Senin, 29 Juni 2015

Ramadan kreatif dan produktif di rumah

Awal ramadan tahun ini bertepatan dengan liburan sekolah, sempat khawatir karena kebanyakan di rumah Kaka tidak kuat puasa penuh, karena bosan dan jenuh menunggu waktu berbuka atau karena  melihat makanan di kulkas.

Ini memang bukan ramadan pertama Kaka, tahun lalu Kaka mulai berlajar puasa tapi jam bukanya masih gak tentu, kadang jam 12, jam 3 atau penuh sampai magrib, kadang ga puasa. Tapi tahun ini saya berniat mengajari  puasa full setiap hari. 

Yap, puasa jangan jadi alasan untuk memperbanyak tidur atau leyeh-leyeh karena kurang tenaga. Ramadan di rumah bareng anak-anak itu jadi tantangan tersendiri, bagaimana membuat mereka sedikit melupakan rasa lapar, tidak kabita* liat makanan, membuat mereka tetap ceria dan menghibur mereka, karena bagaimanapun anak-anak masih sering ngeluh lapar dan lemas. Kadang tidak tega membuat mereka puasa tapi kalau tidak tega kapan belajarnya?

Ini akan jadi Ramadan pertama saya dan Kaka belajar, Mama belajar cara memberi pengertian makna puasa yang mudah di pahami Kaka, belajar sabar dan kreatif agar Kaka di rumah  enjoy dan tidak bosan. Kaka belajar puasa dan menahan diri.

Saya mulai mencari ide dan inilah yang kami lakukan hingga ramadan di rumah membawa kesan tersendiri untuk saya dan keluarga.

Jumat, 26 Juni 2015

Belajar motret dan nge GRID di Instagram

Walaupun sudah tahu lama ada akun IG dan pak suami pernah menyarankan untuk bikin, katanya biar tahu cara ambil foto yang baik, angel dan fokus yang bagus. Saya tidak tertarik karena  merasa terlalu banyak  akun medsos dan ga kepegang, secara di rumah susah pegang hp kalau anak-anak melek , terus kan ceritanya mau membatasi anak gadgetan masa emaknya gadgetan terus.

Nasehat lebih baik dengan contoh tapi tetap ya kalau kepepet deadline tulisan pesanan bisa buka lapi berjam-jam – anak-anak di minta dengan sangat pengertiannya dan itu ga gampang terutama untuk Khalif yang bisa tiba-tiba mematikan lapi atau nangis. Alah malah curcol, judulnya mau ngomongin IG nih.

Akhirnya buka akun IG beberapa bulan lalu dan teracuni. Teracuni pengen banget bisa motret bagus, bukan  branding ( da aku mah apa atuh, bingung apa yang mau di branding....).  Untunglah  masih under kontrol, artinya bisa nahan diri ga tiap  hari ikut tantangan motret yang beda-beda temanya di beberapa akun upload bareng. Bisa nahan diri ga kalap beli beli property foto seperti alas foto, bunga, perabot dapur, dsb.  

 foto masuk  GRID itu biikin semangat belajar motret :)

Selasa, 23 Juni 2015

Kotak mainan dan toples pernak-pernik #idemain #recycle

Waktu kecil Ibu  selalu menyebut saya pengumpul barang bekas. Iya saya suka merasa sayang membuang kertas kado bekas yang bagus gambarnya, bekas undangan pernikahan yang cantik, toples atau kaleng dengan gambar bagus, souver pernikahan orang saya koleksi. Nemu kertas yang menurut saya bagus pun biasanya saya pungut dan simpan hahahha. Lalu kebiasaan itu mulai saya kurangi karena suka bingung di mana menyimpan dan mau di apakan? Terlebih pak suami suka ngedumel, 

“Ini apaan? Buang aja kalau ga kepake, sumpek."

Ehm, tapi ternyata menjadi pengumpul barang bekas itu berguna lho. 

Ide awalnya untuk hemat dan membuat kegiatan untuk anak-anak. Sekalian mengajari mereka kalau tidak semua hal harus beli, tapi bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan barang bekas. Kami (saya dan anak-anak) menyebut kegiatan ini 'kreasi'.

Kotak mainan 
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya mainan anak-anak, saya merasa menyimpan di dalam box container tidak efektif lagi karena semua mainan bercampur anak-anak pun saat menyimpan seenaknya di tumpuk - lha, emang di susun juga ga bisa rapih -. Efeknya, mainan lecet dan kopek di sana-sini. 

Minggu, 21 Juni 2015

Keseruan Bermain di Dunia Inline Skate TMII

Liburan akhir tahun kemarin, Azka melihat sepupunya main Inline Skate dan dia tertarik untuk mencoba, namun dengan alasan safety, saya melarang sepupunya yang baru kelas tiga sekolah dasar itu mengajari.  Duh, bisa-bisa jatuh dan cedera pikir saya. Harus belajar dengan instruktur berpengalaman karena resiko jatuhnya besar.

Tanpa di duga impian Azka kesampaian, Mamanya bisa ikut event blogger gathering yang di adakan Dunia Inline Skate (DIS) sebuah area main sepatu roda di Jakarta tanggal 11 Juni lalu. DIS  berada di kawasan Taman Mini Indonesia, komplek Keong  Mas. Untuk memudahkan jika hendak ke sana sebaiknya masuk dari pintu 3.
Horee udah bisa
Mencoba Inline Skate pasti menjadi pengalaman baru untuk Azka. Tidak semua anak berani lho main inline skate. Saya percaya memberi anak beragam hal dan pengalaman baru, terlepas apakah kelak di sukainya atau tidak, tetap  akan menjadi pengalaman berharga. 

Sabtu, 20 Juni 2015

Tips agar si Kecil tidur nyenyak bebas nyamuk

Dua cara memastikan si kecil tidur nyenyak atau tidak 
Saya punya dua cara  untuk memastikan apakah  anak-anak tidur nyenyak atau tidak.  Pertama dari caranya tidur, jika tak nyenyak biasanya sering bergerak, berguling kesana-kemari diiringi lenguhan atau rengekan.  Dan mereka akan kembali tenang setelah saya membereskan penyebabnya. 

Kedua, saat terbangun, jika  tidurnya tidak nyenyak biasanya rewel. Bangun dengan tangisan atau merengek (jika Kaka) dengan alasan tidak jelas.  Minta di gendong tapi di tidurin lagi menolak. Biasanya saya menghabiskan lebih dari setengah jam untuk meredakan kerewelannya karena tak mudah mengalihkan perhatiannya dengan mainan.

Sebagai orang dewasa saya pun pernah mengalami tidur tak nyenyak, saat bangun biasanya kepala sakit atau pusing, bawaannya lemas tapi tidak bisa tidur lagi. Mungkin rasa itu juga yang dialami si kecil.

kalau tidurnya nyenyak bangun tidurnya pake senyum :)

Pentingnya tidur berkualitas
Tapi bukan sekedar kerewelan dan rasa tak nyaman lho jika si tidur si kecil tidak nyenyak, akibatnya bisa serius, pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitifnya bisa terganggu.  Seserius itu? Iya karena  bagi seorang anak tidur bukan sekedar mengistirahatkan tubuh, pada saat bersamaan organ tubuhnya tumbuh dan berkembang termasuk sel dan jaringan saraf di otaknya. Bahkan ada hormon pertumbuhan yang di produksi saat si kecil tidur siang dengan nyenyak.

Agar si kecil tidur nyenyak
Tak heran jika memastikan si kecil tidur nyenyak menjadi hal penting.  Untuk itu biasanya saya melakukan hal-hal berikut.

1.   Buat kondisi tidur nyaman dan bersih.  Mereka dalam keadaan perut terisi (kenyang), badan bersih (setelah cuci tangan, kaki dan gosok gigi), pakaian yang dikenakan harus yang menyerap keringat, tidak berisik dan cahaya lampu tidak terlalu terang. Penerangan yang terlalu terang membuat tidur tak nyenyak karena rasa silau, sedangkan jika gelap anak-anak takut. Suhu udara di tidak panas atau dingin, biasanya saya menyalakan AC.

2.       Tanpa nyamuk
Untuk mengatasi masalah nyamuk percayakan pada Baygon Liquid Elektrik, perlindungan anti nyamuk yang tepat untuk kamar anak karena tanpa asap dan tidak repot, tinggal colok. baygon liquid elektrik juga hemat lho,  satu botol kecil isinya bisa tahan sampai 45 malam dengan pemakaian 8jam/hari. Jika habis tinggal beli isi ulangnya saja.

perlindngan anti nyamuk tanpa tanpa repot

Namun begitu agar kamar anak bebas nyamuk harus di dukung dengan lingkungan rumah yang sehat dan bersih, jadi  nyamuk tidak membuat sarang di sekitar kamar dan rumah. Caranya ;

1. Kamar rapih, tidak ada tumpukan atau gantungan pakaian yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Begitu pun dalam rumah, tak ada tumpukan barang dengan celah yang memungkinkan nyamuk bersembunyi di sana.  Mainan dan boneka anak sebaiknya dalam box tertutup selain agar tidak menjadi sarang nyamuk juga tidak terkotori debu.

2.Di taman rumah, tidak ada tumbuhan yang membentuk semak belukar yang memungkinkan nyamuk berkembang biak dengan leluasa di sana. Rumput taman selalu tercukur rapih.

3. Jika memungkinkan menanam pohon anti nyamuk di taman atau dalam pot, seperti bungan lavender.

4. Bak mandi selalu di kuras secara periodik agar air bebas jentik nyamuk. Tidak ada genangan air di sekitar rumah. Jika kolom ikan sudah tidak ada isinya sebaiknya selalu dalam keadaan kering. Selokan depan rumah tertutup rapat.


450 kata

Tulisan ini diikutsertakan dalam The Urban Mama Baygon Blog Competition


Jumat, 19 Juni 2015

Jalan - jalan ke Ragunan

Weekend kemana? Biasanya itu jadi pertanyaan saya di akhir bulan atau long weekend. Kami memiliki agenda dalam sebulan maksimal dua kali mengajak anak-anak ke luar rumah, tujuannya belajar sambil bermain.  Untuk seorang anak melihat dan berinteraksi dengan banyak orang menjadi pembelajaran tidak langsung mengenai bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, dan melihat beragam karakter orang.

Ada banyak sekali tempat di Jakarta yang bisa menjadi tujuan wisata keluarga yang murah meriah dan edukatif.  Museum, taman bermain, perpustakaan dan kebun margasatwa yang lebih populer dengan sebutan Ragunan.

Beberapa waktu lalu kami mengajak anak-anak ke sana. Walaupun bukan pengalaman pertama mereka ke kebun binatang (sebelumnya pernah ke teman safari dan kebun binatang Bandung) ternyata tetap membuat mereka excited.


burung pelikan

Kamis, 18 Juni 2015

Karena kreatif itu penting

percobaan kimia ala Azka

Tulisan hasil baca  buku- buku, majalah parenting dan wawancara dengan psikolog waktu bikin tulisan untuk AyahBunda,  yang entah kapan dan entah buku yang mana - kebanyakan baca tapi praktik masih susah haha

Kreatif adalah cara berpikir out of the box. Dengan kemampuannya berpikir berbeda dengan orang pada umumnya, si kreatif bisa menemukan, menciptakan atau mengkolaborasikan sesuatu menjadi hal baru. Orang kreatif umumnya berpikir lebih fleksibel dan tak pernah kehilangan akal untuk mencari cara keluar dari masalah tak heran jika mereka sukses dalam kehidupannya. 

Tokoh-tokoh dunia selain pintar rata-rata mereka kreatif. Contoh populer Steve Job dengan Applenya. B.J Habibie, dari kecerdasan yang berkolaborasi dengan kreatifitas menciptakan pesawat dengan teknologi yang kemudian jadi panutan di beberapa perusahaan pesawat dunia saat ini. Semoga, generasi anak-anak kita tetap kenal dan familiar dengan sosok panutan bangsa ini. *tiba-tiba jadi haru – antara ingat filmya dan kutipan pidatonya yang sempat di share pilot garuda itu*

Setiap anak memiliki bakat kreatif karena dorongan rasa ingin tahu, sayang, kadang lingkungan membuat kreatifitas seorang anak mandeg dan terkurung.  Misal karena terlalu membatasi atau terlalu banyak melarang ini itu.

Sabtu, 13 Juni 2015

Serunya belajar memasak di Little Chef Wonder

Walaupun belum bisa di bilang hobi, si sulung  paling seneng kalau diajak masak atau bikin kue di rumah, jadi pas saya ajak untuk ikut kelas memasak karena mendapat undangan dari Little Chef Wonder, dia langsung antusias.

“Lomba masak anak-anak ya, Ma? Kalau kalah gimana?” tanyanya. Efek pernah nonton acara master chef junior di tv tetangga waktu main. Di rumah adanya cuma dvd soalnya.
“Bukan, hanya belajar.”

Dan Azka menunggu hari H dengan tak sabar. Dari bertanya di mana tempatnya, kapan berangkat dan terakhir bertanya,”Nanti masuk tv gak?” hahaha.

Sekalian ingin membuat Alif, adiknya,  juga berani dan gak canggung berinteraksi dengan orang baru, saya mengikutsertakannya juga, sempat khawatir tidak diperbolehkan karena usianya belum 4 tahun, tapi  ternyata boleh. Senangnya....

Little Chef Wonder
Adalah program aktivitas kuliner anak untuk merangsang rasa ingin tahu, aktivitas motorik, serta interaksi sosial anak dan mendukung minat anak di bidang kuliner.

Selasa, 09 Juni 2015

Mengenalkan konsep uang pada anak

Mama pelit atau perhitungan?
Saya lupa, sejak kapan tepatnya si sulung paham jika uang merupakan alat tukar atau membeli sesuatu. yang pasti sebelum dia mengerti 'jajan', saya selalu mengajaknya belanja bulanan, belanja ke warung atau tukang sayur. 

Dan sejak tahu 'jajan', si sulung jadi tahu mamanya ini ga gampang mengabulkan keinginannya untuk jajan. Kadang saya merasa jadi mama paling kejam dan pelit, karena menolak memberi anak jajan dan membiarkannya menangis. Iya, pelit masa es krim 5000 aja gak di beliin.

Pernah juga  kami menghadapi si sulung tantrum di keramaian (mall) karena menolakmembelikan apa yang ia mau. Malu sudah barang tentu. Bisa saja sih kalau demi malu, kami gesek kartu kredit untuk memenuhi keinginan si kecil yang saat itu ingin lego seharga 500 ribu. Tapi jika memaksa beli  pasti kami ngedumel sepanjang hari,  kesel bukan alang kepalang, efeknya bisa-bisa sampai rumah si kecil saya marahi.  Sebenarnya untuk mencegah kehebohan terjadi, saya nego si sulung dengan lego kecil yang harganya 4x lebih murah dari yang dia mau, tapi dia keukeuh mau yang  500 ribu. Si sulung belum paham sebesar apa uang 500 ribu, yang dia inginkan karena legonya besar dan banyak.

Untunglah soal beli membeli dan mengajarkan anak bahwa tidak semua hal mudah kami beli, saya dan suami sepakat.  Jadi saat si kecil tantrum di keramaian suami membopongnya pulang. Bukan ga kasian melihat anak nangis tapi menurut kami inilah cara terbaik kami mengajarinya soal uang. Karena rasa kasian itu juga saya dan suami tidak memarahinya karena tantrum tapi menasehatinya.

Kamis, 04 Juni 2015

Menumbuhkan hobi anak

Saya percaya jika seorang anak memiliki hobi kelak dia tidak akan mudah terjerumus pada pergaulan negatif, lebih kreatif dan supel. Terlepas apa hobi itu kelak jadi profesinya atau sekedar hobi.

Kenapa tidak mudah terjerumus bergaulan negatif? Kalau istilah orang sunda mah moal kabawa sakaba-kaba – tidak mudah terbawa arus yang tidak-tidak.  Karena anak yang memiliki hobi ga akan bingung menghabiskan waktu luangnya jika pun sedang tidak ada teman. Dia bisa sibuk sendiri dengan hobinya. Tapi biasanya anak yang punya hobi memiliki teman sehobi yang membuat makin semangat dag ngulik dengan hobinya.

Lebih kreatif karena ...selanjutnya baca di sini ya 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...