Senin, 31 Agustus 2015

Masalah Perut pada Bayi

Pertanyaan yang kerap dilontarkan ibu baru termasuk saya (dulu) adalah kenapa sih perut bayi besar? Apa normal? Ciri bayi kolik itu bagaimana dan dsb. Artikel ini adalah jawabannya. dengan narasumber ahli dr. Tatang P.,SpA dari rumah sakit Pondok Indah Jakarta Selatan.

Majalah Ayahbunda no 18, terbit minggu lalu dan edar hingga minggu ini. 




Kamis, 27 Agustus 2015

Mengenal karakter si tiga sampai empat tahun

Dua minggu lalu dapat tugas nulis dari majalah ayahbunda perihal salah satu milestone anak usia tiga sampai empat tahun......apakah itu? Ada di ayahbunda edisi dua minggu mendatang.

Tugas yang membuat buka-buka tumpukan buku pengasuhan yang sudah lama ga di baca karena udah pernah di baca saat Azka balita. Wah ternyata banyak point yang saya lupa, padahal tahun ini Khalifah jelang 4 tahun. Jadilah sekalian belajar lagi.

Emang penting orangtua belajar, baca buku parenting ini itu, jaman dulu aja orangtua kita ga banyak baca buku pengasuhan, anaknya baik-baik aja, ya seperti kita ini.

Itu mah pilihan ya heheh. Alasan saya  sendiri  merasa harus belajar, biar tidak cepat mengambil kesimpulan yang salah.  Kesimpulan salah yang sering adalah labeling hiperaktif. Anak ga mau diam di bilang hiperaktif padahal wajar, ciri-ciri anak aktif sama hiperaktif beda jauh lho. Atau terlalu cepat menyimpulkan hal wah, misal merasa kemampuan si kecil 'wow' padahal, pada usia sekian semua anak ya se 'wow' itu.

Anak tantrum di bilang nakal, padahal pada beberapa anak tantrum adalah milestonenya karena menunjukkan ego dan keinginan kuatnya. Agar tantrumnya memberi dampak positif ada caranya.

Balik lagi ke tema tulisan, mau ngomongin milestone si 3 sampai 4 tahun. Empat yang menonjol adalah keinginan mandiri, pinter ngomong, egonya tinggi dan ga bisa diam alias bergerak aktif.

Mandiri
Jangan heran kalau biasanya makan minta disuapin tiba-tiba pengen makan sendiri.  Efeknya jadi berantakan dan belepotan itu karena motorik kasar dan halusnya belum sempurna. Bukan hanya makan biasanya, hal-hal kecil lain ingin dilakukan sendiri dan biasanya ngotot kalau kita kasih tahu cara yang tepatnya. Merasa caranya sudah benar. Kalau terbukti caranya salah, marah sendiri kadang nangis karena kesal ga bisa.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Me and my family fruit days diary

fun and healt
Kedua si kecil saya gampang alergi efeknya gatal dan ruam di kulit. Berkali-kali bolak balik dokter spesialis kulit berbeda *walaupun kesehatan di tanggung asuransi kantor tetap aja sakit itu tidak enak*, hasilnya sama, cepat sembuh cepat kambuh. Sampai suatu kali seorang dokter kulit kulit merekomedasikan agar konsumsi buah-buahan anak di tambah.

Beruntung tinggal di negara tropis yang kaya  beragam buah dengan harga terjangkau pula. Bahkan bisa beli sepotong. Iya saya selalu membeli semangka yang ukurannya besar sepotong karena walaupun di simpan di kulkas cepat basi dan anak-anak biasanya gak mau makan buah yang sama berhari-hari.

Hasilnya terasa setelah saya praktikkan selama beberapa minggu, si bungsu kini jarang gatal dan sampai saat ini *semoga seterusnya* tidak ada lagi keluhan di kulit yang mengharuskan periksa ke dokter kulit. Sejak itu saya terbiasa menyediakan buah-buahan di rumah setiap hari.

Jadi inilah cerita saya selama 7 hari mengkonsumsi buah bersama keluarga. Yap, bersama keluarga karena rasanya tidak mungkin ya saya makan buah-buahan sendiri terus anak-anak dan bapaknya enggak, kalaupun mereka tidak mau, saya harus berusaha agar mereka mau mencoba makan dong, demi kesehatan.


Hari pertama untuk tulang kuat

Sabtu, 15 Agustus 2015

Halal bihalal dan kopdar ala blogger dan kontesmania

Kesempatan langka bisa bertemu langsung teman-teman yang selama ini hanya di kenal bahkan sudah merasa akrab di dunia maya karena ngobrol di grup chat, saling mengunjungi blog, komentar di timeline atau sekedar memberi jempol.

Keakraban yang terjalin karena satu kesamaan hobi; nulis, ngeblog dan ngontes. Jadi saat kesempatan itu datang, bersponsor pula jauh-jauh hari saya meminta ijin pak suami dan anak-anak. Bertempat di restoran De'Leuit jalan Padjadjaran Bogor.

“Mama, mau ke Bogor ketemu teman-teman. Gak usah di anter ga apa-apa.” Alasan ga mau dianter biar tidak merasa terburu-buru pulang atau di rengeki minta pulang sama si kecil, sekali-kali me time boleh donk sekalian juga anak-anak belajar mandiri, nggak nempel terus sama emaknya hehehe *alasan*.

Dengan menggunakan bis saya sampai Bogor  tepat waktu tapi berhubung tak sempat sarapan jadilah mencari cemilan dulu. Bukan kebetulan tempat acara terletak di kawasan yang memang banyak tempat jajan.

Karena datang beberapa menit sebelum acara di mulai saya kebagian tempat di belakang. Pemandangan pink dan ungu langsung menyapu mata saya. Kesannya, cerah, ceria, perempuan dan semangat J.

Beberapa orang tidak saya kenal karena ini adalah acara gabungan dari beberapa komunitas yaitu karyawan IPB agranita, blogger dan kontesmania. Bukan hanya blogger Bogor ada blogger dari Bekasi, dari Tangsel (saya) dan Depok.

MC membuka acara

Duet LG dan spektra
Acara halal bihalal dan kopadar ini  di sponsori LG dan spektra. LG dan Spektra memang memiliki program untuk mensponsori acara komunitas istilahnya arisan komunitas.

diskon,berhadiah  dan kemudahan cicilan
Siapa tak kenal merk LG, merk elektronik asal Korea yang sudah akrab di telinga dan banyak di gunakan. Teknologi dan model produk LG  inovatif salah satunya, yang juga menjadi salah satu produk impian saya, kulkas dua pintu dengan teknologi smart inverter yaitu teknologi yang memungkinkan hemat listrik 30 hingga 40%.  Ini juga yang membuat saya bersemangat hadir, ingin tahu lebih jauh produk LG, karena ada rencana mengganti kulkas lama yang satu pintu dengan yang dua pintu.

Di acara ini selain memperkenalkan beberapa produknya, LG juga memberikan diskon dan kemudahan cicilan melalui Spektra yaitu brand dari FIFGroup yang bergerak di bidang pembiayaan multiguna termasuk elektronik dan peralatan rumah tangga. Hanya dengan DP 150.000 bisa mencicil produk apa saja. Selain itu ada hadiah langsung yang membeli produk saat itu. Hadiah itu antara lain Happy Call, satu set glass lock n lock dan juicer.

perwakilan dari spektra
perwakilan dari LG
Kerjasama komunitas PTN-Agranita, blogger dan contesmania dengan LG-Spektra atas inisiatif seorang Blogger, working mom dan anggota kontesmania, yang cukup kondang di kalangan blogger ibu dan perempuan yaitu Arin Murtiyarini.


my wishlist; kulkas smart inverter :)
LG dan Spektra juga  banyak bagi – bagi hadiah sebagai hadiah games, menjawab pertanyaan dan doorprize. Saya mencoba peruntungan dengan ikut salah satu gamesnya tapi sayang kalah. Menunggu – nunggu dapat doorprize pun kalah.

yang membeli hari itu dapat hadiah langsung

mba Nunung dapat doorprize blender

Tapi sedikit terhibur dengan isi goodie bag:).

isi goodie bag

Oh ya di acara ini juga ada demo masak. Resep yang di praktikkan salah satunya pastel tutup.

demo masak oleh chef Rina

Bertemu para Blogger
Foto bersama teman-teman Blogger bukan sekedar eksis lho tapi sebagai kenang-kenangan juga. Beberapa Blogger baru saya temui hari itu, diantaranya Blogger yang sudah merasa akrab di dunia maya Mak Riana Wulandari atau emak riweuh, mak Ophi Ziadah dan Melly Felyadin. Aih-aih ternyata mak Melly ini imut-imut seperti saya :).

blogger-blogger cantik :)

From contes to Frendship
Acara ini juga sekaligus temu kangen saya dengan teman-teman kontesmania, yang karena jarak (tinggal di beda-beda kota) dan kesibukan *saya mah sibuk ngurus anak*, jarang sekali bertemu namun teknologi mendekatkan kami. Bisa setiap saat ngobrol di grup atau balas komentar di media sosial. Sayangnya karena jarak (tinggal di luar propinsi jabar) tidak semua anggota kontesmania bisa hadir. 

formasi contesmania yang tidak lengkap
Pertemanan yang terjalin karena kesamaan suka ngontes bedanya saya lebih sering kalah daripada menang. Walaupun diawali dari kesukaan ngontes,  obrolan kami tak melulu soal kontes lho tapi beragam hal termasuk berbagi tips dalam urusan rumah tangga seperti keuangan, pengasuhan dll. 

Foto bersama di akhir acara 

foto bersama usai acara


foto lagi, para blogger cantik :)



Jumat, 14 Agustus 2015

Let’s cooking #idemain #stimulasi


making cookies 
Jujur saja menghabiskan waktu seharian di rumah bersama anak-anak itu melelahkan dan tidak selalu manis, ada kalanya jenuh dan malas untuk menemani mereka main, inginnya me timee... sementara mereka memiliki banyak energi dan ide main. Dan dapur adalah salah satu tempat main yang disukai mungkin karena banyak alat dapur yang bisa di jadikan mainan atau bagi mereka seperti mainan.

Jadi yang membuat saya mencoba praktik kue ini itu seringnya sebagai ide main anak-anak.

Umur berapa anak ‘aman’ di ajak main di dapur? Menurut pengalaman saya sih 3 tahun, karena pada usia itu anak udah mulai memahami perintah, bisa di atur (ga selalu sebenarnya) dan bisa memegang sesuatu dengan baik.

Practical life skills
Dari baca-baca buku dan majalah pengasuhan, ternyata banyak manfaatnya melibatkan anak, termasuk anak usia dini dalam kegiatan keseharian. Tak lain untuk melatih keterampilan kehidupan atau practical life skills. Dan sejak usia dini sebaiknya anak-anak tidak hanya bermain dengan mainannya tapi ‘main’ dalam kegiatan keseharian. Di antaranya melibatkan saat membuat kue atau bento tapi dalam batas aman untuk anak (aman dari panas, benda tajam dsb). Tentu tidak hanya membuat kue bisa juga  berkebun, membereskan pakaian setelah di setrika, menyortir belanjaan bulanan berdasarkan tempat, bantu Ayah cuci kendaraan dsb.

Rabu, 12 Agustus 2015

MP-ASI rumahan hingga instan

Kini semakin banyak variasi makanan pendamping ASI yang di jual, baik yang instan maupun rumahan. MPASI instan sangat mudah di temui, dari warung sampai hypermarket. Sebaliknya, MPASi di rumah hanya di jual di beberapa tempat, seperti gerai di perumahan atau ruko tertentu atau di jual secara online tapi area pengiriman terbatas. 

Tulisan ini berisi liputan beberapa mp-asi rumahan dan instan, di tulis berdasarkan survey dan ngobrol dengan mompreneur mp-asi rumahan *bukan copas*,  di sertai catatan hasil wawancara dengan  dokter gizi klinis dr. Tirta Prawita Sari MSc. SP.GK.  dari RS Pondok Indah Jakarta, mengenai mp-asi rumahan dan instan.

Ayahbunda edisi no 16 10-23 agustus 2015.

rumahan atau instan, memiliki kelebihan


Minggu, 09 Agustus 2015

Jalin silaturahmi gara-gara tulisan

Menulis artikel  untuk majalah ayahbunda walaupun tema bisa di bilang itu – itu saja, seputar parenting dan kesehatan anak dan Ibu hamil, tapi ga bisa comot –comot tulisan dari google atau buku begitu saja. Harus kroscek sama narasumber ahli atau orang-orang yang terlibat langsung dalam suatu kegiatan. Seperti saat saya menulis mengenai kebiasaan baru di sekolah si kecil di sini dan mengenai MP-ASI rumahan yang baru akan terbit minggu ini. 

Kesadaran banyak Mama akan pentingnya makanan sehat membuat MP-ASI rumahan kini jadi pilihan  utama di banding instan, peluang ini terbaca beberapa Mama. Para Mama yang awalnya hanya membuat MP-ASI untuk buah hatinya mulai membuat dengan skala lebih banyak dan menjualnya, karena beberapa Mama terutama Mama bekerja  merasa sibuk dan tidak bisa membuat MP-ASI rumahan sendiri.

Tulisan yang menuntut saya mencari dan mewawancara mompreneur yang bergerak di bisnis ini. Dan teknologi memudahkan semuanya, tanya teman sana – sini via grup WA/BBM, medsos dan blogger.  Aktif dan memiliki banyak teman di komunitas sangat membantu, seorang teman food blogger Fitri pity firmansyah mengenalkan saya pada Amanda Pingkan Wulandari, seorang Mama yang berdomisili di Bandung dan memulai usaha MP-ASI rumahan sejak 2011 dengan merk P&P, ulasannya bisa di lihat di majalah Ayahbunda :).

Bertemanan di dunia maya di lanjutkan dengan kopdar saat saya kemarin mudik (ke Bandung) dan gak nyangka bu Pingkan memberi saya hadiah buku tulisannya bersama ke 3 temannya, semuanya tak lain adalah   sebagai admin HHBF atau homemade healthy baby food sebuah komunitas parenting khususnya berbagi mengenai MP-ASI rumahan di facebook.

Gak terlalu minder bersebelahan dengan bu Pingkan karena ukuran tubuh kita gak beda jauh hahaha. ya, jujur aja suka gimana gitu kalau ketemu teman baru terus badannya menjulang heuheu. Peran sebagai ibu sepertinya yang membuat obrolan kami cair (walaupun awalnya saya canggung), sebagai mama yang sebenarnya gak terlalu lama-lama di dapur tapi maksain masak demi anak-anak, saya tanya-tanya bu Pingkan soal awal mula gemar masak. Ehm, ternyata motivasinya ke dapur karena anak, ingin memberikan anak makanan yang baik. Terus kita share sedikit soap pengasuhan. Semoga saat saya mudik kita bisa ketemuan lagi ya bu Pingkan....:) 

dari online ke offline
Bukunya sudah saya review di www.momsbooksclub.blogspot.com

Dan saya langsung nyesel. Nyesel kenapa buku ini baru terbit setelah saya selesai MP-ASI atau ini kode untuk anak ketiga hahaha.

Btw, walaupun saat anak-anak MP-ASI saya masih kerja, saya memberi mereka MP-ASI rumahan salah satu penyemangatnya karena teman-teman kantor juga melakukan hal yang sama. Ya, mereka bekerja masih bisa MP-ASI rumahan masa saya nggak, di tambah lagi basic kuliah kimia, jadi selalu punya alasan ekstrim  untuk memilih makanan yang kandungan kimia sintesisnya minimal .

Pertanyaan yang biasanya di lontarkan para Ibu yang baru memulai MP-ASI rumahan adalah apa untuk membuat MP-ASI rumahan perlu peralatan dapur khusus? Menurut pengalaman saya sih iya yaitu alat untuk menghaluskan makanan. Jadi apa harus punya blender? Nggak juga, Ibu saya cerita kelima anaknya MP-ASI rumahan dan gak pake blender, cara menghaluskannya di kukus terus di haluskan pake lumpang dan alu yang khusus sebagai perlengkapan makan bayi. Jadi tidak punya menghalus modern bukan alasan untuk gak MP-ASI rumahan. Tapi MP-ASI rumahan atau MP-ASI instan adalah pilihan, karena dua-duanya memiliki kelebihan. Apa kelebihannya?

Simak di majalah ayahbunda minggu ini, tulisan saya mengenai MP-ASI rumahan dan instan, di sertai catatan dari dokter spesialis gizi klinis dr. Tirta Prawita Sari MSc. SP.GK.


Jumat, 07 Agustus 2015

Berenang dan piknik di Tirta Maya II Sawangan

Ketiga kalinya saya sekeluarga berenang ke sini dan ada sedikit kejutan selain tarifnya naik juga nampak lebih rapih, terawat dan tertata. Tiketnya sebesar rp 25.000,-.

Dulu pertama kali ke sini saya sempat berguman dalam hati, sayang tempat sebagus dan seluas ini kurang terawat dan di kelola dengan baik. Point plus dari tempat ini adalah banyaknya area hijau. Kolom renang yang dalamnya pun luas (dengan kedalaman maksimal 1.9m), pas buat beneran olahraga berenang.

Banyaknya area hijau selain membuat udara lebih sejuk juga asik buat piknik.

Dan kunjungan kali ini, terlihat banyak perbaikan di sana-sini, dari petugasnya yang berseragam, tanaman dan kebunnya rapih, petugas yang menjaga keselamatan kolam renangnya banyak, kantinnya lebih rapih dsb.

Tempat ini terletak di Jalan Raya Parung, jika dari Jakarta dari lebak bulus lurus ke arah Ciputat lalu ke arah Parung, tepat di depan Supermarket Giant. Dari luar tampak tidak terlalu mencolok sebagai area renang yang luas tapi parkirannya cukup  luas.

Area Hijau
Nuansa hijau dan sejuk langsung terasa begitu masuk area kolom renang.  Kalau datang pagi malah terasa dingin. Dan dari beberapa kali pengalaman kemari, saya rekomendasikan datang pagi selain udara dan airnya terasa segar juga belum terlalu ramai pengunjung jadi bisa lebih leluasa.

Pilihan kolam renang
Paling depan terdapat dua kolom renang utama dengan 4 kedalaman berbeda, satu kolam anak-anak dengan dua macam kedalaman, dan satu kolam dewasa dengan dua macam kedalaman. Di depannya ada water boom, kolam renang yang di lengkapi perosotan dengan dua macam ketinggian.

kolam renang utama
water boom
Di sisi kanan bawah ada kolom renang anak-anak yang di lengkapi perosotan juga dan di dataran paling bawah ada kolam renang berarus, berbentuk melingkar panjang dengan kedalaman 1.2 m.


kolam renang dengan perosotan kecil

kolam renang berarus 
Di tengah kolom renang melingkar terdapat area tunggu dan taman bermain dengan pohon yang batangnya  menjulur panjang, unik menyerupai kursi panjang.

Berenang dan atau main air
Salah satu yang membuat saya suka dengan area renang di sini, adanya kolam renang dengan ukuran luas dan dalam, pas untuk olahraga berenang. Dengan alasan menghemat,  kami ingin menjadikan kunjungan ke area renang sekalian Kaka olahraga berenang ( diluar hari dan jam les renang). Tapi rencana tinggal rencana, kalau sudah ke area wisata berenang, bawaannya langsung nyebur main air dan kecipak kesana kemari. Jadilah kami membuat kesepakatan, sebelum main air olahraga dulu di tempat dalam.


main air
Duh, kesannya jadi pemaksaan ya hehehe. Tujuannya sih kami ingin anak-anak terbiasa dengan olahraga (apapun olahraganya) hingga merasa menjadi suatu kebutuhan untuk sehat (jangan seperti kami) dan pilihan renang karena emaknya ini ingin agar tinggi badan anaknya gak kayak emaknya hahaha. Untunglah si Kaka hobi main air jadi tak sukar mengarahkannya berenang.

Kaka suka menolak di minta renang gaya bebas, gaya katak adalah fav. nya https://instagram.com/p/5loy87A6gF/?taken-by=t_rinasusanti

Safety first

Yap, walaupun kaka sudah bisa berenang, tetap selalu kami awasi jika berenang atau sekedar main air apalagi di keramaian. Kedua, perlengkapan olahraga berenang harus selalu di kenakan, salah satunya kacamata renang.  Fungsinya agar mata tidak pedih dan iritasi saat berenang. Nah, apa bedanya sih kacamata renang yang harganya 20 ribuan dan bermerk yang harganya di atas 200 ribuan? Dari beberapa pengalaman, kacamata renang yang murah umumnya mudah patah di bagian tengah atau samping, sering bocor (air masuk ke dalam kacamata) dan kacanya mudah buram jadi saat melihat ke dalam air gak jernih. Kacamata renang mahal sebaliknya, jadi untuk memakaian rutin atau olahraga sebaiknya gunakan yang kualitasnya bagus.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Suporter terandal

Tidak hanya pemain sepakbola yang butuh suporter juga ibu ASI. Suporter-suporter terandal itu antara lain suami, orangtua, mertua, teman .... Narasumber tulisan ini dr. Amalia SpOG., IBCLC

Selengkapnya bisa baca di majalah Ayahbunda edisi no 15 (27 juli - 10 agustus 2015). Di artikel ini juga memuat pengalaman beberapa bunda ASI dengan suporter terandalnya, dan tiga bunda bercerita tentang kendala yang mereka hadapi saat memberi ASI. 


tulisan terbaru saya 





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...