Kamis, 18 Juni 2015

Karena kreatif itu penting

percobaan kimia ala Azka

Tulisan hasil baca  buku- buku, majalah parenting dan wawancara dengan psikolog waktu bikin tulisan untuk AyahBunda,  yang entah kapan dan entah buku yang mana - kebanyakan baca tapi praktik masih susah haha

Kreatif adalah cara berpikir out of the box. Dengan kemampuannya berpikir berbeda dengan orang pada umumnya, si kreatif bisa menemukan, menciptakan atau mengkolaborasikan sesuatu menjadi hal baru. Orang kreatif umumnya berpikir lebih fleksibel dan tak pernah kehilangan akal untuk mencari cara keluar dari masalah tak heran jika mereka sukses dalam kehidupannya. 

Tokoh-tokoh dunia selain pintar rata-rata mereka kreatif. Contoh populer Steve Job dengan Applenya. B.J Habibie, dari kecerdasan yang berkolaborasi dengan kreatifitas menciptakan pesawat dengan teknologi yang kemudian jadi panutan di beberapa perusahaan pesawat dunia saat ini. Semoga, generasi anak-anak kita tetap kenal dan familiar dengan sosok panutan bangsa ini. *tiba-tiba jadi haru – antara ingat filmya dan kutipan pidatonya yang sempat di share pilot garuda itu*

Setiap anak memiliki bakat kreatif karena dorongan rasa ingin tahu, sayang, kadang lingkungan membuat kreatifitas seorang anak mandeg dan terkurung.  Misal karena terlalu membatasi atau terlalu banyak melarang ini itu.

Jadi kalau rumah berantakan dan bukan hanya mainannya yang di mainkan anak juga kosmetik dan aksesoris mama, gel rambut papa, juga alat dapur. Itu hal wajar lho, artinya anak  tengah bereksplorasi dengan ide-ide main yang ada di kepalanya. Tandanya dia aktif dan kreatif.

Beberapa hal yang bisa menumbuhkan  kreatifitas anak dan tumbuh  seiring usia dan kemampuannya;

  1. Books Every where
Tetap ya buku heheh, ini mah  obsesi mamanya  yang pengen anak-anaknya jadi kutu buku – apapun profesinya kelak harus suka buku ya nak, karena membaca itu menyenangkan.  Apa hubungannya dengan kreativitas? Jelas ada donk, bagaimanapun buku bisa jadi sumber inspirasi.

Ini adalah foto hasil Azka di bacakan buku mini biografi Thomas Alva Edison. dalam buku itu disebutkan sejak kecil, Edison tertarik dengan kimia dan elektro dan di usia 11 tahun membuat laboratorium kimia sederhana di rumahnya.
“Aku bikin percobaan kimia, Ma. Kayak Thomas Alva Edison, dia suka percobaan kan?” Azka menunjukan gelas dengan cairan berwarna keruh. Kapan percobaannya?
“Ini isinya apa?”

“Minyak aku tambah cairan cabe yang ada di kulkas, di tambah cuka di tambah air. Jadi deh,” kata Azka dengan nyengiran bangga. Pantesan pas masuk kamar Azka mau asem hahahha.
Ehm, jadi ini yang dilakukan Azka saat di dapur tadi, saya kira dia tengah nyari susu kotaknya yang saya simpan di dapur.

  1. Mengajak anak berkreasi
Secara rutin mengajak anak membuat sesuatu bisa juga menumbuhkan kreatifitasnya. Kalau saya biasanya membuat hal-hal yang sederhana, misal membuat kartu ucapan dari dus bekas, kreasi dari kertas kokoru, mencat toples bekas selai jadi wadah pernak-pernik dia, merubah kardus bekas susu kotak jadi tempat penyimpanan mainan, membuat origami, pokoknya yang simple dan memanfaatkan barang yang ada di rumah. Murah meriah.

Efeknya si Kaka jadi pengumpul barang bekas dengan alasan buat kreasi tapi entah kapan di bikinnya.

  1. Gak kotor ga belajar ga berantakan ga mengkhayal
Tidak membatasi kreatifitasnya dengan alasan biar rumah rapih. Berantakan karena ulahnya kadang perlu karena artinya dia tengah mencoba hal baru dan memuaskan rasa ingin tahunya. Namun begitu tetapkan rambu-rambu yang sekiranya membahayakan dan beri pendampingan.

Suatu hari saya sempat di buat kaget, karena tiba-tiba Azka membuat semacam video narasi (dengan tab saya) dengan suaranya, objeknya bunga dan anak kucing. 


    4.   Batasi tontonan dan gadget

Membiarkan si kecil duduk manis depan tv atau gadget memang menenangkan, rumah pun tetap rapih. Tapi saat itu si kecil hanya berpikir satu arah. Dia hanya mencerna yang ada di depan matanya tapi tidak dengan sekelilingnya. Dengan membatasi tontonan dan gadget, anak akan di ‘paksa’ bermain dengan yang di lihatnya, dengan lebih melihat sekeliling rasa ingin tahunya pun bertambah. Rasa ingin tahu akan memunculkan kreatifitasnya.

  1. Memuji biar semangat
Pujian tidak berarti harus mengatakan,”wow bagus!” “Kamu pintar.” Bisa juga dengan merubah kata ‘jangan’ dengan’ sebaiknya’ saat dia melakukan kesalahan. 

     6.  Belajar bertanggung jawab
Contoh kecil mengajarinya tanggung jawab adalah membiasakan membereskan mainannya sendiri, saat membereskan rumah yang berantakan bak kapal pecah, sebaiknya libatkan si kecil.






6 komentar:

  1. Catet nih catet...
    Biarlah rumah bak kapal titanic..
    Yg penting si kecil happy beraksi..
    Urusan kaki kaki linu2 plus boyok mak krek, itu belakangan..hehe..
    Tfs y mak rin
    Slm bt azka, ditunggu eksperimen selanjutnya ya sayang, hihihi

    BalasHapus
  2. kotor nanti kan bisa dibersihkan ya mbak, beri anak kebebasan untuk bisa kreatif

    BalasHapus
  3. mengajarkan anak kreatif itu memang penting y mak....

    BalasHapus
  4. Memancing anak2 kreatif itu memang susah di jaman gadget gini. Kadang smp gemes. Thanks tipsnya

    BalasHapus
  5. Ikut mama masak di dapur, bentuk explore juga ya, Mbak.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...