tambah jam eksplorasi anak di luar rumah agar motorik kasar dan halus anak terstimulasi lagi.



Perkembangan setiap anak memang berbeda, tapi memiliki rentang usia yang rata-rata sama, dengan tahu milestone anak,orangtua jadi bisa mendeteksi jika terjadi keterlambatan anak dan segera menstimulasi.

sumber tulisan 
Balita dan masalah perkembangannya seri Ayahbunda
Ayah Edy menjawab
googling 


2 komentar:

  1. belajar mandiri dari hal kecil ya mbak. Hal membereskan mainan juga penting kalau tidak terbiasa besarnya jadi gak teratur dalam menyimpan benda

    BalasHapus
  2. Biar ngga lupa apa saja, dokumentasi tulisan emang penting, ya.

    Sepupuku usia 3 tahun kalau tantrum luaar biasaaa.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...