Selasa, 09 Juni 2015

Mengenalkan konsep uang pada anak

Mama pelit atau perhitungan?
Saya lupa, sejak kapan tepatnya si sulung paham jika uang merupakan alat tukar atau membeli sesuatu. yang pasti sebelum dia mengerti 'jajan', saya selalu mengajaknya belanja bulanan, belanja ke warung atau tukang sayur. 

Dan sejak tahu 'jajan', si sulung jadi tahu mamanya ini ga gampang mengabulkan keinginannya untuk jajan. Kadang saya merasa jadi mama paling kejam dan pelit, karena menolak memberi anak jajan dan membiarkannya menangis. Iya, pelit masa es krim 5000 aja gak di beliin.

Pernah juga  kami menghadapi si sulung tantrum di keramaian (mall) karena menolakmembelikan apa yang ia mau. Malu sudah barang tentu. Bisa saja sih kalau demi malu, kami gesek kartu kredit untuk memenuhi keinginan si kecil yang saat itu ingin lego seharga 500 ribu. Tapi jika memaksa beli  pasti kami ngedumel sepanjang hari,  kesel bukan alang kepalang, efeknya bisa-bisa sampai rumah si kecil saya marahi.  Sebenarnya untuk mencegah kehebohan terjadi, saya nego si sulung dengan lego kecil yang harganya 4x lebih murah dari yang dia mau, tapi dia keukeuh mau yang  500 ribu. Si sulung belum paham sebesar apa uang 500 ribu, yang dia inginkan karena legonya besar dan banyak.

Untunglah soal beli membeli dan mengajarkan anak bahwa tidak semua hal mudah kami beli, saya dan suami sepakat.  Jadi saat si kecil tantrum di keramaian suami membopongnya pulang. Bukan ga kasian melihat anak nangis tapi menurut kami inilah cara terbaik kami mengajarinya soal uang. Karena rasa kasian itu juga saya dan suami tidak memarahinya karena tantrum tapi menasehatinya.
Sampai rumah, saat tangisnya reda kami memeluk dan mengulang nasehat soal harga lego yang mahal dan harus menabung untuk membelinya.

Dari mana uang berasal?
Seiring waktu kaka (7 thn) kini mengerti apa yang saya dan suami tanamkan namun tetap kritis bertanya – mau tahu. Misal jika saya bilang itu mahal dan mama tidak punya uang dia balik bertanya.
“Itu di dompet mama ada uang.”

“Iya, tapi ini uang  untuk belanja sayuran setiap hari, bayar sekolah, bayar listrik, bayar si mba...sdt.”
“Ambil aja di atm.” Efek suka ngajak ke atm di kiranya uang tinggal gesek di atm hahaha.
Saya pun menjelaskan panjang lebar soal uang yang saya dapat jumlahnya sekian dan bukan seisi atm. Dan uang itu di dapat karena Abinya bekerja.

Kaka pun kini mengerti jika jatah uang jajannya sehari hanya dua ribu sampai tiga ribu. Jadi kalau kaka pengen uang banyak harus kerja atau berjualan.

“Tapi aku kan masih kecil?”
“Cara lain dapat uang ya jualan-dagang. Mau ga jualin kue coklat mama ke sekolah?”
“Nggak mau, malu.”

“Ya, udah kalau mau uang bantu mama atau abi di rumah.”
Jadi setiap week end  kaka bantu abi cuci mobil (lebi tepat sih main air) dan mendapat uang 200 ribu.
Karena kaka mulai mengerti bahwa mendapat uang harus diusahakan kaka jadi suka sekali main jualan-jualan dengan membuka warung. Cerita kaka jualan sempat di posting di blog ini beberapa waktu lalu.

Belajar menabung
Selain itu kami pun mengajarkan pada kaka bahwa uang bukan hanya untuk membeli tapi di tabung. Tabungan itu salah satunya untuk membeli barang yang diinginkannya atau keperluan di masa mendatang yang kita tidak tahu. Menabung bisa di celengan atau ke bank.

Setiap kali kaka atau dede mengisi celengan ayam  pasti mereka berkata, “Buat beli lego besar itu ya, De.” Padahal udah punya lego kecil tapi ternyata ingatan kaka keukeuh sama lego besar itu. 

Cara kedua kami membukakan tabungan di bank untuk kaka tapi sejak kami pindah rumah ke kota lain, kami putuskan untuk tidak mengaktifkan dan berencana buka baru. 


Tabungan khusus anak ini biasanya setoran awalnya ringan 50 sampai 100 ribu, tergantung bank. Jika ingin tahu lebih banyak tabungan untuk anak yang di tawarkan beberapa bank, dan ga ribet mengunjungi bank ini itu satu persatu untuk mencari infonya, bisa buka di situs Cermati.Com


klik tabungan anak, akan muncul penawaran dari beragam bank

Cermati.Com adalah site penyedia beragam informasi produk keuangan yang lengkap dari katu kredit, tabungan, kredit rumah (kpr), deposito, reksanadana, dan kredit motor. Tujuannya memudahkan masyarakat Indonesia mencari info mengenai produk perbankan/keuangan dan lebih cermat berfinansial.  Situs ini juag di lengkapi artikel dan tips seputar mengelola keuangan.



5 komentar:

  1. anak-anak mulai menabung karena pingin punya ATM yang bergambar kalau di rumah :)

    BalasHapus
  2. Sepertinya kalau sudah besar nanti Aisyah juga perlu diberi pemahaman seperti ini

    BalasHapus
  3. Nyebelin itu kalau dibilangin mamah gak punya duit, nyautnya ,"ambil di ATM aja".

    BalasHapus
  4. Pelajaran berhaga malam ibi adalah: jangan mengajak anak ke ATM. Hahaha

    BalasHapus
  5. penting ni supaya anak ngerti dan nggak kaget nanti kalau sudah besar.

    http://www.persadainterior.com

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...