Jumat, 19 Juni 2015

Jalan - jalan ke Ragunan

Weekend kemana? Biasanya itu jadi pertanyaan saya di akhir bulan atau long weekend. Kami memiliki agenda dalam sebulan maksimal dua kali mengajak anak-anak ke luar rumah, tujuannya belajar sambil bermain.  Untuk seorang anak melihat dan berinteraksi dengan banyak orang menjadi pembelajaran tidak langsung mengenai bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, dan melihat beragam karakter orang.

Ada banyak sekali tempat di Jakarta yang bisa menjadi tujuan wisata keluarga yang murah meriah dan edukatif.  Museum, taman bermain, perpustakaan dan kebun margasatwa yang lebih populer dengan sebutan Ragunan.

Beberapa waktu lalu kami mengajak anak-anak ke sana. Walaupun bukan pengalaman pertama mereka ke kebun binatang (sebelumnya pernah ke teman safari dan kebun binatang Bandung) ternyata tetap membuat mereka excited.


burung pelikan



Arena burung Pelikan ini sepertinya paling di minati pengunjung, termasuk kami. Mungkin karena ini satwa yang jarang di lihat  di alam secara langsung. Burung Pelikan ini habitat aslinya di pantai. Anak-anak kami senang dan sedikit tercengang melihat burung Pelikan. Penataannya kandangnya yang bagus banget untuk spot berfoto-foto, tak heran suka di jadiin latar foto untuk pra wedding.

Tiket masuk dan brosur

Kebun binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia, terletak di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan, dengan luas  sekitar 140 hektar,  dengan koleksi ratusan spesies dan spesimen satwa,  tak mungkin cukup di jelajah dalam satu hari. Jadi bagus juga lho jadi agenda kunjungan rutin perdua bulan atau tiga bulan. 

Harga tiket masuknya cukup murah, dewasa  Rp4500,00 dan anak-anak Rp3500,00,  lebih murah di banding harga di semangkuk baso atau balon kan ;). Ada beberapa pintu masuk ke Ragunan, jadi pastikan di hapalkan, karena jika lupa dan keluar dari pintu berbeda bisa pusing mencari di mana tadi kita memarkirkan mobil.

Saat membeli tiket dan masuk mintalah brosur  untuk memudahkan keliling karena brosur di lengkapi peta.

Agar terasa berpetualang kami melibatkan anak-anak saat membaca peta dan menentukan tujuan yang akan kami kunjungi.

melihat peta 

Menunda meng upload foto di medsos  agar gak tergoda pengen ngintip komen heuheu. Biar anak-anak ga bete karena mama papanya ngintip hape melulu *pengalaman*

Begitu masuk margasatwa Ragunan  kami langsung di buat kagum lho dengan kebersihannya. Semoga bukan karena banyaknya spanduk peringatan agar tidak membuang sampah sembarangan dan ancaman denda, tapi karena kesadaran dari pengunjung.

Berkeliling
Kami menelusuri jalan sambil melihat-lihat koleksi margasatwa lalu  masuk ke area children zoo, masuk area ini bayar tiket lagi tapi saya lupa jumlah rupiahnya. Isinya kebanyakan reptil yang belum dewasa. Anak-anak tidak terlalu tertarik.

Perjalanan kami lanjutkan ke area burung. Seekor burung kakak tua langsung menyambut kami dengan ocehannya. Berkali-kali dia menyapa dengan kata assalamualaikum. Anak-anak sangat senang dan mencoba mengajari burung yang jinak itu dengan kata-kata baru,


Burungnya bisa ngomong, Ma
Lelah berkeliling kami naik kereta api dengan harga tiket sebesar sepuluh ribu rupiah perorang. Jalur keretanya mengelilingi area Ragunan hingga kami bisa melihat koleksi satwa lain. Dilanjutkan dengan istirahat di area yang cukup luas tak jauh dari kandang gajah.


gajah-gajahnya sadar kamera :)

Tempat ini cukup lapang dan banyak pengunjung menggelar tikar makan di sini. Karena cukup luas anak-anak pun bebas bergerak ke sana-kemari.

Tak usah khawatir jika tidak membawa bekal dari rumah, di sini banyak tersedia pedagang makanan. tapi jika ingin lebih hemat dan bersih sebaiknya membawa bekal dari rumah terlebih jika membawa balita, karena kebanyakan menu yang di jual adalah menu orang dewasa.

Anak-anak sibuk dengan dunia mainnya

Burung merak adalah satwa terakhir yang kami lihat sebelum memutuskan sholat lalu pulang. Kami belum sempat melihat pusat primata Shmutzer dan satwa lain, karena keburu kelelahan. Semoga di kunjungan berikutnya.


sayang kameranya belum canggih nih

Manfaat membawa anak ke margasatwa
Anak belajar dari apa yang dilihat, di dengar dan di rabanya. Mengajaknya ke taman margasatwa akan membuatnya belajar tentang alam dan interaksinya manusia dengan satwa. Anak juga jadi tahu kalau setiap satwa membutuhkan habitat tertentu untuk hidup. Seperti burung pelikan itu yang harus dekat air (kolom) berisi ikan sebagai makanannya dan tebing untuk bisa terbang dan meloncat. Rusa membutuhkan tempat lapang, berumput dan beberapa pohon besar untuk berteduh.

Kendaraan ideal untuk keliling kota
Wisata dalam kota Jakarta tak menjamin perjalanan lancar apalagi saat weekend, padat merayap. Kalau sudah begini saya  membayangkan memiliki mobil dengan ukuran kecil, irit dan gesit seperti Toyota Agya. 

Dengan desain LCGC Agya hemat bahan bakar. Walaupun kecil, Agya di lengkapi bagasi jadi cucok untuk kami yang kemanapun (walaupun jalan-jalan dalam kota) harus membawa tas tambahan berisi pernak-pernik kebutuhan anak-anak; dari mulai tisu basah, baju ganti, sapu tangan, buku, minuman dan cemilan. Desain styles dan fitur lengkap. Mobil ukuran kecil juga memudahkan saat parkir.









11 komentar:

  1. Pakek agya, jalan2 makin terasa menyenangkan y mbak :)

    BalasHapus
  2. Pakek agya, jalan2 makin terasa menyenangkan y mbak :)

    BalasHapus
  3. Aku belum pernah ke ragunan :D

    BalasHapus
  4. lebih enak bawa anak ke Ragunan ya.

    BalasHapus
  5. pengen ke Ragunan juga, katanya ada yg khusus Primata ya mak Rina?

    BalasHapus
  6. Ya ampuuun....sekelas Ragunan tiketnya murah gitu. Edukatif pula ya, Mbak.

    BalasHapus
  7. Bonbin emang wisata murmer ya maak

    BalasHapus
  8. Pengen banget dari dulu ngajakin nadia ke ragunan dia suka bgt binatang :)

    BalasHapus
  9. Penasaran banget sama ragunan. Identik banget sm destinasi liburan Jakarta.

    BalasHapus
  10. Ragunan memang tak terbantahkan keistimewaannya, koleksinya hewan2nya juga lengkap banget Mba, jadi pengen kesana lagi :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...