Sabtu, 13 Juni 2015

Serunya belajar memasak di Little Chef Wonder

Walaupun belum bisa di bilang hobi, si sulung  paling seneng kalau diajak masak atau bikin kue di rumah, jadi pas saya ajak untuk ikut kelas memasak karena mendapat undangan dari Little Chef Wonder, dia langsung antusias.

“Lomba masak anak-anak ya, Ma? Kalau kalah gimana?” tanyanya. Efek pernah nonton acara master chef junior di tv tetangga waktu main. Di rumah adanya cuma dvd soalnya.
“Bukan, hanya belajar.”

Dan Azka menunggu hari H dengan tak sabar. Dari bertanya di mana tempatnya, kapan berangkat dan terakhir bertanya,”Nanti masuk tv gak?” hahaha.

Sekalian ingin membuat Alif, adiknya,  juga berani dan gak canggung berinteraksi dengan orang baru, saya mengikutsertakannya juga, sempat khawatir tidak diperbolehkan karena usianya belum 4 tahun, tapi  ternyata boleh. Senangnya....

Little Chef Wonder
Adalah program aktivitas kuliner anak untuk merangsang rasa ingin tahu, aktivitas motorik, serta interaksi sosial anak dan mendukung minat anak di bidang kuliner.


Program ini hadir sebagai bentuk kegelisahan para ibu bekerja yang ingin memberikan aktivitas mendidik anak selain melalui gadget. Para ibu yang menyadari pentingnya memperkenalkan manfaat hobi pada sedini mungkin karena hobi membuat anak belajar konsisten.

“Aktifitas ini diharapkan bisa menjadi stimulan yang inspiratif bagi anak-anak dan bertujuan untuk mendukung para orangtua, agar anak bisa memiliki kegiatan yang bermanfaat di waktu luangnya, sehingga waktu untuk gadget ataupun TV, tersita.Little Chef Wonder menjadi langkah awal bagi Beyond Screen Production, yang bercita-cita untuk selalu konsisten dalam menghadirkan aktifitas menarik untuk mengembangkan hobi anak.” ujar Mia Lukmanto, salah satu pendiriBeyond Screen Production.

My Lil Chef
Di selenggarakan selama  dua hari pada tanggal 6 dan 7 juni di The Space Senayan City, dengan sasaran anak usia 3-5 tahun dan 6-12 tahun. Setiap hari terdiri dari 4 sesi.

Kaka dan Alif dan  mendapat jadwal sesi 3 yaitu jam 3 sampai setengah enam sore. Setelah menempuh perjalanan yang tersendat-sendat karena arus kendaraan padat, kami sampai di acara tepat waktu. Melihat suasana ramai dan ternyata para Mama tidak boleh mendampingi , hanya boleh menunggu di luar (ruangan di sekat), saya sempat  khawatir Alif tidak mau ikut tapi ternyata dia berani tanpa di dampingi.

Dengan maksud agar tidak berdesak-desakan dan tidak mengganggu aktivitas anak, panitia membatasi para orangtua yang ingin melihat anaknya secara langsung dengan cara bergiliran dan dengan waktu hanya lima menit. Setelah mengantri akhirnya saya bisa masuk dan melihat anak-anak secara langsung. 

Terdiri dari 10 kelas memasak yang berarti ada 10 ruangan untuk masing-masing kelas memasak. Kelas pertama yang kaka dan Alif ikuti adalah memasak Pizza. Terlihat anak-anak di beri adonan pizza dan rol kayu untuk memipihkan adonan pizza. Duh, jadi pengen punya rol kayu kecil gitu untuk anak-anak. Alif masih terlihat lemas dan mengantuk, sepertinya efek baru bangun tidur saat di perjalanan.


membuat kulit pizza

persiapan memberi toping 
Belum menemukan angle bagus untuk menfoto anak-anak, bahu saya di tepuk seorang panitia.
“Udah lima menit, Bu, waktunya habis.”

Duh....tapi saya bertekad untuk mengintip mereka masak lagi dengan cara mengantri lagi hehehe. Bagaimanapun ini momen langka terlebih untuk Alif yang merupakan aktivitas pertamanya dengan ‘orang asing’ tanpa di dampingi mama.

Ruang tunggu orangtua tersedia banyak kursi dan suguhan bazaar yang membuat pengen jajan. Ada siomay, es krim turki, ada juga stand promo.

para orangtua yang tengah menunggu

salah satu tempat mengasah bakat anak memasak

Tersedia juga ruang untuk anak-anak balita bermain. Jadi buat orangtua yang menunggu dengan membawa batita, tak perlu khawatir si kecilnya bosan dan rewel.

Setelah (kembali) ngantri, saat saya kembali masuk untuk melihat anak-anak, mereka tengah belajar membuat pasta setelah sebelumnya belajar membuat milkshake.


memamerkan pasta dan milkshake buatannya :)
Dan sesi membuat pasta adalah sesi terakhir yang diikuti Alif, katanya capek dan mau ketemu Abinya. Sementara kaka masih semangat mengikuti kelas berikutnya,”Aku mau ikut semuanya,” katanya.

Gimana sih metode pengajaran di Little Chef wonder?
Para pengajar di acara ini terdiri dari kumpulan chef Young Chef Academy yang sudah berpengalaman lebih dari satu dekade.

persiapan Chef
Anak-anak tidak hanya di ajak ‘berkenalan’ dengan dunia memasak dengan cara praktik langsung, juga diberikan pemahaman akan nutrisi, makanan sehat,  jenis bahan makanan juga tips dan trik mengolah makanan – tidak sekedar mengikuti resep. Selain itu anak juga diajarkan menjaga sanitasi makanan, jadi sebelum dan setelah proses memasak anak ikut serta memastikan keadaan dapur yang harus bersih. Dengan demikian di harapkan anak dapat mengembangkan yang di dapat di acara ini di rumah.

Selain itu anak juga diajarkan menjaga sanitasi makanan, jadi sebelum dan setelag proses memasak anak ikut serta memastikan keadaan dapur harus bersih. Harapannya anak dapat mengembangkan yang di dapat di acara ini di rumah.


semua anak merasakan keseruan yang sama

Apa saja sih 10 kelas memasak yang ada di Little Chef Wonder?
Pizza pioneer  –  belajar membuat adonan pizaa dan mengolahnya menjadi sweet pizza dengan toping buah-buahan, pasta maker - membuat pasta dan mengolahnya menjadi masakan, cake wizard, cookies creator, pastry, sushi-membuat handroll sushi, shake n shake - meramu milkshake bernutrisi, fruit and veggie-belajar soal nutrisi dan cara membuat fruit satay, food lab – belajar mengenai molecular gastronomy, yaitu mengolah makanan secara scientific dan lolita’s candy factory.

siap-siap masuk kelas sushi
Ada pula aktivitas menarik lain seperti food detective, food photography dan house of mysteri food - anak-anak diajarkan untuk mengenal beragam buah dan sayuran, tekstur makanan serta mencicipi berbagai macam rasa, photo booth dan artsy - food painting dengan sayuran dan buah. 

Oh ya setiap sesi memasak, anak mendapakan hasil masakannya untuk di bawa pulang plus catatan resepnya, dan ini salah satu hasil memasak Kaka.



Kapan acara ini diadakan lagi?
Kabarnya acara ini akan di adakan setahun sekali dan beyond screen production selaku tim yang membuat acara ini berencana juga mengadakan event dengan tema olahraga, musik dan lain-lain.

Wah asik ya, jadi para orangtua punya alternatif untuk memfasilitasi anak mencoba pengalaman baru dengan harapan anak menemukan hobinya dan lebih kreatif.

7 komentar:

  1. seru banget,itu rollnya kok lucu banget ya,kecil hehehe...
    anak jadi belajar banyak hal tetag dunia dapur ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru banget liatnya karena anaknya juga enjoy...sampai pengen ikut lagi

      Hapus
  2. Waaah seruuu. Aku pengin juga lo belajar masak kue. Kalau sayur kan bisa dikira-kira. Kue susah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo praktik bikin kue mak lusi ...yang gampang aja dulu :)

      Hapus
  3. kapan di bogor ada acara ini ya? si Alfi bakalan suka gak ya mbak? orientasi permainan dia itu mainan alat2 berat macam buldozer soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. anak cowok memang lebih suka mobil-mobilan ya tapi klo ada kesempatan bisa di coba, biar jadi pengalaman baru buat Alfi

      Hapus
  4. kalo ada event seperti itu, infonya ada dimana ya?
    bayarnya berapa?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...