Rabu, 29 Juli 2015

Arini dan Athirah

Ada yang sudah  film Surga Yang Tak Dirindukan? Saya belum tapi sudah membaca novelnya bertahun lalu, novel versi lama yang judulnya masih Istana Ke Dua. Novel yang sukses membuat saya gregetan dan emosi jadilah memilih fast reading, baca menclok-clok terus langsung ngintip endingnya dan ternyata endingnya bikin sakit hati L Ya, jauh beda sama ending di filmya (dapat bocoran dari teman yang nonton kalau filmya Happy Ending bla...bla...bla).

Beberapa hari lalu saya mendapat WA dari seorang teman yang habis nonton film ini, begini kurang lebih tulisan WA nya,”Teh X udah nonton film Surga Yang Tidak Dirindukan, kok jadi takut nikah ya...”*ehm untung saya baca novelnya pas udah nikah dan punya anak jadi ga parno*

Saya pun baca komen di status teman FB yang ngaku kapok baca buku Asma Nadia karena pernah buku Catatan Hati Seorang Istri karena bawaannya jadi curigaan dan waswas.  Saya jadi teringat, pernah mendiskusikan buku Catatan Hati Seorang Istri dengan pak suami *lebih tepatnya saya yang ngomongin isi buku itu ke pak suami* dan tanggapannya.

Rabu, 22 Juli 2015

Kendala yang mungkin di hadapi saat memberi ASI

Beberapa waktu lalu saya mendapat tugas menulis mengenai ASI dengan narasumber dokter spesialis kandungan sekaligus konselor laktasi bersertifikat internasional – tulisan di muat di majalah edisi bulan April 2015. Selama jadi kontributor ayahbunda, ini pertama kalinya dapat tugas menulis mengenai ASI dan langsung bikin shock. Inget ‘dosa’, menyesal, terus mewek diam-diam ....

#trowback . Delapan tahun lalu saat hamil anak pertama, merasa jadi calon mama yang bersemangat. Semangat baca ilmunya punya anak, dari beli majalah bertema parenting (yang gak cukup satu majalah sebulan), beli buku sampai ikut workshop or seminar di Jakarta – bagi saya ke Jakarta sendiri  itu perjuangan pertama karena rumah di Bogor, kedua sebagai perantauan  saya ‘buta’ kota Jakarta.
Walaupun sudah baca ‘ilmu’nya  tetap merasa belum siap begitu si kecil lahir. Tetap merasa gak bisa apa-apa. Jadilah pilih lahiran di Bandung,  biar ada Mama dan saudara-saudara yang menghadle si baby hehehe.

Hari pertama kedua, ketiga, kempat ASI belum keluar juga. Kepanikan di mulai plus stres. Ya, saya mama yang gagal memberi ASI full  dua tahun, gagal ASI eksklusif. Kok bisa? Ga tau ya kalau ASI itu makanan terbaik untuk bayi? Ga tahu ya bla...bla .....soal teori mah saya tahu semuanya karena sudah di persiapkan sejak hamil yang tidak saya persiapkan adalah bahwa tidak semua Ibu ASI nya lancar sejak hari pertama, tidak semua Ibu ASI nya ngucur jadi perlu ekstra usaha untuk bisa memberi ASI.  Yang saya persiapkan malah perlengkapanmenyiapkan stok ASIP jika kembali bekerja seperti membeli pompa ASI, breast pad, ice gel dsb.

Saya pikir ASI itu akan dengan mudah keluar, lancar dan banyak keluarnya seperti yang dialami Ibu, adik  dan saudara-saudara saya (sepupu, bibi dsb)....jadi saat saya tidak seperti mereka, saya down, tertekan, stres, merasa tidak adil dsb di tambah lagi saya harus kembali ngantor, akh makin lebaylah emosi saya waktu itu...

So, buat calon mama, selain menyiapkan ilmu pentingnya ASI, cari tahu kendala yang mungkin di hadapi seputar memberi ASI dan solusinya agar siap dan bisa memberi ASI full, biar tidak menyesal seperti saya.

Banyak cara, dari baca malajah, buku atau ikut workshopnya. Dan  di pekan ASI yang jatuh awal bulan Agustus nanti komunitas The Urban Mama mengadakan workshop mengenai ASI. Bookmark tanggalnya ya




Di pekan ASI ini pun majalah AyahBunda menurunkan artikel mengenai Support System ASI (edisi no 15 akhir bulan Juli, berarti minggu depan ya) salah satunya tulisan saya (sekalian promo J) hasil wawancara dengan dokter spesialis kandungan sekaligus konselor laktasi yang praktik di RSIA Hermina,  plus beberapa mama yang berbagi pengalamannya memberi ASI pada buah hatinya.




Selasa, 14 Juli 2015

Kehebohan 'kerja' membawa dua anak

Pasca si mba resign minggu lalu, saya mulai kebingungan saat harus menitipkan anak-anak karena suatu keperluan. Seperti hari jumat minggu lalu, redaktur merekomendasikan dokter di rumah sakit pondok indah (rspi) sebagai narasumber dan harus wawancara langsung. Jarak rspi dari rumah hanya 30 menit (jika tak macet) jadi tak masalah jika saya harus kesana langsung. Masalahnya pada siapa kedua anak saya di titipkan?

Gak bisa duduk manis
Membawa anak-anak ke rs untuk wawancara dokter adalah hal yang selalu saya hindari. Selain riskan karena wawancara di lakukan di ruang praktik juga karena kedua anak saya tipe yang gak bisa duduk manis. Kalau melihat sesuatu yang baru dan menarik pasti ngoprek*, berkomentar atau  nanya ini itu. Kalau ga ngoprek  jika berduaan selalu ada ide main, entah kejar-kejaran atau main sembunyi-sembunyi (di mana pun termasuk saat mereka ke rs karena sakit atau ke mall). Oh ya anak saya yang kecil berusia 3 tahun setengah jadi lagi aktif-aktifnya. Sedangkan kakanya yang berusia 7 tahun, selalu mau tahu dan sok tahu. 

Senin, 13 Juli 2015

Mitos dan Fakta Hidrasi di Bulan Puasa

berbuka dengan air putih

Setelah dewasa saya baru paham kecerewetan ibu soal minum air putih sebanyak 8 gelas sehari. Dengan ekspresi dan intonasi suaranya yang khas ibu selalu bilang,”Loba nginum supaya
 sehat.”

Dan Ibu selalu memastikan kami minum air putih setelah makan apapun hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Kepahaman yang membuat saya melakukan hal yang sama pada anak-anak.  
Tahun ini adalah ramadhan kedua Kaka (7 y) belajar puasa, dan saat sahur adalah saat tersulit membuatnya mau makan dan minum cukup karena rasa kantuk yang enggan dia lawan.
“Habiskan minumnya,” pinta saya seraya menyodorkan segelas air putih.
“Tadi kan udah.”
“Baru seteguk. Harus minum banyak air putih.”




Kenapa harus minum air putih banyak, sekarang kan puasa?
Kaka mengira karena puasa minum air putih juga berkurang seperti halnya makan yang di kurangi dari sehari 3 kali menjadi dua kali.

Faktanya, kebutuhan air saat puasa atau pun tidak sama, yaitu 8 gelas sehari karena 50-70% tubuh manusia adalah air. Air  tersebar dalam tubuh dan organ tubuh, sebagai contoh, darah mengandung 85% cairan, 80% otak adalah cairan dan sel terdiri dari 90% cairan, begitu pun organ tubuh yang lain. Air dalam tubuh juga berfungsi dalam proses metabolisme sel dan pencernaan.

Kuantitas air dalam tubuh harus di jaga keseimbangannya, itu sebabnya walaupun sedang puasa air yang di butuhkan tubuh sama dengan saat tidak puasa, yaitu sebanyak 8 gelas.
Tapi karena puasa, pemenuhan 8 gelas sehari dilakukan 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas di malam hari.

Dari manakah angka 8 gelas sehari di peroleh?
Delapan gelas sehari setara dengan 2L. Angka 2L di patok sebagai kebutuhan tubuh akan air di dapatkan berdasarkan sebuah penelitian bahwa tubuh kita kehilangan cairan sekitar 1.5L setiap hari melalui pernafasan, keringat, buang air besar dan kecil. makanan yang kita konsumsi (sayuran, buah dan lauk pauk) diperkirakan menyumbang 20% dari cairan tubuh yang di butuhkan.

Bolehkah Minum Kopi Saat Berbuka Puasa?
“Ma, siapin kopi!” Kalau pak suami bilang seperti itu saya langsung teringat Bapak saya. Iya karena bapak saya pun kerap bilang seperti itu menjelang berbuka puasa.

Alih – alih menyiapkan kopi, Ibu malah menyodorkan segelas air putih dan saya melakukan hal yang sama dengan Ibu. Saya selalu meminta anak-anak dan pak suami berbuka dengan segelas air putih dulu.

Faktanya, Air putih merupakan cairan alami untuk menghidrasi tubuh karena tidak mengandung pemanis, pewarna atau pengawet. Mengkonsumsi air putih saat berbuka puasa dapat mengembalikan energi dan cairan yang hilang selama seharian berpuasa. Selain itu asupan air putih saat berbuka puasa berperan besar dalam mendorong pelaksanaan fungsi tubuh dengan baik, seperti melancarkan sistem pencernaan, memberikan energi, dan melindungi jaringan – jaringan tubuh yang sensitif.

Alasan jangan berbuka puasa dengan segelas kopi
Pertama, kafein yang terdapat dalam kopi dapat menyebabkan sakit maag pada perut yang kosong.

Kedua, kafein adalah zat yang bersifat diuretik atau pemicu buang air kecil. Artinya, jika kita meminum secangkir kopi kandungan airnya memang dapat menghidrasi tapi akan cepat di keluarkan kembali melalui buang air kecil. Karena kafein bersifat memicu buang air kecil, keinginan buang air kecil akan lebih sering di bandingkan cairan yang kita minum, otomatis cairan yang di keluarkan lebih banyak dari yang diminum.

Bukan berarti saat buka puasa tidak boleh meminum kopi lho, terutama untuk Anda penggemar kopi, hanya saja waktunya yang di rubah. Sebaiknya kopi di konsumsi dua jam setelah berbuka puasa sehingga tidak mengantuk karena kekenyangan.

Tapi  karena kafein dalam kopi bersifat memicu buang air kecil, jika minum kopi sebaiknya asupan air putihnya di tambah untuk mengganti cairan tubuh yang keluar akibat sering buang air kecil.

Berbuka harus dengan minuman yang manis?
Seorang teman pernah berseloroh, tandanya bulan puasa segera tiba, iklan sirup di televisi. Ada benarnya juga sih hahaha. Iklan dengan tagline yang menempel di benak semua orang termasuk anak-anak, ‘berbuka dengan yang manis’.

Ada yang bilang, ini akibat salah persepsi dari yang di contohkan Rasullullah saw.

Faktanya
“Adalah Rasulullah berbuka dengan rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat rutab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering , beliau meneguk air.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Kemudian orang mempersepsikan contoh ini dengan berbuka dengan yang manis, karena kurma identik dengan rasa manis. Padahal contoh Rasullullah di atas menunjukkan bahwa berbuka harus dengan makanan sehat. Rasa manis kurma berasal dari fruktosa yang mudah di cerna tubuh, masuk ke dalam aliran darah dan cepat mengembalikan energi.

Sedangkan manis dari sirup atau kolak berasal dari glukosa atau gula sintesis yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu rasa lapar. Itulah salah satu sebabnya orang suka kalap alias makan banyak saat buka puasa. Tak heran setelah puasa bobot tubuh meningkat.

Benarkah minum cukup dilakukan saat haus ketika buka puasa dan sekaligus banyak?
Tidak mudah merubah kebiasaan minum tidak pada saat haus. Untuk menyiasati itu saya membiasakan dengan selalu minum setelah makan apapun, saat bangun tidur, saat akan tidur dan malam ketika bangun untuk buang air kecil.

Yap, mengkonsumsi air putih sebaiknya tidak menunggu saat haus karena faktanya air yang kita minum membutuhkan waktu untuk berpindah dari lambung ke otot-otot tubuh. Jadi sebaiknya tidak perlu menunggu haus untuk mencukupi hidrasi. 

Di bulan puasa ini, saya mengkonsumsi air putih sesuai saran AQUA 2+4+2 yaitu 2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

Trik minum 2+2+4
Agar tidak eungap* kalau istilah orang sunda, yaitu perasaan kenyang dan perut penuh, pemenuhan dua gelas saat buka dan sahur dapat di bagi menjadi dua kali konsumsi, satu gelas sebelum makan dan satu gelas sesudah makan.  Empat gelas di malam hari bisa di konsumsi sebagian di sela tawarih, jadi bawa botol aqua ke mesjid. Biasanya kan sholat tarawih empat rakaat – empat rakaat terus tiga rakaat witir, nah di sela itu bisa di minum.

Lebih baik buka dengan air putih atau  minuman bervitamin?
Puasa, menahan tidak makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, membuat tubuh mengalami dehidrasi. Karena dehidrasi ini ada yang menyarankan untuk mengkonsumsi air bervitamin  saat berbuka dengan alasan untuk mempercepat hidrasi. Benarkah?

Faktanya, air kemasan yang mengandung vitamin seperti vitamin C atau fortified water perlu waktu lama terserap ke dalam aliran darah, terlebih biasanya minuman ini sudah di tambah gula, yang tentunya tidak baik jika di konsumsi banyak.

Kenapa AQUA
Dengan perannya yang sangat vital di dalam tubuh, air yang di konsumsi harus memenuhi standar mutu yang sudah di standarisasi dan terbukti baik untuk kesehatan. Air minum harus tidak mengandung senyawa pestisida, logam atau senyawa kimia berbahaya lainnya karena keberadaan senyawa-senyawa tersebut dalam menyebabkan keracunan atau mengacaukan metabolisme tubuh.

Aqua berasal dari sumber mata air pilihan dengan segala kemurnian dan kandungan mineral alami yang terpelihara. Aqua di kemas  dengan proses higienis dan telah di percaya sejak 1973 sekaligus sebagai pelopor minuman kemasan di Indonesia.

Pola #AQUA2+4+2
Pola minum 2+4+2 adalah kampanye Danone Aqua mengenai pentingnya menjaga hidrasi tubuh saat berpuasa. Rekomendasi 2+4+2 yaitu 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur, dengan demikian kebutuhan tubuh akan air sebanyak 8 gelas sehari atau 2L terpenuhi walaupun sedang puasa.

AQUA 242



Referensi
www. Aqua.com
www.aqua242.com
www.lifestyle.sindonews.com

Rabu, 08 Juli 2015

Mestakung - Belajar science dari sekitar #idemain

belalang tengah berganti kulit

Di postingan lalu saya pernah menulis tentang anak-anak yang lagi senang-senangnya di bacain buku komik science terjemahan korea. Banyak banget seri buku ini dan kalau lagi sale bikin kalap....pengen beli semua serinya!

Buku – buku yang membantu menjawab  rasa ingin tahu anak-anak, khususnya tentang hewan dan alam seperti tentang gurun pasir, kutub utara, laut, tentang salju dsb. Dan bukan hanya rasa ingin tahu mereka yang terjawab, mereka pun jadi sedikit terobsesi dengan yang namanya petualangan. Yap, buku-buku komik science itu di kemas dengan cerita petualangan survival jadi anak-anak merasakan keseruannya.

Buku yang memancing pertanyaan sulit untuk di jawab seperti,”Ma, nabi Adam duluan, The Croods dulu (film kartun manusia purba produksi disney), atau Thales dulu (setelah dibacakan buku science matematika yang bercerita tentang Thales)?”

“Sebentar Mama liat petanya,” dengan pe de mama mengambil buku seratus tokoh yang perasaan ada peta tahun di lahirkannya tokoh-tokoh dunia. Tapi ternyata di buku itu tidak ada tahun jaman prasejarah. Jadi nabi Adam dulu atau manusia purba dulu?

Sabtu, 04 Juli 2015

ASUS ZenPower, Power Bank 10050 mAh with Smart LED Indicator

Bawa Power Bank itu penting

kapasitas 10050 mAh
Saat ini sepertinya benda yang wajib di bawa selain smartphone adalah power bank walaupun colokon kini di sediakan di area publik seperti stasiun atau ruang tunggu ada kalanya colokan itu mati, saya pernah mengalami.  Dan smartphone kehabisan baterai  itu rasanya mati kutu, bukan sekedar intip media sosial juga karena pekerjaan yang di fasilitasi dengan keberadaan smartphone karena jika buka lapi ribet dan lama, kecuali untuk menulis. Pemberitahuan pesanan tulisan yang mendadak via email, chat dengan narasumber untuk janjian ketemu via WA, chat dengan teman-teman cari rekomendasi untuk bahan reseacrh tulisan via inbox fb atau dm, melengkapi bahan tulisan via google. Itu belum termasuk kalau ikut blogger gathering, smartphone harus stand by untuk dokumentasi foto dan live tweet. *sok sibuk*

Ya, biarkata sudah ga bekerja kantoran lagi harus tetap produktif donk, biar bisa jajan, diki-dikit nambal pengeluaran harian dan bisa zakat hehehe.

Kembali ke soal power bank, nah kadang-kadang ngisi baterai pake power bank pas keadaan mendesak bikin gregetan karena lamaaaa penuhnya udah gitu abis daya power banknya dan siap-siap cari colokan umum.

ASUS ZenPower berkapasitas 10050mAh
Beda setelah pake ASUS ZenPower, dengan kapasitasnya yang mencapai 10050 mAh, ngecash smartphone bisa penuh dalam waktu lebih singkat dan masih tersisa daya untuk ngecash lagi. Bikin hati tenang kalau lagi di perjalanan atau suatu event blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...