Rabu, 14 Januari 2015

Seserahan Buku

buku-buku terbitan antara thn 2005-2006 
Saya paling suka di kasih hadiah buku.  Buku apapun dan dari siapapun. Teman, sahabat, kerabat atau penerbit. Yang dari penerbit yang paling di tunggu karena tak usah nunggu moment istimewa bisa sekonyong-konyong datang diantar jasa pengiriman. Ini efek punya blog resensi buku dan gabung di komunitasnya.

Paling suka cita kalau pas buku yang datang buku baru yang saya minati.







Buku
Alasan saya suka hadiah buku agak melankolis sebenarnya J. Melankolis karena terkait masa kecil yang tak sanggup beli buku.  Saat sekolah dasar saya jatuh cinta pada buku-bukunya Enid Blyton dan menargetkan membaca semua bukunya dan hampir tercapai berkat  pinjam tukar  sana – sini. Berkat pinjam tukar sana – sini pula saya bisa baca buku-buku Agatha Christie, Winnetou dan serial rumah kecil di padang rumput. Orangtua saya bukan tak ingin membelikan tapi tak punya uang. Baru saat smp lah untuk pertama kalinya saya membeli bukunya Enid Blyton, satu dari sekian seri Pasukan Mau Tahu dengan syarat saya tidak membeli baju lebaran.

Rasanya ‘sesuatu’akhirnya saya memiliki buku.   Untuk memuaskan nafsu membaca, saya menjadi anggota beberapa perpustakaan, selain perpustakaan kampus juga perpus daerah dan perpus keuskupan Bandung (buku-buku di perpus keuskupan ini sangat up to date). Alhamdulillah kuliah sambil memberi les privat membuat saya bisa membeli buku walaupun seken dan hanya satu buku sebulan. Setelah bekerja lebih alhamdulillah, bisa sepuasnya beli buku diskonan. Kalau harga normal sih tetap ga bisa sepuasnya ;p.

Seserahan
Dari sekian banyak hadiah buku yang saya terima yang paling indah adalah hadiah buku dari suami, eh waktu itu masih calon suami.

Dalam  pernikahan adat sunda ada istilah seserahan, yaitu calon pengantin pria memberi hadiah untuk calon pengantin perempuan. Umumnya hadiah berupa kebutuhan si calon istri; seperti kebaya dan kainnya, seperangkat alat sholat termasuk alqur’an dan tasbih, selimut, handuk dan baju tidur, sepatu dan tas, macam-macamlah pokoknya,  biasanya tergantung kesepakatan calon pengantin perempuan dan laki-laki juga.

Barang seserahan itu di kemas dalam boks cantik atau di bentuk kreasi yang lucu dan unik. Seperti selimut dan handuk di lipat membentuk bebek dsb. Seserahan di bawa pada hari H (pernikahan) dan diserahkan pada pihak keluarga pengantin perempuan setelah ijab kabul.

Kata ibu dan nenek saya, jaman dulu isi seserahan itu berupa alat rumah tangga, misal perabot dapur, isi kamar tidur (lemari dan ranjangnya), bisa juga televisi, pokoknya lebih ke isi rumah. Duh berat juga pengantin pria jaman dulu ya.

Nah, karena calon suami tahu, saya addict baca buku terutama novel  jadilah dia mengisi satu kotak seserahannya (saya menikah tahun 2006) dengan beberapa buku bekal berumah tangga dan mengasuh anak, katanya sebagai bekal ilmu berumah tangga. Secara tidak langsung mengingat saya kalau persiapan menikah bukan hanya soal resepsi, bukan hanya hadiah ini itu (walaupun itu tetap harus ada ya heuheu) tapi ilmu untuk mengarungi bahtera rumah tangga, ilmu menjadi istri dan calon ibu, harus ada.

Pemberian buku itu sebenarnya warning agar saya mengurangi kebiasaan membaca novel hehe. Jadi Abinya anak-anak dulu sempat tak suka saya sering baca novel, katanya harus variatif. Kami sama-sama suka baca buku tapi selera bukunya bersebrangan.


Dan inilah buku-buku seserahan itu. Buku-buku yang akan menemani sepanjang usia kami sebagai seorang muslim, anak, istri/suami dan ibu/bapak dari anak-anak. 



Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Kado Terindah 

 giveaway kado terindah


12 komentar:

  1. maaak...daku juga dapet seserahan buku :) dua jilid Tarbiyatul Auladnya syeikh Nasih Ulwan. jadi terkenang lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. buku-buku mak hairul lebih advance...:)

      Hapus
    2. pengen nyari buku itu ah :)

      Hapus
  2. Buku yang atas aku juga punya tuh mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. buku bagus ya mak...sekrang udah ga ada kayaknya, ga diterbitin ulang

      Hapus
  3. waaah... buku2nya tebal2 ya... :) unik ya, seserahannya berupa buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. say love with buku katanya mak...tp tetap ya mas kawin mah harus ada wkwkwk *matre*

      Hapus
  4. wah,ide bagus ya seserahannya buku ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang lain tetap ada mak, buku hanya tambahannya heheh

      Hapus
  5. semoga sukses GA nya bu :)
    kado yang indah ya
    akan selalu abadi

    BalasHapus
  6. Ayyyy... So sweet... Aku juga suka dihadiahin buku. Semoga kelak dapat seserahan buku juga *eh :D

    BalasHapus
  7. Hai Mak...

    Makasih banget yaa sudah ikutan Giveaway Kado Terindah. Semoga menang! :D

    Salam,
    Pungky

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...